Indonesia
NovelToon NovelToon
Diremehkan Sebagai Guru Honorer, Aku Punya Penghasilan Yang Fantastis

Diremehkan Sebagai Guru Honorer, Aku Punya Penghasilan Yang Fantastis

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: peony_ha

Menikah dengan Dr. Revan Aditya adalah impian Alya Gumaisya. Namun, sejak hari pertama, Alya sadar bahwa dirinya hanyalah istri pajangan yang dinikahi demi kepentingan keluarga, bukan karena cinta.

Bertahun-tahun hidup dalam pengabaian dan penghinaan, Alya akhirnya memilih pergi dan membangun hidupnya sendiri. Saat ia tak lagi mengharapkan cinta Revan, justru pria itu mulai menyadari bahwa wanita yang selama ini diabaikannya adalah satu-satunya yang benar-benar ia butuhkan.

Sayangnya, penyesalan selalu datang terlambat. Kini, Alya tak lagi ingin menjadi istri yang menunggu, sementara Revan harus berjuang menghadapi balas dendam paling menyakitkan—kehilangan wanita yang pernah mencintainya tanpa syarat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon peony_ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelangi Kembali Menjadi Badai

“Lukanya sudah lumayan kering, tapi jangan dulu lepas kain kasa. Mungkin besok atau lusa sudah bisa lepas jahitan.”

Kak Revan sedang memeriksa luka di kakiku. Sudah tiga hari, tapi lukanya tak kunjung kering. Malah aku merasa lukanya sedikit bengkak. Mungkin karena terlalu banyak dipakai untuk berjalan, basah terkena air hingga lukanya bengkak.

Aku mengangguk singkat. “Makasih, Kak..” Kemudian aku melangkah menuju depan jendela, duduk bersila berhadapan dengan rak buku milik Kak Revan. Deretan buku ilmu kedokteran berjejer rapi. Aku teringat akan sesuatu. Aku harus mendapatkan informasi mengenai salah satu penyakit medis yang sedang aku tulis di buku.

Aku kembali membuka laptopku, kembali melanjutkan pekerjaanku yang sempat tertunda.

Zara: Al, viewer novel ke tiga punya kamu yang on going itu tiba-tiba melesat.

Pesan dari Zara bagai pelangi yang datang setelah badai. Sontak aku membuka aplikasi baca. Di sana sudah banyak notifikasi yang masuk, berupa like dan komentar. Karya ke tiga milikku ini ternyata sangat diminati oleh banyak pembaca.

Salah satu komentar reader yang aku sukai.

Jalan ceritanya sangat menyentuh, mudah diresapi. Semoga Aluna bisa hidup bahagia pada akhirnya.

Aku mengguratkan senyum bahagia. Tidak disangka, karya ketiga ini sangat diminati oleh para pembaca. Bahkan hari ini, retensinya sudah naik pesat.

Kebahagiaan malam ini bagai tangga penghubung kesuksesan yang ingin aku capai. Aku ingin menjadi seorang tenaga pengajar yang mendedikasikan banyak ilmu, serta aku ingin memiliki pekerjaan sampingan sebagai penulis terkenal.

Aku: Alhamdulillah, Ra. Aku bersyukur sekali. Malam ini bagai ada harapan untukku untuk menjadi seorang penulis yang sukses dan terkenal. Makasih ya, Ra. Berkat dorongan kamu juga, aku jadi semangat buat nulis lagi.

Zara: Kamu memang sangat berbakat dalam merangkai kata, Alya. Sayang sekali jika kelebihan kamu itu disia-siakan. Sekarang waktunya kamu menunjukkan taringmu, Alya. Tunjukkan pada keluarga suamimu yang sering memandangmu rendah itu.

Aku: Belum apa-apa, Ra. Aku belum benar-benar bisa membuktikan itu semua.

Zara: Ya sudah, terserah kamu. Sana! Lanjutkan bab selanjutnya. Aku dan para reader setiamu sudah menunggu update bab selanjutnya.

Semangatku semakin membara. Aku menutup ponsel dan kembali fokus pada layar laptop. Sejenak aku menatap langit malam di balik jendela.

Terang bulan ditemani cahaya bintang terlihat sangat indah, berkelap-kelip riak seolah sedang memberiku semangat untuk terus meniti karier sebagai penulis.

Aku menoleh ke arah Kak Revan yang tengah duduk di sofa dengan pandangan sibuk pada layar laptop.

“Kak.. apa aku boleh pinjam salah satu bukunya?”

Aku sudah berdiri sambil menunggu jawaban dari Kak Revan. Pria itu tampak masih fokus mengetik di keyboard. Tumben sekali, malam ini ia tidak keluar rumah. Biasanya, jika tidak menemui kekasihnya, ia akan pergi ke rumah sakit.

“Simpan kembali pada tempatnya, dengan rapi seperti semula.”

Aku mengangguk, lantas memilih buku yang akan aku jadikan inspirasi. Tapi, tiba-tiba saja rak buku itu bergerak-gerak pelan, seperti digoyang-goyang.

Grubuk-grubuk.

Satu per satu buku mulai berjatuhan. Kenapa pandanganku semakin bergoyang dan terasa ada getaran yang semakin kuat?

“Gempa...”

“Kak Revan.. ada gempa, Kak..” Aku memekik kencang.

Bruk!

Satu buku tebal menimpa bahuku. Tanganku memegang erat rak buku yang semakin bergoyang kencang. Semakin terasa, gempa ini semakin kencang.

Aku semakin mengeratkan tangan, sekuat tenaga menahan rak buku agar tidak jatuh menimpa tubuhku.

Terasa berat sekali, sampai dengan terlihat lengan kokoh itu ikut menahan gerakan rak buku. Aku menoleh, Kak Revan berada di sampingku. Mengerahkan tenaganya untuk menahan rak buku agar tidak ambruk.

“Cepat lari, Alya. Gempanya kencang..”

“Lalu Kak Revan?”

“Kamu duluan yang lari! Cepat.”

Goncangan terasa semakin kencang. Aku mendongak ke atas. Satu buku tebal akan keluar dari tempatnya. Aku perkirakan jatuhnya buku itu, tepat akan menimpa tengkuk Kak Revan.

“Kak, awas...!”

Brakk!

Aku tidak berhasil menghindar. Tubuhku yang sedikit mendorong tubuh Kak Revan membuat sudut buku dengan hard cover itu tepat menghantam jidatku. Rasanya perih, tapi aku harus tahan.

“Saya bilang lari, Alya!” Tangan kiri Kak Revan mendorong tubuhku. Aku tersungkur ke arah ranjang, tepat saat sebelah papan rak buku itu menghantam bahu Kak Revan.

“Kak... Revan..!”

“Aakh! Lari keluar, Alya...!”

“Nggak, aku nggak mau. Kamu juga harus keluar, Kak..”

Aku bangkit dan menarik kencang tangan Kak Revan. Dalam hitungan detik, Kak Revan ikut tersungkur. Kami sama-sama menyaksikan rak buku yang ambruk begitu saja, ditambah kaca jendela mulai pecah pada bagian sisi tertentu.

Sampai tidak sadar jika kami tersungkur dengan jarak yang begitu dekat. Aku yang memegang erat lengan Kak Revan, sementara Kak Revan menutup seluruh tubuhku dari runtuhan rak buku.

“Alya, kita harus lari...!” Kak Revan sudah berdiri, tangannya memegang erat tanganku, membuatku kembali tertegun sejenak.

Aku berdiri dan langsung berlari karena ditarik kencang oleh Kak Revan. Rumah yang sangat luas membuatku cukup kewalahan untuk menyeimbangkan langkah dengan kekuatan Kak Revan. Ditambah lagi, kakiku masih terasa sakit jika harus berlari.

“Kak Revan.. duluan saja!” ujarku dengan napas yang ngos-ngosan. Tubuh ini terasa remuk sekali, ditambah rasa perih di dahi.

“Ayo, cepat, Alya. Gempa semakin kencang.”

Aku melirik ke arah kakiku. Gemetar lemas seperti tidak bertulang. Ditambah rasa sakit yang begitu terasa pada kakiku.

“Kamu duluan saja, Kak... aku nyusul..”

Aku mendengar decakan pelan dari Kak Revan. Tanpa berkata apa-apa, ia membungkukkan tubuhnya di depanku.

“Cepat, nggak usah banyak mikir. Naik!”

Dengan perasaan tidak enak, takut, sekaligus canggung, aku bergerak ke punggung Kak Revan. Dalam hitungan detik, lekas ia langsung membawaku lari keluar rumah. Langkahnya begitu cepat membuatku harus menguatkan pegangan pada bahunya.

Aku nggak tahu harus bahagia atau sedih dengan kebaikan dan perhatian Kak Revan yang teramat sangat. Kak Revan, beruntung sekali wanita yang kamu cintai itu.

Baru saja pelangi itu datang menghampiri kehidupanku, Kak, tapi mengapa badai perasaan itu kembali datang?

Jangan sampai perhatian dan kebaikan yang kamu lakukan padaku mendatangkan harapan yang lebih dalam atas dirimu.

Aku menundukkan wajah, menghalangi kepala Kak Revan dari jatuhan benda. Melingkarkan tangan pada kepalanya.

Sampai akhirnya...

Brak!

Hantaman keras mampu membuat pandanganku gelap.

Bersambung.

1
Arabella07
lanjut
Lembayung Bercerita: baik..ditunggu ya kak
total 1 replies
Ria Leilyhani
lanjutkan thor 😁
Ria Leilyhani: oke, makasih ya 😊
total 2 replies
Rian Moontero
mampiiirr
Lembayung Bercerita: makasih kak..
total 1 replies
Ria Leilyhani
cari yg lain aja Alya, ga usah ngarepin Revan lg, bikin nyesek. thor, Zara temennya Alya Zara Ayleen bukan?
Lembayung Bercerita: betul kak, kisah cinta ayleen dan Ar gak bisa paling gak bisa di lupain😍
total 3 replies
Ria Leilyhani
nyesek banget jadi Alya 😭 lanjut thor
Lembayung Bercerita: sama kak uthor juga sesak banget nulis nya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!