Seorang anak yg diusir ortunya, krn di tuduh membunuh adiknya sendiri. Bagaimana bila ia dipertemukan dgn keluarganya lg
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syiff2707, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 10
Angga terbangun dari tidurnya melihat kearah jam,
05.00 pagi
Angga bangkit dari tidurnya dan duduk sebentar lalu mandi
Angga kembali dan membangukan Nara
"Nar nara, ayo bangun sholat subuh dulu"ucap angga sambil mengguncang pelan tubuh Nara
'Engghh' lenguh Nara sambil membuka mata dan mengerjap kan matanya
"Ayo sholat berjamaah dulu" ucap Angga di balas anggukan oleh Nara
Nara bangkit dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi untuk mandi
"El ayo bangun kita sholat berjamaah dulu"ucap angga mengguncang pelan tubuh El
"Yes daddy" beranjak ke kamar mandi untuk mandi
Angga beranjak dari ranjang dan berjalan kekamar Lino
"Lino ayo sholat berjamaah"
"Iyh" ucap Lino beranjak menuju kamar mandi untuk mandi
Angga, Nara, Lino dan El berjalan menuju musholah di lantai bawah dan melaksanakan sholat subuh berjamaah yg diimami oleh Angga
Selesai sholat Angga, El dan Lino duduk di ruang keluarga sambil mengobrol, sedangkan Nara kedapur menyiapkan sarapan seperti biasanya
"Boy, Angga, Lino ayo sarapan sudah jam 6" teriak Nara dari dapur
Mereka makan dengan tenang
"Boy mommy berangkat sekolah dulu yh" ucap Nara mengecup pipi gembul El
"Daddy juga berangkat yh boy" ucap Angga mengecup pipi El
"Nanti daddy kesini lagi kan" tanya El
"Yh pastilah kan jagoan daddy ada di sini" ucap Angga mengacak rambut El
"Kl keluar hati hati yh" ucap Nara
"Yes mom"jawab El
"Ngga nih kunci motor lo yg kmrn" ucap Nara sambil melempar kunci motor ke Angga
"Thanks"
"Gua duluan" ucap Nara menaiki motor sport kesayangannya
Skip sekolah
Nara masuk ke lingkungan sekolah, dari mulai masuk gerbang siswa/i AIHS menatapnya takut.
Nara tidak peduli dengan itu,
'toh bagus kl mereka takut gk ada yg ganggu gua lagi' pikir Nara
Nara terus berjalan menuju kelasnya
"Nar maaf kita kemarin gk bermaksud kaya gt" ucap Sarah mewakili yg lainnya
"Yh gpp gue juga ngerti kok" ucap Nara lalu duduk dibangkunya
Kringg
Bel masuk berbunyi dan semua kelas memulai KBMnya masing masing
Kriingg
Bel istirahat berbunyi
"Kantin kuy" ajak Naya
"Kuy" ucap mereka serempak kecuali Nara
Dikoridor seperti biasa mereka mendapat cacian dan makian dari siswa/i AIHS
mereka duduk di bangku kosong, di pojok kantin
"Nar pesen apa"
" samain aja" jawab nara
Sarah dan Kesha pun mengantri untuk memesan makanan
Tiba tiba para most wanted boy AIHS duduk di bangku mereka
"Ikut yh guys" ucap Rio dibalas deheman oleh Nara, Naya, dan Audi
Tak lama kemudian datang Sarah, Kesha dan Renold, Geo sambil membawa pesanan mereka
Nara. Angga. Sarah. Ronald. Rio.
________________________________
Naya. Renold. Kesha. Geo. Audi.
Nara mulai menambahkan saos dan sambel pada baksonya
Tangan Nara dicekal saat ingin mengambil sambel untuk ke tiga kalinya
Nara menengok kearah orang yg mencekal tangannya
Nara mengangkat satu alisnya 'apa'
Angga menggeleng kepala pelan
Nara menghela nafasnya lalu melepaskan sendok sambel tersebut dan mengaduk baksonya
Mereka makan dengan tenang sebelum nenek sihir beserta keluarga datang menghampiri Nara
'Braak'
'Uhuk uhuk uhuk' nara tersedak kuah pedas baksonya
Angga dengan sigap memberikan minum, memukul pelan tengkuk nara
"Lo gk ap ap" tanya angga
"Iyh"
"Itu mom dad, nerd itu yg bikin ak kaya gini" ucap siswa yg kemarin membuat masalah dengan nara
"Km, berani beraninya yh membuat anak saya seperti ini" ucap daddy siswi itu
"Orang kampung aja berani buat anak saya kaya gini" ucap mommy siswi itu
"Khmm, oke dari pada banyak bacot, lo sini dan tunjukin rekaman cctv kantin kemarin" ucap nara sambil menunjuk seorang siswa yg merupakan anggota nara
"Baik queen, saya ambil leptop dulu" ucap siswa itu berlari keluar kantin dan tak lama siswa itu kembali membawa leptop ditangannya
Siswa itu duduk dibangku dekat Nara, lalu mulai menghack cctv kantin dan terlihat jelas siapa yg bersalah disana
"Maaf kan kelakuan anak saya nak" ucap daddy siswi itu menahan malu
"Hmmm, jangan lagi membuat masalah dengan saya" ucap nara dibalas anggukan oleh pria paruh baya itu
Keluarga tersebut keluar dari kantin dengan perasaan malu
Kriingg
Bel masuk berbunyi dan masing masing kelas memulai KBM
Kriingg
Bel pulang sekolah berbunyi, Nara langsung berjalan menuju parkiran cafe dan mengendarai motornya menuju rumah
Diperjalanan Nara melihat sekelompok orang yg sedang baku hantam
'Mayan peregangan nih' batin Nara lalu turun dari motornya dan berjalan kearah sekelompok orang tersebut
Dan terlihatlah dua kelompok sedang baku hantam, satu kelompok sudah terlihat kelelahan dan sepertinya Nara tau orang orang itu adalah anggota Angga diantaranya ada Rio, dan yg satunya lagi masih sibuk menjatuhkan lawannya.
"Ehh lu ngapain kesini" tanya seorang dari kelompok lawan angga
"Mau ikutan main " ucap Nara polos
"Alah lo jangan main main sm kita, mending lo pulang" ucap seorang lagi dari kelompok yg sama
"Knp, lo semua takut" ucap Nara menyeringai
"Cih kita gk akan takut sm nerd kaya lo" ucap ketua dari mereka
"Ayo, mumpung gua lagi ada mood nih" ucap Nara
"Gini aja kl lo kalah, lo bakal jadi mainan kita" ucap ketua mereka
"Nar jangan, gua gk papa kok, lo pergi aja" teriak Rio
"Sapa juga yg mu nolongin lo, gua kesini mo pemanasan" Teriak Nara pada Rio
Skakmat
'Iyh juga yh, dia gk bilang mu nyelamatin gue, gue kepedean banget njir' batin Rio menahan malu
Satu persatu mulai melawan Nara, namun bukan Nara yg tumbang malah lawannya yg tumbang
"Ayo serang bersamaan" teriak ketuanya
Bug
Brak
Bug
Plak
Kreek
Brak
Kreek
Kreek
Bugh
Pukulan, tendangan dilayangkan Nara membuat lawannya terkapar
"Gua gk akan kalah dari nerd kaya lo" ucap ketuanya yg masih terduduk di depan Nara
'Sshhh' ringis Nara saat pasir masuk kematanya akibat musuhnya yg melemparkan pasir
"Lo gk bakal bisa menang" ucap lawan Nara
Nara menyeringai
"Ternyata lo pengecut yh pake cara licik segala lagi" ucap Nara
"Bacot lo serang"
Semua anggota menyerang Nara, namun Nara menghindari semua serangan tersebut dengan lihainya
'Sshhh' ringis Nara saat merasakan rambut kepangannya ditarik
"Cih banci, mainnya jambak jambakan" ucap Nara
Nara menarik rambutnya dari pegangan pria tersebut, rambut Nara terlepas dari genggaman namun kuncirannya terlepas sehingga rambut Nara menjadi tergerai indah
Nara langsung menghajar semua lawannya sampai terkapar tidak bisa melawan lagi
Rio dan teman temannya melongo tak percaya
"Ternyata bos gk salah milih bu bos yh" celetuk salah satu anggota yg sekolah di AIHS
Semua anggota mengangguk
Melihat pertarungan selesai, Rio membawakan air untuk Nara mencuci matanya.
"Mata lo cuci dulu nar" ucap rio
Nara mengangguk Nara mencuci matanya, namun tak kunjung membaik. Nara melepas soflent nya dan mencuci matanya lagi
Setelah baikan Nara membuka matanya dan menatap kearah Rio dan teman temannya
"Njir ternyata fake nerd, bos emang beneran gk salah milih" celetuk orang di belakang Rio saat melihat wajah putih mulus Nara dengan mata indahnya
"Makasih udh nolongin kita" ucap Rio
"Hmmm, jangan bongkar identitas gue ato gk lo gk bakalan hidup tenang" ucap Nara
"Benarkah itu queen" ucap seseorang di belakang Nara
"Bos lo telat kita dah di selamatin sm nara" ucap Rio namun di abaikan oleh Angga
"Bagaimana, kl gua yg bongkar identitas lo" ucap angga dengan seringaian menantang kseringaian
"Gua bakal bunuh lo" desis Nara
"Woah benarkah, kalau itu terjadi pasti akan ada perang antara dua kubu terbesar di dunia" ucap angga
"Haah, iyh deh gue ngalah, gk bakal menang adu bacot sm lo mah" ucap Nara kepada Angga
Angga tertawa kecil dan mengacak rambut Nara
"Hahahah, good mom harus ngalah sm dad" ucap Angga
Nara menjewer telinga Angga
"Auh iyh auh, maafin gk lagi deh, dirumah aja manggil mommynya"ucap angga mengaduh kesakitan
Bukannya melepaskan Nara malah menambah jeweran telinganya
"Auhh maaf maaf kelepasan, auh udh lepasin"
Nara yg tak tega melepaskan jewerannya dari telinga Angga
"Galak amat sih" ucap angga
Nara yg mendengar itu mendelik tajam kearah Angga, lalu mengalihkan pandangannya dengan menggembungkan pipinya
Angga melihat itu mengecup singkat pipi Nara
Nara yg mendapatkan perlakuan seperti itu menunduk malu
Entahlah semenjak kemarin Nara dan Angga menjadi lebih dekat
"Makasih dah nolongin anggota gue" ucap Angga
"Iyh, gua duluan El udah nunggu dirumah" ucap Nara lalu melangkah kearah motornya
"Bilangin ke jagoan gue, daddy datengnya malem, gue mau ke markas dl ada urusan" teriak Angga
Nara mengacungkan jempolnya, lalu mengendarai motornya dengan kecepatan diatas rata rata
Angga yg melihat itu hanya bisa geleng geleng kepala
Angga berbalik menghadap anggotanya yg masih cengo
"Ngga lo udh tau kl Nara fake nerd" tanya Rio
"Bos lo ada hubungan apa sm Nara"
"Bos lo udah nikah"
"Bos lo udah punya anak ? Wah berati dah ituin Nara dong"
"Wah gmn rasanya bos" ucap anggota angga yg berpikiran mesum
"Wah enak tuh kayanya"
"Berarti bos gue gk perawan lagi yh"
Bukan nya menjawab pertanyaan pertanyaan tersebut, Angga malah melangkah kearah motornya dan melajukan motornya menuju markas, yg di ikuti anggota anggotanya
Sampai di markas anggota Angga masih menanyakan hal itu
Sampai sampai semua anggota yg mereka lewati, mendengar pertanyaan pertanyaan vulgar tersebut
"Bos lo ada hubungan apa sm si Nara"
"Bos lo-"
Angga yg mulai jengah membalikkan badannya menghadap anggotanya itu.
"Hahh, Nanya tu satu satu gua bingung mu jawab yg mana dulu" ucap angga menghela nafas
"Hehehe iyh maaf" cengengesan anggotanya
"Bos lo udh tau kl Nara fake nerd"
"Iyh"
"Bos lo punya anak"
"Iyh"
"Wah berarti lo udh jebolin Nara dong, rasanya gimana tuh bos"
"Blm, rasain aja sendiri"
"Yudh gua mau minta na-"
"Jangan berani berani nyentuh Nara" ucap Angga
"Lah kl blm di jebolin, kok bisa punya anak"
"Anak yg kita selamatin waktu misi"
"Lo udh nikah sm nara"
"Blm"
"Loh kok bisa serumah"
"El yg minta, disana juga ada adiknya Nara gk cm gue"
"Trs maksud lo kl lo terbunuh sm Nara bakal ada dua kubu terbesar didunia yg akan bertarung apa"
"Lo akan tau sendiri"
Angga duduk di sofa yg di sediakan
"Ngga lo ada hubungan apa sm Nara" tanya Rio
"Entah gue gk tau" ucap Angga sambil memejamkan mata dan menengadah mengarah kelangit langit ruangan
"Dia orang pertama yg bisa membuat gue nyaman di dekat dia dan dia selalu bisa membuat gue tersenyum melupakan beban hidup gue" ucap angga sambil memejamkan mata dan tersenyum membayangkan sikap Nara yg suka berubah ubah
"Dia wanita yg tangguh, yg menyimpan segala lukanya, dia wanita tangguh yg selalu membuat orang yg dia sayang tersenyum dengan caranya sendiri, walaupun dia sendiri mempunyai beribu ribu masalah dalam hidupnya"
"Dia sebenarnya rapuh, sangat amat rapuh, dan gue ingin, gue dapat menyembuhkan semua kerapuhan dalam dirinya itu" mata angga yg terpejam mengeluarkan cairan bening saat mengingat isakan pilu Nara saat di roftop kemarin
"Gue akan selalu dukung lo" ucap Rio sambil menepuk pundak angga
Tp ini nikahannya anak2 sultan semuanya..... Pak penghulu dpt amplop tebel ini