Indonesia
NovelToon NovelToon
Sholehah Bersamamu

Sholehah Bersamamu

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Dendam Kesumat / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: cilamici

Memiliki kesalahan di masa lalu membuat langkah Nisa terasa sangat berat, namun meski begitu, ia tetap berusaha kuat dan gigih menjalani apa yang telah menjadi pilihannya, ia tetap berusaha menebus kesalahan masa lalunya dengan mengikhlaskan diri ditempa cemoohan, permusuhan dan juga penilaian miring dari berbagai pihak.

Dan inilah kisah Nisa, seorang perempuan yang berhijrah dari kesalahan masa lalu untuk menjadi perempuan yang lebih baik di sisi Tuhannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Mendung Kehidupan

Sebagaimana keinginan Nisa, sore hari Danu membawa temannya bertemu dengan Nisa di rumah yang akan dijadikan objek jual beli,

Nisa tanpa menawar harga yang diberikan langsung mengiyakan membayar dengan pembayaran via transfer dari aplikasi di hp nya,

Tentu saja, sebetulnya Nisa bukan sedang kebanyakan uang, tapi karena memang ia hanya ingin cepat-cepat bisa keluar dari rumahnya yang sekarang, dan memiliki tempat tinggal sendiri tanpa harus pulang ke rumah orangtua,

Nisa tadi pagi saat akan berangkat bekerja, saat bertemu lagi di garasi rumah dengan suaminya, ia sempat meminta sang suami agar segera menemui orangtua Nisa, menyampaikan jika mereka akan segera berpisah,

"Mas harus menemui Ayah dan Ibu, Mas yang harus menyampaikan perihal perceraian kita,"

Kata Nisa pagi tadi,

"Kata kamu kemarin kamu akan ke sana, jadi kamu belum ke rumah orangtua? Lalu pulang sampai malam ke mana? Dengan laki-laki baru itu?"

Sinis sang suami, Nisa enggan menjawab dan membahas,

Sudah tabiat suaminya sejak dulu, jika ada satu masalah, maka ia takut sekali akan terlihat salah, maka ia akan mencari sebisa mungkin alasan yang agar orang lainlah yang salah,

Bahkan perceraian dengan Nisa pun, ia berusaha keras mencari orang lain yang bisa disalahkan, agar setiap orang bertanya kenapa bercerai, maka Nisa dan orang lain lah yang salah,

Ia melupakan masalah inti dari rumah tangga itu sendiri, meski mungkin kebanyakan orang memang begitu, tapi Nisa jelas berbeda, bagi Nisa, setiap kegagalan pada diri kita adalah kesalahan yang ada pada ruang lingkup itu pula, orang lain hanyalah tambahan saja,

"Berkas sudah masuk pengadilan, aku juga sudah akan pindah, tidak ada waktu lagi, temui orangtuaku, setidaknya itu sebaiknya yang dilakukan untuk berpamitan,"

Kata Nisa sebelum akhirnya masuk ke dalam mobilnya, diabaikannya suaminya yang sedang bersiap menyerangnya lagi dengan kata-kata pedas,

Tidak, Nisa sudah tidak ingin berdebat lagi, keputusan sudah diambil untuk mereka berpisah,

Jalan yang akan ditempuh mereka masing-masing akan sendiri-sendiri, jadi bagi Nisa sudah tak ada artinya perdebatan itu,

Nisa ingin fokus saja ke depan, ia bahkan sudah melakukan kesalahan besar, ia hanya ingin memperbaiki diri, itu saja, itu saja maunya,

"Ini kuncinya Mbak, dan surat-suratnya,"

Kata teman Danu si pemilik rumah, setelah pembayaran via transfer sudah masuk ke rekeningnya,

Danu tampak duduk di samping temannya, menatap lekat Nisa di depan sana,

"Barang-barang yang ada di sini boleh dipakai saja Mbak, kebetulan ini selera mantan saya, jadi..."

Kalimat itu menggantung, Nisa tampak menatap teman Danu sejenak saja, sebelum kemudian mengangguk mengerti,

"Ikhlaskan semuanya yang sudah jadi takdir,"

Kata Nisa lirih, seolah ia pun bicara pada dirinya sendiri,

Teman Danu mantuk-mantuk, mengerti dirinya jika semua takdir memang harus diterima dengan ikhlas, betapapun beratnya, meskipun kenyataannya memang sulit, dan saat ini ia masih terus belajar untuk itu,

Setelah akhirnya mereka menandatangani surat-surat yang dibutuhkan untuk transaksi jual beli tersebut, mereka pun saling berjabat tangan dan kemudian teman Danu pamit pulang,

Danu mengantar temannya hingga pelataran rumah, bicara serius di sana, dan tentu saja Nisa tak mau ambil pusing dan tak ingin juga ikut mendengarkan,

Nisa lebih memilih memeriksa keadaan rumah dengan lebih teliti, kalau-kalau ada yang harus direnovasi,

Tak lama, suara deru kendaraan milik teman Danu terdengar sayup-sayup meninggalkan depan rumah baru Nisa, yang kemudian disusul Danu yang masuk ke dalam rumah untuk menyusul Nisa yang kini keluar dari dapur,

Mereka sejenak terlihat jadi canggung, bingung harus memulai bicara apa karena ingatan mereka tentu pada kejadian kemarin sore,

Hingga, hp Nisa tiba-tiba saja berdering, mengabarkan sebuah panggilan baru masuk,

Nisa cepat berjalan ke ruang depan di mana tas nya masih ada di sana dan hp nya juga ada di sana,

"Ayah,"

Nisa bergumam tatkala meraih hp miliknya, tampak Ayah nya yang ternyata melakukan panggilan,

Nisa pun cepat mengangkat panggilan Ayah, tak mau nanti Ayah sampai marah karena panggilannya tak langsung diangkat,

"Ya Ayah,"

Kata Nisa sambil duduk di kursi ruangan depan, Danu tampak berjalan pelan dan memilih berdiri bersandar pada lemari bufet yang ada di ruangan depan tak jauh dari set kursi di mana Nisa duduk,

"Kamu di mana?"

Tanya Ayah, suaranya terdengar ketus, ini tidak seperti biasanya,

Nisa sejenak terdiam, bingung menjawab apa, haruskah ia bilang jika ia berada di rumah baru?

"Suamimu barusan pulang dari sini, Ibumu langsung sakit itu,"

Kata Ayah, yang seketika saja membuat Nisa langsung mencelos,

"Kamu cepat ke rumah Ayah, biar Ayah bisa bicara dengan kamu langsung,"

Kata Ayah lagi,

"Ya Ayah, Nisa akan ke rumah Ayah sekarang,"

Sahut Nisa langsung,

Ayah kemudian mengakhiri panggilannya, Nisa menghela nafas, entah apa yang suaminya katakan, tapi yang jelas Ayah jelas sekali marah padanya,

Sejenak Nisa menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi, ia benar-benar ingin cepat mengakhiri episode ini, ia sudah ingin bergerak menuju episode hidup yang baru, yang tidak hanya berputar di seputaran masalah itu dan itu lagi,

Di saat usia sudah akan semakin tua, disibukkan mengurus masalah yang sama yang tiada akhirnya membuatnya malah semakin cepat lelah dan merasa waktu hidupnya hanya akan terbuang percuma,

"Aku ingin bertaubat Mas, aku ingin hijrah, aku ingin memperbaiki diri,"

Lirih Nisa tanpa menoleh ke arah Danu yang masih berdiri menatapnya dari posisinya,

"Aku bercerai karena aku tahu ini adalah yang terbaik, tapi pasti sulit menjelaskan pada siapapun atas niatku yang bagi banyak orang bercerai adalah satu kesalahan pula,"

Ujar Nisa,

Danu yang mendengarnya tampak meremang, kedua matanya juga berkaca-kaca, ia teringat dengan dirinya sendiri, yang juga sebetulnya mengalami kekalutan yang sama,

Nisa lantas menoleh ke arah Danu, karena laki-laki itu tak juga bersuara,

"Aku harus pulang, aku akan kirimkan sejumlah uang untuk transaksi jual beli ini setelah aku bertemu Ayah,"

Kata Nisa yang akhirnya bersiap berdiri dari duduknya,

"Tidak usah kirim uang, aku ikhlas membantu, ini ku anggap bukan bisnis,"

Kata Danu sambil berjalan ke arah Nisa, tapi Nisa menggeleng,

"Tidak, ini hak mu yang telah membantu mencarikan rumah baru untukku,"

"Tapi, buatku kamu bukan orang lain,"

Lirih Danu, tangannya ingin meraih tangan Nisa, tapi Nisa menghindar,

"Kita masih orang lain, kita sejatinya bukan siapa-siapa kan? Kamu masih ada isteri, dan aku juga masih dalam proses cerai, apa yang kamu lakukan saat ini adalah bekerja, dan bekerja harus mendapat uang, itu sudah keharusan, ku mohon jangan menolak, jangan membuatku jadi berhutang,"

Kata Nisa,

Tampak Danu meneteskan air mata, dadanya terasa sesak, sungguh ia merasa semakin bersalah, kenapa perempuan sebaik ini ia harus sampai merusaknya?

"Maafkan aku,"

Kata Danu sambil berurai air mata, Nisa menatap Danu lekat-lekat, ia juga mulai menangis,

Entah hatinya terasa sakit melihat laki-laki yang kini berdiri dengan canggung di depannya,

"Aku juga ingin bertaubat, aku juga ingin memperbaiki diri, aku juga ingin hijrah, aku sungguh ingin hidup dengan baik,"

Kata Danu dengan suara bergetar,

"Kalau begitu mulailah dari sekarang, jangan ditunda,"

Ujar Nisa,

Tampak Danu menggelengkan kepalanya, tapi ia tak mampu bicara apapun lagi, ia tak mungkin berkata, akan sulit baginya hidup seperti itu jika masih bersama isteri yang hanya fokus menuntut uang lebih setiap hari.

...****************...

1
V3
sudah tamat kah cerita nya ❓❓🤔🤔
knp ending nya menggantung ❓🤔🤦
V3
langit nya cerah ,, secerah hati 2 sejoli yg di landa asmara 🤣
V3
sabar .. sabar ... sabar
V3
psti sengaja tuch surat cerai nya di bawa sama Mak Lampir 🤣🤣
V3
yaaa bgtu lach masyarakat
V3
hhmm ... sediiiiiih bgt sich aku baca nya , berasa ada di posisi Nabila 😭😭
V3
Yaa Allah .. sakit rasanya JK seorang anak pun TDK percaya pd orng tua nya
V3
skrg tggl perjuangan Danu yg akan menemui orang tua Nisa ,, smg di lancarkan niat nya Danu 🤲🏻
V3
yg nama nya jodoh ,, walaupun kita TDK mengejarnya psti akan datang dg sndri nya ,, sebaliknya jika TDK berjodoh seberapa keras nya kita mengejarnya ttp lach TDK akan datang
V3
mmg dasar nya istri nya Danu itu sama bejad nya dg suami Nisa
V3
bisa hutang kmna pun di jabanin , tp giliran saat nya bayar hutang eeee tu orang mlh kabur sekeluarga tengah malam 🤣🤣 @ ada bgtu di lingkungan rumah orang tua ku 🤦
V3
bejad bgt itu laki nya si Nisa ,, mulut nya sumpah spt bak sampah bocor ,, tggu ja karma datang pd suami dan keluarga nya ,,
ikut emosi dech aku 😡😡
si Ayah Nisa jg bgtu ,, bukan nya di tanya dulu baik-baik anak nya , lach ini main di tampar ja tuh pipi , Astaghfirullah Al'adzim
V3
aku jd ikutan melow ... antara maju atau mundur yaa ,, jd bingung sndri kn
V3
mulut mu adalah harimau mu ,,
V3
gampang bgt tuch congor nya laki ,, ngomong kga pke saringan 😡😡
V3
manusia berencana tapi Allah SWT yg menentukan
V3
laki-laki tp mulut nya spt ember bocor ,,
V3
gmn cerita nya yaa kak ,, kn si Nisa lg ngebayangin ngitung jumlah uang nya ,, trs knp ujug-ujug Nisa dan Danu olah raga ,,, tu syetan kurang kerjaan bgt sich
V3
hhmm .. kasihan Nisa secara TDK langsung , dokter memvonis Nisa mandul
V3
harus nya suami nya Nisa nikah nya sama istri nya Danu ja ,, sama-sama orang yg gda akhlak 🤣🤣
judul nya jd berubah spt nya " jodoh yg tertukar " 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!