Indonesia
NovelToon NovelToon
Sang Penjaga

Sang Penjaga

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Identitas Tersembunyi / Teen Angst / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:17.1k
Nilai: 5
Nama Author: zenun smith

Tidak ada seorang pun yang menginginkan hidup dalam kubangan nelangsa. Terjebak dengan masa lalu yang kelam tidak harus menyiksa ketulusan yang ada. Ketika titik dimana semesta tersenyum akan kehadiran seorang penjaga, maka di titik itulah kamu meyakinkan diri sendiri bahwa kamu bisa tanpanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zenun smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ma?

Penataan rumah Nona betul-betul rapi sampai tidak ada figura foto satu pun yang terpajang. Dion duduk di kursi ruang tamu sementara Nona mengeluarkan makanan dalam tas yang ia bawa dari rumah Dion. Nona bukannya tidak sanggup menjamu Dion sebagai tamu di rumahnya, akan tetapi dia tidak mau sampai Dion tidak nyaman memakan yang tidak biasa Dion makan. Mereka sangat berbeda. Dan selama Nona bersama dengan anak itu, Nona belum pernah menjumpai Dion makan goreng teri, sambal terasi, dan lalap daun mede.

Dion terus menyapu pandangannya pada seisi rumah yang memang betul-betul sederhana. Nona menyadarinya, lantas dia mengajak bicara Dion guna mendobrak sedikit kekakuan. Nona paham bahwa Dion merasa rumah yang dia pijak ini berbanding terbalik dengan rumah yang ia tinggali. Jika Dion adalah Vino, maka semena-mena anak itu akan berceloteh apa yang dia rasa.

"Ma, Mama punya anak lagi selain aku gak?"

"Tidak Dion, saya tidak mempunyai anak. Anak saya cuma kamu saja."

"Jadi Mama kesepian ya kalau ada di rumah ini? Apa Mama tinggal berdua sama Om tadi?"

"Om tadi hanya teman. Kadang-kadang dia juga ada disini. Kadang juga tidak. Ya begitulah saya. Mati segan hidup tak mau. Saya adalah orang yang tidak bersyukur dengan apa yang saya punya. Sampai suatu ketika, saya benar-benar sadar apa yang saya lakukan adalah kesalahan besar." Nona melirik Dion yang tampak tidak mengerti kepelikan orang dewasa.

"Tidak mengerti ya? Maaf saya sudah bikin Dion kebingungan. Sekarang waktunya main. Atau Dion mau yang lainnya?"

"Ma, boleh tidak kita pergi saja dari sini? Kita lihat Papa lagi kerja saja Ma. Yuk... "

"Dion tidak nyaman ya disini? Baiklah ayok kita pergi dari sini. Tapi kita tidak temui Papamu. Soalnya saya lagi tidak cukup mempunyai energi untuk meladeni Papamu. Tidak apa-apa kan?"

"Gak pa-pa Mah. Terus kita jadinya kemana?"

"Pulang lagi aja, main ke rumah kamu."

"Ok siap"

Dan pada akhirnya Nona kembali mengantar pulang Dion ke rumahnya yang megah. Ada sesuatu yang unik ketika ingin bepergian dengan Nona. Kemanapun tujuan mereka, jauh ataukah tidak, yang penting jangan menggunakan mobil pribadi. Siapapun yang bepergian dengan Nona harus dengan jalan kaki. Kalaupun jarak yang di tempuh memang terlampau jauh, maka Nona memutuskan untuk naik angkutan umum. Ya kali kalau tujuan dari Jakarta ke Samarinda jalan kaki, it's impossible.

GEDEBUGH..

Nona dan Dion terhenti. Mereka menoleh pada suara debaman yang ternyata suara wanita jatuh tersungkur. Lalu tidak lama kemudian, datang sekawanan bapak-bapak sangar seperti penagih hutang di film yang pernah Dion tonton.

"Sekarang udah gak bisa lari ke mana-mana. Mending lo ikut kita aja dah ketemu Bos biar urusan cepet kelar."

"Tapi saya tidak mau!"

"Gue gak nanya lo mau ikut apa nggak, Ayo cepet." Lelaki bertubuh kekar yang memakai jaket sobek di bagian keteknya menarik paksa perempuan jatuh tersebut. Dari perempuan yang lemah tidak berdaya itu ada perlawanan yang tidak terlalu sengit. Dia meronta-ronta di bagian pergelangan tangan dan menjerit pelan "iih apaan sih...ih apaan coba. Lepasin ihh.. ih..."

Merasa jiwa ksatria nya terpanggil, Dion memghampiri mereka dengan semangat yang membara.

"Jangan jahat om jadi orang. Nanti di omelin Papa." Seru anak itu. Namun alih-alih menjawab gertakan Dion, Bapak-bapak itu malah semakin gencar untuk meminta wanita itu ikut dengan mereka. Lebih kasar dan penuh bentakan.

"TOLONG!" Pekik Dion.

"Heh bocil, nggak usah ikut campur. Mending Lo diem terus pulang ke rumah bobo siang."

"TOLONG!"

"Wah bener-bener Antangin nih bocah. Bre... tangkap dia sekalian kita culik aja minta tebusan."

"Nantangin Bre bukan antangin. Emang lo masuk angin."

Tanpa banyak bacot lagi, si preman datang untuk memberi pelajaran matematika, alias memberi perhitungan pada Dion yang sudah lancang mencampur adukan urusan mereka. Dion sudah berani menolong orang lain padahal dia sendiri masih piyik bin krucil. Akibat dari keberaniannya, ia mendapat tatapan bengis dari para Bapak-bapak.

Dion mundur ketakutan. Lalu ketika sang preman ingin merengkuh tubuh anak itu, Nona membuatnya jatuh berdebam dengan tanah. Persis seperti kerbau menjatuhkan diri ke dalam kubangan lumpur.

Tidak sampai disitu, ketika kawanan yang lain mencoba untuk melukai Dion, Nona menghajarnya tanpa mengeluarkan banyak tenaga. Ibarat kata, menjatuhkan para preman tersebut hanya sebagai relaksasi otot jari yang kaku. Para preman berjatuhan seperti tidak punya harga diri. Mereka lantas kabur meninggalkan Nona, Dion, dan juga.... Marisa.

"Terimakasih"

"Sama-sama Kakak" Dion yang menjawab. Nona hanya diam mengamati.

"Nama kamu siapa?" tanya Marisa pada yang kecil. Sedangkan pada wanita yang tinggi menjulang, Marisa tidak menganggap keberadaannya.

"Dion Kakak"

"Dion?"

"Iya"

"Nama panjangnya siapa?"

Dion melirik pada Nona, meminta persetujuan apakah dia boleh membuka identitasnya pada wanita bernama Marisa. Dan Nona memberikan keyakinan lewat anggukan kepala. Kalaupun terjadi apa-apa, Nona yang akan bertanggung-jawab.

"Dion Rasdiansyah."

Cukup. Segitu sudah cukup meyakinkan bahwa anak kecil yang telah menolongnya adalah anak kandungnya sendiri. Kata Rasdiansyah sudah menjadi bukti kejelasan atas sorot mata Dion yang mirip dengan sorot mata yang dirinya punya. Jadi kalian sudah tahu kan kenapa Vino tidak mau menatap mata Dion? iya. Karena Vino membenci Marisa.

Terlepas Dion anak biologis dari Vino ataupun bukan karena Marisa ketahuan selingkuh saat menjadi istri Vino, Marisa yakin Vino telah membuktikannya lewat tes DNA. Kalau tidak, mana mungkin Vino mau menampung anak itu dalam kehidupannya. Cerita sebenarnya bukan se-mentah hanya soal Marisa selingkuh. Tapi soal Vino yang menjadi bahan taruhan Marisa dan kekasih hati yang dia cintai. Vino lah yang menjadi orang ketiga. Dan Vino lah yang dengan bodohnya masuk dalam permainan Marisa.

"Dion"

"Iya Kak"

"Lain kali jangan tolongin saya kalau kamu lihat saya kesusahan. Itu tidak perlu. Dan itu tidak penting. Mengerti?"

Nyesss...

Nona mendengus kesal. "Tidak tahu diri." Desisnya.

"Dion hanya ingin membantu orang lain yang sedang kesusahan Kak. Kalau Dion malah bikin Kakak tambah susah, Dion minta maaf." Si kecil Dion membungkukkan badan yang langsung di tarik bajunya oleh Nona agar anak itu tetap menegakkan kepala.

"Kenapa Ma?" dengan polosnya Dion bertanya pada Nona kenapa bajunya di tarik. Praktis membuat Nona tersenyum pada anak itu.

"Tidak usah minta maaf padanya, kamu tidak salah. Ayo kita pergi."

Nona tidak memberi kesempatan Dion untuk berbicara lebih lanjut pada Marisa. Karena akan membuat Nona tidak bisa menahan diri. Jika itu terjadi, maka Nona tidak bisa menjamin keselamatan perempuan tersebut. Bisa-bisa ada yang patah seperti terpoteknya perasaan Dion selama ini.

Pada akhirnya,

Dion dan Nona berlalu meninggalkan Marisa dalam kesenyapannya.

Ma? tadi katanya Ma? apa itu kata Mama? Batin Marisa.

.

.

.

.

"Dion"

Nona dan Dion menoleh.

"Gak pa-pa, cuma mau manggilin aja." sambung Marisa.

.

.

.

.

.

.

Bersambung..

1
bakpao
/Good/
Zenun: terimakasih kak
total 1 replies
Jade Meamoure
😭😭😭😭
〈⎳ FT. Zira
tinggalin 🌹 dulu ah buat ka author
Zenun: terima kasih kak
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
😆😆😆😆😆
〈⎳ FT. Zira
tuh anak emang paham kamu ngomong apa??🤔
Zenun: sedikit mungkin
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
bilang aja minta di puji😏😏
Zenun: 😁😁😁😁😁
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
panggilann langsung dari suami..bukan dari netizen😅😅
Zenun: 😁😁😁😁😁😁
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
err...... makan tulang....🙄🙄🙄
〈⎳ FT. Zira
bener sih... tapi aku bingng kok bocah bsa punya pemikiran seperti ini yaa??😅😅
Zenun: 😄😄😄😄😄
total 3 replies
〈⎳ FT. Zira
ninggalin jejak iklan dulu deh.. nnti lanjut baca lagi
Zenun: mksih kaka🥺
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
aku Esmoni aja ya 1🤭
Zenun: 😄😄😄😄😄😄
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
pertanyaan untuk diri sendiri tambah, lha giiran nanyain orang lain berubah 'kali' 😅😅 ya klabakan lah yg jawab🤣
Zenun: ehehehe
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
masih pagi pada heboh😅
〈⎳ FT. Zira
Aaa..??? aku gak paham..
Zenun: oooh, kalimantan 😁
total 5 replies
〈⎳ FT. Zira
Vino sebenarnya sayang. tpi bersikap gak peduli
Zenun: betuuul
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
jaga image apa gimana coba ini bapak satu
Zenun: males aja sama anaknya
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
bentar.. otakku loading...🤣🤣🤣 jurus apa???/Facepalm//Facepalm/
Zenun: jurus anu😄
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
mampir sini dulu ah sambil nunggu karya baru🤭🤭
Zenun: ehehe
total 5 replies
Senajudifa
sdh tamat aja..bsk mau mampir kecerita baru
Senajudifa
apakah gantari ak kembali
Zenun: gak kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!