Kania Tamara seorang gadis yang cantik anak dari Saras Dan Rudi wijaya.
mempunyai seorang sahabat bernama Fahira Orlando. apakah persahabatan mereka tetap utuh saat mereka mencintai seorang pria yang sama?
akankah keegoisan mereka mengalahkan persahabatan yang telah mereka lalui sejak masih kecil?
silahkan klik untuk membaca ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon muliyana setia reza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kania Tamara
"Jadi rahasia apa yang ingin kamu beritahukan ke Papi?" Tanya Sanjaya Adiguna.
"Aku menyukai seorang gadis Pi" Jawab Afdhal serius.
"Astaga, Apakah ini serius? Akhirnya kamu memiliki kekasih Papi kira kamu tidak menyukai wanita".
"Papi ini bicara apa, Afdhal tentu saja masih doyan dengan wanita".
"Lalu siapa gadis itu?" Tanya Sanjaya Adiguna penasaran.
"Namanya Kania Tamara Pi, Anak dari Pak Rudi Wijaya partner kerja Papi" Terang Afdhal.
"Kenapa bisa kebetulan seperti ini?" Tanya Sanjaya Adiguna.
"Ini adalah takdir Pi, Afdhal sangat mencintai Kania dari awal kami berjumpa".
"Kenalkan kami kepada gadis pilihan kamu".
"Doakan saja agar dia bisa menerima perasaan Afdhal sepenuhnya, akan Afdhal ajak dia bertemu Papi dan Mami".
"Baiklah Nak, Papi percaya pada pilihan kamu".
1 Jam kemudian.
Sampailah mereka di perusahaan milik Sanjaya Adiguna.
"Selamat Pagi Pak" Sapa karyawan kantor.
Sanjaya Adiguna memberikan senyum manisnya kepada karyawan. namun berbeda dengan Afdhal, Sikapnya yang cuek dan tidak pernah senyum sudah makanan sehari-hari bagi karyawan jika melihatnya.
"Pi Aku pergi ke ruang kerja" Ucap Afdhal.
"Ya sudah, Papi langsung meeting" Balas Sanjaya Adiguna.
"Oke Pi".
Afdhal langsung menuju ke ruangannya.
Roy yang tak lain yang tak bukan Asisten sekaligus sahabat Afdhal merasa terkejut dengan kedatangan Afdhal.
"Bos!! Ini beneran kamu? akhirnya kamu datang juga. Aku sibuk bekerja mengurusi semuanya tapi kamu malah sibuk dengan urusan mu sendiri" Ucap Roy.
"Kau mau aku pecat?".
"Ampun Bos, ampun jangan pecat aku Bos. Anak istriku mau dikasih makan apa?" Tanya Roy dengan wajah memelas dibuat-buat.
"Kau berani bermain-main denganku? apa kau ingin aku doakan agar kau dan kekasihmu putus?".
"Maaf Bos aku tidak bermain-main sekarang" Balas Roy.
"Cepat kerjakan apa yang ingin dikerjakan jangan ganggu aku, aku ingin tidur".
"Siap Bos".
Di kediaman Jesicca.
"Sampai kapan kamu menemani Mami disini?" Tanya Jesicca.
"Sampai Mami pulih sepenuhnya" Balas Fahira.
"Pulanglah, bukankah kamu sedang kuliah? Mami takut itu semua mengganggu kuliah kamu. Lagipula Mami sudah sehat" Jelas Jesicca.
"Biarkan Fahira di Inggris sementara waktu Mi, Fahira pasti akan ke Indonesia lagi".
"Bagaimana kabar Sahabatmu Kania?".
"Selama aku disini, aku tidak pernah memberi kabar ke Kania Mi".
"Kenapa? Apa kamu dan Kania sedang ada masalah?" Tanya Jesicca khawatir.
"Mami tenang saja, aku dan Kania tidak ada masalah apapun. Fahira ingin fokus merawat Mami, Kania pasti paham Mi".
"Iya sayang, Mami harap hubungan kamu dan Kania selalu baik-baik saja".
"Itu pasti Mi, Kania sudah seperti keluarga untuk Fahira. Dia adalah orang yang juga spesial bagi Fahira Mi" Ucap Fahira dengan mata berbinar-binar.
"Ya sudah ayo kita makan!!".
"Oke Mi".
Di Kampus.
"Cepat laksanakan sekarang, jangan sampai ada yang tahu" Ucap Mega.
"Tenang saja, kamu terima beres saja".
Mega menyewa seorang pria untuk mengerjai Kania Tamar.
Mega sangat dendam dengan Kania karena telah merebut Afdhal darinya.
"Lihat saja kamu Kania, selamanya aku akan menghantuimu" gumam Mega.
***
"Clarissa kemana lagi? katanya bertemu disini Sampai sekarang belum juga datang" Ucap Kania.
"Kamu Kania Tamara bukan?" Tanya seorang laki-laki.
"Iya benar, kamu siapa ya? sepertinya kita belum pernah bertemu" Ucap Kania Penasaran.
"Kamu tak perlu tahu siapa aku, sekarang ikut aku" Ucap pria itu lalu menyeret Tubuh Kania secara paksa.
"Lepaskan!! Tolong!! ada orang jahat!!" Teriak Kania.
"Diam!! atau pisau ini akan melukai kamu leher kamu".
Kania menuruti perintah pria itu, tapi Ia berusaha memikirkan cara untuk bisa kabur.
Ia pun menendang area sensitifnya.
"Aww... dasar kurang ajar" Ucap pria itu kesakitan.
Tanpa basa-basi Kania berlari sekencang mungkin, dan bersembunyi dibalik keramaian mahasiswa.
Kania berusaha menahan rasa ketakutan dan air matanya, Ia tidak ingin menjadi pusat perhatian yang lainnya.
"Sialan, aku kehilangan gadis itu".
Clarissa yang baru ingat akan janjinya di taman belakang langsung buru-buru menemui Kania, namun tak sengaja Ia melihat Kania yang bersembunyi di anak tangga.
"Kania!" Panggil Clarissa.
"Syukurlah, aku kira kamu dia" Ucap Kania dengan wajah ketakutan.
"Kamu kenapa Kania? kenapa tubuh kamu gemetaran begini?" Tanya Clarissa khawatir.
"Kita jangan bicara disini, aku takut" Balas Kania tak tenang.
"Baiklah, kita pergi ke mobilku saja!!".
Sesampainya di mobil.
"Jadi cepat ceritakan apa yang terjadi? wajah kamu sangat pucat".
"Aku tadi menunggumu di taman belakang kampus, tiba-tiba ada pria yang memakai topeng menarikku. Dia hampir mencelakai ku Cla, tapi untungnya aku bisa kabur dari dia lengan ku sampai lecet" Jelas Kania kemudian menunjukkan lengannya yang lecet.
"Astaga, ini sampai seperti ini. Sebaiknya kita pergi saja dari sini!!".
"Iya Cla, aku masih trauma dengan kejadian tadi".
"Kamu tenang saja Kania, aku akan melindungi kamu. Maafkan aku karena datang terlambat tadi dosen memanggilku" Ucap Clarissa.
"Kamu tidak salah Cla, yang penting aku selamat" Ujar Kania.
"Sepertinya pria itu sengaja berbuat jahat terhadap kamu Kania, dan aku mencurigai seseorang" Ucap Clarissa.
"Aku juga berpikir seperti itu, tapi kenapa dia sekeji itu?".
"Mungkin karena dia sering ditolak oleh Afdhal kekasihmu makanya di berbuat seperti itu" Tebak Clarissa.
"Kami hanya berteman Cla, dia bukan kekasihku" Ucap Kania.
"Jangan membohongiku, matamu mengatakan bahwa kamu menyukainya" Balas Clarissa serius.
"Sudahlah Cla, Jangan dibahas lagi. Cepat obati lukaku ini!!".
"Baiklah, ayo kita let's go to my home".
Terima kasih guys Sudah membaca karya Author.❤️
Jangan lupa like, tambahkan favorit...
Salam hangat Author..🤗🤗
greget gw mah😶😶😶😶