Indonesia
NovelToon NovelToon
Tiara Siluman Ular

Tiara Siluman Ular

Status: tamat
Genre:Spiritual / Sistem / Dunia Lain / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:80.1k
Nilai: 5
Nama Author: juleha2606

Yang merasa di bawah umur jangan membaca ya? karena mengandung adegan yang kurang mengenakan#

Kisah ini hanya lah fiktif belaka dan lebih bijak lah dalam membaca#

Seorang wanita ular yang bisa menjelma kapan saja dan dimana saja, menjadi wanita cantik dan bernama Tiara. Dia sukanya menggoda para pria tampan, apalagi yang berhidung belang.

Dan dia paling tidak suka dengan pria yang hanya bisanya menyakiti wanita.

Bila ada pria yang yang disukai, akan dia kejar dan diberikan kekayaan seketika, bila pria itu mampu memuaskan hasratnya. Dan akan dibuat binasa bila pria itu menyakiti wanita.

Mau tahu kisah selengkapnya? intip terus kisahnya ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon juleha2606, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengobatan

"Semoga saja besok pagi, bapak ini sembuh." Tiara melirik pada pemuda manis itu.

"Aduh, terima kasih banyak. Mbak! saya tidak tahu harus berkata apa lagi sebagai ungkapan terima kasih saya pada Mbak yang begitu baik." Dahlan menunduk dan tidak berani menatap ke arah Tiara.

"Em ... tidak perlu di sungkan begitu, saya memang ingin membantu kalian berdua." Tiara kembali mengedarkan pandangan ke sekitar bangunan tersebut.

Bikin miris memang, sudah keadaan seperti itu. Tempat tinggal pun jauh dari kata layak, lalu pandangan Tiara kembali ke arah Dahlan. "Mas mau sembuh?"

"Ya iya dong, Mbak. Saya mau sembuh, kasian juga bapak saya sudah tua. Sehari-hari harus mencari nafkah buat makan, sementara saya kurang ini. Perihnya masih terasa sakitnya." Dahlan kembali menunduk sedih.

“Mata pencarian, Mas kesehariannya apa?” selidik Tiara kembali.

"Em, kami ... mata pencariannya... mulung barang bekas Mbak," jawabnya Dahlan sedikit ragu.

"Ooh, apa tidak ada niat mencari kerja lain Mas?" Tiara terus menyelidiki pemuda tersebut.

"Ketika saya sehat sebelum kejadian itu, saya suka bantu jualan orang. Tapi ... karena kondisi seperti ini saya lebih banyak berdiam di gubuk ini!" ucap Dahlan dengan dibarengi dengan helaan nafas yang berat.

Tiara mendengarkan dengan seksama semua keluhan dari Dahlan. “Oke, besok saya kembali dan kita akan berusaha agar kaki mu sembuh dan saat ini saya harus pergi dulu. Permisi?” Tiara beranjak dari duduknya dan keluar dari gubuk tersebut.

Tiara menghilang di balik hujan dan yang begitu deras. Mengguyur bumi di malam ini.

Dahlan yang berjalan tertatih melihat keluar dan Tiara Sudah tidak ada, pandangannya mengarah ke semua barang-barang yang Tiara tinggalkan.

“Tas punggungnya pun dia tinggalkan juga dan apa isinya?” gumamnya Dahlan yang merasa heran lalu mendekati tas tersebut.

Dahlan membuka tas tersebut yang berisi beberapa sarung dan beberapa setel baju dan celana pendek selutut.

“Ini kan pakaian laki-laki dan ada lagi pakaian dalam. Apa memang untuk ku?” kepala Dahlan melirik ke arah pintu kemudian dia membereskan semua makanan yang mengangguk di tempatnya tadi Tiara keluarkan.

“Alhamdulillah ... rejeki yang telah engkau berikan lewat orang itu.” Dahlan penuh rasa syukur dengan apa yang sudah dia dapat malam ini.

Tiara yang beru keluar dari gubuknya Dahlan. Berendam di dalam bathub yang berisi kembang tujuh rupa dan wanginya ditarik ke dalam rongga hidung.

“Saya harus membantu pemuda itu, samapi dia mendapatkan kehidupan yang layak, Sebenarnya pemuda itu manis juga.” Tiara tersenyum mengingat pemuda yang bernama Dahlan itu.

Tiara menggosok seluruh tubuhnya dengan tangan yang berisi bunga-bunga. “Oke. Saya harus membuatkan rumah yang layak juga untuk mereka. Ya, aku harus mencari cara agar mereka keluar dari gubuk tersebut dan anak buah yang membangun rumah buat mereka.” Tiara menganggukkan kepalanya pelan dengan mata yang berbinar.

Tiara beranjak dari tempat mandinya meraih handuk untuk menutupi tubuhnya, berjalan mendekati tempat peraduannya.

Keesokan harinya, tepatnya sebuah luka, Tiara mendatangi kembali ke gubuknya Dahlan dan menanyakan kesehatan bapaknya dan ternyata sudah agak mendingan, sehingga dia berterima kasih banyak kepada Tiara yang sudah menjadi sebab kesembuhannya.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya, karena berkat Mbak saya sehat dan dengan makanan yang banyak itu terima kasih?” ucap bapak tersebut,

Tiara tersenyum dan melirik ke arah Dahlan yang sepertinya baru selesai mandi, tampak lebih segar. “Sama-sama, saya mau mengajak kalian berdua ke salah satu tempat untuk mengobati kaki nya, Mas. Dahlan, Kerena saya ingin Mas dahlan bisa sembuh seperti sebelumnya, begitupun juga yang kalian inginkan.” Ungkap Tiara sambil terus melihat ke arah Dahlan yang tampak malu-malu.

“Alhamdulillah … semoga saja Dahlan bisa sehat kembali ya Mbak, tapi mau dibawa kemana kita ini? dan maaf. Kita tidak punya uang untuk biayanya,” keluh bapaknya Dahlan.

“Bapa tidak perlu memikirkannya dan biarkan saya yang merawatnya.” Sambung Tiara kembali.

“Aduh, kami tidak tahu membalas kebaikan Mbak dengan cara apalagi? agar dapat membalas kebaikan Mbak.” Lirih pria tua itu.

“Iya, baru kenal saja Mbak begitu baik pada saya. Saya tidak tahu bagaimana harus—“

“Sudah, Mas jangan bahas itu lagi. Mendingan kita berangkat saja sekarang? nanti keburu malam.” Tiara berdiri dan bersiap untuk pergi.

Kemudian mereka bertiga pun pergi meninggalkan tempat tersebut, dengan penuh harapan, kalau Dahlan akan pulih kembali.

Ada beberapa tetangga yang menyapa Dahlan dengan bapaknya yang berjalan menjelang maghrib begini.

“Mau kemana, Lan? Maghrib begini, rapi lagi?” sapa seorang laki-laki yang melihat kepergian mereka.

Dahlan dan bapaknya menoleh dan membalas sapaannya dengan jawaban mau ke depan. Tiara hanya tersenyum ke arah keduanya.

“Aduh, Dahlan mau kemana maghrib-maghrib begini? berdua sama bapaknya?” seorang ibu yang jelas-jelas bertanya, padahal Dahlan ini bertiga dengan Tiara.

Dahlan terdiam sejenak serta melihat ke arah Tiara yang mengulas senyumnya sambil berpikir. “Kenapa bilang berdua? Kan saya bertiga dengan gadis ini,” gumamnya Dahlan sambil mengangguk pada orang tersebut, sementara bapaknya sendiri sudah ke depan.

Selanjutnya mereka memasuki sebuah mobil dengan supir yang mengenakan bendo dan juga tampak rapi. Mobilnya avanza yang berwarna emas.

Mobil melaju dengan cepat, seiring dengan angin yang berhembus kencang serta gemerciknya hujan.

Bapak dan Dahlan tampak begitu nyaman di dalam mobil tersebut, di dalamnya yang berada.

Selang beberapa lama, Mobil berhenti di sebuah tempat dan begitu asri dan bangunan yang mewah. Di dalamnya terdapat banyak orang dan Dahlan juga bapaknya tidak tahu tempat apa itu?

“Ayo masuk?” Tiara masuk duluan dan di sambut oleh salah seorang yang berpenampilan rapi.

Dahlan dan sang ayah, walau kebingungan namun turun juga dan ikuti langkah Tiara.

Rupanya itu sebuah restoran siap saji dan pengunjungnya pun cukup ramai. Dahlan dan bapaknya duduk di tempat yang ditunjuk Tiara.

“Kalian mau makan apa? pilih sesukanya dan silakan apa pun yang kalian suka.” Tiara menunjuk ke daftar menu.

Kemudian mereka berdua pun memesan makanan yang mereka sukai dan sepuasnya. Dengan tidak lama menunggu, pesanan pun datang, lalu mereka berdua menikmati makannya dengan lahap.

Tiara melihat keduanya sambil tersenyum, serta merasa senang bisa memberikan makanan yang enak.

Setelah itu, Dahlan di bawa oleh Tiara ke salah satu ruangan untuk pengobatan. Sementara bapaknya di suruh menunggu di suatu tempat yang bisa dipakai untuk berbaring dan tersedia banyak makanan dan buah-buahan.

“Kita mau kemana, Mbak?” tanya Dahlan sambil melihat-lihat lorong yang mereka lewati.

“Mas mau saya obati, biar Mas bisa berjalan normal kembali tanpa tongkat lagi.” Tiara menunjuk ke arah depan ....

.

...Bersambung!...

1
Nur😌😊
Tiara menjelma jadi bidadari untuk orang2 yang membutuhkan, tapi Tiara juga menjelma jadi malaikat pencabut nyawa bagi orang sombong, tidak tahu diri, tamak, dll.
Tiara Golby
loh ko tamat thot endingnya cuma begini thor
Aisyah
Yaaaaaak apa apaan ini thor kok TAMAT, aku itu baru aja sneng krna tiara mndptkn cinta yg tulus udh main tamat aja ni author, baru aja merasakn keharuan 😭😭😭
Shaymatuatu Atu
loh ko tamt thor,,
Juleha2606: mampir di karya ku yang lain ya KK🙏
total 1 replies
Kurniaty
Kok tiba tiba tamat aja sih.
Kenapa gak di lanjut beberapa bab lagi sih.
Sukses selalu.
Kurniaty
Sepertinya Tiara sudah mencintai Dahlan ya thoor,apalagi Dahlan orangnya lurus aja.
Mensyukuri apa yang ada & berbeda dengan lelaki yang selalu Tiara bantu.
Akankah Dahlan menjadi pelabuhan hati Tiara yang paling disayang Tiara dari suami²nya yang lain.
Sukses thoor & lanjut.
Kurniaty
Dewi tau gak ya kalau Tiara bukan manusia biasa.
Aisyah
Kykny dahlan cinta tulus deh ma tiara
Kurniaty
Semangat selalu ya Tiara.
Kurniaty
Semoga yang maha kuasa selalu melindungimu Tiara,selalu berbuat baik ya Tiara kepada orang yang membutuhkan bantuanmu.
Sukses thoor & lanjut.
Kurniaty
Jangan takut diusir & gak bisa bayar kontrakan,karna ada Tiara yang akan membantumu.
Sukses thoor & lanjut.
Kurniaty
Sehat selalu ya buat para suami Tiara,semoga kalian selalu ingat dengan pesannya & jangan sombong setelah mendapatkannya.
Sukses thoor & lanjut.
Kurniaty
Mudah mudaha istr darjat gak curiga dengan darjat.
Sukses thoor & lanjut.
Aisyah
kasian tiara diantara para suaminya gk ada yg tulus mncintainya mreka cuma butuh kkyaan dr tiara
Kurniaty
Selalu berbuat baik ya darjat,agar Tiara gak murka denganmu.
Kurniaty
Akankah Tiara memenuhi keinginan Marno.
Sukses thoor & lanjut.
nacho
😁😁😁😁😁😁😁😁
nacho
hantar dong berliannya ke sini saya pun mau juga
Kurniaty
lanjut.
Kurniaty
Hanya orang orang tertentu saja yang mengharapkan bantuan dari pemerintah.
Sukses thoor & lanjut.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!