Pernikahan yang didasari cinta belum tentu selamanya akan abadi. Akan ada badai yang akan menghampiri, apakah sang nahkoda bisa mengatasinya atau tidak tergantung kesiapan diri.
Begitu juga dengan rumah tangga Ima, kebahagian yang ia nikmati hancur lebur saat suaminya punya Wanita lain dan lebih menyakitkan mertuanya ikut andil atas pengkhianatan putranya.
Ima yang sakit hati bertekad dalam hati akan membalas semua pengkhianatan suami dan mertuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
"Ima." tegur mama saat sudah berada didekat orang yang tadi menarik perhatiannya.
"Mama."
"Jadi ini teman - teman kamu yang bawa pengaruh buruk sama kamu." sarkas mama dan tak lupa mencibir.
"Anda ini siapa ya, datang - dagang ngomong sembarangan." tegur temanya Ima.
"Saya ini mama mertua Ima."
"Ooh jadi mama mertua yang mendukung anaknya selingkuh itu. " teman Ima tertawa ringan sambil menutup mulutnya dengan tanganya.
"Apa kamu bilang, kamu itu ga tau apa - apa tentang keluarga saya jadi jangan asal ngomong. " mama merasa malu karna perdebatan mereka di dengar oleh pengunjung yang lain. Mama takut jika ada salah satu kenalanya ada di sana.
"Banyak sedikit taulah, masa ada orang tua mendukung anaknya untuk selingkuh terlepas apapun alasanya. Harus kita itu sesama wanita bisa mempunyai perasaan empati terhadap yang lain. Gimana kalau suami ibu yang selingkuh?" tanya teman Ima.
"Ga usah bawa suami saya, suami saya itu orang setia karna saya tidak mandul seperti dia." mama nampak emosi, nafasnya terlihat memburu. Mungkin jika tidak berada di tengah keramaian ingin seklai tanganya mengcakar mulut julid itu.
"Yakin, bu. Nanti kalau ketahuan baru nangis darah." trman Ima kembali tertawa ringan. Ima mengatupkan bibirnya rapat rapat untuk menhan tawa.
Untung Tina cepat menghampiri mama mertunya yang tengah emosi. Ia tak mau mama mertuanya membuat ulah dan mempermalukan dirinya dan keluarga.
"Mama udah, biar nanti aku ngomong sama mas Aldi. Ayo kita makan dulu." Tina membujuk mama agar kembali ke meja mereka. Sementara itu Ima dan teman beserta ibunya meninggalkan tempat itu.
"Kok kamu diam aja, Ma." tanya ibunya.
"Lalu aku harus gimana, bu?"
"Lawan dong. Kalau kamu diamkan begitu yang ada mereka akan semakin menginjak kamu."
"Malas, bu. Percuma melawan mereka, yang ada kita malah emosi meladeni mereka. Nanti mereka jug bakal kena batunya." jawab Ima santai.
"Kamu itu terlalu baik dan penurut makanya kamu mudah di tindas. Ibu yakin suamimu pasti takut sama mamanya." tebak ibu saat mereka dalam perjalanan pulang.
"Ya begitulah, dulu aku yang bodoh. Mau saja percaya dengan rayuan gombal mas Aldi, sampai aku mengancam ayah jika tak merestui kami aku akan kabur." Ima tertawa samar mengingat kebodohan dirinya.
"Sekarang kamu harus lawan mereka, jangan hanya diam. Atau kamu pindah aja sekarang dari sana tinggal bersama ibu." ajak ibu penuh harap keinginannya tercapai.
"Untuk saat ini belum, bu. Aku harus mengambil hakku dulu. Aku ga mau kerja kerasku selama ini di nikmati oleh pelakor itu."
"Baiklah kalau begiti, ibu akan selalu mendukung kamu. Tapi Ingat jika mereka sudah kelewatan segera hubungi ibu. Ibu akan datang dan bawa kamu menjauh dari keluarga toxid kaya gitu." ibu Ambar ingin menebus masa - masa yang terlewat bersama putrinya. Ia tidak akan membiarkan putrinya terluka.
"Makasih, ya. Aku tunggu kabar selanjutnya." ucap Ima saat mobil yang membawa mereka sudah sampai di depan rumah Ima.
"Beres, besok juga sudah langsung di kerjakan. Paling juga semingguan juga udah jadi."
"Tapi aku harap ibu merahasiakan ini dari siapapun. Aku ga mau mas Aldi dan keluarganya tau kalau pesaing mereka adalah aku."
"Beres."
Ima turun dan langsung masuk kedalam rumah barulah bu Ambar pergi dari sana kembali kerumahnya juga.
$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$
Assalamualaikum kk terimakasih supportnya dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya 🙏🙏😘