Alena adalah seorang gadis yang berasal dari keluarga kaya, bisnis keluarganya bangkrut dan rumahnya terbakar yang mengakibatkan seluruh keluarganya meninggal dan ia mengalami kebutaan.
Alena di jebak oleh seseorang yang mengakibatkan ia hamil dan harus menikah kontrak dengan seorang mafia kejam berdarah dingin yang berasal dari keluarga bangsawan, pria itu bernama Rainata luwis yang biasa di panggil dengan nama Rai. Awalnya Rai berperilaku kasar kepada alena, tapi lama kelamaan ia jatuh cinta dan berubah menjadi pria yang bucin.
Mau tau kelanjutan cerita cinta alena dan Rai? Jangan lupa untuk membaca novel serpihan hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wirda Yulanda Yulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Insiden di kediaman Alokka
Di kediaman keluarga Alokka...
“Kalian berdua salah paham, aku buta dan paman Tomi mengkhawatirkan keselamatanku, jadi dia menemaniku kesini, dan aku sedang tidak berpura pura menjadi apapun!. Seharusnya kalian fokus saja pada acara amal ini, konyol sekali, kalian masih bisa berspekulasi tentang status pernikahan orang lain tanpa bukti.”Ucap Alena dengan tenang.
“Nona Alena memang ada benarnya... dia tidak mengatakan apa apa dari tadi, tapi kedua wanita ini terus saja berisik.” Ucap para tamu di acara itu.
Kedua orang teman arianda yang dari tadi mengejek dan menertawakan Alena, kini tampak kesal karena terlihat seperti orang bodoh di depan semua tamu yang ada di acara itu. Sementara itu, Lisa mengambil kotak donasi dan menyodorkannya dengan kesal ke arah Alena.
“Kau ingin melakukan amal?, kau bisa menyumbangkan uang kepada anak anak yang ada di daerah pegunungan terlebih dahulu. Amal tidak bergantung pada jumlah uang, tapi tergantung kemauan hati saja. Sumbangan puluhan atau ratusan juta saja sudah cukup.” Ucap Lisa sambil menyodorkan kotak donasi itu pada Alena.
“Tentu saja.” Ucap Alena tersenyum sambil mengeluarkan uang senilai satu juta dari dompetnya.
“Satu juta?, Alena.... apa yang sedang kau lakukan?” Ucap Lisa sangat kesal.
“Alena, ada kode QR di bagian atas kotak donasi itu, kau bisa membayar dengan memindainya, jika kau tidak membawa uang tunai.” Ucap Arianda menjelaskan pada Alena.
“Beramal tidak bergantung pada jumlah uang tetapi pada niat hati, bukan?” Jawab Alena dengan santai.
“Alena, jangan mempermalukan dirimu sendiri disini! Ini bukan tempat yang tepat untukmu!, seharusnya kau pergi dari sini.” Ucap Lisa begitu kesal, lalu pergi meninggalkan Alena.
Paman Tomi sangat khawatir dengan keadaan Alena yang terus saja di kucilkan dan di rendahkan sejak tadi oleh Arianda dan teman temannya, ia kasihan pada Alena karena mendapatkan begitu banyak perkataan buruk dari teman teman Arianda yang ada di sana.
“Nona..”Ucap paman Tomi khawatir.
“Tidak apa apa.” Jawab Alena dengan wajah yang tenang.
Sementara itu Rai yang duduk tidak jauh dari tempat duduk Alena, diam diam memperhatikan Alena dari jauh, ia melihat semua ketika alena sedang di tindas dan di permalukan.
“Aku benar benar tidak menyangka beginilah perilaku putri dari keluarga nomor satu di negara ini dulu, beraninya dia duduk di sana hanya dengan modal satu juta saja, apakah dia sudah lama tidak makan makanan pesta atau dia ingin bertemu dengan lebih banyak orang kaya disini?. Dia sudah di usir dari sini tapi dia tidak mau pergi, benar benar memalukan. Sayang sekali dia menyia nyiakan kecantikannya itu. Keluarga gadis itu telah lama bangkrut dan dia pikir, dia bisa kembali ke kehidupan lamanya hanya dengan berteman dengan orang kaya, benarkan kak Rai?” Ujar Kenzo panjang lebar.
Rai tidak mempedulikan Kenzo yang sedang berbicara, ia hanya memperhatikan Alena sambil berkata di dalam hatinya.
(Dia bahkan tidak ada sedikitpun niat untuk melawan walau sudah di hina seperti itu). Ucap Rai sambil terus menatap ke arah Alena.
Sementara itu, kenzo masih saja terus sibuk sendiri membicarakan pendapatnya tentang Alena kepada Rai.
“Awalnya aku ingin bersenang senang dengannya, tapi sekarang... lupakan saja!, dia bahkan telah berhubungan dengan pria tua yang sudah hampir 50 tahun itu, bagaimana aku bisa melepaskan dia jika dia juga menginginkanku.” Ucap Kenzo yang terus berbicara.
Mendengar Kenzo yang terus menjelek jelekkan Alena di depannya, Rai kesal dan menatap Kenzo dengan tatapan ingin membunuhnya.
“Kak Rai, kenapa kau menatapku seperti itu?” Tanya Kenzo ketakutan.
“Tidak, aku hanya melihat lihat saja” Ucap Rai sambil menepuk nepuk bagian belakang kepala kenzo.
“Kelihatannya sambungan kepala dan leher kau ini cukup kuat, bagus juga” Ucap Rai dengan santai tapi kata katanya itu berhasil membuat Kenzo gemetar dan berkeringat dingin akibat ketakutan.
“Kak Rai, jika aku telah melakukan sesuatu yang salah, jangan tersinggung... aku berjanji, aku pasti akan mendapatkan barang yang paling mahal dan langkah di acara lelang nanti untuk di pajang di kamarmu sebagai hadiah ulang tahunmu.” Ucap Kenzo sambil berlutut di depan Rai.
“Apa yang kau takutkan?, itu hanya pujian untuk lehermu yang bagus.” Ucap Rai dengan santai.
(Pujian macam apa itu, apa yang telah aku lakukan sehingga membuat ia marah lagi?), ucap Kenzo dalam hati.
Sementara itu, sesi lelang akan segera di mulai....
“Pelelangan akan di mulai sekarang!, silahkan liat slot nomor satu kami, Dan para tamu yang berminat silahkan angkat papan anda.” Ucap Arianda di atas panggung sebagai tuan rumah di acara tersebut.
(Entah kapan gelang kakek akan keluar). Ucap Alena dalam hati.
Ketika Alena sedang menunggu gelang kakeknya di lelang, tiba tiba ada seorang pria tua yang mengaku sebagai ayah dari teman sekolahnya dulu.
“Alena, apa kau masih ingat aku?, aku adalah ayah jansen, kita pernah bertemu saat pertemuan orang tua di sekolah kalian.”Sapa pria tua itu.
“Halo paman”. Sapa Alena sopan.
“Ngomong ngomong, aku ingat kau masuk ke SMA unggulan setelah belajar selama satu tahun di SMP, Bagaimana dengan sekolahmu sekarang?” Tanya pria tua itu.
“Aku tidak kembali ke sekolah setelah keluargaku bangkrut.” Jawab Alena dengan sopan.
“Sayang sekali, kau begitu pintar, anak baik dan pintar sepertimu tidak boleh di sia siakan seperti ini, kenapa kau tidak mengizinkanku untuk membantumu?, aku akan menyembuhkan matamu dan menyekolahkanmu.” Ucap pria tua itu sambil menarik kursinya agar lebih dekat dengan alena.
“Terima kasih paman, aku tidak membutuhkannya, lagi pula, aku sudah menikah sekarang.” Ucap Alena sambil menunjukkan cincin yang melingkar di jari manisnya.
“Kau baru berusia dua puluhan, bagaimana bisa orang tua seperti dia memuaskanmu?” Ucap pria tua itu sambil melihat ke arah paman Tomi yang sedang berdiri di samping Alena.
“Bagaimana kalau begini, pesta makan malam ini sangat membosankan, paman akan mengajakmu keluar untuk jalan jalan dan membelikan beberapa tas untukmu.” Ucap pria tua itu lagi, tapi kali ini tangannya sudah berani menyentuh tangan Alena yang membuat paman Tomi marah dan menepis tangan pria cabul itu.
“Kau jangan kelewatan!” Teriak paman Tomi marah dan berusaha melindungi Alena.
“Kau itu hanya pemilik kedai teh, kau tidak sadar dimana posisimu?, menyingkirlah! Jika kau tidak menjaga sikapmu, aku akan menguburmu tanpa kain kafan.”Ucap pria tua itu kesal.
“Jaga mulutmu!, kau kira nona wanita macam apa?. Ucap paman Tomi emosi.
“Paman Tomi, kau tidak perlu marah. Terima kasih atas niat baik paman Wilbert, namun jika paman ingin mecari pelakor, kau harus melihat apakah orang itu bersedia melakukannya atau tidak?, kalau aku, aku tidak punya nyali sebesar itu untuk menggali kuburan bibi.” Ucap Alena yang sengaja mengeraskan suaranya agar semua orang yang ada di sana bisa mendengar ucapannya.
Semua orang yang mendengar ucapan Alena, terus membicarakan tuan Wilbert hingga membuat tuan Wilbert begitu kesal dan marah kepada Alena hingga tidak berhenti untuk memaki Alena dan menjelek jelekkan keluaganya.
“Alena!, jangan tidak tau malu, kau pikir, kau masih seorang gadis kaya?, kau itu hanya sepasang sepatu rusak!” Ucap tuan Wilbert yang marah.
“Mengapa paman harus marah?, bukankah dalam sebuah bisnis ada yang mau membeli dan ada yang mau menjual, bukan?” Ucap Alena dengan tenang.
“Jual beli?, kau tidak layak berbicara tentang jual beli denganku. Keluargamu sudah memiliki sejarah memakai sepatu usang!, tanyakan saja pada siapapun yang ada disini, bahwa ayahmu tidak tahan dengan ibumu yang sibuk mencuri di luar rumah setiap hari, itu sebabnya ia membakar rumahmu dan membuat semua anggota keluargamu mati!” Ucap tuan Wilbert yang tidak berhenti menyebarkan berita bohong tentang keluarga Alena. Ucapan tuan Wilbert tentang keluarga Alena benar benar membuat Alena marah hingga tidak bisa menahan emosinya dan melemparkan sebuah piring ke arah tuan Wilbert dan mengenai kepalanya sehingga membuat ia terjatuh ke lantai.
“Hanya karna kau lebih rendah dari seorang p*lacur, jangan anggap semua orang sama sepertimu, tuan Wilbert, bahkan anak anakpun tau betapa memalukannya membuat rumor palsu dari pikiran yang sempit. Kenapa kau masih tidak memahaminya?” Ucap Alena marah.
Sementara itu tuan Wilbert yang masih terduduk di lantai, sangat malu dan sangat marah dengan apa yang di lakukan oleh Alena kepadanya di depan semua orang, ia sudah kehilangan muka bahkan harga dirinya sekarang telah di injak injak oleh Alena.
Itu sebabnya ia begitu emosi dan marah pada Alena.
“Kau berani menyentuhku?, dasar p*lacur!” Ucap tuan Wilbert marah dan mengambil sebuah kursi untuk di lemparkan kepada Alena.
(Bagaimana ini, aku tidak boleh bergerak, kalau tidak, aku akan ketahuan). Ucap Alena dalam hati.
...Bersambung.........
jgn lpa mampir secretly sorry ya
thx 👍