Awalnya pria itu terlihat biasa saja, namun setelah lama memperhatikannya ada yang aneh dari pria itu dan parahnya hal itu hanya disadari oleh seorang gadis kutu buku bernama Leena Beckham.
"Kau bukan manusia" ~ Leena Beckham.
"Ya. Dan karena kau tau aku tidak akan melepaskanmu selamanya." ~ Jayden Carson.
"Aku ada dimanapun kau berada jadi jangan coba untuk menghindariku." ~ Jayden Carson.
Leena Beckham, seorang gadis kutu buku yang selalu cuek namun peduli kepada pelajarannya. Semua orang tidak menyukainya karna gadis itu terlalu polos dan alim. Berbeda dengan teman disekitarnya yang bisa dibilang suka bolos dan nakal.
Namun sialnya setelah kedatangan mahasiswa baru di kampus, Leena yang awalnya tidak memperhatikan pria itu malah tak sengaja memperhatikannya dan menangkap basah bahwa pria itu bukan manusia. Sekarang.. habislah Leena, apakah dia akan dibunuh oleh Jayden atau malah dilindungi Jayden? Karna Jayden sepertinya tampak marah dengan Leena saat itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cibbyone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 14
Lalu tiba-tiba Jayden datang, mungkin menyadari kecanggungan yang ada. Dia datang dan duduk di sampingku.
"Begini..." ucap Jayden dan dia tiba-tiba berhenti karena matanya yang tadi coklat mulai merah.
"Ada apa??" aku ikut panik, dan dia hanya diam namun tampak berpikir keras. Ada apa dengannya??
"Sst.. Elton harus kulenyapkan kali ini!" ucap Jayden dan dia menekannya pada kata lenyap itu. Aku terkejut dia tampak sangat marah padahal keadaan dirumahku tenang saja.
Dan.. ternyata ketenangan itu belum sampai semenit tiba-tiba angin dari jendela kamarku sedikit keras dan... aku menemukan diriku sudah berada dalam pelukannya dan dia memberikanku semacam syalnya lalu memakaikannya padaku dan memasukkanku ke lemari closetku.
"Tetap disini." ucapnya lalu menutup pintunya.
Author POV:
Jayden baru saja akan menceritakan masalah rumit atau bisa dibilang aib keluarganya kepada Leena namun terhenti ketika dia sudah mencium pergerakan 10 km dari Elton yang sedang menuju ke tempatnya. Sialnya dia tidak sendiri, dia membawa 3.. hmm tidak 5 vampir bersama dengannya.
Jayden POV:
Dan parahnya, aku baru sadar sudah mengabaikan Leena dan tanpa sadar mengatakan akan menghancurkan Elton. Tapi waktuku tidak lama lagi, aku harus cepat. Awalnya aku berpikir untuk menyembunyikannya di closet Leena namun mengingat bau manusianya masih jelas aku pun memberikan syalku yang aku yakin cukup tajam untuk menutupi bau tubuh Leena. Dan berhasil ketika aku coba menutup pintu closetnya aroma seluruh ruangan memang Leena namun itu karena seseorang telah tinggal lama disana dan merupakan aroma lama yang menempel.
Lalu aku pun menunggu kedatangan Elton, dan benar saja dia tiba tidak sampai 1 menit di kamar Leena serta membawa 5 vampir tambahan.
"Wah wah wah... tadinya aku berpikir akan mengunjungi Leena namun kenapa kau disini?" ucap Elton dengan santai dan itu membuat seluruh emosiku naik.
"KUBUNUH KAU DISINI JUGA!" teriakku dan aku langsung maju untuk mencekiknya dan sayangnya ada dua vampir yang menghalangiku. Kamar Leena cukup luas untuk kami bergerak dan itu yang membuatku sulit mendekati Elton.
"wow, santai. Uncle yang menyuruhku membawanya." ucap Elton tampak santai.
Aku bingung kenapa dia tidak takut sama sekali, oh mungkin karena Dad menjamin keselamatannya yang dimana itu bodoh sekali. Dad akan melakukan apapun agar mencapai tujuannya tanpa peduli bahwa salah satu keluarganya bisa saja terbunuh, karena sikap Dad mewarisiku dimana aku tidak akan segan-segan membunuh atau memusnahkan apapun yang menghalangi keinginan atau tujuanku.
Dasar Elton malang, anda pasti mati kubunuh disini. Di kamar Lee-- tunggu sebentar, aku tadi mengatakan akan membunuh? Apa Leena mendengarnya????
Ketika aku hendak berbalik melihat pintu tersebut, Elton pun menggunakan kesempatan itu untuk menyerangkan yang dimana aku langsung mematahkan tangannya saat itu juga.
"Aw, sakit Jay. Kau serius ya ternyata..." ucap Elton dan bisa kuliat dari raut wajahnya bahwa dia sudah mulai waspada dan karena 2 vampir sudah kulumpuhkan, dia pun memutuskan untuk pergi.
Leena POV:
Apa ini??!?!! Sepupu Jayden yang pernah menghampiriku?
Dan kalau aku tidak salah dengar, Jayden akan membunuhnya? Seriously??
Aku masih dalam keadaan shock hingga Jayden mematahkan tangan sepupunya dan dia sekarang hendak membuka pintu lemari closetku. Entah apa yang membuatku hingga menguncinya dari dalam dan sekarang dia tidak bisa membukanya.
"Hey.." ucapnya pelan. Dan itu menyadarkanku dari lamunanku serta mengingatkanku bahwa.. dunia kita berbeda.
"Kau mau membunuhnya? Sepupumu?" tanyaku dengan pelan, aku masih tidak percaya dengan pendengaranku tadi dan sebenarnya terkejut bahwa Jayden bisa berteriak sekencang itu.
"Hmm... keluarlah, aku akan menceritakannya." ucap Jayden masih berdiri di depan pintu tersebut. Sedangkan aku? Aku duduk di balik pintu itu.
Dan sekarang aku rasa.. aku tidak akan membukanya karena apakah ketika aku membukanya, aku akan mengatakan bahwa kita tidak bisa bersama karena dunia kita terlalu berbeda? Hell! Siapapun tidak.
Namun sayangnya itu tidak bertahan lama karena pintu yang sedang kusandari itu terdorong ke depan dan aku melihat Jay.. (yah aku sebut dia Jay sekarang).
"Kemarilah.." ucap Jayden dengan nada dingin dan itu membuatku bergidik. Raut wajahnya benar-benar rata layaknya orang yang benar-benar tidak punya hati.
Karena aku diam saja, dia maju mendekatiku dan menarik tanganku untuk berdiri dan dengan segera memelukku.
&&&
Author POV:
"Hey.. you okay?" tanya Jayden kepada Leena karena Leena tampak bergetar dan Jayden tidak mengerti ekspresi apa itu. Namun tanpa ia sadari bahwa ekspresinya pun melembut.
Dan ketika Jayden memeluknya pun tubuh Leena yang tadinya bergetar pun menjadi lebih tenang dimana itu membuat Jayden penasaran dan dia pun langsung bertanya.
"itu artinya apa?" tanya Jayden dengan tenang dan masih dalam keadaan memeluk Leena. "Apanya?" tanya Leena kebingungan.
"Tadi.. kau bergetar kan? Itu artinya apa?" tanya Jayden lagi. "I-itu.. tidak ada kok!" tanpa sengaja Leena membalas dengan meninggikan nadanya dan itu membuat Jayden semakin bingung dengan sikap Leena.
"Mungkin aku masih perlu belajar banyak." ucap Jayden dalam hati.
Keduanya pun melepaskan pelukannya dan Jayden pun mengangkat dagu Leena dengan jarinya dan melihat Leena dengan dalam.
Sebenarnya sejak tadi ekspresi Jayden melembut, matanya yang sedari merah berubah kembali menjadi coklat semula. Dan sekarang dia pun memajukan bibirnya untuk mengecup Leena, lama namun hanya menempel. Tidak ada unsur nafsu kali ini dan itu hanya karena ternyata dia sudah terlalu sayang dengan Leena.
"Jadi.. kau akan menceritakannya?" tanya Leena ketika mereka sudah kembali berhadapan. Perasaan Leena saat itu campur aduk, dia paham jelas kalau Jayden mengecupnya bukan karena nafsu tapi karna suatu hal yang sangat dia yakini adalah kasih atau cinta dan itu yang membuatnya semakin ingin mengetahui isi pikiran Jay dan bahkan itu yang membuatnya semakin ingin mengenal Jay, salah satu sosok yang berbeda dengannya.
😃😃😃
lanjut thor semangat 💪
Crazy up klw bisa 😆