Dalam kegundahan hatinya karena suaminya yang sering pulang malam, Luna menemukan kenyamanan pada sosok Bang Juna, seorang supir yang selalu menemani dan mengantarkan Luna kemanapun.
Hingga cinta tak biasa muncul di antara mereka, cinta terlaŕang yang tidak mungkin bisa saling memiliki, akankah mereka bisa mempertahankan cinta itu, dan apakah rumah tangga yang akan menjadi korban cinta mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ada Yang Aneh
Malam itu Ivan nampak bersiap-siap membereskan pakaian yang hendak dibawanya besok, karena katanya dia akan pergi ke luar kota selama 3 hari.
Ivan terlihat memasukkan beberapa pakaiannya ke dalam koper, sementara Luna hanya memperhatikannya saja, karena beberapa kali Luna menawarkan bantuan, namun Ivan selalu menolaknya dengan alasan tidak ingin merepotkan Luna.
"Ayah, Bukankah acara dari kantor itu formal ya, tapi kenapa Ayah lebih banyak membawa pakaian tidur daripada pakaian formal?" tanya Luna.
"Nanti di sana ayah akan beli pakaian baru, lagi pula pakaian formal Ayah sepertinya sudah kusam, Bunda jangan khawatir, ayah bisa mengatur kok pakaian ayah sendiri!" jawab Ivan.
Luna hanya termangu, sebenarnya ada yang aneh dalam diri Ivan, tapi Luna tidak berani untuk menebaknya, sampai saat ini Luna masih berusaha untuk berpikir positif terhadap suaminya itu, meskipun kini rasa terhadap suaminya mulai terkikis, tapi paling tidak dia masih menghargai suaminya itu.
"Besok Ayah berangkat jam berapa?" tanya Luna.
"Besok jam 05.00 subuh Ayah sudah harus berangkat, Ayah akan naik taksi online saja, biar aman!" jawab Ivan.
"Kenapa ayah tidak minta diantar Bang Juna saja? Daripada naik taksi online, sama saja kan!" tanya Luna lagi.
"Tidak usah, lagi pula Juna kan yang akan mengantar Caca ke sekolah, pokoknya bunda tidak usah terlalu memikirkan Ayah berangkat naik apa!" jawab Ivan.
"Tapi tidak apa-apa kok ayah, kan Bang Juna itu sopir pribadi kita, ya tugasnya itu ya mengantarkan kita dong, sehabis mengantar Ayah subuh, dia kan bisa langsung pulang dan mengantar Caca juga!" tukas Luna.
Ivan nampak tertegun dan terdiam tidak mampu lagi untuk menjawab ucapan dari Luna, sepertinya laki-laki itu sedang berpikir sesuatu.
"Ya kalau Jalanan macet, kan resiko Caca akan terlambat! makanya biar aman Ayah naik taksi online saja, biar si Juna yang mengantar Caca!" ujar Ivan.
"Ayah kok lucu, subuh-subuh mana ada macet, sampai di bawah jam 07.00 pagi tidak akan macet, macet itu terjadi ketika hari menjelang siang!" kata Luna.
"Sudahlah Bunda! Soal naik apa pakai diperdebatkan segala, Sudahlah, Pokoknya Ayah naik taksi online apa salahnya sih!" sergah Ivan yang terlihat mulai kesal.
Luna terdiam seketika, dia bukan bermaksud untuk protes atau Setiap keputusan Ivan, dia hanya menanyakan saja alasan yang masuk akal, sedangkan Ivan sepertinya tidak suka kalau Luna terlalu banyak bertanya.
Tiba-tiba Ivan berjalan menghampiri Luna dan langsung memeluknya dengan erat.
"Maafkan ayah, ayah hanya tidak mau Bunda terlalu banyak pikiran, Ayah tidak lama Bun, hanya 3 hari saja!" ucap Ivan.
"Terserah Ayah saja, aku mulai mengantuk, kalau sudah selesai sebaiknya kita tidur!" sahut Luna.
"Iya sayang kita tidur, Ayah sudah selesai kok!" kata Ivan yang kemudian langsung membaringkan Luna di atas tempat tidurnya.
Malam itu Ivan bercinta dengan Luna untuk yang pertama kali, sejak belakangan Ivan jarang pulang, karena sudah lama tidak disentuh dan dibelai, Luna terlihat sangat menikmati permainan Ivan yang memang sudah sangat lama tidak dia dapatkan.
Karena malam itu mereka bermain beberapa kali, membuat Luna menjadi tidur nyenyak, padahal biasanya Luna seringkali kesulitan untuk tidur, namun malam ini Luna begitu nyenyak tertidur, mungkin karena dia juga kelelahan sehabis bercinta dengan Ivan suaminya.
Apalagi sudah sekian lama Luna tidak berhubungan intim dengan suaminya itu, sehingga membuat Luna terpuaskan hasratnya yang selama ini dia pendam.
****
Luna terperanjat kaget dan terbangun dari tidurnya, semalam itu karena kelelahan sehabis bercinta dengan Ivan Luna tidur sangat nyenyak.
Dilihatnya Ivan sudah tidak ada lagi di sampingnya, waktu sudah menunjukkan jam 06.00 pagi, pasti Ivan sudah terlebih dahulu berangkat dan tidak membangunkannya.
Luna kemudian buru-buru bangun dari tempat tidurnya dan berjalan keluar dari kamarnya, seperti biasa Ijah nampak sibuk menyiapkan sarapan pagi di dapur.
"Ijah, tadi si Ayah sudah berangkat ya?" tanya Luna.
"Iya Bun, tadi sepertinya si Ayah kelihatan buru-buru, dia langsung naik mobil yang sudah menjemputnya di depan rumah!"Jawab Ijah.
"Mobil? taksi online maksudnya?" tanya Luna lagi.
"Wah tidak tahu tuh Bun, tapi sih kelihatannya si Ayah tidak memesan apa-apa, soalnya kayak janjian gitu, pas ada klakson si Ayah langsung keluar dan berangkat!" jelas Ijah.
Luna terdiam sambil berpikir, semalam itu Ivan bilang katanya dia mau berangkat dengan taksi online, apakah mungkin ada salah satu dari teman Kantornya yang membawa mobil sehingga mereka janjian. Ada yang aneh dalam diri Ivan.
"Oh ya Jah, Bang Juna Sudah sampai belum?" tanya Luna lagi.
"Belum Bun, tumben nih Bang Juna juga belum sampai, biasanya dari subuh dia sudah di rumah, tapi ini malah sudah terang begini dia belum nongol-nongol juga!" sahut Ijah.
"Iya ya Jah, tumben ya bang Juna belum sampai, apa mungkin pagi-pagi Jalanan macet?" gumam Luna.
"Tidak tahu deh Bun, Kalau Bang Juna belum sampai juga, bunda naik mobil saja atau pesan taksi online!" usul Ijah.
"Iya Jah gampang, ya sudah kamu lanjutkan pekerjaanmu, aku mau ke kamar Caca dulu ya!" kata Luna yang kemudian langsung beranjak meninggalkan dapur dan berjalan menuju kamar Caca.
Setelah sampai di dalam kamar Caca, gadis mungil itu nampak sudah rapi berseragam dan dia duduk di depan cermin sambil menyisir rambutnya.
"Wah anak bunda sudah Mandiri! Nanti kalau sudah rapi semua, langsung ke meja makan ya, kita sarapan pagi!" kata Luna.
"Iya Bun, pasti Ayah sudah berangkat ya Bun, aku bakal Kesepian lagi deh!" sungut Caca.
"Jangan sedih Ca, ayah kan cuman 3 hari saja perginya, nanti kalau urusannya sudah selesai, Ayah juga pasti akan kembali!" hibur Luna.
"Iya sih Bun, mudah-mudahan saja Ayah cepat kembali ya, Aku tidak ingin seperti dulu lagi, Ayah jarang pulang!" ungkap Caca.
Luna memeluk dari belakang gadis kecil kesayangannya itu, Luna dapat merasakan betapa berartinya sosok seorang ayah dalam diri Caca, memang anak seusia Caca sedang butuh kasih sayang dari kedua orang tuanya yang lengkap, dan Luna berharap Ivan cepat kembali dan bisa melupakan masa lalunya yang kelam.
Setelah semuanya rapi, Caca kemudian membawa tas punggungnya kemudian dia segera sarapan di meja makan bersama dengan Luna.
"Kita diantar oleh Om Juna kan Bun?" tanya Caca pada saat mereka mulai sarapan pagi.
"Kayaknya Bunda akan setir mobil sendiri deh Ca, Soalnya Bang Juna juga belum datang nih!" jawab Luna.
"Tidak apa-apa kok Bunda yang mengantar, Siapa tahu di jalan lagi macet!" sahut Caca yang langsung menyantap makanannya itu.
Luna mulai berpikir, Baru kali ini Juna terlambat sampai di rumah begitu lama, apa yang terjadi dengan Juna, Hal itu membuat Luna terus kepikiran.
Entah mengapa dia mengkhawatirkan laki-laki itu, Luna takut sesuatu yang buruk terjadi pada Juna, karena selama ini Luna sudah terbiasa melihat dan berada dekat dengan Juna, namun hal itu cukup membuat Luna merasa nyaman.
Bersambung ....
****
*pemeran utama wanita (istri) bebas melakukan bahkan hal menjijikan sekali pun mereka benarkan (munafik)
*sedangkan pemeran utama pria (suami) yang dia lakakukan selalu salah apapun itu (normal, salah ya salah)
*pebinor dipuja2 (munafik)
*pelakor dilaknat (normal)
smga up date selanjutnya tdk lama. aamiin
💪💪 ttp semangat
semangat kak di lanjut lg