Indonesia
NovelToon NovelToon
Perjanjian

Perjanjian

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Terlarang / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Chicklit
Popularitas:40.4k
Nilai: 5
Nama Author: Han

Siapa yang menyangka sebuah perjanjian yang di buat oleh Alka Zilaya (21 tahun) terhadap Aldric Dambara (24 tahun) masih di ingat jelas oleh pria tampan dan kaya raya tersebut.

Pasalnya itu bukanlah perjanjian biasa melainkan sebuah perjanjian yang begitu berarti di mana dulu seorang anak perempuan berusia tujuh tahun (Alka) dengan berani membuat janji ingin hidup bersama satu orang pria untuk selamanya yaitu Aldric.

Sayangnya ketika beranjak dewasa mereka menjadi bertolak belakang. Alka justru melupakan janjinya itu sementara Aldric terus menagih janji tersebut.

Bukan tanpa alasan, Alka memiliki alasannya sendiri mengapa ia tidak menepati janjinya kepada orang yang dulu sangat ia cintai.

Apakah sebenarnya alasan Alka melupakan janjinya? Akankah keduanya akan bersama? atau justru mereka yang saling melupakan satu sama lain?

Ikuti perjalanan kisah cinta Alka dan Aldric.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Han, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 16

Perjalanannya semalam cukup jauh, ia harus menempuh perjalanan pergi pulang selama dua belas jam. Tadinya malam itu juga Lucas ingin menghampiri Aldric di apartemennya namun badannya sudah cukup lelah jika harus mengemudi lagi ke apartemen sahabatnya itu. Akhirnya Lucas memutuskan untuk menjumpai Aldric pagi ini.

Beberapa kali mengetuk, tak lama Aldric keluar dari apartemennya dengan setelan kantor yang sudah tampak rapih.

"Masuk" ajak Aldric kepada Lucas.

Keduanya duduk di sofa mewah milik Aldric dan memulai pembicaraan serius di antara mereka.

"Jadi gimana?"

Lucas langsung saja menunjukkan foto Rio dan Dewi yang kemarin berhasil ia dapatkan usai berpura-pura sebagai pengantar paket.

"Itu istrinya Bapak Rio, namanya Dewi" ujar Lucas.

Aldric memperhatikan foto tersebut lalu bertanya lagi kepada si pemberi informasi itu.

"Ada info lain?" tanyanya masih memperhatikan foto Rio dan Dewi pada ponsel Lucas.

"Mereka baru saja nikah dan baru juga tinggal di sana" jawab Lucas.

"Sebelumnya di mana?"

"Gue nggak dapat info soal itu" jujur Lucas tetapi dimengerti oleh Aldric.

"Kok wajah istrinya familiar ya buat Gue" ungkap Aldric berusaha mengingat - ingat.

"Ah sudah lah. Tolong kirim foto itu ke Gue ya Kas" minta Aldric.

"Oke"

"Sekali lagi thanks. Lo udah mau bantu Gue" tak lupa Aldric berterimakasih kepada sang sahabat.

"Sama - sama. Sekarang ini Lo mau ke kantor pak Habib kan?" tanya Lucas.

Aldric menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

"Yaudah Gue ikut Lo ya"

"Lo istirahat aja nggak usah ngurusin kantor hari ini" ujar Aldric pengertian.

"Gapapa kali Al. Gue juga udah rapih gini" bujuk Lucas.

"Oke"

Kedua pria itu menuju kantor Habib untuk membahas mengenai kerjasama perusahaan. Mereka berencana untuk menjalankan proyek baru bersama, perusahaan Habib sendiri sudah lebih dulu berdiri dibandingkan perusahaan Aldric namun kalau berbicara perkembangan keduanya sangat berkembang.

Ketika sampai di dalam kantor Habib, sepasang mata Lucas bergerak mencari seorang wanita yang waktu itu ia temui di meja pusat informasi. Ada seorang wanita juga di sana tetapi itu bukan Rurin wanita yang Lucas maksud.

"Ayo" ucap Aldric kepada Lucas yang terus melihat satu persatu karyawan di sana.

Lucas melanjutkan langkahnya bersama dengan Aldric menuju ke ruangan pribadi Habib. Seorang wanita bersamaan dengan Aldric hendak membuka pintu ruangan Habib.

Namun wanita tersebut membiarkan Aldric membuka pintunya terlebih dahulu, wanita bertubuh tinggi bak model itu juga memasuki ruangan Habib tetapi setelah Aldric dan Lucas masuk.

Di dalam ruangan cukup besar, di sanalah Aldric, Lucas dan Habib membicarakan persoalan kerjasama antar kedua perusahaan mereka. Pembicaraan yang serius memang harus dilakukan pada ruangan yang tenang seperti ini agar keputusan yang baik tercipta. Dan hari ini Habib dan Aldric sepakat memutuskan untuk bekerja sama demi mengembangkan proyek baru yang telah mereka rencanakan bersama.

"Saya senang kerja sama dengan anak muda hebat seperti kamu" ujar Habib kagum dengan Aldric.

"Saya harap kerja sama ini memberi feedback yang baik" jawab Aldric.

Habib menggangguk anggukan kepalanya sembari mengantar Aldric dan Lucas keluar dari ruangannya.

"Oiya, kenalin ini putri saya satu-satunya" ujar Habib menunjuk wanita yang sendiri tadi duduk di sofa ruangan itu.

Wanita itu ialah orang yang sebelumnya tanpa sengaja berpas-pasan dengan Aldric dan Lucas di depan ruangan Habib tadi dan ternyata dia adalah putri dari Habib.

"Halo Gue Naura" ucap wanita cantik itu lembut.

"Aldric" sahut Aldric.

"Gue Lucas" sahut Lucas juga.

"Naura juga ngurus bisnis di bidang fashion" ungkap Habib bangga atas pencapaian putrinya.

Aldric dan Lucas hanya tersenyum menanggapi ucapan Habib barusan, terlihat dari wajah Aldric ia sama sekali tidak tertarik membahas itu semua.

"Ok. kita pamit ya pak" ujar Lucas menyadari bahwa Aldric sudah mulai tidak nyaman dengan situasi di sana.

"Tunggu sebentar Aldric, boleh dong kamu sama Naura berteman. Kamu belum punya pacar kan?" tahan Habib semakin membuat Aldric tidak nyaman.

"Saya udah punya pacar pak" jawab Aldric berbohong.

"Ooh gitu ya, tapi masih boleh kan kalian berteman?" tanya Habib sengaja mendekatkan putrinya dengan Aldric si pengusaha muda kaya raya.

"Saya berteman dengan siapa" jawab Aldric tak memberi cela.

"Masih ada urusan di kantor. kami pamit ya pak" tuntas Aldric.

Lucas mengerti sahabatnya itu tidak dapat berbicara banyak dengan orang yang tidak begitu dekat dengannya. Apalagi baru kenal, yang membuat Aldric semakin tidak nyaman adalah pembahasan yang dilontarkan oleh Habib itu sangat mengganggu bagi Aldric.

Akhirnya mereka keluar dari kantor milik Habib menuju ke kantor mereka untuk melanjutkan pekerjaan. Aldric dan Lucas menghabiskan waktu di kantor hingga larut malam.

Tadi pagi Lucas meninggalkan mobilnya di parkiran apartemen Aldric agar keduanya berangkat bersama ke kantor Habib menggunakan mobil Aldric, kini keduanya kembali bersama menuju apartemen tempat Aldric tinggal.

"Ini udah hampir jam sebelas malam. Lo nginap di tempat Gue aja" saran Aldric kepada Lucas.

Lucas memegangi lehernya yang terasa sangat pegal mungkin karena kemarin ia harus menyetir selama dua belas jam untuk mendapatkan informasi tentang ayah Alka, ditambah lagi pekerjaan yang cukup banyak hari ini di kantornya.

"Gapapa Gue nginap di sini?" tanya Lucas memastikan dirinya tidak merepotkan Aldric.

"Santai aja" jawab Aldric.

Aldi dan Lucas berjalan serentak menuju kamar milik Aldric, namun seorang wanita yang berdiri di depan kamar Alka berhasil mencuri perhatian Aldric.

Wanita itu tanpa sibuk mengetuk-ketuk pintu apartemen Alka, Aldric pun menghampiri wanita berambut hitam itu.

"Mungkin Alka masih di jalan" info Aldric kepada wanita tersebut.

Rurin menoleh kepada sumber suara dengan ekspresi sedikit terkejut karena kedatangan Aldric yang tiba-tiba saja.

"Udah jam segini belum pulang kerja?" cemas Rurin.

"Bentar lagi pasti pulang" ujar Aldric menenangkan Rurin.

"Kalau mau Lo bisa nunggu di apartemen Gue" tawar Aldric kepada Rurin.

Setelah menimbang-nimbang, Rurin memutuskan untuk menunggu Alka di apartemen Aldric lagian Ia juga mengenal pria itu jadi Tak perlu merasa takut.

Rurin mengganggukan kepalanya lalu mengikuti Aldric ke apartemennya.

"Gue tinggal bentar" izin Aldric ingin mengganti pakaian kantornya.

Tersisa Rurin dan Lucas di ruangan TV tersebut. Lucas tersenyum manis memperhatikan Rurin di sampingnya.

"Lo ingat Gue kan?" tanya Lucas.

"Yang waktu itu ke kantor Pak Habib kan" jawab Rurin mengingatnya.

"Benar. Gue Lucas" ujar Lucas mengulurkan tangannya, meskipun waktu di kantor Habib keduanya sudah berkenalan.

"Rurin" membalas uluran tangan Lucas.

Tak lama Aldric kembali dengan kaos lengan pendek berwarna biru tua beserta minuman kaleng di tangannya. Minuman itu lalu diberikan Aldric kepada Lucas dan juga Rurin.

Selama beberapa menit Aldric hanya diam tanpa kata sedangkan Lucas sesekali mengajak Rurin mengobrol.

Aldric menatap ke arah Rurin yang sedang berbicara dengan Lucas, dia seperti tengah berusaha mengingat sesuatu hal dari Rurin.

"Rin keluarga Lo apa kabar?" tanya Aldric.

"Keluarga Gue baik kok" jawab Rurin.

"Nyokap Lo ikut Lo tinggal di sini?"

"Enggak"

"Gue udah lupa, tapi ini nyokap Lo bukan?" sebuah foto Aldric tunjukkan kepada Rurin, tetapi sebelumnya Aldric telah memotong bagian wajah Ayah Alka dan yang baru saja ia tunjukkan kepada Rurin hanyalah wajah Dewi.

"Iya, itu nyokap Gue" jawab Rurin yakin.

"Tapi kok Lo punya foto nyokap Gue?" giliran Rurin bertanya kepada Aldric.

Aldric dan Lucas saling menatap satu sama lain usai mendengarkan jawaban dari mulut Rurin itu. Di dalam pikiran mereka telah dapat menyimpulkan bahwa yang menikah dengan ayah Alka adalah ibu dari Rurin.

"Oo itu kemarin dari perusahaan kita ada ngadain doorprize gitu dan Ibu Lo salah satu orang yang beruntung" bohong Aldric menyembunyikan fakta.

"Oh gitu"

"Eh itu Alka udah pulang" ucap Rurin melihat kearah apartemen Alka.

Aldric dan Lucas pun turut mengikuti pandangan Rurin.

"Al thanks ya Gue dibolehin nunggu Alka di sini" ujar Rurin.

Aldric memberi anggukan kecil kepada Rurin.

"Yaudah Gue ke Kamar Alka ya, bye" pamit Rurin dan disetujui oleh Aldric dan Lucas.

"Kok Lo bohong?" Lucas langsung mengintrogasi sahabatnya itu atas tindakannya tadi.

"Gue cuman khawatir sama persahabatan mereka kalau sampai mereka tahu orang tua mereka diam-diam menikah" jelas Aldric.

"Ya tapi mereka harus tahu dan bakal tau juga nantinya" sangkal Lucas tak setuju dengan pendapat Aldric.

"Kas, Alka dan Rurin baru ketemu kembali satu bulan belakangan ini dan Gue khawatir kalau mereka harus tahu secepat ini"

"Tapi tetap nggak bisa seperti itu. Lo nutupin semuanya dari mereka" kekeh Lucas.

"Gue cuman nggak mau Ini mempengaruhi pertemanan mereka, kalau waktunya udah tepat Gue pasti bilang ke Alka tapi bukan sekarang" ujar Aldric.

Lucas percaya kepada Aldric dan dia harus memberi waktu untuk bosnya itu siap memberitahu kebenaran tersebut kepada Alka dan juga Rurin.

"Okey" ucap Lucas sembari menepuk-nepuk pelan pundak Aldric.

1
Sofia Dewi
sdh lama sekali ya k tidak brsilaturahmi masih menunggu kelanjutan kisah aldric & alka,, please jgn gantung ya k
Penelop3
mampir kembali kk..
Penelop3
iklan mendarat kk
semangat ya
Ayano
Gue gak butuh ibu kayak dia
Gituin besok besok
Ayano
Gak guna banget ibunya kalo mau minta duit
Sofia Dewi
k kpn dong up lg
Ayano
Jurit malamnya nyaris berubah haluan ya wak 😅
Ayano
Dulu jamannya kuliah pas dibilang kek gino berasa kek hilang harga diri karena aku demen bolos 😅😅
Ayano
Aku kalo dateng pertama so pasti duduk di belakang dah
Vincar
semangat 😇
Fenti
ketenangan hati Lauren mulai terganggu setelah Aldric menikah dgn Liza.. So tunggu aja ya Lauren
Fenti
penasaran nih, pesan Aldric
Fenti
bagus nih kalau alka diundang
Fenti
Lisa sukanya Farhan😅
Fenti
aku akui dirimu sabar, tapi disini kita belajar jangan coba-coba mencintai orang yang belum move on dari masa lalunya karena hanya akan membuat kita kecewa😥..
Fenti
waduh parah nih
Fenti
ini mah yang patah hati bertambah lagi😅
Fenti
entahlah, aku pun juga bingung 😌
Fenti
cepat banget😬.. memutuskan sesuatu hal gak baik dalam keadaan emosi, nanti nyesal lho
Fenti
ternyata serius too😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!