Indonesia
NovelToon NovelToon
Bayangan Dari Masa Lalu

Bayangan Dari Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Diam-Diam Cinta / Teen School/College / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:80.4k
Nilai: 5
Nama Author: Arzeerawrites

Vano adalah dosen yang baru mulai mengajar di Universitas Pelita selama kurang lebih satu semester.

Selama mengajar, tentu Vano bertemu dengan banyak mahasiswa. Tapi ada satu yang berhasil membuat perhatian Vano benar-benar sulit teralihkan sehingga sulit membuatnya untuk profesional ketika mengajar.

Dia, Elvina mahasiswi cantik yang sederhana, pembawaannya ceria, dan cukup berprestasi di kampus, berhasil membuat Vano jatuh hati.

Vano mulai berani mendekati Elvina yang ternyata punya masa lalu menyakitkan, yaitu ditinggal oleh calon suaminya dan itu membuat Elvina menutup diri, tak mau dekat dengan lelaki apalagi menjalin hubungan.

Hadirnya Vano dalam hidup Elvina tentu bukan yang Elvina harapkan. Akan tetapi Vano tidak mudah menyerah. Mendekati Elvina memang sangat sulit, Vano lewat jalur orangtua Elvina yang ternyata adalah sahabat lama orangtuanya.

Vano ingin menikahi Elvina, Ia tidak mau main-main pada Elvina yang Ia ketahui tidak mencintainya. Ia minta izin pada orangtuanya, pada orangtua Elvina juga untuk meminang Elvina.

Ketika pernikahan itu terjadi, Vano harus berjuang untuk membuat Elvina melupakan masa lalunya, dan belajar mencintainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arzeerawrites, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Elvina terpaksa berhenti di pinggir jalan karena motornya tiba-tiba mati. Elvina memaki motornya sendiri yang biasanya tidak pernah seperti ini.

“Benar-benar nguji kesabaran banget ini motor ya. Mana panas, pake acara mati segala lagi, aku nggak paham soal motor. Ih nyusahin banget sih!”

Elvina memukul jok motornya yang tiba-tiba menguji kesabarannya di siang hari yang panas seperti sekarang ini. Biasanya tak pernah ada kendala, dan Elvina bingung yang salah dari motornya apa sampai mati mendadak begini.

“Aku telepon Ayah deh. Abisnya aku bingung minta bantuan ke siapa,”

Elvina langsung menghubungi nomor ayahnya berharap segera mendapat tanggapan dari sang ayah sebab Ia tidak kuat lama-lama di pinggir jalan, sementara matahari seperti satu jengkal di atas kepala.

“Duh, kok ayah nggak angkat telepon aku ya? Tumben banget. Gimana dong ini motor aku? Kalau aku pulang naik ojek, terus motor aku gimana? Aku juga nggak simpan nomor orang bengkel langganan ayah pula,”

Elvina terus menghubungi ayahnya sampai lima kali dan belum satupun yang dijawab oleh ayahnya. Maka dari itu Ia minta pertolongan bundanya yang barangkali bisa membantu.

Dua kali menelpon, Dini menjawab panggilan dari anak semata wayangnya itu. “Assalamualaikum kenapa, Nak?”

“Bun, motor aku tiba-tiba mati nih. Aku bingung harus gimana. Kalau pulang naik ojek—“

“Ya udah Bunda jemput pakai mobil, biarin aja motornya di situ. Sekarang kamu share lokasi kamu ya, El. Bunda sekarang ke sana,”

“Jangan, nanti motor aku gimana, Bun? Motor aku nanti hilang kalau aku tinggalin,”

“Ya Allah, kamu sesayang itu sama motor yang udah berapa tahun tuh kamu pakai? Dari umur tujuh belas ‘kan itu? Hadiah sweet seventeen dari Ayah Bunda, udah tiga tahunan berarti, emang mesti ganti, kamu nya aja yang keras kepala. Ada mobil malah pakai motor. Kalau motor bagus sih nggak apa-apa, lah ini udah tiga tahunan dipakai mulu tiap hari,”

“Bunda, motor aku tuh masih bagus banget, jadi ngapain beli yang baru? Lagian lebih praktis pakai motor karena aku bisa nyelip-nyelip kalau lagi macet ‘kan,”

“Lah itu udah mesti diganti, Nak. Udah mati tiba-tiba begitu. Udah pokoknya Bunda jemput ya, kamu tunggu di situ,”

“Terus motor aku gimana?”

“Ih kenapa masih mikirin motor aja sih? Nanti Bunda minta tolong aja sama Pak Indra supaya ambil motor kamu bentaran,”

“Tapi Pak Indra nggak jagain rumah dong, Bun?”

“Ya ‘kan cuma bentar aja, Nak,”

“Ya udah deh, aku nurut Bunda aja. Hati-jati ya, Bunda. Aku share lokasi aku sekarang,”

“Iya, tunggu Bunda di sana ya, Nak. Assalamualaikum,”

“Iya, Bun, Waalaikumsalam,”

Elvina menyimpan ponselnya ke dalam tas lagi setelah Ia memberitahu lokasinya saat ini. Sekarang Ia tinggal menunggu bundanya datang menjemput dengan mobil, dan motornya akan dibiarkan saja sampai penjaga rumah mereka datang mengambil motor.

Tiba-tiba ada mobil yang mendekati Elvina hingga membuat Elvina menatap ke arah mobil itu dengan bingung. Elvina sedang duduk di atas motornya sendirian, tiba-tiba didatangi mobil yang tidak Ia ketahui apa kepentingannya.

“Duh, siapa nih yang bakal keluar dari mobil. Apa penjahat ya? Jangan-jangan dia mau jahatin aku,” perasaan Elvina sudah tidak enak makanya Ia langsung berdiri di sebelah motornya. Jaga-jaga kalau ternyata itu orang jahat, Ia bisa langsung berlari untuk menjauh tanpa mau peduli lagi dengan motor kesayangannya karena yang lebih penting adalah keselamatannya, itu juga yang diajarkan orangtuanya selama ini.

****

“Bang, itu kayak Elvina ya? Coba samperin, Bang,”

Lisa menunjuk ke depan, tepatnya ke arah seorang perempuan yang sedang duduk di atas motornya. Vano memicingkan kedua matanya untuk memastikan apakah ucapan mamanya itu benar atau justru mamanya salah melihat orang. Tapi ketika Ia yakini dengan matanya sendiri, ternyata memang benar itu adalah Elvina.

“Iya itu Elvina, Ma. Ngapain ya dia di situ sendirian? Kayak lagi ada yang ditunggu,”

“Coba samperin, Bang,”

Vano menganggukkan kepalanya, dan langsung melajukan mobil ke arah Elvina yang duduk di atas motor sendirian.

Rencananya sekarang ini Lisa dan Vano akan menghadiri acara pernikahan anak temannya Lisa. Tapi melihat Elvina duduk sendirian di pinggir jalanan yang terbilang sepi, Lisa jadi ingin menghampiri Elvina.

Lisa dan putra semata wayangnya keluar dari mobil dan mendekati Elvina yang di awal wajahnya kelihatan cemas melihat ada mobil mendekat ke arahnya tapi begitu melihat Lisa dan Vano yang keluar dari mobil, bukan orang jahat, Elvina langsung tersenyum menatap keduanya.

“Kamu ngapain di sini, Nak?”

Elvina mencium tangan Lisa yang langsung bertanya begitu tiba di hadapan Elvina. “Ini motor aku tiba-tiba mati, Tante. Tapi aku udah telepon Bunda dan Bunda bilang bakal jemput aku di sini,”

“Ya Allah, udah mendingan sekarang kamu diantar sama Om dan Vano aja ya? Kami antar kamu sampai rumah,”

“Tante, nggak usah repot-repot. Bunda udah mau ke sini kok. Oh iya, Tante mau kemana nih kalau boleh tau? Rapi banget, Tan,”

Elvina menatap Lisa dan putranya yang berpenampilan formal, nampak akan menghadiri sebuah acara.

“Tante sama Vano mau kondangan. Kebetulan anaknya teman Tante nikah dan Om lagi nggak bisa temenin Tante jadi Tante ajak Vano deh,”

“Ya udah kalau gitu Tante sama Pak Vano kenapa nggak berangkat sekarang? Nggak enak kalau telat ‘kan,”

“Tadi kami lagi mau berangkat ke tempat acara terus nggak sengaja liat kamu duduk sendirian. Di sini panas lho, Nak. Ayo diantar ke rumah, nunggu Bunda kamu takutnya lama,”

“Nggak, sebentar kok, Tante. Paling sebentar lagi Bunda udah sampai,”

“Ya udah tunggu di mobil aja deh kalau nggak mau diantar. Kamu takut motor kamu hilang ya?”

“Kata Bunda tadi, bakal dibawa sama Pak Indra ke rumah, aku pulang sama Bunda,”

“Nah ya udah kalau gitu pulangnya sama Tante sama Vano aja, biar Bunda nggak mesti keluar-keluar jemput anak gadisnya yang cantik ini. Yuk pulang sama Tante yuk,”

“Jangan, Tante. Bunda udah berangkat deh kayaknya, kasian nanti sampai di sini aku nya nggak ada,”

“Tinggal kabarin aja, Sayang,”

“Tante sama Pak Vano ‘kan juga ada kepentingan, jadi aku nggak mau ganggu. Aku nggak apa-apa kok nunggu di sini sebentar lagi Bunda sampai,”

“Kamu yakin? Ini panas banget lho, El. Antar sebentar ke rumah kamu nggak jadi masalah kok. Acaranya juga masih lama selesainya,”

“Nah, bener kata Vano,”

Elvina menggelengkan kepalanya seraya tersenyum. Ia tidak mau mengganggu Vano dan Lisa yang punya agendanya sendiri. Jangan sampai karena dirinya, mereka jadi terlambat menghadiri acara. Lagipula, bundanya sudah bilang, bahwa Ia akan dijemput. Jadi Ia akan menunggu sampai bundanya datang.

“Ini ‘kan udah dekat dari rumah aku, Tante, jadi Bunda nggak bakal lama,”

Dan benar saja, mobil Dini akhirnya tiba. Dini datang ke lokasi anaknya yang mengalami kesulitan siang ini sepulangnya dari kampus. Tanpa menunggu waktu lama, tadi Dini langsung bergegas pergi menghampiri putri semata wayangnya itu.

1
Paini
izin ya, thor🙏 teman2 mampir yuk ke novel baruku judulnya Bos Killer Bikin Baper 🤗
Antho Nji
vano anjing
Antho Nji
agak laen cerita si vano tiba2 kok gak asyi bgt, munafik tu dia bwrarti
Anonim
Ell lebay deh
Sri Indayani Indah
El kamu itu wanita yang bodoh udah di sakitin masih suka kepo sama mantan ada berlian di depan knp berharap gak kasihan sama vano tapi ya judulnya aja terjebak masa lalu ikutin aja endingnya . thoor tetep semangat ya
Mehammad Naufal
Tegas la vano... kalo kamu truss seperti itu gimana juga si el bisa move on.....
Mehammad Naufal
cukup baik, sangat ringan di baca nya.... alur nya pun cukup menarik....
Soni Andika
hamil kok mens di thor
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
lanjut
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Anita Anindya
lagian kenapa ga jelasin sih siapa delila biar ga berantem mulu 😌
Yuen
Pantes anaknya macem si elvi turunan emaknya ternyata,toxic
Yuen
istri gak tau diri
SweetWhimsy
kapan update nya masak udah end 😬😬 update nya lamaaaaaa😫😫😫
SoftMambo
akhirnya up juga sekian lama perjuangan ku menunggu .hehehe lanjut ! cemangat
Arzeerawrites: Hai kak, makasih yaa udh baca ceritaku, udh kasih dukungan🙏🏻
total 1 replies
zuluandzephyr
semangat thor,ceritanya bagus,..crazy up dong
Arzeerawrites: Hai kak, makasih yaa udh baca ceritaku, udh kasih dukungan🙏🏻
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!