Indonesia
NovelToon NovelToon
Jodoh Ditangan Jonathan

Jodoh Ditangan Jonathan

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:90.5k
Nilai: 5
Nama Author: azzuranathan

Kiran memejamkan singkat kedua bola matanya sembari menghela nafas beratnya saat mendengar syarat dari Tuan Edward

"Lagi-lagi Pernikahan politik! Sepertinya orang sepertiku memang tidak akan bisa lepas dari yang namanya pernikahan ini" gumamnya dalam hati kemudian mencoba tersenyum.

"Tapi Tuan! Kenapa anda menginginkan saya menjadi menantu anda? Kita bahkan baru bertemu disini dan belum ada 1 jam" tanya Kiran

"Saya sedang mencari menantu, dan anda adalah orang yang cocok untuk anak saya yang lemah itu" ujar Tuan Edward

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon azzuranathan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16

Jonathan sudah terlihat rapi setelah mandi dan mengganti pakaiannya lalu melangkah masuk kekamarnya.

"Kau sudah selesai Nona?" tanya Jonathan yang melihat Kiran sudah rapi mengenakan baju rumahan namun tetap terlihat sangat cantik.

Kiran yang sedang memainkan ponselnya langsung memalingkan wajahnya saat mendengar Jonathan memanggilnya "Laki-laki ini! Tidak bisakah berpakaian normal seperti laki-laki biasanya, kacamatanya yang tebal entah berapa ribu minus itu juga sungguh menganggu wajahnya yang tampan" gumam Kiran dalam hati

"Ya.. Kau sudah tahu itu, jadi berhentilah basa basi. Aku lapar!!" ujar Kiran yang masih saja ketus

Jonathan terkekeh pelan "Ayo! Aku kemari karena ingin mengajakmu makan"

"Tunggu sebentar!"

Jonathan langsung berhenti dan kembali berbalik "Ada apa Nona!?"

Kiran sedikit menunduk dan mengigit bibirnya, ragu-ragu ia berucap "Emmm... bisakah kita mengubah panggilan masing-masing?"

Jonathan semakin tak tahan melihat tingkah Kiran yang mudah sekali berubah, apalagi saat melihatnya mengigit bibir. Rasanya ia ingin sekali menanamkan bibirnya disana.

"Tolong perjelas maksud dari ucapanmu Nona?" tanya Jonathan, yang sebenarnya ia sudah mengetahui arah pembicaraannya.

"Kita sudah menikah tapi masih saja memanggil dengan sebutanTuan dan Nona bukankah itu terlihat sangat asing, dan sangat tidak enak jika didengar Papa" ujar Kiran melemah

Jonathan tersenyum sempurna ia sangat senang dengan apa yang baru saja ia dengar "Tentu! Haruskah aku memanggilmu dengan sebutan istriku?"

Kiran sedikit malu mendengar panggilan itu lalu menggaruk tengkuknya tidak gatal "Aiihh jangan panggil seperti itu, menurutku itu sangat berlebihan. Bagaiman kalau kau memanggil namaku saja, bukankah itu terlihat lebih akrab"

"Tidak masalah! KI-RAN" ujarnya penuh penekanan namun lembut

"Iya Kak JO-NA-THAN!" ujar Kiran balas mengikuti ucapan suaminya

Jonathan terkekeh "Panggil saja aku Joe, itu panggilan akrab papaku. Lagi pula umur kita hanya selisih 1 tahun jadi tak usah memakai kata kakak. Lebih baik kau panggil aku "SU-A-MI itu akan terlihat lebih intim" ujarnya sedikit menggoda

Kiran sedikit menunduk ia merasa malu saat mendengar permintaan Jonathan untuk memanggilnya suami "Tidak-tidak! Aku akan memanggilmu Joe dan kau memanggilku Kiran. Itu sudah sangat baik" ujarnya dengan cepat

Jonathan yang menyadari Kiran tengah malu, langsung terkekeh pelan "Tenanglah aku hanya bercanda! Ayo Kiran kita dapur, aku sudah sangat lapar"

Kiran hanya mengangguk dan mengikuti suaminya sampai ke dapur. Mereka segera duduk, dan mulai makan dengan tenang, tanpa suara hingga selesai.

Papa Edward mendatangi pasutri yang saat itu baru saja menyelesaikan makan siang atau paginya

"Sepertinya kalian benar-benar menghabiskan waktu bersama tadi malam" ujar Papa Edward sedikit menggoda pasutri baru tersebut

"Maaf Pah, tapi apa yang kau bicarakan!?" tanya Jonathan lembut dan berlagak tidak tahu

"Bocah ini! Benar-benar pandai dalam berkata-kata" gumam Papa Edward dalam hati

"Maksud Papa, sepertinya kalian tadi malam menghabiskan waktu bersama untuk membuatkan cucu untukku?" tanyanya sambil menyeringai ke arah putranya.

Jonathan menarik sedikit sudut bibirnya "Sungguh licik!" gumamnya dalam hati

"Papa! Bisakah untuk tidak membahas ini? Bangun siang bagi pasangan pengantin baru itu sudah sangat wajar" ujarnya dengan sangat sopan

"Menyebalkan! Padahal aku ingin sekali membongkar kebusukannya, tapi lagi-lagi aku kalah!!" gumam Papa Edward dalam hati.

Ia pun mencoba tersenyum hangat pada putra dan menantunya "Baiklah Papa sudah mengerti! Lanjutkan lah siang ini" ujarnya dan segera bangkit dari duduknya, dengan perasaan yang masih kesal.

Jonathan kembali menyunggingkan senyumnya "Kau tak akan sanggup melawanku pak tua!" gumamnya dalam hati.

Lalu mengalihkan pandangannya pada Kiran "Kiran, maaf atas apa yang sudah diucapkan papa tadi. Beliau memang suka berbicara yang sama sekali tidak penting" ujarnya mencoba mengalihkan suasana

"Ah, tidak apa Joe. Wajar saja papa bertanya seperti itu" jawab Kiran

"Terimakasih kau sudah mau mengerti"

***

Sore itu Kiran terlihat sedang berada dibalkon kamar menikmati sejuknya pemandangan sore hari, sambil menikmati secangkir teh hangat ditemani beberapa cemilan.

"Ini hari pertama aku disini, tapi aku rasa tidak ada yang aneh. Semua memperlakukanku baik, bahkan Jonathan pun sangat baik terhadapku. Aku berharap akhir yang baik dari apa yang baru saja aku jalani" gumam Kiran, lalu menghembuskan nafasnya secara kasar

Jonathan yang kala itu sudah selesai dengan urusannya, berdiri diambang pintu sambil mensedekapkan kedua tangannya memperhatikan Kiran yang duduk membelakanginya, dan mendengarkan gumaman kecil yang lolos dari mulut wanita yang saat ini sah menjadi istrinya itu.

"Selama aku berada disisimu, aku bisa menjamin keselamatan dirimu Kiran. Aku menikahimu bukan karena ikatan politik, tapi karena aku mencintaimu. Aku berharap kau dapat merasakan ketulusan cintaku ini, dan membalasnya" gumam Jonathan dalam hati lalu tersenyum manis.

Ia pun berjalan, mendekat ke arah Kiran, dan ikut mendudukkan tubuhnya diatas kursi tepat disamping Kiran "Boleh aku menemanimu!?" tanya Jonathan dengan sopan

Kiran langsung memalingkan pandangannya pada sosok Jonathan. Sejuknya angin sore itu membuat rambut panjang Kiran sedikit acak-acakan dan memaksanya untuk menyisipkan pada daun telinganya, lalu tersenyum hangat pada sosok laki-laki yang telah resmi menjadi suaminya itu

"Kau sudah duduk sebelum aku mengizinkannya, jadi lanjutkan lah!" ujarnya yang begitu gengsi untuk mengatakan iya

Jonathan kesulitan menelan salivanya saat melihat cantiknya Kiran walau dengan rambut yang sedikit berantakan "Terimakasih!" ujarnya dan balas tersenyum pada Kiran

Hening.... Hening... Hingga 5 menit berlalu tanpa suara

"Berapa hari kau mengambil cuti?" tanya Jonathan berusaha membuka pembicaraan

"Entahlah! Kakek menyuruhku untuk cuti beberapa hari, tapi aku sudah sangat bosan" ujar Kiran

"Maaf! Karena pernikahan ini, membuatmu merasa sangat bosan" ujar Jonathan sedikit lesu dan tertunduk

"Apa aku salah bicara lagi!?" gumam Kiran dalam hati

"Ak-aku tidak bermaksud kesitu. Kau jangan berpikiran seperti itu Joe! Maksudku, aku hanya terbiasa melakukan aktivitas setiap harinya, dan sekarang aku tidak melakukan apa-apa, jadi itulah yang membuatku sangat bosan" ujarnya berusaha menjelaskan

"Sungguh!?" tanya Jonathan dengan polosnya

Kiran mengerutkan keningnya, merasa sedikit aneh dengan Jonathan "Laki-laki ini! Katanya cerdas, tapi kenapa berpikiran sangat sempit sekali!?" gumamnya dalam hati.

"Iya.. Berhentilah menyalahkan dirimu atas pernikahan ini. Pernikahan ini tidak akan terlaksana jika aku tidak menginginkannya. Jadi, aku tidak ada alasan untuk berkata menyesal atau bahkan sampai menyalahkan pihak lain" ujar Kiran lalu tersenyum

"Bagaimana pun, ini berawal dari tawaran Papaku yang licik itu" ujar Jonathan mengambing hitamkan papanya

"Kau jangan menyalahkan papamu, ia hanya ingin yang terbaik bagi putranya"

"Kiran! Entah perkataan mu tulus atau tidak Tapi aku sangat senang mendengarnya" Gumam Jonathan dalam hati "Ya kau benar!" ujarnya, dan kembali menundukkan pandangannya

"Kalau kau sendiri berapa lama akan cuti?" tanya Kiran

"Entahlah! Papa juga memaksaku untuk mengambil cuti beberapa hari kedepan. Terkecuali ada pekerjaan yang urgen" Ujar Jonathan berbohong, padahal papanya sudah meminta Jonathan untuk kembali bekerja besok namun ia bersi keras untuk tinggal beberapa hari dirumah sampai Kiran juga kembali bekerja.

Kiran menghembuskan nafasnya secara kasar "Kakek dan Papa benar-benar kompak" ujarnya

"Yah! Padahal dari informasi yang kudengar mereka tidak saling tegur, dan sekarang malah jadi keluarga"

"Ya kau benar! Tidak ada yang menyangka jika akhir cerita mereka seperti ini. Oh ya! Apa kau ingin oergi menemaniku besok?" tanya Kiran

"Kemana!?"

"Rahasia! Katakan Ya atau kau tidak akan tahu sama sekali aku akan pergi kemana?" ujar Kiran memaksa dengan halus

Jonathan mengulum senyumnya "Sungguh menarik!!" gumamnya dalam hati, lalu menghembuskan nafasnya secara kasar "Ya! Baiklah aku ikut"

"Bagus! Besok, jam 9 pagi kita berangkat" pinta Kiran begitu semangat

"Dengan senang hati" ujar Jonathan lalu tersenyum.

"Aku rindu kak Kendrick. Bagaimana kabarnya hari ini pertama kali di kantor ya?" gumam Kiran dalam hati

1
Alriani Hespiapi
saya mampir thor
Nurul Laila
aku suka sma ceritanya😊 tp knp yg like cma sedikit banget padahal bagus ceritanya 👍🏻👍🏻 yg ceritanya asad sma axela knp nggk diterusin thor
Sallop023
👍👍
dina Zulaikhah
ku tunggu karya lainnya author
10 like
Irawan Yesi
bakalan kangen ini sy.. Yg slalu nungguin Up
Azzura_nathan: semoga lekas move on 😄
total 1 replies
Irawan Yesi
Yaah ko end .. Asad sama axela blm merit🤣
Ezrahi
selamat Thor
mampir ya
Irawan Yesi
yah jngn lah.. Alexa bahas dulu donk dengan asad
Irawan Yesi
wkwkwkw.. labilllll
dina Zulaikhah
axel belah duren
dina Zulaikhah
lanienya yg gercep
Irawan Yesi
heheheeh
Ezrahi
Hadir.. like mendarat.
mampir ya
Irawan Yesi
lanjut
Zara
keren euy
Irawan Yesi
seruuu nih
Zara
Naah gini baru keren! ada konflik ada penyelesaian walaupun ttp blm selesai krn si calon pelakor masi dendam. ☺ thor kamu seriuss ini novel pertama? bahasanya... tersusun indah. rapi.
Azzura_nathan: Terimakaish!
Sbenarnya ini novel kedua Author.
Novel pertama alurnya masih berantakan, tapi dari tulisan pertama itu, author banyak belajar. Maklum author baru 4 bulan berkecimpung dalam dunia tulis menulis he. he..
total 1 replies
dina Zulaikhah
michelle bakal habis hidup loe
dina Zulaikhah
engkaulah takdirq.....

kya lagu nih....🤔😆😆
nyenyong bentar cuyy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!