Indonesia
NovelToon NovelToon
BERMUKA DUA

BERMUKA DUA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:807.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mizzly

Kehidupan sempurna bak putri kerjaan yang Inez rasakan mendadak berubah total ketika Rara menjalankan misi balas dendamnya. Rasa sakit hati kehilangan Papanya membuat Rara ingin membuat Inez merasakan apa yang Ia rasakan.

Tanpa Inez sadari, Rara selalu memakai topeng. Baik di depan dan busuk di belakang. Satu persatu kebahagiaan yang Inez miliki perlahan hilang, termasuk kesuciannya. Apa lagi yang akan Rara renggut lagi dari Inez?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Darimanakah percaya diri itu berasal?

Inez memasuki ruang meeting tempat tim audit bekerja kerja. Seluruh rekan-rekannya sudah tiba dan mulai bekerja mengecek berkas-berkas yang baru sedikit mereka kerjakan kemarin. Inez yang anak baru merasa tidak enak, karena ia datang paling telat. Karena mendengarkan obrolan Jeni dengan temannya, Inez sampai terlambat masuk ke ruang meeting. Belum terlambat banget sih, masih belum jam 8 pagi. Tapi, sorot mata Pak Liam menunjukkan ketidaksukaannya terhadap Inez.

"Kamu baru datang Nez?" tanya Pak Liam.

"Maaf Pak, aku udah datang dari tadi. Aku sakit perut Pak l jadi aku ke toilet dulu sebentar." jawab Inez berpura-pura, toh Ia tidak sepenuhnya bohong, Inez jujur kok. Ia memang sejak tadi berada di toilet yah.... walaupun tidak sakit perut sih.

"Oh kirain saya kamu telat ya udah kamu lanjutin ya kerjaan kamu." ujar Pak Liam.

Inez pun melanjutkan pekerjaannya Ia menyalakan laptop dan mulai meneruskan mengecek berkas-berkas yang kemarin di cek. Sebelum jam 8 mereka sudah mulai bekerja, banyak yang harus mereka periksa. Mulai dari pemeriksaan tentang laporan penjualan perusahaan, laporan pembelian meliputi pembelian bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya-biaya lain yang harus mereka cek satu-persatu untuk menemukan apakah ada kecurangan atau tidak.

Untuk Inez, Ia mendapat tugas untuk mengecek mengenai barang-barang yang failed atau yang tidak layak jual namun harus segera dimusnahkan. Inez baru mengecek sedikit berkasnya, karena menurutnya membutuhkan ketelitian untuk mengecek semua berkas-berkas yang ada di depan matanya tersebut. Untuk survei lapangan, Inez akan ditemani dengan Mbak Sisca. Ia akan mengecek langsung ke lapangan dan melihat bagaimana proses pemusnahan barang-barang yang tidak layak jual.

Perusahaan XZ menjual barang barang branded yang memiliki harga jual tinggi, kualitas yang bagus dan pangsa pasar untuk golongan menengah ke atas. Apabila ada produk yang cacat atau reject, maka akan segera dimusnahkan karena menurut perusahaan barang tersebut tidak layak jual.

Hasil analisa Inez, menunjukkan bahwa ternyata banyak juga barang-barang yang di produksi tapi memiliki kecacatan yang kurang dari 10%. Masalahnya bukan persentasenya yang terlalu rendah, tapi ada sesuatu yang menurut Inez mencurigakan di sini. Inez dan Mbak Sisca berencana untuk survey langsung ke pabrik tempat produksi barang-barang milik Perusahaan XZ besok.

Mbak Sisca sudah mengajukan kepada Ibu Jenny untuk memberikan izin akses agar Ia dan Inez dapat datang langsung ke pabrik tersebut dan mendapatkan surat tugas. Tidak semudah itu untuk masuk ke dalam pabrik apalagi barang-barang ini adalah barang-barang yang limited edition yang pengawasannya amat ketat apalagi kalau model terbaru, dikhawatirkan desain yang baru akan dicontek dan ditiru oleh perusahaan saingan.

"Nez, gue udah mintain surat izin buat nanti kita berdua ke pabrik. Kita berangkat besok pagi ya. Ketemuan di ruang meeting dulu baru kita naik mobil kantor kesananya." kata Mbak Sisca.

"Iya Mbak saya ikut Mbak Sisca aja." jawab Inez dengan sopan.

"Ya udah lo kerjain aja dulu kerjaan lo sekarang. Jangan lupa dicek lebih teliti lagi ya berkas-berkasnya." perintah Mbak Sisca

"Ya Mbak." jawab Inez.

Terlalu asik dengan berkas-berkas yang Ia periksa, membuat Ines lupa waktu. Jika bukan karena Pak Leo yang mengingatkan bahwa sudah waktunya makan siang, mungkin Ia akan melewatkan waktu istirahatnya dan sibuk sendiri dengan pekerjaannya. Inez pun mengikuti teman-temannya untuk makan di kantin.

Menu hari ini lumayan enak, ada ayam teriyaki kesukaan Inez dan juga ada bakwan jagung. Inez sangat suka bakwan jagung, Mama biasa membuatkannya sebagai cemilan dikala hujan. Seperti biasa bagian audit makan berkelompok dengan bagiannya sendiri. Yang tidak biasa adalah, kehadiran Bapak Andrew yang tiba-tiba duduk di samping Inez kembali seperti kemarin.

"Bolehkan saya gabung lagi?" tanya Pak Andrew.

"Tentu saja, Pak. Silakan..." jawab Pak Liam.

"Saya senang deh bergabung dengan kalian, kalian selalu ada aja topik pembicaraan yang dibicarakan." kata Andrew berbasa-basi.

Inez tidak menggubris kehadiran Andrew, Iaasyik menikmati ayam teriyaki dan bakwan jagung favoritnya. Ternyata Ia sangat lapar, sudah sejak lama sejak terakhir kali ia makan. Pagi hari ini Ia hanya sarapan dengan roti tawar dan selai coklat, itupun jam setengah 6 pagi sebelum Rio menjemput. Sebenarnya enak di Perusahaan XZ, makanan terjamin dan rasanya juga enak cuma ada si Andrew.

"Gimana menu hari ini? Kalau gak enak bisa saya complain ke bagian dapur." tanya Pak Andrew.

"Enak kok Pak." jawab Pak Leo "Nih lihat aja Inez sangat menyukai menu ini."

Inez yang mendengar namanya disebut hanya bisa mengangguk dan tersenyum. "Bisa aja Pak Leo. Bapak juga suka kan?" tanya Inez.

"Ia nih saya suka banget sama ayam teriyaki. Kamu juga ya saya lihat kamu suka banget?" tanya Pak Leo.

"Selain suka juga pas banget lagi laper nih Pak." Jawab Inez dengan jujur.

" Kamu ya Nes laper-laper, memang kamu tadi pagi nggak sarapan?" tanya Pak Liam ikut menimpali obrolan mereka.

"Sarapan sih Pak. Cuma karena rumah saya jauh jadi saya sarapannya pagi banget dan sekarang udah laper deh." jawab Inez dengan jujur.

"Memangnya rumah kamu di mana Nez?" tanya Andrew berbasa-basi lagi.

"Jauh Pak di daerah M." jawab Inez sambil tetap memakan makanannya.

"Loh bukannya rumah kamu dekat dari sini?" tanya Andrew keceplosan

"Loh Bapak tahu dari mana?" Inez memainkan perannya dengan baik sekali.

"Enggak tahu sih asal nebak aja, saya tadi ngelihat kamu sedang berjalan kaki dari halte saya pikir rumah kamu dekat dari sini ini." kata Andrew beralasan. Ia cepat-cepat memutar otaknya untuk menyembunyikan kebohongan yang Ia buat sendiri.

"Oh bukan kok, Pak. Tadi saya dianterin sama temen saya." jawab Inez. Ia tahu kalau Andrew akan terpancing dengan ucapannya.

"Teman apa pacar nih?" Andrew mulai mengorek-ngorek keterangan tentang Inez.

"Wah, kayaknya Pak Andrew tertarik nih sama Inez?" celetuk Pak Leo karena melihat dari tadi sepertinya Andrew sangat tertarik dengan kehidupan pribadi Inez.

"Oh bukan, saya cuma heran aja kenapa Inez tadi pagi jalan dari depan halte ke sini sendirian. Saya pikir Ia jalan kaki ke kantor karena rumahnya deket dan nggak begitu jauh." kata Andrew beralasan. Semua orang tahu kalau Andrew sedang berbohong.

"Apa mungkin Pak Andrew sudah menyelidiki tentang Inez? Tapi kayaknya kalau Pak Andrew suka sama Inez bakalan susah deh Pak, Soalnya Inez itu sepertinya dekat dengan bos kami yakni Pak Rio." sindir Pak Liam lagi. Pak Liam tak henti-hentinya memanfaatkan kesempatan untuk menyindir Inez.

"Enggak kok , Pak." alasan Inez. "Kami cuma temenan eh bukan temen juga sih, tapi cuma baru kenal beberapa kali dan kebetulan karena kita sebaya umurnya jadi langsung nyambung dan kita banyak ngobrol tentang sesuatu yang mungkin sesuai sama umur kita Pak." jawab Inez tak mau kalah.

"Ooooh nyambung ya? Berarti kita berdua bisa nyambung juga dong? Kan kita sepertinya seumuran." kata Andrew.

"Mungkin saja Pak." jawab Inez. "Kalau fans-fans bapak tidak akan menyerang saya nantinya." sindir Inez.

Inez teringat dengan Jenny yang jelas-jelas sangat menyukai Andrew. Ia juga melihat sejak tadi kalau pandangan mata Jenny tidak lepas melihat kearah dirinya dan Andrew yang sejak tadi mengobrol.

"Fans? Ya memang sih saya banyak fansnya." jawab Andrew dengan penuh percaya diri.

"Hebat ya Bapak. Saya salut loh, Bapak masih muda, hebat, banyak fansnya dan yang pasti Bapak sudah bisa memimpin perusahaan dengan usia semuda ini." sindir Inez dengan sarkasnya.

"Sudah-sudah.... Ayo kita lanjutkan lagi makannya." kata Pak Liam menengahi. Ia tahu jika tidak dipisahkan maka Inez dan Andrew bisa saling perang kata-kata. Walaupun Ia sudah tidak mudah lagi, Ia tahu sepertinya ada sesuatu diantara Inez dan Andrew. Toh Ia tidak rugi karena hubungan buruk antara Inez dan Andrew malah memudahkan posisinya.

Inez melanjutkan makannya dalam diam, begitupun dengan Andrew. Sesekali Inez masih melirik ke arah Jenny yang tetap mengawasi Andrew seperti pandangan mata burung elang yang sedang membidik seekor ikan. Andrew pun melanjutkan makannya juga sama seperti Inez dan Ia juga mencuri-curi pandang menatap Inez.

"Ternyata cuma dengan makan siang ini gue bisa ngobrol sama lo Nez dan lo bisa jawab semua pertanyaan gue. Oke, nanti gue akan cari keterangan tentang lo setiap kita makan siang. Banyak yang lo sembunyiin dari gue, dan itu membuat gue semakin penasaran. Gue nggak tahu sejak kapan lo berbohong sama gue, yang pasti gue akan cari tahu sendiri." tekad Andrew.

*****

"Pak, besok team Audit akan ke pabrik pembuatan tas dan sepatu, khususnya ke bagian barang-barang yang failed." lapor Jenny pada Andrew setelah jam makan siang. Jenny menyerahkan berkas-berkas untuk Andrew tanda tangani.

"Kamu sudah buatkan surat ijinnya?" tanya Andrew sambil menandatangani berkas yang Jenny berikan padanya.

"Sudah Pak. Hanya Ibu Sisca dan Ibu Inez yang pergi kesana. Saya juga sudah siapkan mobil kantor untuk mengantar mereka kesana." lapor Jenny lagi

"Gak usah pakai mobil kantor. Biar besok saya yang antar mereka. Sekalian saya mau ngecek kualitas produk kita. Kebetulan besok saya gak ada meeting kan?" Andrew mengembalikan berkas yang sudah Ia tanda tangani pad Jenny.

Jenny menerima berkas yang Andrew berikan. "Tidak ada, Pak. Tapi bukannya Bapak sudah ke pabrik ya minggu kemarin?" tanya Jenny heran. Biasanya bosnya itu jarang ke pabrik dan memeriksa kualitas produk dengan menyuruh Jenny mengirim ke ruangannya saja.

"Sekali-sekali harus ada inspeksi dadakan Jen. Biar karyawan kerjanya makin bener." alasan Andrew.

"Ooh... Kirain saya karena Bapak mau menemani Ibu Inez kesana." sindir Jenny. Ia tak kuasa menahan mulutnya untuk berkomentar. Jenny curiga ada sesuatu diantara Andrew dan Inez.

"Maksud kamu?" Andrew menatap Jenny dengan heran. Mengapa Jenny menanyakan hal itu padanya.

"Mm... gak ada maksud apa-apa kok, Pak. Hanya saja banyak rumor tentang Bapak yang sedang PDKT sama Ibu Inez auditor dari B-Brothers, Pak." kata Jenny beralasan.

"Udahlah kalian jangan kebanyakan bergosip. Kembalilah kerja." Andrew menutup percakapannya dengan Inez. Sebenarnya Ia mengusir Jenny dengan cara yang halus sih. Hanya saja Jenny tidak menyadarinya.

"Iya Pak. Ummm.... Nanti sore saya boleh pulang lagi sama Pak Andrew gak?" dengan berani Jenny menanyakannya pada Andrew. Sudah beberapa kali Andrew mengantar Jenny pulang. Itu pun karena tak tega melihat Jenny suka pulang lembur dan kebetulan rumah mereka satu arah.

"Lihat nanti saja ya Jen. Kemungkinan saya mau lembur lagi. Kamu pulang duluan saja ya takutnya saya kemalaman pulangnya." lagi-lagi Andrew menolak Jenny dengan halus.

"Oh... Baik, Pak. Saya permisi dulu." Jenny lalu berjalan keluar dari ruangan Andrew.

*******

Jam 7 malam. Kantor sudah mulai sepi karena karyawan sudah pulang. Peraturan kantor Andrew memang melarang karyawan lembur jika tidak terlalu perlu. Harus ada surat ijin yang di tanda-tangani oleh atasan baru boleh lembur, ya kecuali Andrew karena Ia pemimpinnya yang memang punya banyak kerjaan. Selain penghematan listrik juga menghemat biaya lembur karyawan yang lumayan biayanya bagi perusahaan.

Andrew berjalan amat pelan di depan ruang meeting. Lagi-lagi Inez masih lembur seorang diri tak ada yang menemani. Andrew masuk ke ruang meeting tanpa mengetuk terlebih dahulu.

Inez menengok ke arah pintu yang dibuka.

"Andrew lagi. Mau apa lagi Dia datang kesini? Mau gangguin gue dan ngomong pedes lagi?" gerutu Inez dalam hati.

"Belum pulang?" tanya Andrew singkat. Andrew lalu duduk di samping Inez dan meletakkan tas laptopnya di meja ruang meeting.

"Belum, Pak." jawab Inez tanpa melepaskan pandangannya dari laptop.

"Udah malam. Katanya rumah lo di Daerah M. Gak takut pulang malem-malem sendirian? Jauh lagi." Andrew menopang wajahnya dengan tangannya lalu melihat Inez dari dekat. Mantan kekasihnya itu masih amat cantik di matanya. Dan bibir ranumnya itu... ah, Andrew kangen untuk merasakan manisnya bibir Inez.

"Lagi nunggu dijemput, makanya sekalian lembur." jawaban Inez membuat Andrew merasa kesal lagi.

"Sama Rio lagi?" tanya Andrew.

Inez hanya mengangguk tanpa menjawab pertanyaan Andrew.

"Kalian pacaran?" tanya Andrew lagi. Pertanyaan yang sejak kemarin Ia tanyakan dan tak pernah Inez jawab sebelumnya. Saat ini pun Inez tidak menjawabnya. Inez fokus dengan laptopnya.

"Kenapa gak mau jawab? Tinggal jawab iya atau enggak aja emang susah ya?" gerutu Andrew. Kekesalannya tak bisa disembunyikan lagi.

"Kayaknya bukan urusan Bapak deh. Kemarin kan saya udah bilang, itu urusan pribadi saya." jawab Inez dengan tegas.

"Lo suka sama Dia? Lebih cinta mana dibanding sama gue?" tanya Andrew, meski Ia tahu Inez tak akan menjawabnya.

"Hmm... gak mau jawab ya. Oke. Gue nanya yang lebih spesifik lagi deh. Hmm... rasanya ciuman sama Rio apa sehebat ciuman sama gue? Atau lebih hebatan gue?" tanya Andrew dengan percaya dirinya.

Inez hampir tidak bisa menahan dirinya untuk tertawa. Ia heran dari mana asal kepercayaan diri Andrew yang besar itu.

"Kenapa? Hebatan gue ya?"

Akhirnya Inez gak kuat nahan tawanya dan tertawa terbahak-bahak. Inez bahkan mengeluarkan setitik air mata dari ujung matanya saking lucunya.

"Ih kok ketawa?" tanya Andrew bingung.

1
Ran Aulia
ceritanya bagus banget, sudah pasti ada momen terharu lah ya bikin mewek

terima kasih ya kak 😍😍😍😍
Evayanti Sagala
Luar biasa
dream
baik
Susivira Wati97
hampir semua karyanya aq baca thot suka alur cerita ringan
L2h
Kecewa
Mari Anah
akhir y selesai jg,makasih ya thor udh buat novel yg superrrr keren🤗🤗sukses trs bwt karya2 y ya thor😍😍🤩🤩
Mari Anah
emang ya si rara itu hati y busuk bgt,secara g langsung dy yg udh bikin papah willy meninggal
Mari Anah
nah loh kaget kan rio🙄
Mari Anah
gara2 salah faham inez jdi elffil deh sma rio,udh balikan lgi ajah sma andrew nez,hati rio msh ska goyah😁lanjut thor
Mari Anah
si rara murahn bgt ya🙄
Mari Anah
owh ternyata ky gtu toh cerita y,lanjut thor
Mari Anah
duuuuuhhh kpn sih rio cerita sbnr y k inez,ko aku yg jdi geregetan sndri ya🙄🙄🙄
Mari Anah
ada typo thor😁tante vio kli bkn tante video🤣
Mari Anah
idiiiiihh si rara g berubah2 ya msh ajah itu hati y julid,,klo aku mah ogah punya temen ky gtu,tmn bgt mending d tenggelam kan ajah🙄
Mari Anah
ky y inez lbh cocok sma rio deh,klo andrew trllu sempit cara pemikiran y
Mari Anah
Luar biasa
Mari Anah
cocok lah visual rara,ky judes2 julid gtu muka y
Mari Anah
aku hadir thor,ko aku tkt ya kl inez mau ngenalin k andrew,g tkt apa kl andrew hati y pindah haluan🤔
Yosfi Sofianti
Luar biasa
Lusiana_Oct13
udah rara di jodohin sama mantan nya inez aja sama2 bermulut pedas 😂😂 klo aku suka inez sama rio
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!