Indonesia
NovelToon NovelToon
Devil'S Show

Devil'S Show

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Badboy / Kriminal / Barat
Popularitas:45.2k
Nilai: 5
Nama Author: N Vaira

Sinopsis:

Organisasi ilegal berkompetisi mencari kandidat terbaik agar segala macam tindakan mereka terlindungi. Tidak ada yang mengetahui apakah ini malapetaka atau bukan. Jeici sebagai buronan tersohor memilih cara lain dalam membebaskan diri dari status buruknya di masyarakat.

Identitas asli sangatlah berharga bagi Jeici, sayangnya tidak bernasib baik. Pria misterius menawarkan proposal mereka. Ketidakpastian, ya segalanya akan dimulai dari sini.

Mampukah Jeici hidup normal?
Apa hubungannya Jeici dengan organisasi ilegal?
Bagaimana akhir kehidupan mereka?

Story: by N Vaira
Cover: by N Vaira
IG: @s_va.ra

Ikuti terus kisah Jeici dan kandidat lainnya di Devil's Show, ya?
Jangan lupa Like, Favourite, Share, dan Komentar.
Terimakasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon N Vaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertaruhan Harga Diri

"Teressa! Aku memanggilmu! Cepatlah kembali!" Ucap Ceresty menghubungkan layar hologramnya.

"Nona besar memanggilku. Aku harus pergi sekarang!" Gumam Teressa diam-diam menyelinap ke dalam kerumunan para pengunjung.

Tidak ada satupun hal penting untuk diperhatikan, selain tugas dari nona besar.

Setiap ada tugas yang diberikan, disanalah terdapat juga laporan yang harus diserahkan.

"Ibunda telah melahirkan adik pertama. Kau sudah mendengar beritanya?" Tanya Ceresty merasa putus asa setelah mendengar kabar baik seperti ini.

"Belum, nona besar. Selama 5 jam mengawasi orang itu, dia hanya menghabiskan waktunya dengan bermalas-malasan. Hamba sungguh heran saat hamba merengek demi memanipulasi target, ia menolak secara mentah-mentah, tetapi beberapa menit kemudian berubah pikiran." Ucap Teressa menyerahkan laporan dengan tepat waktu.

"Bermalas-malasan?! Apa dia tidak tau aku kalah telak dan menderita karena perkataannya?" Tanya Ceresty menjadi murka setelah mendengar hasil laporan yang sia-sia.

"Ia seharusnya sudah mengetahuinya karena semakin hamba menggali informasi, dia membentengi diri dengan mengelak kehadiran hamba." Ucap Teressa sama sekali tidak bisa meremehkan Jeici.

"Menolak secara mentah-mentah, bermalas-malasan, dan membentengi diri? Huh! Ternyata kita berurusan dengan si keras kepala. Menyuapnya dengan imbalan besar tidak akan ada gunanya karena kita berada di bawah genggamannya!" Ucap Ceresty menjadi lebih kesal dari sebelumnya.

"Tunggu, nona! Sejak kapan kita berada di bawah genggamannya?" Tanya Teressa terkejut sekaligus tidak percaya pada pendengarannya.

"Sejak dia memasuki wilayah penyamaran kita." Ucap Ceresty memutar kembali pikirannya agar tetap berpegang teguh pada akal sehat.

"Lalu, apa yang akan kita lakukan, nona?" Tanya Teressa penasaran mengenai cara menghentikan siasat gelap Jeici.

"Kunjungi ibunda terlebih dahulu. Bajingan itu tidak boleh melukai keluargaku!" Ucap Ceresty mulai serius dalam menghadapi Hereira.

Di lain pihak, Jeici dan Hereira merasakan ada seseorang yang membicarakan tanpa sepengetahuan mereka.

Meskipun keduanya memiliki urusan yang berbeda, tetap saja hal ini tidak diizinkan untuk menghambat target utama.

Pengawal kerajaan dengan sigapnya langsung menyediakan kuda putih istana.

"Nona! Apa anda tidak berdandan dan mempersiapkan hadiah untuk ibunda?" Tanya Teressa memperhatikan kekurangan yang belum diselesaikan.

"Kita hanya punya sedikit waktu! Setelah ini aku masih harus bertemu orang itu. Bukankah hadiahnya sudah didapatkan ibunda?" Tanya Ceresty memacu kuda hingga kecepatan tinggi, membiarkan Teressa menyingkirkan para pengganggu, dan tetap berfokus ke tempat tujuan.

"Yang Mulia, Nona Ceresty telah tiba. Apa anda akan menyambutnya?" Tanya kepala informasi kerajaan menyampaikan berita panas di kalangan warga Echobillum.

"Tidak akan pernah. Pembangkang sepertinya hanya akan menyusahkan ratuku!" Ucap Hereira kembali senang saat memikirkan ratunya.

Keputusan raja termasuk perintah mutlak yang harus dilaksanakan.

Penjaga di istana pun justru datang menemui Ceresty dan Teressa untuk menendang mereka berdua keluar.

Status lama antara seorang ibu dan putrinya juga dilenyapkan.

"Apa-apaan bajingan itu? Ibunda adalah ibuku. Mengapa dia perlu turun tangan hanya untuk memisahkan seorang anak dari ibunya?!" Ucap Ceresty semakin kesal meskipun hanya mendengar sepatah kata mengenai nama lawan yang ia benci.

"Kedatangan kita sudah ditolak. Bukankah ini saatnya mengganti rencana?" Tanya Teressa tersenyum kecil.

"Baik! Tunggu aku setahun lagi, ibunda! Aku akan membawamu pulang bersamaku, mengganti status adik pertama, dan membuat ibunda melupakan Hereira." Pikir Ceresty mulai membuat janji dengan dirinya sendiri.

Ia tidak akan membiarkan orang lain mengetahui langkahnya kedepan, kecuali memberitahu hasil akhir dari pencapaiannya.

Teressa yang mendapati wajah datar milik majikannya ikut terdiam tanpa mempertanyakan segala hal.

"Teressa! Buka jalur teleportasi untukku! Kita harus berteman dengan monster itu." Ucap Ceresty mencari lokasi Jeici saat ini.

"Tuanku! Bahaya! Seseorang berniat menghampiri anda!" Ucap sistem kristal mendeteksi kehadiran Ceresty dengan amarah tersembunyi.

"Oh! Dia datang di waktu yang tepat." Ucap Jeici menyembunyikan seringaiannya.

"GREP!"

"Katakan padaku apa kau bisa meramal masa depan?" Tanya Ceresty mencengkeram erat kerah baju Jeici.

"Disini tidak ada jawaban yang benar atau salah. Kalau begitu kau yang menentukan jawabannya." Ucap Jeici melemparkan peta istana Hereira ke hadapan Ceresty.

"Ini...?!" Gumam Ceresty membaca tempat-tempat penting yang ia ketahui.

"3 hari lagi turnamen itu akan diadakan. Kau sudah menjadi anggota timku dan kau pastinya tau siapa yang berada di belakang turnamen ini, bukan?" Tanya Jeici tersenyum puas melihat respon Ceresty yang penasaran.

"Huh? Tentu saja aku mengetahuinya! Lalu, apa keinginanmu? Kau bergerak sejauh ini pasti ada hasil yang ingin dicapai." Ucap Ceresty mulai serius menghadapi rekan barunya.

"Sangat sederhana. Keinginanku adalah kita ikuti pelatihan militer mereka hingga mendekati akhir." Ucap Jeici mengambil kembali peta miliknya dari tangan Ceresty.

"Jeici, apa kau tau apa yang kau katakan?" Tanya Ceresty merasakan ada maksud tersembunyi dari perkataan Jeici.

"Ya. Terlepas dari urusan kita menyangkut pihak besar, turnamen tidak akan berjalan begitu saja hingga penentuan para pemenang yang mendunia. Penyelenggaraan ini pasti dan dapat mereka ubah agar para juara direkrut ke dalam naungan pihak besar. Bukankah dengan kita mengikuti pelatihan militer itu kita juga bisa mewujudkan tujuan utama?" Tanya Jeici sungguh ingin mengetahui pola pikir rekannya.

"Jadi maksudmu kita akan ikut turnamen, pelatihan militer, lalu mewujudkan tujuan utama?" Tanya Ceresty berusaha memahami kepentingan bersama.

Hanya dengan mendengar kesimpulan tersebut, Jeici akhirnya mengetahui kecepatan berpikir yang dimiliki Ceresty.

Ia tersenyum bangga dan menghargai keunggulan rekannya ini.

"SRET!"

"Aku tidak akan mempercayaimu sampai aku mengetahui kemampuanmu." Ucap Ceresty menggores kelopak mata kiri milik Jeici.

Darah mengalir deras ke lantai, mengenai pakaiannya, dan membekas di ingatan Jeici.

Tekad yang kuat kembali menyadarkan beberapa poin penting.

"Aku berutang budi denganmu karena kau telah membantuku mengukir ambisi baru." Ucap Jeici langsung membentuk 'Lighter Glist' miliknya hingga berubah menjadi pantulan sisi gelap Ceresty.

Dirinya merasa setetes darah sangat disayangkan jika terbuang sia-sia, itulah mengapa kumpulan cermin langsung terbentuk dalam sekejap.

Wujud asli Ceresty bertanduk rusa, tubuh dipenuhi darah musuh, dan tangan kanan menggenggam sebuah tengkorak justru mampu memanipulasi fakta.

"B-bagaimana bisa kau melihat wujud asliku?" Tanya Ceresty sama sekali tidak percaya pada penglihatannya sendiri.

"Dari sini." Ucap Jeici dengan jari telunjuknya yang mengarah ke jantung Ceresty.

"Dengar! Aku tidak tau dimana kau berada, tetapi aku tau bahwa aku paling membenci pengkhianatan. Tunjukkanlah dirimu agar aku mengetahui seperti apa wujudmu sebenarnya!" Ucap Ceresty terus mencari celah yang sangat mungkin digunakan Jeici untuk bersembunyi.

Jari telunjuk yang menyentuh jantungnya ia gunakan sebagai petunjuk.

Keberadaan Jeici seharusnya semakin dekat, sayangnya ia salah perhitungan.

Seluruh cermin langsung dipecahkan dan di saat yang sama, cermin itu mencair hingga kembali ke bentuk setetes darah.

BERSAMBUNG

1
Pulfo Red
wkwkwk masih juga gantengan w, jeiciii
Pulfo Red
mmm... dia nya siapa? ceresty apa anak buah nya hereira?
Crazy Souls
kalo rawa kotor berarti tempat penuh kejahatan, lah tuh jeici sama penguntit juga villain?
Crazy Souls
ya jelas naif lah suruh sapa ganggu mc
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!