Indonesia
NovelToon NovelToon
My Freya

My Freya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:41.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ai Nurbayani

Keserakahan paman dan bibi membuat Freya harus kehilangan keluarganya
Dengan sadis mereka melenyapkan kedua orang tua dan nenek Freya di depan matanya sendiri.

Freya berlari dengan sekuat tenaga dengan luka tusuk di perutnya, derai air mata mengiringi langkah kaki Freya yang semakin lemah, luka tusuk yang Freya miliki membuat Freya kehilangan banyak darah dan akhirnya terjatuh di jalan,

Para preman suruhan keluarga pamannya berhasil menangkapnya dan membuang Freya ke tempat pembuangan sampah setelah sebelumnya mengikat dan memasukan Freya dalam sebuah kresek hitam berukuran besar.

Kejadian naas itu mempertemukan Freya dengan seorang pemuda bernama Daffin Mumtaz yang membawanya pada sebuah cinta yang tidak pernah dia sangka.

Akankah Freya memperjuangkan Cintanya, ataukah melupakannya demi balas dendam keluarganya?


Cerita ini masih dalam tahap perbaikan EYD yang baik dan benar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai Nurbayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

♦️Tekad Freya♦️

"Enak" ucap Freya.

"Alhamdulillah, kalau non suka" ucap ibu susi.

"Dan sekarang aku juga merasa tubuhku sudah jauh lebih baik." Ucap Freya.

"Syurlah ibu senang mendengarnya non." Jawab Ibu susi lagi senang. 

"Terimakasih ibu, kalau tidak ada bpk dan ibu Freya tidak tau harus berbuat apa" ucap Freya terlihat sendu tapi bibirnya menunjukkan senyuman getir di iringi ke dua bola mata yang sudah mulai berkaca-kaca.

Sejenak Freya merasakan kehangatan kala berbincang dengan ibu susi, hingga malam pun tiba mereka masih sempat makan malam bersama di meja yang sama, di temani candaan dan gurawan ringan dari pak Hasan, membuat suasana malam itu semakin terasa hangat.

Namun semua itu hanya sesaat karena nyatanya pak Hasan dan ibu susi, memiliki kehidupan mereka sendiri, kehidupan yang sama yang pernah Freya miliki sebelumnya, tapi kini tidak bisa Freya sentuh dan tidak bisa Freya miliki lagi saat ini.

Freya kembali harus di sadarkan dengan keadaan kala pak Hasan dan ibu susi harus berpamitan untuk pulang ke rumah mereka malam itu.

"Non maaf ini sudah larut, kami harus pulang" ucap Pak Hasan penuh kehati-hatian.

"Apa kalian tidak mau menginap?" tanya Freya penuh harap.

"Maaf Non untuk malam ini kami tidak bisa menginap, karena kasihan ibu saya di rumah sendirian, apalagi ibu saya sudah tua." Ucap pak Hasan menjelaskan seraya menundukkan pandangannya karena merasa tidak enak hati karena menolak permintaan Freya .

"Ya sudah tidak papa, pak Hasan dan ibu susi, boleh pulang" ucap Freya dengan senyum penuh kepura-puraan.

"Non besok ibu akan menginap di sini, ibu janji" ucap ibu susi karena kasihan melihat kondisi Freya.

"Iya bu Terimakasih, saya akan sangat senang kalau ibu dan bpk mau menginap di rumah ini" ucap Freya setegar mungkin.

"Baiklah non, kami permisi" ucap pak Hasan dan ibu susi berpamitan.

"Iya pak, bu hati-hati" jawab Freya.

Pak Hasan dan ibu susi pun pergi dari rumah nenek Freya, meninggalkan gadis itu sendirian dalam kesunyian dan dinginnya malam.

"Sepi" ucap Freya lirih, kala dirinya menutup pintu utama rumah nenek Liliana.

"Trak... Trak..." Suara kunci pintu begitu nyaring terdengar jelas di indra pendengaran, kala Freya mengunci pintu utama.

Sejenak Freya menyadarkan dahinya di pintu, seraya menutup matanya dan memegang erat gagang pintu rumah milik nenek Liliana.

Freya mencoba menguatkan dirinya dan hatinya, karena jika malam tiba hati Freya terasa sakit, perih dan kebas.

Freya benar-benar rapuh saat ini, sampai rasanya dia ingin mati.

Setelah merasa sedikit tenang Freya pun menegakkan badannya lantas berbalik dan berkata...

"Selamat malam Mom, Dad, Nenek, hari ini cukup menyenangkan bukan, malam ini aku akan pergi tidur, selamat beristirahat." Ucap Freya dengan nada riang, mencoba membodohi dirinya dan menganggap Mommy, daddy dan neneknya masih ada di sampingnya.

Langkah kakinya membawanya pada kamar neneknya, di bukanya kamar tersebut...

"Deg Kosong...." ucap Freya dalam hati.

Senyum kepalsuan di bibir Freya pun hilang, Namun dengan cepat Freya kembali tersenyum dan berkata...

"Oh ya nenek kau harus tidur di kamar Mommy dan Daddy, karena aku akan menggunakan kamarmu dan kamar rahasia mu ok, jangan marah." Ucap Freya seraya masuk kemar neneknya dan mengunci pintu kamar neneknya dari dalam.

Lantas dengan cepat dia pun masuk ke dalam kamar rahasia milik neneknya dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang yang empuk dengan di selimut suasana yang begitu hening dan dingin.

Bahkan perputaran detik dari jam dinding pun begitu terdengar nyaring di indra pendengaran Freya, menciptakan rasa sunyi yang mendalam.

Setelah pak Hasan dan ibu susi pergi, terlihat dua buah mobil hitam sedang mengintai rumah nenek liliana.

Mereka melihat pak Hasan dan ibu susi mulai menjauh dari rumah nenek Liliana, setelah pak Hasan dan ibu susi menutup dan mengunci pintu gerbang utama milik nenek Liliana.

"Mereka sudah pergi jauh bos" ucap salah satu laki-laki bertubuh kekar.

"Baiklah kita masuk." Jawab seorang laki-laki yang mereka panggil bos.

"Buka gerbangnya." Ucap Laki-laki itu lagi.

Dua orang di antara mereka pun berusaha membuka gerbang utama milik nenek Liliana yang sudah di kunci rapat oleh pak Hasan sebelumnya.

"Bagaimana pak Hasan bisa memiliki kunci gerbang?"

"Karena dia adalah orang kepercayaan nenek Liliana, itulah kenapa pak Hasan memiliki kunci gerbang, kunci pintu utama dan pintu belakang rumah nenek Liliana."

"Karna itu juga hanya pak Hasan dan istrinya yang di ijinkan kelur masuk rumah nenek Liliana oleh mendiang nenek Liliana dahulu."

"Trang..." Suara benturan alat pembuka gembok kunci yang membentur dinding pagar.

"Cit....... Brag" Suara pintu pagar berhasil di buka.

"Deg....."

"Suara apa itu?" tanya Freya pada dirinya sendiri.

Freya pun beranjak dari tempat tidurnya, di lihatnya monitor layar cctv.

Nampak dua mobil berwarna hitam memasuki halaman rumah neneknya.

"Siapa mereka? ..." tanya Freya pada dirinya sendiri.

"Apa jangan-jangan itu paman Marvin, dan bibi Riana" ucap Freya.

"Ini gawat, aku harus melakukan sesuatu." Ucap Freya.

Freya pun keluar dari kamar rahasia, di ambilnya senapan laras panjang milik kakeknya yang tergantung di dinding kamar.

Lalu Freya pun mengambil ransel berukuran sedang diambilnya dua buku pengeluaran dan pembayaran pagawai kebun milik neneknya, lalu di masukkannya ke dua buku itu ke dalam tas, tak lupa Freya juga memasukkan sisa uang milik neneknya yang ada dalam brangkas, lalu uang hasil panen, dompet neneknya yang sudah Freya isi dengan identitas baru miliknya, juga kartu Atm serta buku tabungan milik neneknya, terakhir Freya memasukkan ponsel neneknya yang dia gunakan saat ini.

Sebelumnya Freya menghungkan terlebih dahulu koneksi cctv rumah dan kebun ke dalam ponsel, setelah terhubung Freya pun memasukkan ponsel tersebut ke dalam tas, lantas membawanya keluar dari dalam kamar rahasia.

Freya membuka jendela kamar milik neneknya, lalu dengan sekuat tenaga Freya pun melempar jauh tas yang sudah Freya isi dengan barang-barang berharganya ke dalam semak-semak belukar di belakang rumah.

Freya melempar tas itu cukup jauh tepat ke area yang cukup gelap dan rindang dengan semak belukar yang belum di pangkas.

"Aman" ucap Freya.

"Kalau pun aku harus tiada malam ini, setidaknya harta milik nenek bisa di temukan oleh pak hasan dan ibu susi hingga besar harapanku harta tersebut bisa di gunakan dengan baik oleh mereka." Ucap Freya penuh harap.

Freya pun berbalik dan menutup rapat pintu jendela kamar, Langkah kaki Freya menuntunnya pada sebuah lemari pakaian milik nenek dan kakeknya, di bukanya pintu lemari tersebut, lalu di ambilnya sebuah kotak kecil yang berisikan peluru dari senapan laras panjang milik kakeknya.

Freya memasukkan semua peluru tersebut ke dalam senapan, dengan penuh tekat Freya berniat menghabisi paman dan bibinya juga Gisel anak mereka.

"Jika aku harus mati maka kalian juga harus ikut mati bersamaku" ucap Freya penuh tekad.

1
Pujiastuti
semoga Freya selamat dan Riana beserta suaminya yang mati,,,,,,

lanjut kak tetap semangat 💪💪💪💪
Pujiastuti
iya kamu siksa terus Freya Riana, tapi sebentar lagi kamulah yang akan disiksa sama suami dan pamannya Freya Rana dasar manusia serakah,,,,

lanjut kak semangat 💪💪💪💪
Pujiastuti
akhirnya setelah sekian lama kak author upnya lagi,,,,,
aduh freya kenapa kamu Ngak dengar kata suamimu tukang ketangkap kamu sama orang suruhan tantemu, semoga Daffin cepat sampai dan menyelamatkan Freya
Pujiastuti: sama-sama kak 🙏🙏❤❤
total 2 replies
Pujiastuti
aduh bahaya nih hidupnya Freya, semoga aja polisi gadungan itu ketahuan biar ngak bisa kasih tahu Marvin dan Riana,,,,
lanjut kak tetap semangat upnya 💪💪💪
Pujiastuti
semoga kalian berdua selalu bahagia ya Daffin dan Freya
itanungcik
semoga tidak terjadi sesuatu sama freya
itanungcik
lanjut bestie..
Pujiastuti
itu lilis beneran stres apa cuma pura² ya 🤔🤔🤔

lanjut kak tetap semangat upnya 💪💪🤗🤗🤗
itanungcik
lanjut bestie...
Pujiastuti
mimpi aja kamu Lilis Ngak bakalan kamu bisa dapatkan Daffin apa lagi pengin kembali sama Daffin,,,,,,,,
sekarang aja jijik sama juragan Darto, selama ini kamu ngak sadar sudah melayani juragan karena dia kaya dasar kamu Lilis,,,,,,,
Pujiastuti
aman ya Daffin ngak ada yang ganggu malam indahmu 😁😁😁

lanjut kak tetap semangat upnya 💪💪💪💪
Pujiastuti
semoga lancar ngak ada gangguan lagi ya Daffin belah durennya 😁😁😁
Pujiastuti
ya gagal lagi ya Daffin, sabar ya Daffin nanti ada waktunya kamu mesra²an sama Freya tanpa ada penganggu 🤭🤭🤭 ambu usah dua kali ambu mengagalkan Daffin buat buka segel 😁😁😁
Pujiastuti
Lilis,,,,,, Lilis sekarang aja Daffin udah jaya dan kaya kamu mau balik sama Daffin jangan harap kamu bisa kembali sama Dalfin Lilis

lanjut kak semangat 💪💪💪
itanungcik
lanjut bestie....
itanungcik
lanjut t
Pujiastuti
sabar Daffin acaranya belum selesai ditahan dulu ya Daffin 😁😁😁

semoga laki² misterius tidak akan memisah kan Daffin dan Freya dan semoga rumah tangga mereka bahagia dan selalu bersama hingga maut memisahkan

lanjut kak tetap semangat upnya 💪💪💪🤗🤗🤗
Pujiastuti
jangan jadi orang serakah Lilis dulu Daffin masih miskin kamu tingggalin demi sijuragan kaya sekarang aja bilang menyesal menikah sama juragan karena Daffin sekarang sudah sukses terus mau ngakuin kalau Daffin hanya milikmu mimpi aja kamu Lilis,,,,,,,,

lanjut kak tetap semangat upnya 💪💪💪
itanungcik
lanjut bestie..
Pujiastuti
alhamdulillah setelah sekian lama kak ngak ups sekarang sudah ups lagi,,,,,,,,

semangat ya kak buat up Freya dan Daffin nya💪💪💪💪💪
Ai Nurbayani❤️: Terima kasih kakak masih setia dengan cerita Freya dan Daffin ❤️❤️

Author terharu, 💕💕
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!