sama seperti pelangi datang sehabis hujan maka setiap datang cobaan akan ada hal yang indah.
Christine, wanita yang cantik yang dipaksa menikah dengan seorang pria yang tidak dikenalnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eke manroe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sarapan bersama
pagi harinya, tepat pukul 06.30, Zayn bangun dari Dari tidur nya dan dia pun langsung melihat ke arah sofa dan tidak terlihat orang yang dia cari.
"Kemana dia? " tanya Zayn pada dirinya
kreekk
pintu pun terbuka dan terlihat lah Christine pramana, orang yang dicari oleh Zayn yang sudah dah menjadi suaminya.
"Morning, sebenarnya Mama dan papa menyuruhku untuk membangun kan mu, mama dan papa menyuruh mu untuk keruang makan karna kita akan makan bersama" ujar Christine
"Hmm, aku akan segera kemeja makan" ujar Zayn dan Christine pun menganguk serta pergi begitu saja
Zayn pun langsung bersiap dan turun menuruni tangga untuk sampai di meja makan.
"Morning ma, morning pa dan Morning My wife" ujar Zayn
"Morning sayang" ujar Andini dan Andi barengan
"so, sekarang kamu duduk dan kita sarapan" ujar Andini dan Zayn menurut
Mereka pun menghabiskan makanan mereka, hingga beberapa Menit kemudian mereka selesai, Christine pun membantu para pelayan untuk membersihkan piring piring dan gelas yang kotor.
"Tidak perlu sayang, kamu duduk aja" ujar Andini
"ngak papa ma, Christine memang udah biasa gini" ujar Christine dan membawa piring kotor ke dapur
"Non Christine baik banget" ujar pelayan Rumah itu dan Christine hanya senyum saja mendengar
setelah selesai mencuci piring, Christine pun kembali ke meja makan
"Jadi gini ma, pa, aku dan Christine memutuskan untuk pisah rumah dari mama dan papa" ujar Zayn
"owh, kalo memang kalian maunya gitu, yaudah, mama dan papa setuju" ujar Andini
"so, kapan kalian akan pindah? " tanya Andi
"Hari ini pa, ini rencana kami akan siap-siap" ujar Zayn
"Yaudah ma, pa, kami kekamar dulu mau siapin koper" ujar Zayn
"yaudah" ucap Andini lirih dan Zayn juga Christine pun langsung memasuki kamar nya dan menyiapkan segalanya.
"Oh ya, kamu yang hari itu belum baca kan poin terakhir nya" ujar Zayn
"Aku tidak peduli" ujar Christine ketus
"Dan poin ketujuh adalah, kamu ngak boleh kerja di butik itu lagi karna kamu akan menjadi sekretaris ku" ujar Zayn
"APA" Christine yang mendengar hal itu menjadi sangat terkejut dan lantas langsung menghampiri Zayn.
"Aku ngak mau" Ujar Christine
"Ngak mau berarti mengambil rumah milik Eko kato, menyenangkan" ujar Zayn
"kamu licik tau ngak" ucap Christine dengan wajah yang kesal
"udah ngak usah basa basi, Ya atau Tidak" ucap Zayn
"Tidak sama sekali, aku ngak akan ngikutin keinginan kamu lagi" ucap Christine
"oke, sesuai perintah mu" ujar Zayn dan langsung mengambil ponselnya dari saku celana, tapi sebelum hal itu terjadi Christine sudah langsung berkata.
"oke... oke, aku setuju" ujar Christine
"Tapi aku akan tetap mengawasi butik ku" ujar Christine
"Deal" ucap Zayn dan mereka pun selesai menyiapkan pakaian mereka ke koper, Zayn pun langsung menyuruh satpam untuk membawa dua koper tersebut.
Zayn dan Christine pun kemudian menghampiri kedua orang tua mereka yang sudah menanti mereka sejak tadi.
"ma, aku bakalan rindu sama mama" ujar Christine memeluk Andini
"mama juga, bakal rindu sama kamu" ujar Andini
'Lebay banget' batin Zayn
"pa, aku pergi dulu yaa" ucap Christine pada Andi
"Dan kalian juga, jangan lupa kami tunggu calon cucu dari kalian" ujar Andini, Zayn dan Christine pun hanya bisa menghela nafas