Zoe Lysandra Allerick wanita cantik berusia 24 tahun yang memiliki daya pikat tersendiri bagi kaum adam yang melihatnya, ya dia sangat manis dan memiliki postur tubuh ideal. Dia bekerja di salah satu perusahaan bonafit di Kota A tanpa disangka di tempat inilah dia bertemu dengan mantannya yang posesif dan arogan yang membuat dia sangat ketakutan dan mengancam kebahagian masa depannya.
Zayn Gavril Abraham lelaki tampan dan pintar yang berusia 25 tahun, dia adalah kakak tingkat Zoe semasa kuliah namun mereka saling mengenal setelah lulus kuliah. Zayn dengan kepintarannya berhasil merintis dari nol usaha di bidang otomotif dan saat ini memiliki aset yang berlimpah.
Erlan Arkana Aldrich lelaki tampan bertubuh atletis yang berusia 30 tahun dia CEO di Perusahaan Aldrich Group. Dia adalah mantan kekasih Zoe semasa SMA saat itu Erlan sangat mencintai Zoe hingga tergila gila padanya sampai dia diputuskan oleh Zoe karena sifat posesifnya yang keterlaluan membuat dia bermain wanita hingga setuju dijodohkan oleh orang tuanya dan pastinya tanpa cinta.
Bagaimanakah kisah cinta mereka , dukung author agar semangat untuk update setiap harinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septia Arisanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18
Kekacauan yang terjadi di Perusahaan Erlan, niat hati ingin meruntuhkan Perusahaan musuhnya Zayn malah berbalik menimpa dirinya. Erlan sangat kacau dan emosi karena investor menarik kembali saham di Perusahaan Aldrich Group.
"Bos bagaimana ini, karena saham kita merosot tajam dalam hitungan jam" ucap Alex asisten Erlan dengan sangat ketakutan.
"kamu cari siapa yang menyebabkan kekacauan ini! dan antar dia dihadapanku" titah Erlan dengan mencengkeram kerah baju Alex.
"Baik Bos".
***
Zoe dan Zayn rencananya ingin memeriksakan kondisi kandungannya ke dokter obgyn, apalagi setelah Zoe mengalami insiden penculikan. Zayn sebagai suami merasa khawatir dengan keadaannya saat ini, dia pun merasa bahwa Erlan juga tidak akan putus asa sampai disini untuk membawa Zoe pergi.
Dalam lubuk hati Zayn dia akan menjaga istrinya sepenuh hati, dan tidak akan membiarkan seorang pun menyentuhnya.
Setibanya mereka di Rumah Sakit, Zayn ke bagian administrasi untuk mendaftarkan cek kandungan rutin untuk istrinya. Zoe hanya duduk di kejauhan sembari menunggu suaminya di bagian administrasi.
Zayn menghampiri istrinya untuk ke ruang USG.
"Sayang yuk kita keruang USG" ucap Zayn seraya menggandeng tangan Zoe dengan erat seakan tak ingin lepas.
Zoe hanya bisa menyunggingkan senyum manisnya di hadapan suami karena perhatiannya selama ini.
Saat di dalam ruangan pemeriksaan kandungan. Dokter menunduk saat melihat Zayn masuk keruangan, memang tak banyak orang tahu jika Rumah Sakit itu adalah milik Zayn.
Zoe hanya menatap keheranan dengan sikap dokter yang terlalu berlebihan dengannya.
"Silakan berbaring dulu nona Zoe" ucap Dokter Sandra.
"Terakhir kali nona menstruasi kapan ya untuk mengetahui HPL (hari perkiraan lahir)" tanya Dokter Sandra.
Zoe nampak bingung dan menghitung dengan jari tangannya membuat Dokter Sandra menahan tawa.
Zoe berbalik tanya kepada Zayn "Hmm, sayang apa kau ingat terakhir kali aku menstruasi kapan?"
Zayn yang mendapat pertanyaan itu dari istrinya hanya menggaruk garuk kepalanya "Mana ku tau sayang, kan aku gak tau. aku hanya bisa membuat benih cinta di dalam perutmu" jawab Zayn seraya mengangkat bahunya.
"Isshhh" Zoe hanya mengerutkan dahinya dan manyun.
Dokter Sandra hanya menahan tawa dan menutup mulutnya.
"Ya sudah, saya akan periksa usia kandungan melalui usg saja"
Setelah diolesi gel di bagian bawah perut, Zayn tampak memicingkan matanya menatap layar monitor.
"Usia kandungan nona Zoe saat ini 8 minggu, memang janinnya masih seperti ukuran kacang tapi kondisinya bagus kok" Dokter Sandra menjelaskan sembari menunjukkan ke layar monitor dengan jarinya.
"Sandra apakah monitor mu rusak? disini tidak terlihat anak ku" ucap Zayn dengan menggaruk garuk kepalanya.
Dokter Sandra hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
"Memang tuan di usia 2 bulan janin masih belum terlihat bahkan kaki dan tangannya masih belum terbentuk sempurna"
Zoe yang mendengar suaminya bersikeras bahwa alat nya rusak hanya bisa menahan malu dengan menutup wajahnya dengan tangan.
"Baiklah dok udah selesai kan ya pemeriksaan usg nya?" ucap Zoe memotong perdebatan suaminya.
"Tunggu tunggu aku tidak yakin, coba cek ulang lagi aku ingin lihat anak ku" ucap Zayn dengan mengerjapkan matanya.
"Terserah lu deh bos, kalau bukan ini rumah sakit lu udah gue usir nih orang" batin Dokter Sandra.
Mau tidak mau Zoe harus berbaring lagi dan melakukan pemeriksaan usg atas permintaan suaminya.
Setelah mereka selesai melakukan pemeriksaan Zoe melihat Luna istri Erlan yang duduk diantrian depan ruangan dokter Sandra. Zoe sudah mengetahui setahun yang lalu bahwa Erlan sudah menikah dengan wanita cantik bernama Luna.
Luna yang mengetahui keberadaan Zoe keluar dari ruangan Dokter Sandra, dia menghampirinya dengan tatapan sinisnya.
Zoe yang sudah tidak ada urusan lagi dengan Erlan dengan tenang menghadapi Luna.
"Kamu Zoe kan? mantan pacar suami saya Erlan?" ucap Luna seraya dengan tatapan sinisnya.
Zayn yang mendengar itupun langsung mengahalangi Luna dekat dekat dengan Zoe. Dia menghalau dengan badannya spontan Zoe yang tadinya di depannya berada mengekor dibelakang Zayn.
"Kamu ada urusan dengan istri saya?" kalau tidak ada silakan menjauh dari istri saya.
"Oh jadi ini suami Zoe, tapii.. ganteng juga kelihatannya macho dia perhatian juga sama Zoe gak kayak Erlan aku hamil aja gak dianterin periksa" gumam Luna dalam hati.
Menyadari Luna melamun dengan tatapan sendu Zayn melambaikan tangannya "Heii, dasar wanita aneh bisa-bisanya melamun"
"Yuk sayang kita pulang aja" ucap Zayn seraya memeluk bahu istrinya dan berjalan menuju pintu keluar.
Saat di dalam mobil tiba-tiba Zoe merengek ke Zayn.
"Sayang aku pengen rujak di warung Lestari" pinta Zoe
"Aisshh, dimana itu yang?"
"Di depan rumahnya Doni" jawab Zoe seraya menundukkan kepala.
"Haa, itu jauhh yang apalagi sekarang macet" Zayan hanya mendengus kesal mendengar pinta istrinya yang membuat pusing.
"tapi aku maunya disitu gak mau yang lain, ya ya ya" Zoe seraya mengedipkan matanya menggoda suaminya.
Zayn yang mendengar itu hanya bisa menggaruk garuk kepalanya.