Jingga wijaya wanita berusia 25 tahun,cantik,singgle,pewaris tunggal wijaya group yang menjalin kasih dengan Awan prayoga seorang koki yang bekerja di salah satu resto milik Wijaya group
perjalanan panjang dan berliku mereka tempuh untuk bisa bersama,setelah restu mereka dapatkan akankah mereka bisa bersatu???
yuk simak kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarpi Na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Maaf
Waktu menujunkan pukul sembilan malam,namun bagi dua sejoli ini rasanya baru sebentar mereka bersama,namun kini mereka harus berpisah lagi untuk sementara
Awan lalu mengantarkan Jingga pulang kerumahnya,Awan mengiringi mobil Jingga dengan mobil yang ia sewa karena tak mungkin meninggalkan mobil itu begitu saja,sampai di rumah Jingga bergegas masuk meski berat rasanya namun Awan memaksa nya masuk dan tak kan pulang andai Jingga tak masuk kerumah
Jingga bergegas masuk kedalam kamar dan melihat ke arah jendela,ia tersenyum kala melihat Awan yang juga menatapnya dengan senyum hangat dari dalam mobil,Jingga melambaikan tangan dan Awan pun membalasnya lantas ia melajukan mobilnya menuju hotel tempat ia menginap
Sampai di hotel ia langsung menuju kamarnya menuju kamar mandi untuk bersih bersih
Selesai bersih bersih terdengar notif pesan masuk,senyumnya seketika terbit di kala mandapati chat dari sang kekasih
"kak,sudah sampai belom"
"sudah,sudah malam tidur lah,besok pagi harus kembali bekerja bukan"
"hmmm baiklah,kakak juga tidur"
"iya sayang"Jingga senyum senyum sendiri mendapati basan chat dari Awan
*
Pagi datang
Jingga bangun dengan semangat empat lima nya,dia bergegas mandi dan kemudian berangkat ke kantor,sebelumnya ia ingin mengunjungi sang ayah di rumah sakit terlebih dahulu
Ceklek suara pintu di buka,di susul langkah lebar Jingga dengan senyum secerah mentari,menghampiri sang ayah yang sedang duduk di suapi sarapan oleh perawat
"sus,biar aku saja"tuturnya pada perawat dan mengambil mangkok dari si perawat,si perawat menyerahkan mangkok itu dengan senang hati kemudian berjalan keluar ruangan tak ingin mengganggu waktu anak dan ayah tersebut
"kamu tidak jadi ke Bali"tanya sang ayah yang sedikit heran karena putrinya itu kini disini padahal seharusnya ia sekarang berada di Bali,bahkan kemaren ia sudah mempekerjakan perawat khusus untuknya selama ia pergi
"tidak pa"jawabnya dengan senyum ceria yang setia menghiasi wajah cantiknya
Hari ini sang ayah melihat putrinya itu terlihat lebih cantik dan bahagia,sang ayah senang karena putrinya kembali ceria seperti dulu,namun ia juga penasaran
Tidak jadi ke Bali tapi sepertinya bahagia sekali
"kenapa"tanyanya lagi,
"karena di perjalanan aku bertemu dengan kak Awan pa"
"dia kemari"
Jingga hanya mengangguk sambil menyuapkan bubur milik sang ayah,
"awalnya aku ingin mengenalkan pada papa,tapi pagi tadi asistenku mengatakan jika pagi ini ada rapat penting,jadi mungkin nanti sore aku akan mengenalkan kak Awan pada papa"jelasnya panjang lebar
"undang dia untuk makan malam di rumah,dokter bilang siang ini papa sudah boleh pulang"
"benarkah"jawab Jingga antusias dia bahagia sekali mendengar kabar kepulangan sang ayah
Namun wajahnya mendadak murung,sang ayah yang melihatnya pun bertanya
"ada apa nak"
"tapi Jingga tidak bisa menjemput papa"
"tak apa nak urus pekerjaanmu dengan baik,lagi pula ada perawat yang akan membantu papa"
Jingga masih terlihat tak bersemangat
"tenang lah nak,papa sudah sehat dan lagi pula papa bukan lah anak kecil yang harus selalu di jaga"dengan tawa di akhir kalimatnya
Seketika itu senyum Jingga perlahan muncul,sarapan sudah selesai dan kini Jingga mengambilkan obat yang harus di minum sang ayah
Setelah selesai minum obat,Jingga membantu ayahnya berbaring kemudia menyelimutinya,efek dari obat yang di minum sang ayahpun mulai mengantuk
Jingga keluar ruangan,dan mendapati perawat yang ia sewa di sana
"titip papa ya mbk"
"baik nona"
Jingga lantas berlalu dari sana tujuanya adalah ke kantor miliknya
Di dalam mobil ia mendapati chat dari sang kekasih
"pagi sayang"
Jingga tersenyum membaca chat itu,ia bahagia tiap kali mendengar Awan memanghilnya 'sayang'
Ia melajukan mobilnya dengan hati gembira,tanpa ia sadari ia di ikuti dari belakang,siapa penguntit itu tentu saja Awan pelakunya ia bahkan mengikuti Jingga sejak dari rumahnya tadi
Ia tak ikut masuk keruangan rawat papanya Jingga karena Jingga tak memintanya,ia akan menunggu Jingga siap,ia sudah mengutarakan isi hatinya untuk meminang Jingga,namun Jingga belum siap untuk saat ini sang ayah masih sakit dan urusan pekerjaan yang menumpuk
"pagi juga,oh ya kak papa mengundangmu untuk makan malam di rumah"Jingga membalas chat dari kekasihnya sekaligus memberi tahunya bahwa nanti malam ia di undang ayahnya makan malam
Deg Awan gugup membaca balasan chat dari Jingga,jujur meski ia sudah mantap untuk meminang Jingga,dan mendapat restu dari ayahnya tetap saja ia merasa deg deg an karena ini pertama kalinya ia di kenalkan dengan orang tua Jingga,ia sudah tau jika ayahnya merestui mereka dari cerita Jingga kemarin
Flashback
Di pinggir danau duduk Jingga yang menyandarkan kepalanya di bahu Awan,mereka bercerita tentang kejadian dulu
"kak,kanapa kamu tiba tiba pergi tanpa kabar"
"aku melihatmu bermesraan dengan seorang pria di dalam mobil ke esokan harinya aku melihatmu berpelukan denganya"
Jingga tersenyum mendengar perkataan Awan
"apa kakak cemburu"Jingga melontarkan pertanyaan konyolnya
"tentu saja aku cemburu,mana ada seorang pria yang rela melihat orang yang di cinta dekat dengan pria lain"jawab Awan dengan menggebu
Jingga kembali tersenyum mendengar jawab dari Awan ,namun seketika senyum itu hilang kala ia mengingat hari itu hari kepergian sang ibu
Tanpa bisa di cegah bulir bening mengalir begitu saja di pipinya
Awan yang menyadari Jingga menangis,melarai pelukanya dan menatap jingga dengan ragu
"ada apa,katakanlah"
"itu hanya salah paham kak tak ada yang bermesraan,saat itu Reno melihat ada noda di wajahku dan ia membersihkanya,dan saat ia memeluku saat itu aku baru mendapat kabar ibu telah tiada"jelasnya panjang lebar dengan air mata masih mengalir
Awan menundukan wajahnya,hatinya perih dan menyesal seharusnya ia adalah orang pertama yang ada di sisi Jingga,yang memeluknya serta menguatkan hatinya atas kepergian sang ibu,bukan ya malah pergi menghilang,sungguh ia menyesal kala itu
"maaf"cicitnya dengan wajah penyesalan
"iya kak,aku juga ingin minta maaf"
"maaf untuk apa"potong Awan cepat
"maaf karena sempat meragukanmu dan ingin membuka hati untuk orang lain"
"tapi nggak jadi kok,karena nyatanya aku selalu merindui mu"tuturnya lagi dengan wajah cemas nya
Awan diam tak langsung merespon,Jingga menunggu respon Awan dengan harap harap cemas,namun hingga lima menit berlalalu Awan tak memberikan jawaban,ia masih setia dengan wajah datarnya
Jingga frustasi sendiri,kemudian menunduk dan lagi lagi mengucapkan maaf,ikhlas andaikan Awan memarahinya,karena itu pantas ia dapatkan