Indonesia
NovelToon NovelToon
Lihatlah Rasaku

Lihatlah Rasaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:117.1k
Nilai: 5
Nama Author: Atik's

"Sialan, kenapa bisa jadi begini sih? Besok aku harus menikahi gadis manja itu. Rasanya aku ingin bunuh diri saja. Reva, kamu dimana sih sayang? Kenapa kamu tega ninggalin aku?" Gumam Rendy sendu.


Keesokan harinya baik dari keluarga pihak Anin maupun keluarga Rendy sudah sama-sama sibuk.
Anin juga sudah selesai di rias oleh MUA terkenal yang dipilihkan oleh calon mertuanya. Rasa kagum terdengar setelah MUA selesai merias wajah Anin menjadi sangat cantik dan anggun.

" Masya Allah cantik banget pengantin ku. Nggak perlu banyak dempul sana-sini karena memang sudah cantik bawaan lahir." Ucap seorang perias tersebut di hadapan Anin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atik's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 19

"Iya Pak Bos. Aku akan dandan cantik biar kamu tidak malu memperkenalkanku nanti." Goda Anin.

"Tapi ingat jangan pakai pakaian seksi, jangan dandan menor, natural saja." Titah Rendy.

"Siap komandan."

Rendy yang gemas dengan kelakuan istrinya segera mengacak-acak rambut istrinya yang sudah rapi.

Entah apa yang sudah terjadi dengan laki-laki itu yang sekarang seleranya sudah berubah. Rendy yang dulu suka dengan wanita yang berpenampilan seksi, kini ia sudah tidak menyukai wanita macam itu. Apalagi jika istrinya yang memakai pakaian kurang bahan itu, ia tidak rela jika kemolekan tubuh istrinya dilihat orang lain.

"Aku berangkat dulu ya, Assalamualaikum." Ucap Rendy sambil mengecup kening Anin.

" Waalaikumsalam, hati-hati ya Kak!"

Setelah kepergian suaminya, Anin segera bergegas membersihkan apartemen mereka. Wanita itu akan pergi ke rumah sakit untuk mengecek penyakitnya. Entah kenapa akhir-akhir ini Anin sering merasakan nyeri dan sesak di dadanya.

Kini Anin sedang menatap pantulan dari cermin meja riasnya. Wanita itu berdandan sesuai keinginan suaminya, rasa bahagia tampak di wajah wanita itu.

Tetapi sebenarnya wanita itu sangat takut mengunjungi rumah sakit. Entah kenapa ia mempunyai firasat ada yang tidak baik dengan kesehatannya. Tetapi ia kembali menepis firasat buruknya itu dan meyakinkan bahwa dirinya sehat dan baik-baik saja.

Kini Anin sudah sampai di rumah sakit, wanita itu melangkahkan kaki memasuki area Rumah Sakit dengan wajah cemas. Ia begitu takut dengan hasil pemeriksaan Dokter yang menyatakan kesehatannya buruk lagi.

"Eh Mbak Anin sudah lama nggak kesini. Ada keluhan apa Mbak?" Tanya seorang petugas rumah sakit yang begitu hafal dengan Anin karena dulu Anin sering mengunjungi Rumah Sakit tersebut.

"Aku cuma mau cek kesehatan aja kok Mbak. Biasanya Mbak Rahel selalu bersama Dokter Ken?" Tanya Anin.

"Maaf Mbak dokter Ken sudah tidak ada di rumah sakit ini lagi, beliau sudah pindah tempat sejak satu bulan yang lalu."

"Oh, gitu? Aku baru dengar malahan Mbak. Apa ada dokter pengganti nya?"

"Ada Mbak, pasti Mbak Anin akan sering cek kesehatan karena Dokter pengganti dokter Ken lebih muda dan ganteng. Lumayan Mbak, buat cuci mata biar lupa sama rasa sakit. Hehehe!" Ucap pegawai dengan cekikikan.

" Ah, mbak bisa aja deh. Mana nomor antriannya? Aku buru-buru soalnya."

Kini Anin sudah berada di depan pintu ruang pemeriksaan jantung. Berselang beberapa menit akhirnya nama Anin dipanggil oleh petugas untuk segera masuk ke ruang periksa.

Anin menarik nafasnya panjang sebelum memasuki ruangan tersebut, wanita itu harus tetap kuat menghadapi semua hasil pemeriksaannya yang akan keluar nanti.

"Selamat pagi dokter!" Sapa Anin.

"Pagi, dengan pasien atas nama Anin?" Tanya Dokter tersebut sambil mengangkat wajahnya.

Jeduarr,,,

Jantung Anin berdetak kencang saat mengetahui siapa dokter pengganti Ken yang sekarang ada di hadapannya itu. Anin baru percaya bahwa memang dunia ini sangatlah sempit, dokter yang berada di hadapannya saat ini adalah Herman sepupu dan teman dekat suaminya.

Rasa cemas dan takut semakin menjadi, Anin takut jika penyakitnya akan diketahui oleh suaminya melalui informasi Herman.

Tak jauh berbeda dengan Anin, Herman juga merasa sangat kaget saat mengetahui pasien yang akan diperiksa adalah istri sepupunya. Herman tidak menyangka bahwa Anin memiliki riwayat penyakit jantung.

" Kamu yang mau diperiksa Nin?" Tanya Herman memastikan.

"Iya Kak." Jawab Anin dengan suara gemetar.

"Apakah ini kunjungan pertamamu berobat ke dokter spesialis jantung?" Tanya Herman yang ingin mengetahui seberapa serius penyakit yang diderita oleh istri sepupunya tersebut.

"Ti,, tidak Kak. Aku sudah sering berobat ke sini sejak aku masih kecil Kak. Dokter Ken yang selama ini menangani penyakit Anin." Jawab wanita itu ragu-ragu.

"Sejak kecil? Kamu sudah mulai berobat sejak kamu masih kecil?" Tanya Herman yang mulai terkejut dengan pengakuan Anin.

"Iya Kak, aku punya kelainan jantung sejak aku masih kecil." Akhirnya Anin memberitahu semuanya pada Herman, karena sangat tidak mungkin baginya untuk menutupi penyakitnya saat ini.

"Terus kedatangan kamu ke sini mau kontrol apa karena ada keluhan?"

"Dua-duanya Kak, akhir-akhir ini aku sering merasakan pusing dan sesak. Aku juga sering merasa gampang lelah."

"Kalau gitu kita periksa dulu aja ya. Suster tolong dibantu!" Perintah Herman.

Setelah pemeriksaan selesai, Herman dan Anin kembali duduk hanya meja kerja yang menjadi jarak di antara keduanya.

Sejak mulai diperiksa, Anin hanya diam karena ia takut dengan hasil yang akan keluar dan takut jika Herman akan memberitahu suaminya tentang penyakit yang ia idap selama ini.

Herman menghela nafas, ia memandang wajah istri sepupunya itu dengan iba.

"Bagaimana hasilnya Kak?" Tanya Anin yang sangat cemas.

Herman merasa begitu sedih melihat raut wajah Anin yang sendu.

"Jantung kamu semakin serius. Apa kamu tidak menuruti apa yang sudah dilarang oleh dokter Ken? Aku yakin pasti beliau sudah memberitahu apa pantangan dan anjuran untukmu. Apakah akhir-akhir ini kamu sering melakukan aktivitas berlebihan dari biasanya? Seharusnya kamu ingat kalau kamu jantung kamu itu lemah Nin, kamu tidak boleh capek fisik maupun pikiran. Apa kamu tidak mengindahkan semua itu?" Tanya Herman.

Anin hanya diam tertunduk, ia sadar selama ia menikah dengan Rendy , dirinya seolah seperti burung yang lepas dari sangkarnya. Anin yang selama ini selalu dibatasi dan dimanja oleh kedua orang tuanya kini merasa bebas dan hilang kendali. Anin melakukan apa yang ia mau, ditambah dengan akhir-akhir ini sikap Rendi yang berubah. Pria yang dulu selalu kasar dan dingin padanya, kini menjelma bak pangeran bersayap yang menyayangi Anin dan akan selalu menuruti permintaan Anin.

Bukan salah lelaki itu jika Anin memakan makanan yang tidak sehat. Rendy hanya merasa kasihan pada istrinya ketika mendengar cerita Anin yang tidak pernah bebas memakan makanan cepat saji yang sangat ia inginkan. Arya menganggap mertuanya begitu berlebihan dalam membatasi makanan putri satu-satunya tersebut.

Jadi Rendy hanya ingin membuat istrinya bahagia dengan sesekali membawa Anin menikmati apa yang belum pernah ia rasakan selama ini.

Setelah selesai melakukan pemeriksaan, Anin memohon agar Herman tidak menceritakan penyakitnya pada Rendy sehingga membuat dokter muda itu tidak tahu dengan pemikiran Anin.

"Kenapa harus disembunyikan? Justru lebih baik jika Rendy mengetahui semuanya agar ia bisa ikut menjaga kesehatanmu." Saran Herman.

"Aku belum siap Kak. Untuk saat ini biarkan Kak Rendy tidak mengetahuinya dulu. Aku tidak ingin semua orang mengasihani aku. Aku janji Kak, suatu saat nanti aku akan memberitahu Kak Rendy, tapi belum untuk saat ini."

Dengan sangat terpaksa akhirnya Herman menyetujui permintaan Anin. Karena bagaimanapun juga itu adalah hak dan privasi pasien.

Kini Anin sudah berada di taksi menuju ke kantor suaminya. Wanita itu masih termenung mengingat pesan Herman agar ia bisa menjaga kesehatannya karena jantungnya yang memang sudah lemah.

1
Asih
Luar biasa
yani suko
bbrp kali ANGIN...ANGIN
maksudnya ANIN kan
Valen Angelina
jadi bucin nanti iwiwwiwk
Lilik Juhariah
kl pergi baru terasa kamu bima
Nnek Titin
part nya sama yaa thoor
Nnek Titin
astagfirullah lelaki bidooh
Nnek Titin
jangan biarkan Rendi menyakiti Anin thoorrr pleass
Atik's: terimakasih selalu mengikuti kak
total 1 replies
Nnek Titin
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Atik's
ssma gmn kak mksudnya?
muhammad ihsan
kok ssma thor
muhammad ihsan
terima kasih thor sudah banyak updatenya
Atik's
Lg ngumpulin alur kak. tunggu ya, insyaallah double bab
muhammad ihsan
sedikit sekali thor yang banyak dong
Lilik Juhariah
aduuuuh
muhammad ihsan
lanjut dong thor
muhammad ihsan
double up dong thor
Aneuk Pocut
di hati hati minta jantung ,kmu nevan ya
Lilik Juhariah
author yg baik hati dan tidak sombong, Anin jgn diapa apain ya
muhammad ihsan
lanjut dong thor
muhammad ihsan
tlong selamatkan anin thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!