Indonesia
NovelToon NovelToon
CANCER [ROCK CLIMBING]

CANCER [ROCK CLIMBING]

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan / Romansa / Tamat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lila Widya

Memiliki banyak piala dan medali tidak membuat Fufy Camayra Kardhishashian merasa puas. Berada dilingkungan orang-orang yang mempunyai jiwa ambisi besar, membuat Fufy terobsesi dengan kesempurnaan menjadi pemanjat tebing profesional.

Dituntut menjadi sempurna, membuat Fufy jarang mendapat kebahagiaan dari orangtuanya. Mencari kesenangan dengan memiliki banyak pacar, ternyata itu tidak menjadikannya orang hebat.

Playgirl satu ini sangat anti dengan cowok baik, polos seperti Ardha. Tapi sialnya, sumber semangatnya berasal dari cowok baik itu. Fufy jatuh cinta dengan Ardha-Pesaingnya di panjat tebing.

Antara memilih untuk jatuh kelubang cinta Pesaing, atau melanjutkan ambisi menjadi atlet profesional.

Manakah yang Fufy pilih? Tujuan hidupnya, atau tujuan kebahagiannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lila Widya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20

Bagian Dua Puluh: Drama Keluarga

...---...

"Pikirkan apa?" Suara bass itu mengagetkan Fufy dan juga Agam.

Lina mengambil ponsel dari tangan Agam. "Fufy, ponselnya saya sita," ujar Lina tegas.

Fufy mendesah kecewa. Mungkin lebih baik dia jujur. Lantas namanya terdaftar dari siswa nakal. Bukan menjadi satu-satunya perempuan diantara deretan nama laki-laki disana, tapi masalahnya hanya Fufy yang tertulis dari kelas unggulan.

Fufy berniat kembali ke kelas, tapi tangannya dicegat oleh Ardi. Fufy menoleh. "Nanti Fufy absen lesnya, kak. Mau fokus latihan," jelas Fufy tanpa ditanya.

"Saya tau." Tatapannya beralih ke Agam, "siapa nyamuk yang penganggu ini?"

Agam mengerutkan keningnya tidak paham. "Nyamuk?" beo Agam.

Ardi melangkah satu langkah ke depan. Menatap Agam dengan tajam. Tatapan yang menjelaskan perasaan marah Ardi tunjukkan.

"Perebut pacar orang? Atau lebih tepatnya menjadi orang ketiga," kata Ardi penuh penekanan.

Agam bereaksi sedikit gugup. "Wait, maksud lo? Bukannya kalian sudah putus?"

"Iya." Fufy dan Ardi menjawab barengan, "tapi sekarang kami sudah balikan," lanjut Ardi.

"Hah?" Fufy kebingungan.

Ardi memberi isyarat kepada Fufy. Agam yang merasa malu, beranjak pergi meninggalkan mereka berdua.

"Maaf, tadi saya hanya melindungi kamu." Fufy tersenyum mendengarnya.

Ardi menatap kepergian Agam, "Saya rasa Agam tipe cowok yang tidak akan cukup dengan satu pacar. Dia sudah memiliki pacar dari ujung barat sampai timur kelas di sekolah ini."

Fufy tertawa mendengarnya. Itu seperti melihat dirinya dari cermin. Percis—Mirip dirinya. Namun Fufy yakin, ada alasan dibalik kelakuan Agam yang memacari banyak perempuan. Dan mungkin alasannya sama dengan dirinya.

Ardi mengeluarkan sebuah pena, kemudian memberikan kepada Fufy. Fufy menatapnya bertanya.

"Boleh saya minta nomor ponsel Amara?" tanya Ardi terdengar malu-malu.

Fufy tercengang. Sedikit kaget bahwa Ketua OSIS menyukai saudaranya.

"Suka, kak?" tanya Fufy kepo, "iya, sejak dulu," ucap Ardi malu-malu lagi.

Sebisa mungkin Fufy menahan tawa. Cukup menyenangkan melihat wajah Ardi tampak malu-malu seperti itu. Lihat saja, telinga Ardi sudah memerah. Menunduk malu, Ardi menunggu Fufy menuliskan nomornya.

Setelah selesai, Fufy mengembalikan pena milik Ardi. "Semangat, kak. Sedikit susah mendekati Amara karena dia cuek dengan hal percintaan. Tapi dengan usaha, yakin, kok," cakap Fufy menyemangati.

Ardi mendahului Fufy dengan tersipu malu. "Baik, terima kasih. Babay."

Fufy geleng-geleng kepala melihat cara lari Ardi. Jika orang lain melihatnya, pasti sudah rusak martabat Ardi sebagai Ketua Osis.

...---...

Setelah menghabiskan waktu tiga jam mengurung diri di kamar, waktu jam tidur tiba, Fufy turun mencari makanan. Setelah merapikan rak-rak bukunya, Fufy mampir ke kamar sebelah. Melewati ruang keluarga yang dari dulu selalu sepi, namun kali ini tidak.

Terdengar suara tawa bahagia dari dalam sana. Fufy mengintip karena penasaran. Merasa senang akan pemandangan yang dilihatnya ini. Keluarganya sedang berkumpul.

Camara yang mencium pipi Astina bertubi-tubi, membuat desiran angin menerpa tubuh Fufy. Kenapa mereka tidak mengajak dirinya? Amara juga ada disana, termasuk sang Ibu. Apakah mereka mengira aku sudah tidur? Pikir Fufy.

"Ayah sayang Amara!" Camara memeluk Putrinya, "Minggu depan kasih Ayah nilai sempurna lagi, ya!"

Fufy tersenyum getir. Rupanya itulah alasan mereka berkumpul. Besok pemeriksaan kesehatan Astina, jadi mereka akan menemani Astina sepanjang malam ini. Mungkin untuk alasan keberadaan Amara karena dia telah berhasil membanggakan kedua orang tuanya.

Fufy menatap telapak tangannya. Tidak seperti dirinya yang tidak terlahir pintar. Fufy harus belajar mati-matian, sepanjang malam agar bisa mendapatkan nilai diatas KKM. Terlihat seperti jarang belajar ketika melihat hasil angkanya. Tetapi, nyatanya Fufy selalu berusaha semaksimal mungkin.

Setelah pulang sekolah, dia bahkan tidak makan terlebih dahulu. Fufy segera berangkat latihan, setelahnya pulang dia langsung belajar. Itu karena hasil ulangannya kemarin tidak dilihat langsung oleh Camara.

"Nah, pinter jawabnya." Asti tersenyum bangga.

Melihat itu, Fufy ikut merasa senang. Setidaknya akhir-akhir ini Ibunya tidak menangis lagi. Tidak pernah kepergok menangis. Walau tidak pernah menghukum fisiknya, melihat mereka bergabung tanpa mengajak dirinya, itu sudah membuat perasaan Fufy terasa hancur.

Sedih rasanya mereka tertawa bahagia tanpa mengajak. Fufy keluar dari persembunyian, lalu menyapa.

"Halo!" ujar Fufy canggung.

Semua perhatian tertuju pada Fufy. Bukannya menjawab, mereka malah membubarkan diri. Fufy menatap Camara dan Asti bergantian.

Apakah suaranya tidak terdengar?

"Anak Ayah, ini waktunya untuk tidur," kata Camara berjalan melewati Fufy, "besok periksa sama Fufy, ya. Minum obat, lalu tidur. Sini, Ayah bantuin jalan. Ngueng..,"

"Eh, pembalap kece jalan!" Asti berseru senang.

Astina menjerit ketika Camara mendorongnya sedikit keras. Gelak tawa pun terdengar. Asti dan Amara mengikuti mereka sambil tertawa—melewati Fufy.

Seolah Fufy tidak ada disana. Seolah mereka tidak melihat keberadaan Putrinya yang satu ini. Fufy merasa dirinya menjadi bayangan.

Menganggap lelucon kecil, mungkin mereka ingin menjahili dirinya, Fufy menepuk pundak Amara dari belakang, berniat mengejutkan.

Amara menepis tangan Fufy, "Bu, kejar kak Astina!"

Mereka meninggalkan Fufy sendirian. Entah kenapa pipinya basah. Fufy tidak tau alasan dirinya merasa marah seperti ini. Rasanya seperti ingin berteriak, tapi tidak bisa. Apakah sebodoh itu dirinya? Apakah Fufy telah mengecewakan Camara dan Asti terlalu besar?

Bolehkah Fufy gabung tidur bersama mereka? Apakah dampaknya ranjang akan rusak?

...----...

"Terima kasih atas waktunya, Fufy," ucap sang Psikiater seraya tersenyum.

Setelah selesai pemeriksaan konsultasi, Astina ijin untuk ke kamar mandi. Disinilah Fufy berdua bersama Psikiater Astina.

"Saya yakin kamu mengetahui sesuatu, maka dari itu, tidak perlu saja jelaskan kembali."

Fufy memainkan casing ponselnya gugup. "Namun, kondisi pasien tiba-tiba kembali parah. Apakah ada sesuatu yang mengguncang pikiran Pasien?" tanya sang Psikiater bernama Ajeng.

"Kembali parah bagaimana, dokter?"

Bukanlah kemarin malam ada hal yang membahagiakan? Tidak ada masalah sejauh Fufy amati akhir-akhir ini. Justru semua berjalan sangat baik.

"Pasien—Astina kembali tidak jujur kepada saya. Tangannya juga bergetar ketika menjelaskan sesuatu. Apakah ada sesuatu alasan? Mungkin Fufy tau sebagai adiknya," cakap Ajeng membuat Fufy berpikir panjang.

Melamun memikirkan perkataan sang Psikiater, sebuah telepon menyadarkan Fufy. Tubuhnya menegang ketika membaca pesan dari salah satu Pacarnya.

Abdi

Sayang, kirim pap lagi🥺🥺

Aku sang*an🥺😭

Mata Fufy membulat sempurna ketakutan. Apa maksudnya ini?

Abdi

Cepat sayang 😚🥰😘

Gak tahan plis🥺🥺🥺

...----...

Heloo! Gimana chapter ini?

1
Mukmini Salasiyanti
wowwww
kereeen kak☺😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!