Indonesia
NovelToon NovelToon
Batas Obsesi Cegil

Batas Obsesi Cegil

Status: tamat
Genre:Obsesi / Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:54.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Livy adalah definisi nyata dari "cegil". Selama dua tahun di SMA Wijaya, dia melakukan segala cara ekstrem untuk memenangkan hati Galang, kapten tim basket yang sedingin es. Livy menempel padanya bak perangko, membuatkan bekal setiap hari, hingga melabrak siapa saja yang mendekati Galang. Namun, Galang selalu merespons dengan tatapan sinis serta perkataan yang menyakitkan.

Puncaknya terjadi di hari ulang tahun Galang yang ke-17. Hadiah rajutan tangan Livy dibuang ke tempat sampah di depan umum. Malam itu, Livy sadar dia telah kehilangan harga dirinya. Dia memutuskan untuk berhenti mengejar Galang secara total.

Galang menyadari dia merindukan kehadiran Livy, semuanya sudah terlambat ketika teman masa kecilnya Livy datang ke sekolah sebagai murid pindahan. Livy sudah menutup hati pada Galang, dari situ giliran Galang yang harus menurunkan harga dirinya, mengejar Livy yang telanjur menjauh.

Sebuah pertanyaan, apakah Galang mampu merebut hati Livy?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sisa Kehancuran 20.

Bel pulang sekolah berbunyi, namun gerimis tipis terlihat mulai membasuh aspal lapangan SMA Wijaya, menyisakan aroma tanah basah yang dingin.

Dibalik gelapnya cuaca mendung, Galang masih berdiri mematung di dekat gerbang. Tatapannya kosong melompong, tertuju pada ujung jalan tempat mobil hitam yang membawa Livy baru saja menghilang dari pandangan.

Rasa hampa yang asing terus mencengkeramnya begitu kuat. Galang terlambat. Saat ia mulai membuka hati dan berniat mengejar, tapi Livy sudah lelah dan memilih pergi.

"Den Galang?"

Suara berat dan serak itu memecah keheningan. Galang mengerjapkan mata, menoleh lambat. Pak Joko, satpam sekolah yang rambutnya sudah mulai memutih, berjalan mendekat dari pos penjagaan. Langkahnya tenang, membawa aura hangat khas selayaknya seorang ayah.

"Belum pulang? Sudah mau hujan deras ini," ujar Pak Joko ramah.

Galang hanya tersenyum tipis. "Iya, Pak. Sebentar lagi."

Pak Joko mengamati wajah anak laki-laki di depannya. Guratan penyesalan dan kesedihan di mata Galang terlalu kentara untuk disembunyikan. Desah napas panjang lolos dari bibir sang satpam. Ia merogoh sesuatu dari dalam tas kain yang menggantung di posnya, lalu mengulurkan sebuah kotak kado kecil berwarna biru laut yang sedikit agak kusam di bagian sudutnya.

"Terima ini den" Pak Joko menyerahkan sesuatu untuk Galang.

Galang mengernyitkan dahi. Ia menerima kotak itu. Begitu jemarinya menyentuh permukaan kardus tipis tersebut, jantungnya berdesir aneh. Warna biru laut. Itu warna kesukaan Livy.

"Dua minggu lalu, waktu Den Galang ulang tahun dan ada pesta di hotel..." Pak Joko menjeda kalimatnya, menatap Galang dengan pandangan teduh namun penuh arti. "Saya lihat Den Galang buang kotak ini ke tempat sampah besar di dekat parkiran motor. Setelah Den Galang pergi, Neng Livy datang ke situ. Dia nangis sesenggukan sambil melihat tempat sampah itu lama sekali, sampai akhirnya dia pergi karena ada temannya berteriak buat masuk ke hotel."

Tenggorokan Galang mendadak tercekat. Tangannya gemetar.

"Saya penasaran, jadi saya ambil kotaknya. Ternyata isinya masih bagus. Saya tahu, saya enggak berhak ikut campur urusan anak muda. Tapi saya sering lihat Neng Livy duduk di depan pos saya, merajut sesuatu berhari-hari sampai jarinya luka demi hadiah ini. Rasanya kok eman-eman kalau dibuang begitu saja," lanjut Pak Joko lembut, menepuk bahu Galang pelan. "Penyesalan itu datangnya selalu di akhir, Den. Tapi selama orangnya belum hilang dari bumi, kesempatan itu selalu bisa dibuat."

Pak Joko pamit kembali ke posnya, meninggalkan Galang yang kini terpaku menatap kotak di tangannya.

Dengan napas yang memburu, Galang membuka tutup kotak biru laut itu.

Di dalamnya, terbaring sebuah syal rajut berwarna abu-abu gelap.

Rajutannya tidak terlalu rapi, ada beberapa bagian yang longgar dan simpul yang tampak dipaksakan—bukti nyata dari tangan amatir yang mengerjakannya dengan penuh kesabaran.

Galang mengangkat syal itu. Kehangatan wol langsung menyengat kulit telapak tangannya. Saat ia mendekatkan syal itu ke wajahnya, aroma familier langsung menyeruak.

Aroma parfum vanila manis bercampur stroberi—aroma tubuh Livy yang dulu selalu ia hindari karena dianggap terlalu pekat, namun kini menjadi aroma yang paling ia rindukan di dunia.

Kilasan memori berputar di otak Galang. Ia ingat betapa teganya ia melempar kotak ini ke tong sampah di depan mata teman-temannya hanya untuk menjaga gengsinya.

Ia ingat binar mata Livy yang langsung redup malam itu, digantikan oleh senyum getir yang menyakitkan.

Galang memeluk syal abu-abu itu erat ke dada nya. Rasa bersalah yang sempat melumpuhkan nya kini mendadak bermutasi menjadi letupan energi yang membakar. Detak jantungnya yang semula melemah, kini berpacu gila-gilaan.

Livy belum membenci sepenuhnya. Buktinya, jejak ketulusan perempuan itu masih tertinggal di sini, di dalam dekapannya.

Livy hanya sedang lelah, dan sekarang adalah tugasnya untuk membayar semua air mata yang pernah dijatuhkan gadis itu.

Galang mendongak. Hujan mulai turun membasahi bumi, tetapi semangat di matanya justru menyala berkali-kali lipat.

Ia melilitkan syal rajut itu ke lehernya, merasakan kehangatan Livy melindunginya dari dinginnya angin sore.

Dengan langkah lebar dan mantap, Galang berlari menembus hujan menuju parkiran motor.

......................

...****************...

To be continue,

1
Syifa Azhar
Karin siapa nih?? kok tiba-tiba muncul nama beda typo kah😂
kadang temen nya livy juga sering ganti nama dari fanya jadi lazma😂😂
Rofiwan: karin tokoh sampingan baru yang muncul sesaat kak, circle livy ada 3 kak. Fanya, Lazma dengan Mayang.
total 1 replies
memei
saya saya kurang enak bgt di bacanya
memei
kata saya saya saya ,gak enak banget di bacanya
Rofiwan: iya maaf kak, kalau kurang enak dibaca🙏 di bab pertengahan cerita sudah jadi bahan evaluasi dan panggilan saya kamu udah diganti.
total 1 replies
memei
sebenarnya pasti banyak cowok yg iri PNGN jadi Galang yg di cintai cewek secara ugal ugalan
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
HO OH! kek begituu jadi cewekk, laki-laki nggak cuma dia piwisss
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Ulalala....
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Ya jujurr aja, kalau gue jadi Galang juga gue risih bjirr.
Syifa Azhar
sering typo kadang kelas XII kadang kelas 9🙄
Rofiwan: aku nulisnya tengah malam kak🤣
total 1 replies
Syifa Azhar
kalau sudah tiada baru terasa 💃💃
Syifa Azhar
ini kan yang kamu harapkan terus kenapa harus merasa aneh Galang?
Syifa Azhar
good jadi wanita kudu harga diri👍👍👍
Syifa Azhar
nah gitu dong,👍👍
berdirilah dimana kamu dihargai💪
Syifa Azhar
jika tidak di harapkan jangan datang💪
Syifa Azhar
jangan jatuhkan harga dirimu sedemikian rupa Ivy,cinta boleh bodoh jangan😂
Syifa Azhar
peduli boleh tapi gak gitu juga vy🙄
Syifa Azhar
gimana Galang gak ilfil sama kamu Ivy,kalau sikapmu seperti emang bener Galang bilang kamu cewek psikopat 😬
Syifa Azhar
siapa lagi Rangga???salah nama apa ceritain pemeran baru?
Syifa Azhar
susah memang kalau berurusah sama orang yang sudah kategori "obsesi jiwa"😂
Syifa Azhar
ceritanya menarik,cuma terlalu formal untuk bahasa sehari-hari dilingkungan sekolah, kata-kata saya bisa di ubah aku,kamu mungkin biar lebih enak cerita nya 😂
Rofiwan: iya kak, aku akui emang formal dan kaku banget, tapi bab bab kesananya udah ku ubah kok. yang bab-bab awal pondasi cerita aku memang memilih ga revisi bab nya😄
total 1 replies
Syifa Azhar
jiwa muda yang masih penuh tantangan,dimana ego dan gengsi saling beradu😂
coba kita lihat seberapa keras perjuanganmu Ivy sampai kamu menyadari arti perjuangan mu benarkan cinta atau hanya sekedar obsesi🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!