Saka mengalami kecelakaan tragis. Mobilnya menabrak pembatas jembatan lalu terjun bebas ke sungai dan meledak.
Ajaibnya Saka masih hidup. Namun saat membuka mata, dia terbangun di tubuh orang lain. Saka hidup dalam tubuh Aryan, pria yang mengalami kecelakaan di hari yang sama dengannya.
Setelah selamat dari kecelakaan tragis, hidup Saka berubah seratus delapan puluh derajat. Bukan saja harus menjalani kehidupan orang lain, matanya juga bisa melihat kilatan masa depan.
Saka bisa melihat kejadian buruk di masa depan. Kejadian yang memaksanya ikut campur dalam takdir seseorang. Dan membuka tabir rahasia tentang kematiannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencegah Masa Depan
Sesampainya di dapur, semua yang tampak sama persis seperti yang dilihat Saka tadi. Astri baru saja menaruh ikan goreng di atas piring. “Ada apa, Ar?” tanya Astri yang bingung mendengar teriakan anaknya tadi dan sudah ada di dapur sekarang.
Saka mengabaikan pernyataan Astri. Pandangan pria itu langsung tertuju ke lantai. Di sana terdapat tetesan minyak, penyebab Astri jatuh. Saka mengambil lap kemudian membersihkan ceceran minyak tersebut.
Astri hanya memperhatikan apa yang dilakukan anaknya. Cukup bingung melihat sikapnya. “Kamu kenapa?” tanya Astri lagi.
“Tumpahan minyak di lantai itu bahaya, Ma … eh, Bu.”
Astri mengembuskan napas lega. Dipikirnya ada sesuatu yang penting, ternyata hanya tumpahan minyak di lantai saja yang membuat sang anak buru-buru menemuinya di dapur.
“Biar aku bantu, Bu.”
Saka memutuskan membantu Astri di dapur. Pria itu ingin memastikan tidak ada hal buruk yang menimpa wanita yang sekarang menjadi ibunya.
“Sudah sana, Ibu bisa sendiri.”
“Biar aku bantu.”
“Ngga usah. Lagian masaknya juga sudah beres.”
“Aku mau di sini dulu.”
“Kalau begitu kamu duduk aja,” Astri mendorong Saka ke meja makan, lalu menyuruhnya duduk di kursi.
Saka menarik kursi lalu mendaratkan bokongnya di sana. Dia mengambil ponsel dari saku celananya, lalu kembali mencari berita tentang keluarganya. Perasaannya tak karuan saat melihat foto-foto pemakaman dirinya.
Rasanya ini seperti mimpi, tapi semuanya nyata. Raganya sudah terkubur, tetapi rohnya masuk ke tubuh orang lain.
Saka mengusap gambar mamanya yang sedang menangis. Matanya pun tampak berkaca-kaca. Pasti perasaan ibunya hancur karena untuk kedua kalinya harus kehilangan anak yang disayanginya.
Pertama, wanita itu kehilangan Kala, adik kembar Saka. Kala meninggal dua hari setelah dilahirkan. Dan sekarang Saka yang pergi untuk selamanya.
Kini hanya Indra, anak sulungnya yang tersisa. Satu-satunya harapan untuk meneruskan keturunan di keluarga Adiguna.
“Maafkan aku, Ma,” batin Saka sambil terus melihat gambar mamanya.
Suatu saat, Saka akan datang untuk melihat langsung keadaan keluarganya. Namun sekarang, dia akan menjalani hidup sebagai Aryan.
Saka mengusap sudut matanya yang berair. Pandangannya kemudian tertuju pada Astri. Wanita itu sangat menyayangi anaknya.
Dari ingatan yang didapatnya, Astri bekerja keras sebagai orang tua tunggal setelah suaminya meninggal dunia.
Astri rela bekerja apa pun demi memenuhi kebutuhan sang anak dan menyekolahkannya walau hanya sampai SMA.
Aryan juga anak yang baik. Begitu lulus sekolah, dia rela bekerja apa saja demi membantu perekonomian keluarga. Sampai akhirnya diterima bekerja di perusahaan taksi sejak tiga tahun lalu.
Lamunan Saka terhenti ketika Astri menaruh makanan yang dimasaknya tadi di meja makan. Tanpa diminta Saka langsung membantunya.
“Bu, sudah terlalu lama aku diam di rumah. Sudah waktunya aku kerja.”
Tangan Astri yang sedang menyendok nasi terhenti ketika mendengar ucapan Saka. “Kamu yakin? Memangnya keadaanmu sudah pulih?”
“Yakin, Bu. Sudah sebulan aku istirahat. Pegal juga kalau harus terus diam di rumah. Takutnya posisiku ada yang menggantikan nantinya.”
“Kalau kamu mau bekerja lagi, silakan. Tapi kamu harus lebih berhati-hati. Jangan sampai kamu mengalami kecelakaan lagi.”
“Iya, Bu.”
Saka memandangi masakan hasil olahan Astri. Semua yang ada di atas meja adalah makanan yang disukainya.
“Makan yang banyak, Ar. Ibu sengaja buatkan makanan kesukaan kamu.”
Saka kembali dibuat terkejut. Ternyata ada banyak kesamaan yang dimiliki dirinya dan Aryan. Setidaknya dia bisa lebih mudah menjalani kehidupan sebagai Aryan.
***
Seragam kerja untuk besok sudah disiapkan oleh Saka. Tadi dia sudah berbicara dengan Dirga dan mengatakan bahwa besok akan mulai bekerja lagi.
Sekarang waktunya untuk beristirahat, agar besok siap menghadapi hari baru untuknya. Bertemu dengan orang-orang yang tidak dikenalnya dan beradaptasi dengan pekerjaan Aryan.
Setelah mematikan lampu kamar, Saka langsung membaringkan tubuhnya. Untuk beberapa saat pria itu masih belum bisa tidur. Dia membalikkan tubuhnya ke kanan dan kiri beberapa kali. Sampai akhirnya dia bisa terlelap juga.
Jam menunjukkan pukul empat dini hari. Saka masih tertidur lelap, tetapi keningnya mengerut. Pria itu seperti tengah bermimpi sesuatu.
Aryan baru saja mengantarkan penumpang terakhirnya. Dia bermaksud kembali ke pool karena waktu sudah jam sembilan malam. Aryan sedikit menambah laju kendaraannya ketika melihat jalan di depannya kosong.
Saat mobilnya memasuki jalan protokol, Aryan mengerem kendaraannya ketika melihat ada kecelakaan beruntun di depannya.
Nahas, mobil di belakangnya terlambat mengerem. Dengan kencang mobil yang dikendarai Aryan dihantam dari belakang.
Kendaraan roda empat itu terdorong tanpa dapat dikendalikan dan menghantam truk di depannya dengan cukup kencang. Kendaraan Aryan terjepit antara mobil SUV di belakangnya dan truk di depannya. Dada Aryan membentur setir dengan kencang.
Terdengar erang kesakitan dari mulut pria itu dan selang beberapa detik kemudian Aryan kehilangan kesadarannya.
“HAH!”
Saka seketika terbangun dari tidurnya. Tubuhnya yang sedang terbaring langsung duduk tegak. Keringat membasahi tubuhnya. Mimpi barusan yang dialaminya terasa begitu nyata.
Tanpa sadar Saka menyentuh dadanya. Rasa sesak yang dialaminya tadi sudah tidak terasa lagi.
“Mimpi apa tadi?” tanya Saka pada dirinya sendiri sambil mengusap wajahnya yang berkeringat. “Apa itu kecelakaan yang dialami Aryan?” tanyanya lagi.
Melihat jam yang sudah mendekati waktu subuh, Saka memilih untuk bangun. Dia masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka.
Sambil menumpukan kedua tangannya di wastafel, Saka memandang pantulan dirinya di cermin. Dia kembali mengingat mimpinya barusan.
Dari Astri, Saka tahu bahwa Aryan mengalami kecelakaan di hari yang sama dengan dirinya.
Saat Saka tengah menghubungkan kemungkinan dirinya bisa masuk ke raga Aryan, dia melihat tampilan di cermin berubah. Wajahnya perlahan menghilang seiring dengan permukaan cermin yang beriak seperti air.
Layaknya sebuah video yang diputar, dia melihat seorang gadis sedang berdiri di halte. Tak jauh darinya berdiri seorang lelaki mencurigakan. Ketika gadis itu lengah, dengan cepat pria itu mengambil tas yang dipegang oleh sang gadis lalu melarikan diri.
“COPET!” teriak gadis itu sambil menangis.
Setelahnya penglihatan itu berakhir. Cermin kembali menampilkan pantulan Saka. “Haaiisshh … kenapa aku terus mendapat penglihatan seperti ini,” gusar Saka sambil mengacak-acak rambutnya.
***
Selesai sarapan, Saka segera berangkat kerja. Kemarin dia sudah mencari tahu di mana pool taksi tempatnya bekerja.
Pria itu mencari tahu bagaimana dia bisa sampai ke sana. Saka tidak mau bertanya pada Dirga, takut pria itu curiga.
Saka menuju halte bus dengan berjalan kaki. Saat jaraknya hanya tinggal beberapa meter lagi, pria itu merasa tidak asing dengan bentuk halte dan orang-orang yang menunggu kendaraan umum tersebut.
Kemudian pandangannya tertuju pada seorang gadis yang tengah menenteng sebuah tas kecil, sementara matanya terus tertuju pada ponsel di tangannya. Gadis itu adalah gadis yang dilihatnya shubuh tadi.
Tak jauh dari sang gadis, berdiri pria yang gerak-geriknya mencurigakan.
Demi mencegah musibah yang terjadi pada gadis itu, Saka mendekati halte setengah berlari. Nahas, ujung salah satu sepatunya tersangkut lubang kecil di trotoar.
***
Waduh alamat jatuh ini mah😂
bentar mau ambil air sama baskom...
mau di liat lewat media air dlm baskom... apakah bisa keliatan gk ya .... Saka mau jujur apa mingkem 😂
apakah mau jujur kau...ato kau masih mau ngeles blom mau terbuka 😔
jangan bikin in cemas pembaca Ka....kamu itu kuat dan dgn keyakinan seyakin-yakinnya pasti kerja kerasmu akan membuahkan hasil /Determined//Determined//Determined/