Area Remaja,
Mengejar Cinta Pertama? Sensasi kocak, manis, pahitnya patah hati, semua untuk yang pertama kali.
.
Deg,,, "Dia kan cowok itu?"
...
Diana, gadis biasa dengan jalan hidup yang biasa-biasa saja. Sebuah peristiwa yang membuat jiwa ksatrianya seakan berontak melihat ketidak adilan di depan mata, membuatnya harus terlibat dalam urusan sekelompok remaja yang sedang bersitegang.
Dari peristiwa itu dia dipertemukan dengan seorang cowok bernama Willy dan teman satu sekolah yang sebetulnya tidak begitu dia kenal yaitu Mario.
Sejak peristiwa itu entah mengapa Tuhan seolah selalu mengaitkan kehidupan Diana dengan orang-orang yang terlibat di dalamnya.
Niat baik untuk menolong seseorang seolah menjadi bumerang yang membuat kehidupan Diana menjadi penuh dengan gejolak.
Bagaimana keseruan ceritanya?
Langsung aja menikmati tiap episode nya..
So, check this out!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady Athena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nostalgia yang Penuh Kebaperan
Author's cuap:
Siapa yang kangen Willy?
Episode ini dan beberapa episode berikutnya kita lepas kangen ama Willy ya...
---
#21
Seperti musim semi dengan bunga bermekaran. Warna warni dengan aroma semerbak wanginya. Mata yang memandangpun terasa sejuk dengan bunyi-bunyi serangga penghisap madu bunga yang membuat motorik memberi respon ingin menyentuh lebih dekat dan lebih dekat lagi. Begitulah semua panca indera seolah berkolaborasi menyunggingkan kebahagiaan.
Willy Ardian, merasakan indahnya musim semi itu dalam hatinya. Merasuk dalam sukma dan memberi kegilaan ketika dia tertawa tanpa sebab.
"Willy, mama nanti berangkat sedikit awal karena mau ke rumah nenek Siti di gang sebelah. Kamu makan siang ama makan malamnya beli aja ya.." Ucap Lina, mama Willy sambil menikmati sarapannya.
Willy yang diajak bicara hanya tersenyum dengan mulut yang sibuk mengunyah.
"Wil, kamu dengerin mama gak?" Mamanya memandang bingung pada anak bungsunya itu. Kemudian dia menoleh ke arah pandangan anaknya. Ternyata Doraemon sedang melayang dengan baling-baling bambu di televisi.
"Heh, kamu kalo nonton kartun sampe gak denger mama ngomong apa ya.." Kata mama sambil menjewer pelan telingan anaknya.
"Aduh ma, apan sih kok dijewer." Keluh Willy memegangi telinganya.
"Tauk ah, sebel mama dicuekin. Ntar kamu makannya beli aja. Mama males masak." Mama mulai jengkel dengan kelakuan anaknya.
"Iya mamaku yang paling cantik.. Jangan ngambek ya.. Nanti cepet keriput loh.. Trus pasiennya kabur semua deh.. Hahaha.. Adududuuuh ampun mah," Ledek Willy yang berakhir kesakitan karena mamanya menjewer lagi telinganya.
"Mama kok sadis sama darah dagingnya sendiri."
"Kamu tuh ya, persis kayak papa kamu. Pinter kalo nggombal." Mama pun pergi meninggalkan Willy yang masih mengusap telinganya yang memerah.
"Mah, aku habis ini ke bengkel om Rudi ya.." Willy pun membereskan piring dan gelasnya menyusul mamanya ke dapur.
Willy mulai mengambil busa dan sabun. Dia mencuci sendiri piring bekas makannya. Sejak kecil dia dibiasakan seperti itu. Meskipun dia anak laki-laki tidak serta merta dia menjadi raja. Dia tetap harus bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Kata mama itu adalah bekal untuk menjadi pemimpin rumah tangga yang baik nantinya.
"Kamu ngapain kok sering banget kesana akhir-akhir ini?"
"Iya dari pada gak ngapa-ngapain. Sekalian bantu-bantu kalau lagi rame ma. Kasian om Rudi kadang kualahan." Jawab Willy beralasan.
Sebetulnya akhir-akhir ini ada alasan lain yang membuatnya semakin sering nongkrong di bengkel omnya itu. Apalagi kalau bukan karena bunga musim semi.
"Ya udah, dari pada kamu kelayapan gak jelas. Jangan ngerepotin om Rudi ya. Titip salam buat om Rudi, bilangin minggu depan minta tolong serviskan motor mama."
"Ya elah, mama. Kan bisa telpon atau sms. Pake titip salam segala."
"Kesannya itu beda kalau kita dapet titipan salam dengan dapat telpon atau sms. Lebih mengena di hati."
"Masak bisa gitu ma?" Willy yang mendengar perkataan mamanya barusan menyunggingkan sedikit senyum di bibirnya.
"Iyalah, dulu waktu papa kamu deketin mama sering banget titip salam ke mama melalui temen-temen perawat mama. Kadang pake titip surat dan puisi juga. Awalnya sih, mama malu. Tapi lama-lama jadi nungguin, kira-kira siapa lagi yang dititipin salam sama papa kamu." Mama mulai bernostalgia sambil menyapu.
"Papa kok norak sih ma." Ucap Willy sambil tertawa. Dia tertawa untuk dirinya sendiri seakan ada yang berbisik di telinganya."Hei, Willy aku sama noraknya dengan papamu."
Willy kembali duduk sambil mendengarkan kisah mamanya. Doraemon yang jungkir balik di mesin waktu sudah kalah menarik.
"Kelihatannya emang norak. Tapi papa kamu benar-benar gigih. Padahal mama gak pernah titip salam balik. Jual mahal dong.. Waktu itu akhirnya mama keceplosan bilang salam balik ya ke Mas Catur.. Tau gak besoknya mama dapat apaan?"
"Apaan ma?" Willy semakin penasaran dengan kisah mama dan papanya.
"Mama dapat panggilan dari dokter kepala." Kata mamanya sambil melotot menggambarkan ekspresi ketegangan yang dirasakannya kala itu.
"Loh kok bisa? Mama dipecat gara-gara dapet titipan salam? Atau ketahuan kirim salam balik?" Willy mengerutkan keningnya.
"Mama udah deg-degan, padahal mama gak ngerasa berbuat salah. Tapi ternyata setelah masuk ke ruangannya, dokter kepala malah ngasi mama bunga dan coklat."
"Loh, dokter kepala naksir mama juga?" Willy semakin antusias dibuatnya.
"Yah, bukan lah.. Apa lagi kalau bukan ulah papa kamu? Gak tau tuh gimana cara ngomongnya ke dokter kepala. Sejak itu mama semakin kagum sama keberanian papa kamu. Dokter kepala itu disegani banget tapi mau-maunya dititipin bunga dan coklat sama papa kamu."
"Papa pasti girang banget titipan salamnya direspon balik sama mama. Sampe nekat kayak gitu. Trus apa kata dokter kepala ke mama?" Willy tertawa cekikikan mendengar kisah masa muda orang tuanya itu.
"Dokter kepala sampai geleng-geleng. Katanya, masak anak muda yang kasmaran kok saya yang repot. Cepet kenalin ke orang tua kamu. Biar langsung dinikahkan saja. Hehehe.. Mama sampai malu sekali rasanya. Haduuh.."
"Kok papa gak ketemu langsung aja sama mama. Ngapain titip-titip salam?" Willy mulai heran apa papanya terlalu penakut untuk mengungkapkan langsung.
"Bukan gitu. Papa kamu kerja gak kenal waktu dan mama masih tinggal di asrama waktu itu. Jadi, tiap pagi sebelum berangkat kerja dia sempetin ke rumah sakit tempat mama kerja buat titip salam, titip puisi, titip makanan buat mama. Susah mau ketemu. Paling ketemunya pas papa kamu nganterin pekerja yang cidera atau terluka karena kecelakaan kerja. Meskipun cuma titip-titip salam, tapi rasanya itu so sweet banget."
Willy melihat wajah mamanya merona. Dia ikut menyunggingkan senyum.
"Apakah semua perempuan suka ya dapat titipan salam dari laki-laki" Pikirnya dalam hati.
Mama tampak meletakkan sapu dan bulu ayam yang sedari tadi beliau pegang untuk membereskan rumah. Rumah pun sudah bersih dan tertata rapi.
"Wil.. Wil.. Kamu mana pernah dapet titipan salam dari cewek. Makanya kamu tuh gak ngerti hepi nya kayak gimana. Kasiaaaan deh.. Hehehe.."
JLEB!
Candaan sekaligus cibiran dari mamanya benar-benar menohok relung hati Willy yang terdalam. Benar, kata mamanya. Willy belum pernah mendapatkan titipan salam. Tapi dia baru saja memulainya.
...
Author's cuap:
Aduh, kok author ikut baper sih..
Papa Willy so sweet deh..
Jadi pingin dapet titipan salam juga..
Hehehe..
Makin hepi lagi kalau dapet titipan Like dan komen dari readers tercintaaah..
👍🏼🙏🏻😘
Support terus ya supaya kebaperan ini semakin merasuk ke jiwa raga..
Hehehe..
🤣
🤭
maaf lahir batin y othor....
makasih angpao lebarannya 🤭🤭🤭
kangen tau g ma update anmu..
🤗🤗🤗
eh kirain yg kecelakaan si mario Bros... ternyata eh ternyata dianya yg pingsan ngliat darah di lututnya diana 🤣🤣🤣
dibayanganku tuh... sedapppp sangatlah itu makanan
khas jajanan anak sekolah
aq syenengggg.. othor kembali up
🤗🤗🤗
🥺
kamu kemanaaaaaa???
emak miss you so much lho..
Thor... mana neehhh
dapat notif dari pentol Korea lovers
🤭💃💃💃💃
mumpung masih Syawal..
maaf lahir batin y dr emak
kamu gimana kabarnya...
udah naik berapa kilo?
😂
pertanyaan unfaedah banget...
habisnya emak sebel.. pengen makan pentol Korea belum jadi2 bikin.. nungguin kamu update jg belum nongol2 🤭
emak kangen charming nya Willy
emak kangen garangnya Diana
n emak kangen jg ma tengilnya Mario
😭😭😭😭😭😭😭😭
Hai thor...
how are you?
lg busy bikin pentol Korea buat persiapan lebaran y? 🤭
karyamu udah aq fave lho,, jadi bakalan nungguin bunyi tuing tuing tuing tuing dari kamu 🤭
semangat y 🤗😘💪
🙄