Indonesia
NovelToon NovelToon
We Are Family (Sibling'S)

We Are Family (Sibling'S)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Anak Kembar / Romansa / Mata-mata/Agen
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cosmos

4 saudara yang selalu bersama dalam menghadapi berbagai kejadian setelah orang tua mereka tiada. Bersama teman dan keluarga yang siap membantu mereka kapan saja.

Sungguh perjuangan yang berat untuk menggapai semua yang mereka inginkan. Sebuah perjuangan, untuk mencapai kesuksesan dan untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi sangatlah tidak mudah. Kisah percintaan pun mempermanis hidup mereka.




#Ini karya pertamaku
#I AM NOT PLAGIAT
#SO, Happy to Reading guys

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cosmos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 : Skill Memasak

"Miaou..." suara kucing lewat di luar balkon tidak dapat membangunkan sekelompok manusia yang masih pulas dalam tidurnya.

Terdengar juga suara burung bersahutan, sedang bernyanyi di pagi hari. Rumput hijau yang penuh dengan hamparan embun, tampak seperti berlian kecil disana.

Matahari tidak terlalu menyengat pagi ini, mungkin karena tertutup awan kali ya.

Pagi yang cerah untuk semua orang, sabtu kali ini terasa indah bagi mereka. Namun, tidak dengan double twins yang masih bergelung dengan selimut.

Banyak sekali orang berlalu-lalang di jalanan, ada yang joging dan ada juga yang main sepeda bersama.

Suara kucing ribut dan pot yang jatuh, membuat tidur damai double twins terganggu. Mereka semua terduduk kaget saat itu. Pandangan mereka sedikit linglung bercampur kosong. Semua orang yang bangun tiba-tiba pasti mengalami hal yang sama bukan.

Cukup lama keadaan mereka seperti itu, hingga suara ketukan pintu menyadarkan mereka.

"Masuk" ucap Indra yang belum terkumpul sempurna nyawanya.

"Maaf mengganggu Anda tuan muda" maaf pelayan, Indra pun melambaikan tangannya pertanda tak apa.

"Ada apa?" tanyanya.

"Maafkan saya tuan muda, sudah saatnya Anda dan saudara Anda untuk bersiap dan sarapan."

"Kenapa? Inikan hari sabtu" bingungnya, yang lain juga begitu.

"Apa tuan muda lupa? Anda sendiri yang meminta kami untuk mengingatkan Anda dan saudara Anda bila lupa" ucapnya jelas.

"Pergi kemana" tanya Gane, pasalnya ia dan lainnya tidak ingat sama sekali.

"Anda bilang, kalau akan pergi ke kediaman Mahawirya" double twins menepuk dahi mereka.

"Sekarang jam berapa?" tanya Yana.

"Hampir jam 8 nona" balas pelayan.

"Oh no" ujar mereka segera berlari menuju kamar mandi. Drama kamar mandi pun dimulai.

Sekarang sudah jam setengah 9, waktu yang lama bagi mereka untuk bersiap. Saat ini saja, mereka masih kocar-kacir di ruang ganti. Indra yang biasanya paling tenang dan yang selalu siap sedia pun, sibuk mencari topinya.

Sedangkan Kana, sedang mencari bando kucingnya. Gane yang mencari kaos kaki, dan Yana yang masih bingung pilih sepatu tak kalah hebohnya dari yang lain.

Para pelayan hanya diam menatap mereka dari pojok ruangan. Jika di panggil, mereka siap. Jika tidak, mereka akan diam.

Dua puluh menit berlalu, mereka sudah siap dari tadi dan sekarang, mereka tengah menata pakaian ke dalam tas ransel mereka. Pasalnya, saat mereka akan berangkat tadi .…

~Drrttt~drrttt~drrttt~

"Halo" sapa Indra.

"Kenapa ka?" tanyanya.

"Mama pengen kalian nginep hari ini" ucap Taka di seberang telepon.

"Nginep? Malam ini?"

"Iya, dan tanpa penolakan. Itu perintah mama" katanya sebelum Indra berniat menolak.

"Oke, kalo gitu kami siap-siap dulu" ujar Indra pasrah. Telepon pun dimatikan.

"Mama nyuruh kita nginep malam ini" jelas Indra ke saudaranya yang lain.

"Sebaiknya, kita berkemas sekarang" lanjutnya di iya kan oleh yang lain.

Sekarang, mereka berada di jalan menuju rumah Taka. Perjalanan yang di tempuh membutuhkan waktu setengah jam dengan kecepatan sedang.

Gerbang besar di buka, mobil double twins telah tiba di kediaman Mahawirya. Saat mereka turun, ada 4 orang pelayan yang menunggu mereka di depan pintu utama.

"Maaf, tuan muda dan nona muda. Ranselnya biar kami bawakan" kata salah satu pelayan.

"Dimana mereka?" tanya double twins seraya menyerahkan ransel milik mereka.

"Tuan dan nyonya ada di halaman belakang, sedangkan tuan muda Taka masih bersiap di kamarnya" ujar pelayan tersebut.

"Baik, antarkan kami ke halaman belakang" pinta Indra. Pelayan pun mengangguk.

Salah satu dari mereka memimpin jalan, sedang yang lainnya membawa ransel double twins ke kamar yang disiapkan.

Double twins tiba di halaman belakang, terlihat mama Zoya dan papa Lingga tengah menanam bunga.

"Ma, pa!" panggil double twins. Mereka berdua pun membalikkan badannya.

"Double twins!" sapa mereka riang. Double twins pun mendekati mereka.

"Mama nanam apa sih?" tanya mereka.

"Biasa, mama lagi seneng nanem bunga" ucap Zoya yang masih sibuk dengan tanamannya.

"Ohhh" ucap double twins kompak.

"Kapan kalian datang?"

"Baru saja" balas Gane atas pertanyaan Lingga.

"Biar kami bantu ya?" mama Zoya dan papa Lingga pun mengangguk.

"Dimana Taka? Kenapa tidak bersama kalian?"

"Pelayan bilang, dia masih bersiap di kamarnya" kata Indra.

"Anak itu" geram Lingga.

"Padahal kami sudah memintanya bersiap pagi tadi" lanjut Lingga.

"Sudah pa" ujar Zoya menangkan suaminya sambil mengusap lengan Lingga lembut. Papa Lingga pun tunduk.

Double twins dan orang tua Taka sibuk dengan sekop mereka. Banyak sekali tanaman yang harus mereka tanam.

Tanaman itu pun tidak main-main harganya. Cara menanamnya juga harus serba hati-hati. Salah sedikit saja, tidak akan tumbuh tanaman itu.

Zoya berniat membuat garden di halamannya. Ia juga sudah meminta seseorang untuk membuatkannya. Sekarang saja, hanya tinggal menunggu pembuatan garden nya.

Diperkirakan, orang yang akan membuat akan datang lusa pagi. Tak main-main, mama Zoya memilih untuk membuat garden yang luas dan megah. Sedikit tambahan untuk garden nya nanti.

Satu persatu bunga telah di tanam, sedang Taka terlihat dari kejauhan. "Kalian sedang apa? Apakah menanam" katanya.

"Kalau sudah tahu kenapa tanya" sinis papanya.

"Kemana saja kau?" lanjutnya.

"Hehehe" bukannya menjawab orang tuanya, Taka malah cengengesan tidak jelas. Sudah di tebak, ia sedikit malu.

"Aku akan membantu" ujarnya sengaja mengalihkan perhatian.

"Tidak perlu, hanya tinggal satu dan semua selesai" ketus mamanya tak ketinggalan. Taka merasakan kritis saat ini.

Semua orang berada di gazebo usai menanam banyak bunga dan tumbuhan. Ada berbagai macam camilan dan minuman di depan mereka.

Masing-masing dari mereka, kecuali Taka merasa sangat haus hingga menghabiskan satu gelas minuman dengan cepat.

Taka tak enak sebenarnya, karena ia tidak membantu tadinya. Jangan menyalahkannya, salahkan saja perutnya. Kenapa harus sakit tiba-tiba, membuatnya bolak-balik ke kamar mandi.

"Kenapa kau lama tadi?" tanya Lingga masih ingat. Karena sangat malu untuk mengakui yang sebenarnya. Taka pun memberi alasan yang lain. Seperti "ketiduran" katanya.

Agak masuk akal, namun sedikit aneh untuk di dengar. Tak ada yang curiga sekarang. Kembali semuanya sibuk dengan pembicaraan mereka yang lain.

Dan tentunya sambil menikmati yang sudah disediakan oleh pelayan. Suasana sekitar yang terasa sejuk dan asri menambah kenyamanan mereka dan tak mau beranjak dari sana.

Tak terasa hari semakin siang, matahari telah naik di atas kepala. Waktunya makan siang bagi mereka. Namun, ada yang berbeda dengan makan siang kali ini.

Double twins secara pribadi ingin memasak hidangan sendiri, di temani koki dan keluarga Mahawirya sebagai juri. Sudah seperti master chef saja ya.

Mereka berempat ingin mencoba sedikit skill yang mereka punya. Pilihan menu jatuh pada rica-rica ayam, sayur lodeh, perkedel kentang, sup ikan, dan pasta macaroni.

Tentu mereka tidak bisa sendiri sekarang, tubuh mereka masih terlalu pendek untuk menjangkau meja dapur. Alhasil, kursi pendek menjadi pijakan untuk mereka.

Tidak mau ketinggalan momen, orang tua Taka sudah siap dengan kamera mereka untuk merekam. Siapa tahu akan jadi kenangan manis nantinya.

Double twins dan pelayan sudah mulai memasak sekarang. Kamera pun di nyalakan. Pandangan dan tindakan double twins terlihat sangat serius saat memasak.

Namun pandangan Taka tidak bisa di alihkan dari sosok malaikat manis di depan mata. Tidak ada yang tahu tindakannya, semua orang sibuk dengan hal mereka masing-masing.

Satu persatu menu makanan telah jadi, hingga 1 jam terlewati hanya untuk memasak. Semua hidangan yang di pilih, sudah tertata rapi di atas meja. Lengkap dengan piring dan segelas air putih untuk masing-masing orang.

Mata semua orang berbinar, tidak sabar mencicipi hidangan yang terlihat lezat itu. Dari segi penampilan dan aroma, sudah dipastikan kalau itu semua akan terasa sangat lezat.

Dengan perut lapar dan tak sabar, mereka mengambil nasi sendiri saat ini dan mulai berebut untuk mengambil menu makanan di meja.

"Enakkkk" batin mereka. Double twins juga tidak menyangka, kalau masakan mereka akan terasa sangat enak sekarang.

Padahal sebelumnya, masakan mereka akan selalu terasa kurang. Kadang kurang garam, kadang juga kurang matang. Semua orang makan dengan hikmat tanpa pembicaraan.

1
Winda Utami
Komentarku mendarat untukmu Thor!! Seneng banget bisa baca cerita ini~
WillofWashington
Ampun pala eike pusing mak, menunggu lanjutannya bikin galau~
ruby sunn
Ceritanya seru banget thor! Enak ya Thor bisa keliling dunia dalam khayalan. Aku mah apa atuh belum bisa nulis apa-apa :(
Cosmos: Ayo dong!!
kamu pasti bisa!
total 1 replies
Eli Usada
Udah aku masukin ke rak buku dong~ Aku tinggalin jejak komen juga di sini biar author semangat~~
champagnefabulous
Malesnya aku jadi senyum-senyum sendiri baca ceritanya thor.. daku tunggu nextnya
HotBabe
wahh kakak author .ini novel keren aku suka. ya meskipun belum selesai aku baca nya . tapi asli keren . nyesel dah pokoknya kalau udah baca gak diselesaiin. semangat ya kak😊😊
Cosmos: Makasih🤗
Tetap dukung author yaa..
total 1 replies
Mulya Damanik
Author lagi semangat ngapain nih? Kalau aku sih lagi semangat baca karya2 author dan nunggu kelanjutannya
Cosmos: Lagi semangat ngejar jodoh nih, gak tau nyasar kemana...
total 1 replies
Cosmos
Untuk saat ini, selagi author update, author juga akan merevisi sedikit yang sekiranya butuh untuk di revisi.

tetap dukung author Cosmos dengan cara like, komen, dan follow ya! ikuti terus perjalanan double twins di kehidupannya
😗😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!