[ Informasi Singkat Novel Ini Dan Beberapa Kelebihannya ]
1. Tentang Perjalanan Dua Takdir Vans.
2. Karakter Super Naif, Bodoh, dan Tidak Peka
3. Cerita Fantasi Dengan Plot Klise Standar Template Pada Umumnya.
4. Alur Cerita Super Lambat, Bertele-tele dan Penuh Narasi Panjang
5. Per Bab 1000-2000 Kata, Dengan Setiap Paragraf 30-50 Kata, Penuh Typo dimana-mana
6. Akan Di Usahakan Update 3 Bab Perhari
7. Author Pemula Di Antara Para Pemula
Author : Kucing Manis ( Kimi )
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kucing Manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertarungan Kematian
Bamm!*
Suara benturan menggema di seluruh ruangan dungeon setelah tubuh milik Vans membentur dinding yang ada di belakangnya dengan kecepatan yang sangat tinggi, dinding di belakangnya sendiri retak karena tak mampu menahan tekanan benturan dari tubuh milik Vans, sedangkan Vans sendiri siapa sangka ternyata dia masih bisa selamat dengan serangan sebesar itu
"Uhuukk... Sial" gerutu Vans sambil membenarkan postur tubuhnya setelah terkena serangan, beberapa bagian dari tubuhnya masih bisa merasakan efek rasa sakit meskipun dia mempunyai kemampuan pengurangan rasa sakit, itu semakin membuktikan seberapa kuat serangan yang Vans terima saat ini, bahkan dari pemikirannya sendiri mengatakan kalau serangan yang dia terima saat ini adalah serangan paling kuat sejak berada di dunia ini.
"Bagaimana rasanya sapaan pertamaku, apakah itu terlalu buruk untukmu?" bertanya seorang pria yang berdiri tak jauh dari posisi Vans sekarang, dari bentuk suaranya dia adalah seorang pria, memakai jubah berwarna hitam dan sebuah topeng hitam dengan garis putih menutupi mukanya.
Dia adalah orang yang di temui oleh Vans setelah memasuki ruangan terakhir dari dungeon ini, saat pertama kali melihatnya Vans sudah bisa langsung merasakan kalau pria misterius yang ada di depannya sangatlah kuat dan mempunyai niat membunuh yang sangat tinggi kepadanya, Vans sendiri juga tak tau kenapa ada orang lain selain dirinya di dungeon ini.
"Itu sapaan yang sangat buruk untuk orang yang baru pertama kamu temui!" berkata Vans kepada pria itu sambil menyilangkan pedangnya, energi sihir seketika meluap dari dalam tubuhnya, membuat seluruh tubuhnya seolah terasa kembali terisi penuh dengan energi sihir, itu memperkuat setiap sendi dan otot milik Vans .
"*Wuush...."
"*Dentang"
Dengan kecepatan tinggi pria itu kembali menyerang ke arah Vans, dua dagger hitam berbenturan dengan dua pedang besar milik Vans, tidak seperti sebelumnya, sekarang Vans mampu merespon serangan yang di arahkan kepadanya dengan lebih baik, dia sudah bisa memperkirakan momentum serangan yang mengarah kepadanya dengan peningkatan persepsi skala tinggi, ini pertama kalinya juga bagi Vans meningkatkan persepsi semua inderanya ke titik tertingginya, dan membuat otaknya bekerja lebih cepat dari sebelumnya.
[ Panah api ]
[ Panah api ]
Sambil menahan serangan pedang yang saling terkunci, sepuluh panah api sudah terbentuk di samping kepala Vans, itu langsung meluncur cepat ke arah wajah pria itu, meskipun di arahkan dari titik terdekat tapi pria itu tetap dapat menghindarinya dengan membuat perpindahan menggunakan sihir bayangan miliknya.
Ini adalah pertarungan kecepatan tinggi di antara dua orang dengan dua jenis senjata yang berbeda dan dua jenis sihir yang berbeda pula, pria dengan topeng hitam menggunakan dua dagger dan sihir kegelapan sebagai sihir pamungkasnya, di sisi lain Vans menggunakan dua pedang besarnya dan sihir serangan apinya sebagai sihir pamungkasnya, ini juga bisa disebut sebagai pertarungan yang menggunakan kombinasi antara sihir dan senjata secara bersamaan.
"*Bamm..!
"*Bomm...!
Suara ledakan menggema di seluruh ruangan dungeon akibat dua sihir yang saling bertabrakan, setelah pria itu melakukan langkah mundur, tanpa menunggu lama Vans langsung mengirimkan serangan balik berupa rentetan panah api yang tak terhitung jumlahnya, tapi pria itu dengan ringan mampu memblokir dan membelokkan serangan dari Vans, membuat beberapa pilar besar yang ada di setiap sisi tembok ruangan ini hancur akibat terkena pantulan serangan sihir milik Vans.
Ini adalah ruangan dengan luas yang sama dengan ruang kristal sebelumnya, bedanya di sini tidak ada kristal sihir sama sekali, hanya ada sebuah pilar putih setinggi tiga meter yang berdiri di setiap sisi tembok dungeon, sedangkan di ujung ruangan ada dua pintu ganda berukuran besar berwarna merah dengan ornamen berbentuk serigala di masing-masing daun pintunya, dan saat ini pintu itu dalam keadaan tertutup.
Vans saat ini masih terus mengirimkan serangan sihir dari jarak jauh, Vans saat ini juga tau kalau orang yang di hadapinya sekarang adalah orang yang sangat kuat dan mempunyai rasa membunuh sangat tinggi, itu juga membuat Vans bertarung dengan niat membunuh tanpa ragu, ini akan menjadi pertempuran kematian di antara dua orang.
"Siapa kamu, kenapa kamu bisa ada di dungeon ini?" Bertanya Vans kepada pria itu sambil terus memberikan serangan sihir api ke arahnya.
"Hahahaha.... aku yang seharusnya bertanya kepadamu, kenapa kamu bisa sampai kesini?! ini adalah ruangan rahasia yang tak semua orang bisa masuk kesini" berkata pria itu sambil terus memblokir serangan beruntun dari Vans, serangan panah api dengan kecepatan tinggi selalu bisa diblokir dan di belokkan dengan sempurna seolah itu hanyalah sebuah serangan kecil biasa.
Vans tidak mengerti apa yang dikatakan oleh orang itu, apa yang di maksud dengan ruang rahasia oleh orang itu, yang Vans tau kalau tempat ini hanyalah sebuah dungeon biasa, hal lain yang menggangu pikiran Vans adalah kenapa tiba-tiba ada orang selain dirinya di dalam dungeon ini, dan dia bilang kalau ini adalah sebuah tempat rahasia.
Hal lain yang menjadi pertanyaan Vans adalah sejak kapan orang ini masuk dungeon, Vans bahkan berkemah di dekat pintu masuk dungeon, tapi dia sama sekali tidak melihat ada orang yang masuk ke dalam dungeon selain dia dan kelompok petualang yang bersamanya, dia berfikir apakah dia sudah berada di sini sebelumnya, ataukah ada pintu lain dari dungeon ini, banyak hal yang ingin ditanyakan oleh Vans, tapi itu jelas tak mungkin untuk bertanya kepada orang yang ingin membunuhnya.
"Aku hanya perlu membunuhmu karena kamu sudah berani masuk sampai ke sini" pria itu semakin mempercepat langkahnya dan terus menghindari rentetan serangan sihir yang mengarah kepadanya, sekarang sorot mata merahnya yang tersembunyi di balik topeng hanya terfokus untuk segera membunuh Vans.
"* Wuush..."
"* Slaash..."
Dengan seketika pria itu langsung berada satu inci di hadapan Vans, kedua wajah mereka berhadapan tapi Vans merasa lebih tertekan dengan aura membunuh yang tepat berada di depannya.
[ Shadow Solidification ]
"*Sreeet.."
"Aaaah.."
Dengan reflek cepat Vans melakukan langkah mundur setelah tiba-tiba dagger yang dimiliki orang itu memanjang diselimuti oleh kegelapan, itu langsung mengarah ke bagian lehernya Vans, yang membuat bagian lehernya Vans sekarang mengalami sedikit sayatan, dan ada sedikit darah segar menetes dari lehernya Vans, Vans akan benar-benar kehilangan kepalanya kalau dia tidak segera melakukan langkah mundur, dia merasakan seolah kematian sudah di ujung lehernya.
Sepasang dagger pendek yang sebelumnya di pegang oleh pria bertopeng itu sekarang sudah berubah menjadi dua sabit hitam panjang, Vans tidak mengira kalau senjata itu bisa bertransformasi, justru Vans baru pertama kali ini melihat jenis senjata seperti itu.
"Hahaha... hebat juga reflekmu, bisa menghindari serangan itu" Berkata pria itu sambil membuat sebuah serangan sihir ke arah Vans.
[ Dark Bullet ]
[ Dark Bullet ]
Rentetan bola hitam sekarang menyerang ke arah Vans secara beruntun dengan kecepatan tinggi, dengan reflek cepat Vans membuat panah api untuk menghalau semua serangan yang mengarah kepadanya, dua sihir berbenturan di udara membuat suara ledakan menggema di seluruh ruangan.
Vans semakin memperbanyak serangan sihirnya, sekarang Vans membuat dua serangan sihir dengan dua atribut berbeda, serangan sihir api dan angin secara bersamaan mengarah ke pria itu, beberapa serangan sihir milik vans berhasil melewati sihir kegelapan milik pria itu dan langsung mengarah kepadanya, dan terpaksa pria itu membuat sebuah perisai hitam yang mengelilingi tubuhnya untuk melindungi serangan sihir dari Vans.
Memanfaatkan kondisi itu Vans langsung melesat ke tempat pria itu, Vans memperkuat seluruh tubuhnya dengan energi sihir dan juga memperkuat pedangnya dengan atribut api, membuat pedangnya berwarna merah menyala di selimuti dengan api, lalu vans menghujam dengan keras secara vertikal ke arah pelindung pria itu.
"*Duaarr"
Suara ledakan besar menggema ke seluruh ruangan, membuat pelindung pria itu hancur dan membuatnya terlempar beberapa meter ke belakang akibat benturan dua sihir yang berbeda.
"Sebenarnya siapa kamu, bisa membuat serangan sihir sebesar itu, wajahmu itu dan juga warna rambutmu, ahh...aku ingat sekarang, kamu mirip seperti pangeran kedua Fostia, mungkin hanya penampilanmu yang sedikit berbeda, tapi aku rasa itu tak mungkin, karena dia sudah mati di tangan kami!" berkata pria itu sambil memandang ke arah Vans, dia sendiri tidak terluka meskipun sudah terlempar beberapa meter.
"Apa maksudmu? apa yang kamu ketahui tentang pangeran kedua Fostia?" mendengar perkataan Pria itu membuat Vans tidak dapat menahan untuk tidak bertanya kepadanya, kenapa dia bisa tau mengenai Edvans, apa hubungan pria itu dengan Edvans.
"Dia hanya pengganggu buat rencana kita, kerajaan Fostia akan menjadi pusat kendali rencana kita , lagipula ini juga bukan urusanmu, karena kamu juga akan mati sekarang" energi gelap semakin memenuhi seluruh tubuh pria itu, kekuatannya meluap lebih besar dari sebelumnya, dengan cepat dia membuat sebuah tebasan ke arah Vans.
"Hahaha.... dimana kekuatanmu yang sebelumnya" Pria itu terus menyerang dengan cepat ke arah Vans dengan kedua sabit besarnya, membuat posisi Vans sekarang semakin terdesak.
Langkah Vans juga semakin berat karena energi sihirnya yang telah terkuras cukup banyak karena membuat serangan sihir secara terus-menerus, sedangkan untuk pria itu mungkin ini adalah energi sihir terakhirnya juga, saat ini dia mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk bisa membunuh Vans.
"*Dentang.."
Kedua senjata saling berbenturan kembali, Vans membuat sebuah dorongan balik dengan sihir angin, membuat tubuh pria itu akhirnya terhempas beberapa meter ke belakang, dengan cepat Vans membuat sihir bola cahaya berukuran sangat besar di atas kepala pria itu, ini adalah serangan sihir terkahir milik Vans, Vans memasukkan semua energi sihirnya ke dalam bola cahaya itu, lalu mengarahkan sihir bola cahaya berukuran besarnya ke arah pria itu yang sedang dalam posisi goyah.
"*Duaaar..."
Sebuah ledakan besar terbentuk berbarengan dengan sebuah kilatan cahaya yang menyilaukan mata, pria itu masih tetap hidup meskipun sudah menerima ledakan sihir cahaya sebesar itu, bahkan area sekitarnya sudah terbentuk seperti sebuah kawah dengan dia sebagai titik pusatnya, meskipun pria itu masih hidup tapi tubuhnya di penuhi luka dan dia menopang tubuhnya dengan senjatanya agar bisa tetap berdiri, dia tidak mau menyerah untuk tetap hidup, dengan cepat Vans melesat ke arah pria itu lalu membuat tebasan ke bagian vital dari pria itu.
"*Dug.."
Kepala pria itu terjatuh dan menggelinding tepat di bawah kaki Vans.
"Bruakk...."
Sedangkan tubuh Vans juga ambruk karena hampir kehabisan energi sihir, dia masih hidup meskipun tubuhnya sekarang sangat kelelahan.
Just saran.
SEMANGATTTTTTT