Pantas saja dia tak diharapkan dan dibenci oleh keluarganya. Ternyata dia adalah anak yang lahir dari rahim orang ketiga.
Mutiara Anjani, Seorang gadis yang selalu terlihat kuat dihadapan orang lain. Tiada yang tahu bahwa gadis itu menyimpan rasa sakitnya seorang diri. Semua tertutup oleh sikapnya yang ceria dan terkadang angkuh itu.
Semua orang yang pernah dekat dengannya menjauh perlahan karena hadirnya orang baru termasuk sahabatnya sendiri. Dia menjadi sendiri, Hingga seorang pria hadir menjadi pendukungnya serta satu-satunya pria yang berjanji akan selalu menjaganya sampai nanti.
••••••
"Aku selalu merasa sendiri, Aku ingin melupakan segalanya dan tidak ingin mengingat rasa sakit ini lagi.." Mutiara Anjani.
"Tapi perlu diketahui, Bahwa akulah yang akan menjagamu sampai nanti.." Muhammad Al Ghazi Maulana...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hampir Dilecehkan
Tok
Tok
"Masuk..
Seorang pria masuk kedalam ruangan Galih. Pria yang seumuran dengannya itu datang dengan membawa beberapa berkas ditangannya.
Pria itu bernama Iqbal, Asisten Galih sejak pria itu masih muda dulu. Iqbal juga termasuk pria yang tahu sepak terjang Galih serta kisah percintaan pria paruh baya yang menjadi bosnya itu.
"Tuan..
"Apa itu?
"Ini adalah surat pengalihan seluruh harta termasuk perusahaan ini pada Nona Mutiara.." Galih menatap pria itu sejenak..
"Bawa kemari.. " Iqbal pun membawa surat resmi namun belum ditandatangani itu pada Galih sang Tuan.
"Tuan...
"Ya, Ada apa?
"Anda yakin ingin mengalihkan harta serta perusahaan ini atas nama Nona Mutiara..?" Galih menghentikan pergerakannya. Ia membuka kacamata bening yang sejak tadi ia pakai itu.
"Aku yakin.. Kau laksanakan saja perintahku Iqbal.. " Iqbal mengangguk. Pria itu menyerahkan sebuah dokumen lain dihadapan Galih.
"Kalau Tuan Robin dan Nyonya Mahima tahu, Apa mereka tidak murka Tuan?" Galih bersandar dikursi kebesarannya.
Ya, Perusahaan dan seluruh harta yang dulu ada dalam kuasaan orangtuanya telah jatuh pada Galih. Yang artinya semuanya Galih yang mengatur termasuk mengalihkan harta sekaligus perusahaan ini pada Putrinya.
Keputusan mengalihkan seluruh harta dan perusahaan ini atas nama Mutiara memang hanya Keputusannya sendiri saja. Tanpa ada izin atau musyawarah dari kedua orangtua maupun Diandra. Toh perusahaan ini sudah sah menjadi miliknya. Terserah dia mau diapakan..
"Untuk Papa dan Mama.. Itu akan menjadi urusanku nanti.. Yang penting kau tulis saja dulu apa yang perintahkan kemarin..
"Kalau Nona Tiara mendapatkan warisan, Lalu Tuan Atta bagaimana?.." Galih tersenyum..
"Anak yang hadir diluar pernikahan.. Nasabnya ada pada Ibunya Iqbal, Bukan pada ayahnya.. Atta tidak berhak mendapatkan harta warisan dariku. Melainkan dari Diandra. ." Ya, Jangan lupakan satu hal. Atta, Pria yang selalu menganggap Mutiara anak dari seorang wanita mura-han. Nyatanya Anjani melahirkan anak yang secara sah.
Galih mengakad Anjani sebelum pria itu benar-benar menyentuh wanita yang cintainya itu. Jauh berbeda ketika Galih menyentuh Diandra dulu.
Malam itu Galih dijebak karena Diandra telah memasukan obat perang-sang kedalam minumannya. Saat menikahinya pun Diandra tengah hamil Atta yang pada saat itu usia kehamilannya masih berusia satu bulan.
"Mutiara adalah anak sah, Bukan anak haram seperti yang keluargaku katakan. Ketika menikah nanti, Akulah yang menjadi walinya. Bukan wali hakim..
"Lalu ini bagaimana Tuan? Apakah saya harus menghubungi pengacara sekarang untuk..
"Tunggu sebentar lagi. Mutiara ku berhak mendapatkan semuanya.." Ya, Walaupun ini memang resiko, Tidak apa-apa. Yang penting Galih harus memberikan hak putrinya. Karena Mutiara lah pewaris yang sesungguhnya meski seorang wanita.
"Tuan, Ini tentang calon menantu anda.. Tunangan Nona, Dia benar seorang bodyguard?" Galih mengangkat salah satu sudut bibirnya.
"Ksu curiga padanya?
"Tidak.. Hanya aneh saja.. Benarkah dia itu seorang bodyguard atau bukan?
"Memang Bukan.." Iqbal terkejut..
"Lalu?
"Lalu? Dia seorang Tuan muda yang sedang gabut mungkin. Makanya jadi bodyguard.." Ucap Galih yang sebenarnya sudah tahu sejak awal. Lagipula, Bodyguard mana yang sanggup punya mobil pribadi mewah seperti yang dimiliki Ghazi. Selain itu, Galih juga pernah bertemu dengan Ghazi sebelumnya disalah satu acara penting.
"Pantas saja.. Bodyguard mana yang bisa membeli perhiasan mahal..
"Itu kau tahu...
"Tapi Tuan..
Ddrrttt...
Ponsel yang berada diatas meja milik Galih bergetar. Nama Ghazi terpampang dilayar benda pipih itu. Dari pria itu mengernyit? Kok tumben Ghazi menelfon nya..
"Halo..
"Tuan.. Saya sekarang ada didepan kantor anda.. Turunlah. Mutiara dalam bahaya..
Deg!
"Apa? A.. Aku akan segera kesana.."
...****************...
Mendengar kalau putri satu-satunya dalam bahaya, Tanpa mengatakan apapun lagi Galih langsung menemui Ghazi yang telah menunggunya dibawah.
Pria paruh baya itu langsung masuk kedalam kendaraan roda empat itu bersama Ghazi yang siap untuk mengemudi menuju ketempat Mutiara berada.
"Pasang sabuk pengamanannya Tuan.. Karena saya akan ngebut kali ini.." Galih menuruti apa kata pria yang merupakan calon menantunya ini.
Galih tidak banyak tanya, Kenapa bisa Mutiara dalam bahaya, Dan dimana sekarang anak gadisnya itu. Yang penting sekarang ia percaya pada Ghazi bahwa pria itu bisa menjaga Mutiara nya dengan baik.
"Maafkan saya, Saya teledor kali ini. Tadi saya sempat ketiduran, Pas saya terbangun menunggunya pulang. Mutiara tiba-tiba saja menghilang dari kampus. Saya cari dia kemana-mana, Tapi tidak ada.." Jujur Ghazi sangat merasa sangat bersalah sekali.
Dia mengaku salah karena rasa lelahnya membuatnya tertidur sebentar. Andai dia ikut masuk kedalam mungkin Mutiara baik-baik saja.
Mutiara menghilang dan lokasi yang menunjukkan tengah berada didalam sebuah tempat asing. Yakin seratus persen bahwa Mutiara diculik kali ini.
Entah lewat mana para penculik itu membawa Mutiaranya. Yang jelas semua ini sudah direncanakan dengan mapan. Bagaimana bisa Mutiara dibawa pergi tidak ada orang yang tahu. Sementara tempat itu adalah kampus dimana tempat yang tak pernah sepi terlebih disiang hari.
"Jangan menyalahkan dirimu sendiri Ghazi.. Yang penting sekarang kita harus menemukan keberadaan putriku dan menyelamatkannya sekarang...
Bayang-bayang Anjani yang ia lihat dalam kondisi tidak bernyawa diruang operasi membuat Galih merasa trauma. Wajah cantiknya yang pucat itu masih terbayang-bayang sampai sekarang.
Dan semua adalah kelalaian nya dalam menjaga wanita yang ia cintai itu. Untuk kali ini, Galih tidak ingin hal yang serupa terjadi lagi. Cukup Anjani saja yang meninggalkan nya, Putrinya harus selamat.
Mobil sport mewah tersebut melaju dengan kecepatan yang begitu tinggi. Ghazi melewati jalan pintas agar cepat sampai ketempat itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Byyuuurr!!
Mutiara langsung terbangun begitu sebuah air menghantam wajahnya. Mata gadis itu mulai mengerjab dan perlahan terbuka, Ia setengah bingung. Ada dimana dia sekarang?
"Aku.. Aku ada dimana?" Mutiara melihat sekeliling tempat itu. Tempat yang tak pernah Mutiara kenal sama sekali, Tempat yang sedikit kumuh yang kemungkinan ini adalah tempat berupa kamar yang tidak terpakai.
Mutiara menggerakkan tubuhnya, Namun tidak bisa. Dia duduk disebuah kursi dengan kondisi terikat.
"Ini? Ini kenapa?" Mutiara terus menggerakkan tubuhnya tapi tetap tidak bisa.
"Toloooong! Tolooong..." Pekik Mutiara. Hingga dia mulai sadar, Kalau ditempat itu dia tidak sendiri.
Dihadapannya, Tiga orang pria bertopeng berdiri dari tempat yang tidak jauh dari dirinya berada. Jantung Mutiara mendadak berdetak tak karuan.
Mutiara tidak tahu siapa mereka yang pasti saat ini tengah ketakutan sekali.
"Ka.. Kalian siapa?" Tanya Mutiara begitu tiga pria itu mendekat..
Belum juga terjawab pertanyaannya. Satu orang pria berjas rapi kembali muncul. Sama seperti tiga pria lainnya, Satu pria ini juga memakai topeng.
"Kalian siapa? Lepasin aku!!!
Pekik Mutiara dengan suara yang bergetar. Sungguh dia merasa ketakutan sekali sekarang. Dia diculik dan pelakunya cukup banyak.
Satu pria yang muncul belakangan tadi menggerakkan jarinya seolah memberikan kode pada tiga pria lainnya. Satu orang diantara tiga pria lainnya mendekati Mutiara untuk melepas ikatannya.
"Sudah..
Pria berjas bertopeng itu kembali memberikan kode. Tiga yang lainnya langsung beraksi. Tiga pria itu membawa Mutiara ke atas tempat tidur lusuh yang berada sana.
"Kalian mau apa! Lepas!! TOLOONG! TOLOOONG!!!
Mutiara berteriak seraya berontak. Ia harus lawan orang-orang ini dan segera kabur. Tapi ditempat ini hanya dia wanita seorang diri. Dan sepertinya Mutiara tidak akan mampu melawan.
"TOLOOONG!!
Bugh!
Salah satu dari tiga pria itu berhasil Mutiara tendang. Pria itu murka, Dia kembali mendekati Mutiara kemudian menampar wajah cantik itu berulang kali.
PLAAAK
PLAAAK
PLAAAK!
Sementara pria berjas itu hanya diam berdiri menyaksikan. Menonton Mutiara yang tengah melawan seorang diri itu.
"Lepas! Pergi kalian! Pengecut kalian! Banci!!..." Teriak Mutiara seraya memaki mereka.
"Tenang saja Nona.. Kita gak ngapa-ngapain kok. Kita cuma mau main-main aja... Hahahaha...
Salah satu pria bertopeng meraba paha Mutiara, Gadis itu menggelengkan kepalanya. Tidak! Dia hendak dilecehkan.. Kalau sampai semua itu terjadi, Dia akan menjadi wanita yang paling kotor.
"Kalian nikmati saja dia...
Deg!
Mutiara langsung menatap pria berjas bertopeng yang sejak tadi hanya berdiri saja itu. Suara itu, Suara itu Mutiara sangat mengenalnya.
Walaupun wajahnya tertutup oleh sebuah topeng, Namun suara tersebut membuat Mutiara yakin bahwa pria itu adalah dia. Bertahun-tahun Mutiara bersamanya, Mustahil kalau ia tidak kenal..
Mata Mutiara beralih menatap pergelangan tangan pria tersebut. Dipergelangan tangannya terdapat gelang yang sangat Mutiara kenal.
"Kamu? Kenapa kamu bisa setega itu....
Mutiara tak peduli pada tiga pria yang mencoba melecehkannya. Ia seolah pasrah sekarang, Tatapan matanya tak lepas dari pria bertopeng yang berdiri bersedekap dada itu dengan tatapan penuh kecewa yang mendalam..
"STOP!" Titah pria berjas tersebut pada tiga orang bertopeng tadi. Ketiganya pun langsung berhenti
"Kenapa bos?
"Kalian...
BRAAAK!
•
•
•
TBC
..... Hayooo.. Kira-kira siapa pria itu? Ada yang bisa menebaknya?
😏😏😏 ,,
semoga ghazi bisa cepat menemukan mutiara ,
lanjut thor ditunggu kelanjutannya, semangattttt💪💪