Indonesia
NovelToon NovelToon
Sistem Permintaan Tak Terbatas

Sistem Permintaan Tak Terbatas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:18.6k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Alex hanyalah karyawan biasa—bekerja keras, sering diinjak, dan tidak pernah dianggap. Sampai suatu malam, hidupnya hancur dalam sekejap oleh orang-orang yang seharusnya dia percaya.

Di titik paling rendah dalam hidupnya, Alex menemukan sesuatu yang mengubah segalanya: sebuah sistem misterius yang bisa mengabulkan permintaan apa pun.

Tidak ada batas kekayaan. Tidak ada batas kekuatan. Hanya satu syarat—dia harus terus menyelesaikan misi untuk mendapatkannya.

Namun kekuatan tanpa batas punya harga yang tidak terlihat. Perlahan, pria yang dulu selalu menunduk itu mulai berubah menjadi seseorang yang bahkan tidak dia kenali sendiri.

Dan orang-orang yang pernah menghancurkan hidupnya akan segera tahu, bahwa yang mereka injak dulu... tidak akan pernah lagi bisa mereka injak sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Malam itu, di sebuah ruang pertemuan kecil di lantai atas sebuah restoran mewah yang jauh dari keramaian kota, Ibu Ratna duduk berhadapan dengan seorang pria berusia lima puluhan yang mengenakan setelan jas gelap tanpa dasi, wajahnya tenang namun matanya menyimpan sesuatu yang jauh lebih dingin dari sekadar ketenangan biasa.

"Aku dengar dari orang-orangku, serangan tadi siang gagal total," pria itu berkata, suaranya rendah, hampir seperti berbisik meski ruangan itu kosong kecuali mereka berdua. "Bahkan pemimpin kelompoknya sendiri sekarang berbalik memihak targetmu."

"Itu sebabnya aku menghubungimu, Om Yusuf," Ibu Ratna menjawab tenang, jarinya memutar gelas anggur di depannya tanpa meminumnya sedikit pun. "Anakku terlalu gegabah. Dia pikir uang dan sekelompok preman jalanan cukup untuk menyingkirkan masalah sebesar ini."

Om Yusuf tersenyum tipis, senyum yang tidak menyentuh matanya sama sekali. "Dan menurutmu, orang macam apa yang bisa menyingkirkan masalah seperti ini?"

"Orang yang tahu cara bekerja tanpa meninggalkan jejak," Ibu Ratna menjawab, menatap lurus ke mata pria di hadapannya. "Aku sudah dengar reputasimu. Kau tidak pernah gagal, dan yang lebih penting, namamu tidak pernah muncul di berita mana pun."

Om Yusuf menyandarkan tubuhnya ke kursi, tangannya terlipat di dada. "Tapi kali ini kau tidak cuma minta aku menyingkirkan satu orang. Kau minta aku menghancurkan sebuah perusahaan yang sedang naik daun, tanpa membuat keluargamu terlihat terlibat sama sekali."

"Apa itu masalah?"

"Bukan masalah," Om Yusuf menjawab, senyumnya melebar sedikit. "Cuma lebih mahal."

Ibu Ratna mengeluarkan sebuah amplop tebal dari dalam tasnya, meletakkannya di atas meja tanpa sedikit pun ragu. "Ini baru permulaan. Kau akan dapat lebih banyak lagi kalau perusahaan itu bertekuk lutut dalam waktu dua minggu."

Om Yusuf mengambil amplop itu, membukanya sejenak untuk memeriksa isinya, lalu mengangguk puas. "Dua minggu itu waktu yang wajar, kalau kita main dengan benar. Bukan main kasar seperti anakmu, tapi main halus—reputasi, kepercayaan publik, sertifikasi, rantai pasokan. Orang tidak perlu babak belur untuk hancur, Bu Ratna. Kadang cukup dibuat tidak dipercaya lagi oleh dunia."

Ibu Ratna tersenyum tipis untuk pertama kalinya sejak pertemuan itu dimulai. "Itu yang aku suka darimu."

"Satu syarat," Om Yusuf berkata, suaranya berubah lebih serius. "Anakmu tidak boleh tahu aku terlibat. Kalau dia sampai bicara sembarangan seperti kemarin, bisa berabe buat kita berdua."

"Daniel tidak akan tahu apa-apa," Ibu Ratna menjawab tegas. "Ini urusanku sendiri sekarang."

Om Yusuf berdiri, merapikan jasnya, lalu mengulurkan tangan yang disambut oleh Ibu Ratna dengan jabatan singkat dan tegas.

"Aku akan mulai besok pagi," Om Yusuf berkata sebelum berbalik menuju pintu. "Kau akan lihat, cara kerjaku jauh lebih rapi dari sekelompok preman jalanan."

Sebelum benar-benar pergi, dia berhenti sejenak di ambang pintu, menoleh sedikit tanpa membalikkan seluruh tubuhnya. "Satu lagi, Bu. Kalau ada yang bertanya soal pertemuan malam ini, kita berdua cuma membahas investasi properti. Itu saja."

Ibu Ratna mengangguk singkat, tidak perlu diberi tahu dua kali soal pentingnya menjaga cerita tetap konsisten.

Setelah pria itu pergi, Ibu Ratna duduk sendirian di ruangan itu, menatap keluar jendela ke arah lampu-lampu kota yang berkelap-kelip di kejauhan. Dia mengeluarkan ponselnya, membuka galeri foto lama—sebuah foto keluarga dari bertahun-tahun lalu, sebelum semua kekacauan ini dimulai, sebelum nama Hartono terancam oleh seorang pemuda yang dulu tidak pernah dianggap sebagai ancaman oleh siapa pun.

Dia menghapus foto itu dari layar, memasukkan ponselnya kembali ke tas, lalu berjalan keluar ruangan dengan langkah yang jauh lebih mantap dari saat dia datang.

Di lobi restoran, sopir pribadinya sudah menunggu di dekat pintu, membukakan pintu mobil begitu melihat Ibu Ratna mendekat. Dalam perjalanan pulang, dia tidak sekali pun menyentuh ponselnya untuk membalas beberapa pesan dari Daniel yang menanyakan ke mana dia pergi malam itu. Dia justru menatap keluar jendela, memikirkan bagaimana caranya menjaga agar anaknya sendiri tetap merasa memegang kendali, padahal sejak malam itu, kendali yang sesungguhnya sudah berpindah sepenuhnya ke tangannya.

Sesampainya di rumah, dia melewati kamar Daniel yang pintunya masih terbuka sedikit, cahaya televisi berkedip dari dalam. Dia tidak berhenti untuk menyapa, hanya melanjutkan langkah menuju kamarnya sendiri, pikirannya sudah jauh melompat ke rencana-rencana yang akan dia jalankan dalam beberapa hari ke depan.

1
Israel
alah bct kwontol. tinggal minta semua kebohongan daniel terungksp di public apasusah nya sih. author alay bau kencur pmo otak isekai. halu 100%
Israel
tlol bet kenapa ga minta regenerasi tanpa batas?
Israel
Tlol
Leonardo Akob
Saya suka baca Novelton
Anonim
bodoh mc nya buat aja permintaan uang tidak terbatas unlimited
Israel: Bullshit
total 5 replies
Ria Gazali Dapson
kasian alex , bertubi² cobaan nya
Syahraman [Hiatus]
pergi ke isekai
Israel: bct lu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!