update Selasa, kamis, sabtu.pukul 15.00 Waktu Indonesia Barat
Pedro Manuel Allesandro adalah putra seorang bos besar asal Madrid,Spanyol yang jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Naydelin yang seorang gadis smu usia 16 tahun asal Jakarta,Indonesia.
Mereka bertemu di dunia maya melalui game online dan tak sengaja suatu hari mereka di pertemukan di dunia nyata dan ternyata Pedro ini teman dan juga tetangga Kakak sepupunya Naydelin.
Bagaimana kisah perjalanan cinta Pedro selanjutnya ikuti saja di novel kerenku?Jangan lupa untuk favorit,like,komentar,rate 5,vote and share.Terimakasih.
Bagaimana kisahnya? Yuk ikuti di novel ku.. Jangan lupa untuk favorit, like, komentar, vote, rate 5 and share. TERIMAKASIH 🙏💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Slyterin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Perasaan hati Naydelin tampak tak menentu pada saat dirinya melangkah masuk ke ruangan rumah mewah milik keluarga besar Hermanto yang amat tertutup bagi siapa pun jua.
Naydelin memandang gugup kepada seorang pria tua yang duduk di kursi roda ,pria paruh baya yang duduk berdampingan dengan seorang wanita usia tiga puluh delapan tahun yang di duga oleh gadis itu adalah Akong,Papa dan Mamanya Pedro.
" Selamat pagi kepada Tuan Besar Leo Hermanto , Tuan Besar Rudi Hermanto dan Nyonya Besar Elizabeth." Sapa Naydelin dengan nada bergetar.
"Selamat pagi juga untukmu Naydelin janganlah kamu merasa sungkan terhadap kami dan kamu boleh memanggil kami dengan panggilan Akong untuk ku dan Paman Rudi untuk Papa nya Pedro dan Bibi untuk Mama nya Pedro." Kata Leo nada lembut kepada Naydelin.
Pria tua ini mengagumi kesopanan Naydelin yang sesuai dengan penilaian nya terhadap gadis kecil kekasih cucu kesayangannya itu.Ia tersenyum di bibirnya seraya menengok ke arah putranya dan menantu nya.
" Ehemm..Ya ,Nay..Jangan sungkan kepada Oom Rudi dan Tante Eliz ," Kata Elizabeth yang juga lihat penampilan Naydelin sungguh sederhana namun sangat mengagumkan sekali di matanya.
" Ya , Akong ,Oom dan Tante." Jawab Naydelin.
" Ohya ,Nay apakah kamu sudah sarapan pagi di rumah mu sebelum datang untuk mengunjungi kami di rumah ini ?" Tanya Elizabeth keibuan dan ramah tamah kepada Naydelin.
" Sudah , Tante Eliz.."Jawab Naydelin sopan dan anggun kepada Elizabeth.
" Kalau kamu sudah sarapan pagi. Marilah kamu ikuti Tante untuk berbincang -bincang dengan Tante di paviliun belakang rumah." Kata Elizabeth sangat ramah mengajak Naydelin berkeliling dan berbincang -bincang dengannya di paviliun yang berada di belakang rumah mewah itu.
Leo Hermanto menengok kepada Rudi Hermanto yang sejak awal Naydelin datang selalu diam dan menyimak saja. " Bagaimana menurut penilaian kamu tentang anak gadis itu ?" Tanyanya seraya melirik ke jendela untuk melihat punggung Nay yang berjalan bersama dengan Elizabeth menuju ke paviliun belakang rumah mewah nya.
" Dia anak baik dan manis hanya saja dia berasal dari kalangan biasa -biasa saja dan Ia tak sesuai dengan kita yang berasal dari kalangan atas dan bangsawan dari Negeri Belanda." Jawab Rudi.
"Memangnya kenapa ,Pa ?,Kalau Naydelin bukan dari kalangan yang sama dengan kita?"
Pedro segera mengajukan pertanyaan yang amat kecewa dengan penilaian Papa nya tentang status Naydelin yang berbeda jauh sekali dengan status keluarganya.
" Pei..Coba kamu lihat secara cermat dan cerdas tentang gadis itu yang mungkin ada niat untuk menjerat mu saja agar kamu dapat memberikan semua harta mu kepadanya.Jawab Rudi dengan nada yang sangat merendahkan Naydelin kepada Pedro.
" Papa...! Kau tak bisa sembarangan menilai Nay dengan picik..! Nay itu gadis yang baik dan dia tak pernah tergiur dengan apa yang ada pada diriku.Hanya dia mencintai ku dengan apa adanya diriku ...!Dan satu lagi dia satu -satunya gadis yang membuat aku merasa bahagia dan nyaman " Kata Pedro dengan nada penuh amarah kepada Papa nya.
" Pokoknya Papa tak menyetujui kamu dengan Nay si gadis kecil miskin yang sok polos itu." Kata Rudi dengan nada tegas sekali kepada Pedro.
Pedro berdiri dari sofa nya dan menatap Akong nya untuk meminta pendapat Akong nya tentang penilaian Papa nya mengenai Naydelin gadis kecil yang sangat di cintai nya itu.
" Rudi , Papa merestui hubungan Pei Pei dengan Naydelin..,Dan Papa mau akhir pekan besok kamu undang orang tua Naydelin ke rumah ini untuk aku bisa meresmikan pertunangan cucuku ini dengan kekasih kecil pilihannya itu." Kata Leo Hermanto dengan nada memerintah kepada Rudi Hermanto.
" Iya , Papa..Rudi akan menjalankan amanat dari Papa ," Jawab Rudi menghela napas seraya patuh dengan perintah Papa nya itu.
" Pei , kau sudah bisa merasa tenang kan ?" Tanya Leo Hermanto dengan senyuman sabar nya dan sayang nya terhadap Pedro.
" Belum..! " Jawab Pedro tersenyum penuh makna terhadap Akong nya.
" Ah , baiklah..Akong sekarang juga akan hubungi orang tua Nay untuk datang ke rumah kita di sini pada malam hari ini juga untuk mengikat putri ke empat mereka dengan mu ," Kata Leo Hermanto yang selalu memenuhi permintaan cucu nya itu.
" Ya , Pei Pei tunggu sampai orang tua Naydelin datang ke rumah kita ini pada malam hari ini "Kata Pedro dengan nada tegas seraya menatap Papa nya yang mendelik marah kepada nya.
" Rudi..Cepat kau hubungi orang tua Naydelin agar permasalahan antara kita dengan Pei Pei kita ini selesai." Kata Leo Hermanto sekali lagi dengan nada memerintah kepada Rudi Hermanto.
" Iya , Papa.." Sahut Rudi Hermanto segera ambil hp nya di saku celana rumah nya yang mewah dan menelepon Rafael Valentino secara langsung dan pribadi.
Kediaman Valentino.
Rafael yang tengah sibuk membuat kolam ikan di halaman rumahnya itu terganggu dengan dering hp di meja teras rumahnya itu.Lantas Ia mengambil hp dan melihat nama tak terkenal di layar hp nya.
" Ah ,mengganggu telepon nyasar." Keluh nya.
Ia mengembalikan hp nya di meja teras rumah nya dan melanjutkan kegiatan nya di akhir pekan yang amat cerah itu.Ia berdendang seorang diri dengan asyiknya.
Andre yang berada di batas pintu ruangan dalam rumah menengok ke meja teras untuk melihat hp Papa nya yang berdering kembali segera panggil Rafael untuk memberitahukan hp Rafael kembali berdering.
" Papa..Hape Papa bunyi lagi tuh..!" Seru Anak itu ramai kepada Rafael.
" Dre ,tolong kamu lihat dan baca siapa yang telah menelepon Papa , " Kata Rafael yang tetap sibuk menggali tanah.
" Iyaa.." Sahut Andre mengambil hp Papanya dan membaca nya dan melihat nama Pedro tertera di layar hp Papa nya.
" Pedro Si Anak Emas." Baca Andre keras -keras.
" Ahhh..Dari Pedro ? Dari Pedro ,Pa ?!" Ria yang di ruang keluarga segera keluar setelah mendengar suara Andre yang membaca nama yang tertera di layar hp suami nya.
Ria mengambil hp itu dan menjawab." Ya ,Halo Pei...Ada apa ya?" Namun seketika itu juga raut di wajah Ria berubah.
" Tuan Leo Hermanto....Ya, Saya Mama nya Nay dan nama Saya Ria Agustina Valentino." Kata Ria dengan sedikit sarkatis.
Rafael keluar dari galian tanah yang di halaman di depan teras rumah itu. Lalu pria paruh baya ini mengambil hp nya dari istrinya ,dan termangu di hp nya sendiri.
"Apa maksud Anda ingin Saya dan Istri Saya bisa mengunjungi Anda di rumah Anda pada malam hari ini ?" Tanyanya nada khawatir mengenai diri putrinya itu yang saat ini sedang berada di rumah orang kaya itu.
Bersambung..!!