Indonesia
NovelToon NovelToon
Sign Of Zodiac: Taurus

Sign Of Zodiac: Taurus

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Identitas Tersembunyi / Kebangkitan pecundang / Roh Supernatural / Tamat
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: PEROA

Bianco, seorang pegawai bar rendahan yang jatuh cinta pada putri majikannya. Perbedaan kasta membuat keduanya tidak bisa bersatu. Konflik batin Bianco pada akhirnya justru membawanya pada penemuan jati diri yang sesungguhnya sebagai Pejuang Zodiak kedua, Taurus.

Buku kedua dari seri Sign of Zodiac

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PEROA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selamat

Bianco selamat berkat kedatangan Ekhtuya yang tepat waktu. Meski begitu, keadaannya kacau. Tubuhnya penuh luka dan bajunya terkoyak-koyak. Namun setidaknya dia masih hidup.

“Bagaimana kau tahu aku ada di sini?” tanya Bianco sembari memandangi kereta kuda yang terbakar habis. Mereka sekarang ada di padang gersang di tengah hutan selatan. Perkiraan Bianco benar. Kusir kereta kuda itu memang membawanya keluar dari Nuchas dan berniat melenyapkannya di tempat yang tidak ada orang.

“Setelah mendengar kalau kau dijemput paksa oleh orang-orang itu, aku mengikuti kereta kudamu. Tapi aku sedikit terhalang oleh para penjaga yang menyerangku saat aku ketahuan menyelinap ke kediaman mereka. Setelah itu aku mencoba mengikuti jejak kereta kuda yang membawamu pergi. Saying sekali aku tidak sempat menangkap kusirnya. Apa perlu kuhancurkan seluruh keluarga itu?” tanya Ekhtuya tampak kesal.

Bianco tertawa kecil. “Aku tahu kau mungkin mampu melakukannya. Tapi itu tidak perlu. Yang terpenting aku masih bisa selamat. Terima kasih sudah mempedulikanku, Ekhtuya. Dan maaf karena sikapku sebelum ini sudah menyakitimu,” lanjut Bianco sembari menatap perempuan di hadapannya.

“Yah, hidupmu sekacau ini. Aku paham kenapa kau selalu curiga pada orang lain. Ngomong-ngomong keadaanmu kacau. Kita harus segera kembali dan merawat luka-lukamu.”

Bianco menarik napas panjang mendengar saran Ekhtuya. “Aku khawatir kita tidak bisa kembali ke kota, Ekhtuya. Beatris memburuku. Itu artinya seluruh keluarga Manolette dan Belmonte akan menghabisiku begitu mereka melihatku berkeliaran di kota,” ujarnya muram.

Ekhtuya tampak bersimpati melihat keadaan Bianco. “Jadi, apa rencanamu sekarang?” tanyanya kemudian.

Bianco menarik napas sambil menengadah ke langit. “Entahlah. Mungkin … menikmati kebebasan,” ucapnya pendek.

Ekhtuya menanutkan jemarinya ke jemari Bianco, berusaha menghibur pemuda itu dengan caranya sendiri. “Kalau begitu kita bisa menikmatinya bersama,” ucapnya riang.

“Tapi bukannya kau masih harus mencari orang yang ada dalam ramalan itu?”

“Karena itu kau bisa membantuku mencarinya. Sekarang kau tidak punya pekerjaan, jadi aku bisa mempekerjakanmu, ‘kan mulai sekarang.”

Bianco mendekus geli lalu tersenyum. “Memangnya kau punya uang untuk menggajiku?” tanya Bianco kemudian.

“Uangmu sudah banyak, Bian. Kau pikir aku tidak tahu berapa jumlah perunggu di kantongmu? Kurasa ada beberapa uang perak dan emas juga di dalam sana. Kau sudah bekerja belasan tahun dan hidup dengan sangat hemat,” sergah Ekhtuya sambil melipat tangan.

“Tentu saja aku punya cukup uang untuk hidup. Tapi kalau kau mau mempekerjaan seseorang setidaknya kau harus memberi sesuatu pada mereka. Kalau tidak, itu namanya perbudakan,” sanggah Bianco masih tertawa geli.

“Astaga, kau benar-benar perhitungan. Ayo kita buat kesepakatan saja. Kita bisa bekerjasama sampai aku menemukan orang yang kucari. Aku akan melindungimu dari segala bentuk ancaman oleh keluarga besar itu. Dan kau bisa menggunakan uangmu untuk mencari tempat tinggal di kota,” tawar Ekhtuya kemudian.

Bianco kembali tertawa lepas. “Kalau seperti itu bukankah lebih tepat kalau aku yang mempekerjakanmu sebagai pengawal? Yah itu bukan ide yang buruk. Hanya saja, setelah kau menemukan orang yang kau cari nanti, lalu meninggalkan Nuchas, aku tetap akan hancur di tangan mereka,” ujar pemuda itu sambil masih berusaha tersenyum.

Ekhtuya menarik napas panjang sambil berpikir. “Kalau begitu kau bisa ikut denganku nanti. Kita bisa bertualang mengelilingi Luteria, lalu kembali ke Giyatsa setelah tugasku selesai. Bagaimana?”

Bianco tidak bisa menahan rasa gembiranya. Bayangan bahwa ia bisa terus bersama Ekhtuya terasa begitu menyenangkan.

“Boleh aku memelukmu?” tanya Bianco kemudian.

“Kita bahkan sudah tidur bersama tapi kau masih meminta izin untuk hal semacam ini?”

Bianco mendengkus pelan lantas memeluk gadis itu dengan penuh rasa syukur. Kemalangannya hari ini rasanya sudah sirna, menguap begitu saja ketika Ekhtuya balas memeluknya dengan hangat.

“Ngomong-ngomog badanmu bau terbakar. Ayo kita segera mencari tempat untuk membersihkan diri dan merawat luka-lukamu,” ucap Ekhtuya kemudian.

1
Galih Permana Putra
seruuuuuuuu
WasRe
author lama kmbali.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!