kehidupan yang tidak aku senangi, kehidupan yang penuh dengan kepalsuan disetiap orang yang mendekatiku.seorang yang hanya menyukaiku karena kelebihanku tampa menerima kekuranganku.
mengapa orang ingin menjadi diriku, bahwa aku saja tidak ingin menjadi diriku ini.apakah aku harus merubahnya atau hanya menikmati hidup yang tidak aku sukai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sri29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23 MENJALANKAN PERSYARATAN
...𝒫𝓇𝑒𝓉𝓉𝓎 𝒻𝒶𝒸𝑒 𝑜𝓇 𝓊𝑔𝓁𝓎...
Perpustakaan yang masih ramai dipenuhi orang didalamnya.
"ini, gue pergi."gadis itu mau pergi setelah memberi minuman kepadanya, tapi ditahan oleh cowo itu lagi.
"temanin gue."ucapnya sambil mengambil buku dan duduk dipojok ruang biasa kesukaannya untuk membaca.
"ngga, gue masih ada urusan lagi,lo sendirian aja ya. please."belum sempat berbalik langit memberhentikannya.
"oke, kalau gitu lo ngga usah jadi pembantu gue lagi. "
"argg, kesel gue. "gerutu claudia sambil mengaruk rambutnya yang tidak gatal.
"apa, ngga denger."ledek langit lagi yang sepertinya hanya memanfaatkan ku saja.
"baiklah baginda raja."dengan terpaksa claudia menurutinya.
sikap langit kini menjadi menjengkelkan semenjak kemarin.
disela-sela membaca, claudia membuka suara.
"lo ngga mau gue benci, tapi sikap lo buat gue makin benci lang. "
"terserah lo, mau benci atau ngga. "
"kenapa? lo seakan menahan gue buat sama lo. tanpa gue tau sikap lo tiba tiba sok perduli dan terkadang menjengkelkan begini? dan kemarin lo suruh gue buat ngga benci lo, tapi sekarang terserah gue.maksudnya apa?"ucap claudia pelan.
kala perdebatan kecil itu,datang seorang ketua osis yaitu anton.
"hey kalian disini juga. gabung ya. "
claudia mendongak dan melihatnya. "boleh," ucapku. dan kini ketiga oknum itu bergabung menjadi satu.
langit tidak meresponnya dan masih asyik dengan buku yang ia baca.
"clau, yok kantin. gue laper katanya bentaran doang kemari."sahut aldara mendekati ketiga oknum itu.
"gue pergi duluan ya, "
"langit nanti gue kesini lagi, lo jangan kasih tau siapa-siapa tentang rahasia gue."bisik claudia bersama langit kala itu.
"ayok al," kedua oknum tersebut meningalkan langit dan anton.
"jangan deketin claudia." ucap langit sambil menatapnya tajam.
"kenapa, lo suka sama dia." kini suasana menjadi tengang dikarena kan kedua orang itu saling menatap tajam bersamaan.
"lo nga perlu tau alasannya. tapi gue mau jangan deketin dia kalau lo cuma mau mainin hatinya."dengan suara yang pelan langit berucap lagi.
"gue ngga akan nyakitin hatinya, gue suka apa adanya dengan dia."
langit bangkit dan membawa buku itu bersamanya keluar dari perpustakaan.
"langit, lo ngga berhak ngatur hidup orang yang belum jelas hubungannya sama lo. ayo bersaing secara sehat." ucapnya disamping langit yang berjalan dengan buku disamping kanan buku nya.
tanpa berkata apapun ia pergi begutu saja meninggalkan anton dikoridor.
"kalau lo diam berarti jawabannya iya."gumam pria tinggi itu seraya berjalan mengikutinya dari belakang.
"anton gue cariin kemana lo, dipanggil tuh sama pak kepsek katanya kita mau buat acara minggu depan,"
"yaudah oke,"
"gue ngga ikut ya, ada urusan penting banget."
"urusan apa sampe penting banget, kayaknya lo nga ada urusan penting selain jadi wakil osis."
"udah lah, nanti gue ceritain." kini gio berlari ketujuan urusan penting itu tanpa sempat menemani sang sahabat.
.....
"woy, langit lo udah gue daftarin lomba basket sama kita, dari tadi gue cariin lo ngga nampak batang hidungnya. "ungkap sahabatnya adi berbarengan disampingnya dan axton.
tim kita kurang satu lang, siapa nih kita cari?
sahut axton pada langit yang masih tetap berjalan menuju kelasnya.
"tenang ton, gue yang akan cari nanti, oke." jawab adi.
"gue setuju aja, kapan lombanya?"tanya langit dengan datar.
minggu depan dan pendaftaran mulai hari ini. untung gue cepet dapat info, jawab adi lagi dan masih dengan tampang rambut blondenya itu. sebenarnya ia sudah kena tegur oleh sekolah tetapi tetap belum ia rubah warnanya.
sedangkan disisi lain di kelas 11 ipa 1 ketiga oknum itu juga sibuk mencari tim basket mereka, sebab lelaki dan perempuan harus mengikuti lomba yang di sediakan dari sekolah.
"tim kita pas kan, ngga kurang, lagian yura juga udah pindah kan jadi claudia gabung tim kita."ucap alexa si ketua tim basket, tahun lalu timnnya memenangkan lomba basket putri dan tahun ini ia juga agresif untuk menang apa lagi lawan yang sudah ditunggu tunggu untuk dipermalukan, nga salah lagi yaitu shireen dan gengnya.
"oke deh." sahut claudia dari belakang.
setelah kesepakatan itu, pembelajaran kembali dimulai, dan tiba saja gadis yang tepat sekali duduk disamping jendela merasa kantuk nya tidak tertahankan, angin sepoi-sepoi yang masuk melalui jendela yang terbuka cukup untuk membuat claudia ingin sekali memejamkan matanya, namun masih bisa ia tahan karena ini adalah pelajaran ibu desi,siapapun yang tidur akan dikeluarkan dari kelasnya,
tetapi berbeda dengan alexa yang disampingnya ini ia dengan asyiknya tidur tanpa ditegur oleh guru, biasa anak yang punya sekolah.
ting, chat masuk dari layar ponsel claudia ternyata papanya yang masih saja sibuk menelponnya dan mengechat ntah beberapa kali nya.
ia membiarkan dan mematikan data menjadi mode pesawat serta melanjutkan catatan dari papan tulis putih itu.
kini seorang yang masih menatap claudia,tetapi gadis itu tidak sadar.
"langit,"panggil bu desi.
"langit."panggilnya untuk kedua kalinya.
"ii...iya bu." ucapnya gugup dan terkejut.
"tulis catatannya jangan bengok lang. lihat apa sih? "ucap bu desi dan langit kini mulai melanjutkan catatannya.
.....
pulang sekolah claudia dan 2 sahabatnya melangkahkan kaki menuju parkiran sekolah namun mereka berpisah dijalan dikarenakan claudia akan pulang dengan bus sedangkan alexa naik motor, aldara menaiki mobil mamanya.
"clau, ayo pulang bareng."ucap anton yang datang setelah kedua sahabatnya pergi.
"ayok, kalau ngga keberatan."jawab claudia dengan senyum sumringah dan bersamaan dengan itu. dari belakang mereka berdua tampak seseorang yang jalan menuju arah kedua oknum itu.
"dia sama gue."ucapnya dan mengajak claudia.
"eh eh, ii.. ya lupa gue, yaudah anton gue duluan bye..."ucapnya gugup dan mengikuti langit dari belakang. sambil melambaikan tangan
"tunggu,"kini ia memengang tangan claudia dan juga langit memengangnya bersamaan kedua cowo itu saling merebutkan seorang gadis digenggamannya.
"Gue udah bilang keclaudia kalau gue yang antar dia."ucap anton
"kenapa jadi kayak gini, aduhh."Batin claudia sambil menundukan kepala ditengah perdebatan kedua oknum tersebut.
"stop,gue pulang sendiri aja.lepasin tangan gue dong! Ngga enak dilihat orang kalau kayak gini."Kesal claudia kepada kedua pemuda itu.
keduanya langsung melepaskan tangannya.
"Yaudah besok bareng ya clau,". ujar sang ketua osis yang masih melirik langit dengan kesal.
"Hari ini dan seterusnya claudia pulang bareng gue."Ucap pemuda satu lagi yang lang sung mengambil motornya dan memberi claudia helm agar ia pulang bersama.
"Eh..."claudia hanya memasang wajah kecut dan senyum kikuknya.
"sampai jumpa besok, Dahhh."ucap claudia dengam nada pelan agar tak terdengar oleh lelaki yang sudah memakai helm itu.
"Aneh banget mereka berdua, sepertinya ada sesuatu yang gue nga tau, secara tatapan mereka tadi sangat mengerikan." Kini claudia membatin di saat perjalanan menuju rumahnya.