Mencintai seseorang yang berbeda keyakinan adalah satu kesalahan besar , namun cinta datang secara tiba-tiba dan sulit untuk di lupakan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mira Andani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENEMUI FARO DI PERUSAHAAN BARUNYA
Meskipun demikian pertanda yang mengirim obat kemungkinan Faro namun Nara tetap harus menyelidikinya dan bertanya langsung ke Faro apa benar dia yang telah mengirim obat-obatan untuk ibunya itu .
Nara bergegas meninggalkan sarapannya dan ingin segera menemui Faro .
" Nara , kamu mau kemana ?
" Manda aku harus menanyakan langsung ke Faro apa benar dia yang mengirim obat untuk ibu .
Nara menegaskan bahwa dirinya harus segera menemui Faro sekarang juga.
" Nara sebaiknya jangan sekarang , aku yakin Faro pasti sibuk ' lagi pula tidak ada masalahnya kalau Faro ngirimin obat buat ibu kamu .
" Tentu jadi masalah buat saya Manda , saya begitu banyak ...
" Banyak apa ...?
Percakapan mereka terhenti Nara mulai bingung dia seperti keceplosan mengucapkan sesuatu yang seharusnya tidak ada yang tau apa yang sedang ia pikirkan saat ini .
" Kamu banyak masalah , masalah apa sih Ra ...
Manda mengulangi pertanyaannya sementara Nara masih diam sambil memikirkan apa yang akan dia jelaskan ke sahabatnya itu .
" bukan begitu maksud saya , saya cuma tidak ingin membebani Faro lagi ' Apa lagi untuk saat ini kamu tau sendirikan Faro di tengah masa-masa sulitnya .
" Nara , kamu tahu kan Faro itu orangnya kaya banget ' meskipun sudah di buang keluarganya tapi aku yakin kok Faro punya tabungan yang cukup untuk dirinya .
" Saya tidak mau dianggap hanya memanfaatkan Faro itu saja .
Meskipun Faro masih memiliki banyak uang tapi bukan berarti semua beban hidupnya harus di tanggung oleh Faro itu sama saja membuat Nara semakin merasa banyak berhutang Budi terhadap Faro .
" Faro itu orangnya suka membantu siapa pun apalagi pacarnya sendiri , udahlah ngapain di pikirin habiskan dulu sarapannya nanti setelah tugas aku temenin kamu untuk ketemu Faro .
Akhirnya Nara setuju dengan pendapat Manda , meskipun dalam hatinya masih merasa tidak enak dengan Faro yang begitu baik dengannya selama ini .
Inilah yang membuat Nara sulit untuk menjauh dari hidup Faro meskipun ia tahu bahwa orang tua faro dan juga orang tuanya sudah melarangnya untuk berhubungan dengan Faro lagi .
Ya tuhan jika ayah bisa sedikit mengerti seperti ibu mungkin saya sudah bisa hidup bahagia sekarang , tapi dalam kondisi seperti ini ibu tidak mungkin bisa membantu dirinya apalagi bertentangan dengan ayah dan kakaknya Rayyan .
Beberapa menit setelah menikmati sarapan Nara dan Manda akhirnya menjalankan tugas mereka masing-masing di rumah sakit .
Meskipun banyak masalah Nara tetap fokus dengan tugasnya , Nara termasuk orang yang sangat diandalkan oleh pihak rumah sakit ' sehingga jabatan Nara lebih tinggi di bandingkan teman-temannya .
Pukul tiga sore waktu tugas mereka telah selesai dan tugas selanjutkan akan di gantikan oleh dokter lain untuk menjalankan tugas selanjutnya.
Nara sudah tidak sabar ingin bertemu Faro sebelum menemui Faro Nara segera mencari sahabatnya yang masih bertugas di rumah sakit .
" Manda ...
Nara memanggil Manda ketika ia melihat Manda dari kejauhan , sambil berlari Nara mendekati sahabatnya itu .
" Gimana udah selesai tugasnya , jadikan temenin saya .
" Nara maaf ya , bukannya Ng mau tapi aku di kasi tugas tambahan jadi Ng bisa nemenin kamu .
" Ya udah Ng apa-apa saya duluan ya man ...
" Nara aku benar-benar minta maaf banget , jadi Ng enak sama kamu .
Nara hanya tersenyum karena Ng mungkin juga memaksakan sahabatnya yang masih menjalankan tugas yang di berikan oleh pihak rumah sakit .
" Udah Ng apa-apa kok , saya bisa sendiri kamu jangan telat makan karena sibuk tugas .
Nara meninggalkan pesan kepada sahabatnya itu sebelum ia keluar dari pintu rumah sakit untuk bertemu Faro .
Nara memutuskan untuk menuju ke tempat kerja Faro karena mungkin Faro masih ada di tempat ia bekerja .
Namun beberapa langkah ketika tiba di depan pintu kantor tempat Faro bekerja , Nara di kejutkan oleh seseorang yang menyebut namanya .
" Nara kamu ngapain di sini ...
Nara melihat ke arah suara yang memanggilnya dan ternyata orang itu adalah kakaknya sendiri .
" Kak Rayyan , tadi aku ada sedikit kerjaan di sini tapi sepertinya orang yang ingin aku temuin Ng ada di tempat jadi sebaiknya aku pulang saja .
Nara sedikit khawatir jika seandainya Faro keluar dari ruang kerjanya dan bertemu kakaknya Rayyan bisa - bisa ketahuan kalau dirinya sedang berbohong .
" Oh ya ' kakak ngapain juga di sini bukannya kerja .
" Kakak mau melamar kerja di sini , katanya sih banyak penerimaan karyawan baru .
" Lo bukannya kakak sudah dapat pekerjaan ...
" Udah sih tapi kakak mengundurkan diri karena gajinya terlalu kecil , tidak mencukupi untuk kebutuhan sendiri .
Ternyata karena gaji kakaknya memilih untuk mengundurkan diri di tempat ia bekerja , pantas saja kakaknya selama ini tidak bisa membantunya di saat ia meminta bantuan untuk biaya pengobatan ibunya .
" Kak , ini kan perusahan yang baru di rintis ' memangnya kakak yakin mau bekerja disini apalagi kakak kan belum tau sistem kerjanya seperti apa .
" Kata orang-orang sih perusahaan yang baru di buka itu sangat bagus untuk kita mengajukan surat lamaran pekerjaan karena mudah di terima dan mudah juga untuk menempati jabatan yang bagus .
Nara mengangguk namun dalam hatinya semoga kakaknya tidak di terima di perusahaan Faro karena takut terjadi masalah baru lagi , apa lagi kalau seandainya kakaknya tau bahwa dirinya masih menjalin hubungan dengan Faro .
" Jangan gila jabatan kak , yang terpenting sistem kerjanya bagus dan kita bisa nyaman untuk menjalankan pekerjaan ' saran saya sih seperti itu .
Semoga saya saran yang di berikan Nara bisa membuat kakaknya berubah pikiran dan tidak mengajukan surat lamaran di perusahaan Faro .
" Untuk sementara kakak coba dulu Nara , jika tidak cocok kan bisa mengundurkan diri lagi .
" Ya terserah kakak deh ...
Nara sudah putus asa sepertinya rencananya kali ini gagal dan kemungkinan kakaknya Rayyan akan bertemu Faro .
Namun semuanya belum terlambat Nara dengan cepat mengirim pesan ke Faro bahwa sebentar lagi kakaknya akan mengajukan surat lamaran pekerjaan di perusahaan dan Nara segera meminta Faro untuk tidak menemui kakaknya secara langsung dan kalau bisa untuk tidak menerima kakaknya bekerja di perusahaan baru milik Faro itu .
Namun Faro membalas pesan dari Nara dengan sangat santai .
" Biarkan saja saya bertemu dengan kak Rayyan ' lagi pula perusahan baru saya memang membutuhkan karyawan seperti kak Rayyan .
Nara menepuk keningnya karena tidak habis pikir segitu nekatnya faro ingin bertemu kakaknya , padahal dia sendiri tahu kalau kak Rayyan orang yang paling tidak suka kalau Faro masih menjalin hubungan dengan dirinya .
" Kamu gimana sih , saya perlu bicara sebentar temui saya di taman .
Nara mengirim pesan kembali untuk Faro agar Faro segera menemui dirinya dan tidak bertemu dengan kakaknya Rayyan .
" Nara sepertinya kakak harus masuk sekarang , kamu kakak tinggal bentar ya .
Karena mendengar namanya di panggil Rayyan segera menuju ke sebuah ruangan tempat kerja Faro , semoga saja kak Rayyan tidak bertemu Faro di dalam ucap Nara dalam hati .
" Ya udah KK saya juga mau pulang ...
Dengan senyum kurang enak Nara meninggalkan kantor perusahan milik Faro dan segera menuju ke taman untuk menunggu Faro .