Ansel terikat cinta masa lalu hingga membuatnya tak kunjung menikah meski usianya sudah 27 tahun.
Keluarganya pun memaksanya menikah dan akhirnya perjodohan pun dilakukan. Ansel dijodohkan dengan sahabatnya sejak kecil bernama Clara yang diam-diam menaruh rasa padanya.
Namun, Ansel yang masih berada di bawah bayang-bayang cinta masa lalunya, yaitu Aruna tidak bisa mencintai Clara seperti keinginan wanita itu.
Clara akhirnya mengalah dan ikut membantu Ansel mencari Aruna. Hingga akhirnya, Aruna pun ditemukan.
Lantas, apa yang akan terjadi setelah Aruna masuk ke kehidupan pernikahan Clara dan Ansel?
Mampukah Clara menerima Aruna menjadi madunya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Foto masa kecil
"Mau minum apa, Nona, Tuan," tawar Andini.
"Tidak usah repot-repot, kami sudah minum. Oh ya, bolehkah kami melihat foto masa kecilmu?" tanya Clara to the point.
"Foto masa kecil? Sebentar, Nona." Dengan perasaan heran, Andini pun segera mengambil foto masa kecilnya yang ada di dalam tasnya.
Dia pun segera memberikannya kepada Clara. Ansel juga ikut melihatnya karena dia juga masih bingung dengan maksud Clara mengajaknya ke sini.
Namun, dalam sepersekian detik, rasa bingungnya pun berubah menjadi rasa terkejut yang tak terhingga.
"Aruna! Bukankah ini foto Aruna!" Ansel merampas foto tersebut dan melihatnya dengan lebih teliti. Dia pun mengeluarkan buku yang tadi disuruh Clara untuk dibawa.
Dia mencoba mencocokkan foto dengan gambar yang ada di dalam buku guna memperjelas dugaannya. Ternyata memang benar, foto itu benar-benar sama.
Ansel menatap Andini yang terlihat bingung. Dia pun mendekati gadis itu dan menyibakkan rambutnya ke belakang. Tubuh Andini bergetar hebat mendapatkan perlakuan seperti itu dari sang konglomerat.
Ternyata benar, di belakang telinga Andini ada tahi lalat hidup berukuran kecil.
"Aruna! Kau adalah Aruna! Gadis yang aku cari selama ini!" Ansel memegang kedua bahu Andini, lalu meraihnya ke dalam pelukannya.
Tubuh Andini terasa lemas seketika karena dipeluk oleh sang sultan bahkan di depan istrinya sendiri.
"Maaf, Tuan, anda salah orang. Saya Andini, bukan Aruna." Andini mencoba meyakinkan pria yang memeluknya bahwa dia bukanlah orang yang dicari.
"Tidak, Andini, kau adalah Aruna. Anak yang hilang saat berusia tiga tahun. Kau adalah Aruna yang kami cari." Clara ikut menjelaskan karena dia mengerti bahwa Andini pasti bingung.
Sejak dia melihat foto masa kecil Andini saat bertabrakan dengannya di kantor, dia pun langsung mengetahui bahwa gadis itu adalah Aruna. Gadis yang selama ini dicari oleh mereka.
"Tapi, saya benar-benar bukan Aruna, saya An…"
"Saat berusia tiga tahun, namamu adalah Aruna. Lalu kau mengalami kecelakaan bersama orang tuamu yang mengakibatkan dirimu koma dan kehilangan ingatan. Setelah itu ayah tiriku bersama mantan istrinya menemukanmu dan menamaimu dengan nama Amelia. Namun, itu hanya beberapa bulan saja karena setelahnya kau dibawa oleh nenek angkatmu ke tempat yang jauh dan kau tidak ditemukan selama dua puluh tahun." Clara pun menjelaskan detail ceritanya.
Andini masih terdiam di tempatnya. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Apakah dia harus mempercayai ini? Namun mereka memiliki fotonya saat kecil. Apakah ini yang menjadi penyebab ibu panti yang lama tidak pernah memberikan foto masa kecil padanya? Bahkan dia mendapatkan foto masa kecil itu ketika diusir oleh pengurus panti yang lain yang tidak menyukainya karena sangat dimanjakan oleh ibu panti yang lama.
"Tapi, bagaimana aku bisa mempercayai ini?" tanya Andini dengan tangan mata berkaca-kaca.
"Lihatlah pria ini. Dia adalah orang yang menunggumu selama ini." Clara menarik Andini, lalu menyatukan tangannya dengan tangan Ansel. "Rasakan genggaman tangan pria yang selama ini mencarimu."
Andini memang merasakan hal berbeda saat menatap Ansel. Hatinya terasa menghangat dan tatapan yang seolah mengatakan bahwa dia merasa nyaman dengan laki-laki di depannya ini.
Dan untuk membuktikan prasangka mereka, dilakukanlah tes DNA tanpa sepengetahuan Dewi dan Harun karena mereka tidak ingin membuat kecewa. Dengan diam-diam mengambil sampel rambut Dewi dan Harun, tes DNA pun dilakukan.
Dan hasilnya ternyata cocok. Andini adalah Aruna yang hilang dua puluh tahun yang lalu. Ansel dan Clara merasa bahagia karena pada akhirnya mereka bisa menemukan Aruna.
Mereka pun merencanakan sebuah pesta kecil untuk memberikan kejutan kepada seluruh keluarga mereka.
Flashback off