cinta seorang pria muda yang menyukai seorang dosen yang jelas umurnya beda jauh.
aron collin valentino pria tangguh.yang hidup sendiri tanpa kedua orangtuanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adi traymileo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
OPERASI ARON
" tom ini semua gara-gara kita gak sih.kalo kita gak nerima tawaran dari pak rizki pasti mas aron gak bakal kayak gini."kata budi.
" iya,orang sebaik mas aron gak pantas dapat kayak gini."
" apa entar sore habis kerja kita jenguk mas aron?gue pengen tau gimana kabarnya sekarang."kata budi.
" iya kita entar jenguk mas aron,udah kita lanjut kerja lagi aja."ucap tomi.
mereka berdua melanjutkan kerjanya.walau fikirannya lagi kacau karena kejadian tadi.
menurut mereka penyebab semua itu dari dirinya.
*****
Seorang dokter membawa keluar aron dari ruang ICU menuju ruang operasi.
semuanya yang menjenguk aron nampaknya sedih,apalagi dengan zahra.dia masih menangis di sepanjang jalan ke ruang operasi.wita yang menggandeng zahra,ia juga ak tega melihat tunangan bosnya sedih seperti ini.tetapi dia gak bisa menghibur.
" non zahra udah ya jangan nangis,kasian pak aron tar kalo liat non zahra sedih gini."kata wita.
" iya ra,moga aja semuanya lancar di tangan dokter.kita hanya bisa berdoa saja supaya aron selamat."kata heri dan di angguki anis.akan tetapi lyra hanya merenung dan diam tanpa kata-kata yang keluar dari mulutnya.
Kalaupun dia bicara juga pasti ak ada gunanya.karna sekarang semua pada mikir ini adalah ulahnya juga.
" tuhan tolong lancarkan operasi aron."doa di dalam hati zahra.
Semuanya diam menunggu selesainya proses operasi aron.akan tetapi lyra meminta izin pulang dulu.semuanya menjawab pamitnya lyra kecuali zahra.
di pintu masuk lift lyra bertemu dengan Tomi dan juga budi.
" mba lyra."panggil tomi yang sedikit gugup.
" kamu?"lyra kaget melihat orang suruhannya datang ke rumah sakit ini.
" maaf mba bukan maksud kami berdua berkhianat,tapi kita berdua sudah tertangkap polisi.dan mas aron juga gak memperpanjang urusan ini, jadi kita berdua gak jadi di penjara."kata budi.
" saya minta maaf sama kalian berdua,seharusnya saya gak melakukan hal sejahat ini."kata lyra
" kita di sini juga sama-sama salah mba." ucap tomi.
" kalian mau jenguk aron kan?dia lagi di ruang operasi sekarang."
" sampai harus di operasi ya mba?"tanya budi.
" ada pembocoran di bagian jantungnya.saya pergi dulu,kalian kalo mau jenguk gak apa-apa tapi pasti zahra marah sama kalian."lyra pun pergi dari hadapan mereka berdua.
" benar juga yang di bilang mba lyra tom,sumber masalahnya kan dari kita juga.apa mba zahra bakal marah juga sama kita?"kata budi.
" kita coba aja kesana,moga aja mba zahra gak marah sama kita."kata tomi sambil berjalan menuju ruang operasi.
Sesampainya di sana mereka melihat zahra dan wita saja.mereka berdua berjalan perlahan ke arah zahra duduk.mereka juga meminta maaf soal kejadian yang menimpa aron.
" mba zahra kita berdua mau minta maaf."kata tomi.
" bukan salah kalian mas,jangan minta maaf."kata zahra lalu tersenyum.
" kita minta maaf saja mba."
" iya gak apa-apa mas."
Hampir 2 jam lebih aron berada di ruang operasi.namun belom ada kabar dari dokter.
" apa operasi nya sudah selesai ra?"tanya heri yang berjalan bersama anis.
" belom keluar pah."jawab zahra.
Tidak lama dari itu proses operasi aron selesai juga.seorang dokter membawa aron ke ruang ICU lagi.
dokter berkata bahwa operasi aron semuanya berjalan dengan lancar.semua lega mendengar itu.namun untuk saat ini pengunjung belom boleh menjenguk pasien sebelum dokter memperbolehkan.
" Ra kamu makan dulu sana,biar papa sama mama yang jaga di sini."kata heri menyuruh zahra buat pergi makan.karna dia juga dari tadi belom makan.
" belom laper pa."jawab nya.
" ya kalo kamu gak makan gimana,entar kamu sakit.aron juga lagi sakit,massa kamu ikutan sakit.makan dulu sana,kalau gak mau makan mending kita pulang aja deh gimana."kata anis.
" non zahra mau saya temenin makan di kantin gak?sekalian bareng sama saya gimana?."kata wita.
" boleh deh."zahra berjalan terpaksa karena dia juga pengen cepet-cepet melihat aron.
Mereka berdua pun pergi ke kantin bersamaan.sampai di kantin, mereka tak lupa memesan makanan.
di sepanjang makan mereka gak ada pembicaraan sama sekali.zahra yang diam sambil melamun sedangkan zahra bingung mau ngomong apa.
*****
" permisi pak,kalo mau jenguk pasien jangan masuk semua ya.gantian saja satu persatu."kata dokter yang keluar dari ruang ICU.
" udah boleh di jenguk dok?"tanya heri.
" udah pak.kalo gitu saya tinggal dulu ya."dokter itu pun pergi meninggalkan ruang ICU.
" siap dulu yang mau masuk jenguk aron." kata heri.
" biarin zahra dulu gak si pah,kita tunggu dia selesai makan."kata anis.
Dan tak lama dari itu juga zahra dan juga wita kembali ke depan ruang ICU tadi.
" aron udah boleh di jenguk.kamu mau jenguk dia duluan atau biar papa dulu."kata heri
" udah boleh di jenguk."nampak muka zahra yang bahagia setelah mendengar kabar soal aron." aku dulu ya pah."zahra langsung berjalan buru-buru masuk ke ruang ICU itu.
Sesampainya di dalam Zahra meneteskan air mata nya lagi.ia melihat aron yang masih berbaring tak sadarkan diri.zahra mendekati aron,ia mengusap-usap kepala.
" aron!!!bangun ya,jangan tinggalin aku sendiri.emang kamu gak mau nikah apa sama aku?." Zahra yang masih menangis.
" cepat sembuh ya,aku di sini nunggu kamu."
Zahra diam sejenak dan memandangi wajah aron.kurang lebih 30 menit zahra berada di ruang itu.kemudian dia keluar dan bergantian dengan yang lain.
Zahra juga gak bisa apa-apa kecuali doa dan semangat.
setelah zahra keluar,gantian Anis dan juga Heri yang masuk ke ruang ICU itu.sampai jam waktu jenguk habis wita pamit pulang dulu dan tomi juga budi ikut pulang juga.
" ra papa sama papa pulang gak apa-apa ya?kamu di sini nungguin aron.lagian di ruang ICU gak boleh banyak orang."kata heri.
" iya gak apa-apa pah,entar anterin aja baju ganti buat zahra."
" kamu di sini baik-baik kalo ada apa-apa soal aron kabarin kita ya."kata anis
" iya mah pasti entar di kabarin."
" ya udah papa pulang ya.inget jangan nangis terus, bengkak lama-lama tu mata."
" papa bawel."
Kemudian heri dan anis pergi meninggalkan zahra sendirian nungguin aron.hari juga sudah larut malam,mereka juga harus pulang.
Zahra kembali duduk di bangku dekat ruangan itu sampai malam hingga pagi.
kalau sempat mampir di karyaku juga ya.. silver bullet.
semangat menulis😊