Indonesia
NovelToon NovelToon
Tunangan Palsu Tuan Muda Mafia

Tunangan Palsu Tuan Muda Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: lizzy Bae

Anya, seorang wanita biasa yang hidupnya tenang, terpaksa terjebak dalam kesepakatan berbahaya untuk menjadi tunangan palsu Kenji, Tuan Muda dari klan mafia paling ditakuti, selama enam bulan demi melunasi utang ayahnya.
Rencananya tampak sederhana, hanya perlu berpura-pura jatuh cinta di depan publik, namun Anya segera menyadari bahwa hidup di sisi Kenji berarti menghadapi dunia yang gelap dan mematikan, di mana pengkhianatan, pertumpahan darah, dan ancaman dari geng rival menjadi makanan sehari-hari.
Anya harus berjuang bertahan hidup di jaring kekejaman mafia sambil melawan perasaan terlarang yang mulai tumbuh untuk pria berbahaya yang hidupnya selalu berlumuran darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizzy Bae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Mobil limosin hitam itu berhenti tepat di depan gerbang besi menjulang tinggi.

Gerbang itu adalah pintu masuk menuju kediaman pribadi Walikota yang sangat mewah.

"Nona Anya, kita sudah sampai," ucap sopir dari balik kaca pemisah.

Anya menarik napas panjang untuk menenangkan detak jantungnya yang sedikit berpacu.

"Terima kasih, Pak," jawab Anya pelan.

Seorang pengawal wanita berseragam rapi membukakan pintu mobil untuk Anya.

Klak.

Anya melangkah turun dengan balutan gaun selutut berwarna krem yang sederhana namun elegan.

Dia berjalan melewati taman depan yang dihiasi air mancur marmer bergaya Eropa.

"Selamat datang di kediaman kami, Nona Anya," sapa seorang kepala pelayan pria di depan pintu utama.

"Nyonya Ratna sudah menunggu Anda di ruang kaca belakang."

Anya hanya tersenyum tipis dan mengangguk sopan.

Dia mengikuti langkah kepala pelayan itu menyusuri lorong rumah yang dipenuhi barang antik mahal.

Mata Elang miliknya langsung aktif secara otomatis untuk memindai setiap sudut ruangan.

Sistem penglihatannya menangkap kabel-kabel kamera pengawas kecil yang disembunyikan di balik pot bunga.

"Pengamanan rumah ini ternyata setara dengan markas mafia," batin Anya menganalisis.

Mereka tiba di sebuah ruangan berdinding kaca yang menghadap langsung ke taman bunga mawar.

Nyonya Ratna duduk di kursi rotan putih sambil menyesap teh dari cangkir porselen cantiknya.

"Ah, Anya sayangku, akhirnya kau datang juga," sapa Nyonya Ratna dengan senyum lebarnya.

"Selamat sore, Nyonya Ratna, terima kasih sudah mengundang saya," balas Anya sambil sedikit menunduk.

Nyonya Ratna mempersilakan Anya duduk di kursi kosong tepat di seberangnya.

"Duduklah, aku sudah menyiapkan teh chamomile terbaik dan beberapa camilan ringan."

Di atas meja kaca itu, terdapat berbagai macam kue kering dan bolu yang terlihat sangat menggugah selera.

"Silakan dicicipi bolu vanila ini, Anya."

Nyonya Ratna menyodorkan piring kecil berisi potongan bolu yang sangat lembut.

"Kue ini dibuat menggunakan telur ayam premium dari peternakan LunaraMode."

"Itu adalah salah satu bisnis rahasia milik keluarga kami yang kualitasnya sudah diekspor ke luar negeri."

Anya menerima piring itu dan memotong sedikit kuenya dengan garpu perak.

"Rasanya pasti sangat luar biasa jika menggunakan bahan dari LunaraMode," puji Anya berbasa-basi.

Anya memasukkan potongan kue itu ke dalam mulutnya.

Nyam.

Kue itu memang terasa sangat enak dan lembut di lidahnya.

"Wah, ini benar-benar lezat, Nyonya Ratna," ucap Anya dengan mata berbinar yang sedikit dibuat-buat.

Nyonya Ratna tertawa pelan merasa sangat puas dengan pujian tersebut.

"Tentu saja, aku hanya menyajikan yang terbaik untuk tamu istimewaku."

Obrolan mereka mengalir dengan santai membahas seputar mode, perhiasan, dan acara sosial.

Anya memposisikan dirinya sebagai pendengar yang baik dan sesekali memberikan pujian yang tepat sasaran.

Sambil mengobrol, Mata Elang Anya terus bekerja memindai sekeliling ruang kaca tersebut.

Pandangannya menembus dinding di balik rak buku besar yang ada di sudut ruangan.

[Peringatan: Terdeteksi ruang tersembunyi dengan pintu baja setebal sepuluh sentimeter.]

Anya menahan napasnya sesaat saat membaca layar biru transparan itu.

"Di balik rak buku itu, pasti itu adalah brankas rahasia milik Walikota," pikir Anya cepat.

Dia bisa melihat samar-samar bentuk kotak brankas elektronik di dalam ruangan rahasia tersebut.

"Anya, kau terlihat melamun, ada apa?" tegur Nyonya Ratna membuyarkan lamunan Anya.

"Ah, maaf Nyonya, saya hanya kagum melihat koleksi buku di rak sudut itu," elak Anya dengan lancar.

Nyonya Ratna menoleh ke arah rak buku yang dimaksud Anya.

"Itu hanya koleksi buku politik suamiku yang sangat membosankan," jawab Nyonya Ratna acuh tak acuh.

"Jika kau suka membaca, kapan-kapan kau boleh meminjamnya."

"Terima kasih banyak, Nyonya Ratna, saya pasti akan meminjamnya nanti," jawab Anya tersenyum manis.

Anya mencatat lokasi brankas itu lekat-lekat di dalam ingatannya.

Tugasnya hari ini sudah selesai, dia sudah mendapatkan titik lokasi dokumen busuk Walikota.

Satu jam kemudian, Anya berpamitan untuk pulang.

"Sering-seringlah berkunjung kemari, Anya, kau teman mengobrol yang sangat menyenangkan," ucap Nyonya Ratna.

"Tentu saja, Nyonya, sampai jumpa lagi," balas Anya melambaikan tangannya pelan.

Anya masuk kembali ke dalam limosin hitamnya dengan perasaan lega yang luar biasa.

Bruk.

Pintu mobil ditutup dan mesin langsung menyala dengan halus.

"Jalan ke markas utama, kita temui Kenji sekarang," perintah Anya pada sopirnya.

"Baik, Nona," jawab sopir itu sambil memutar kemudi.

Mobil limosin panjang itu melaju membelah jalanan sore kota yang mulai padat merayap.

Anya menyandarkan punggungnya di kursi dan memejamkan mata sejenak.

[Misi Harian Selesai: Kumpulkan informasi dari kediaman target.]

[Hadiah: Poin Kecerdasan +3.]

"Kenji pasti senang mendengar informasi tentang brankas itu," gumam Anya pada dirinya sendiri.

Namun ketenangan di dalam mobil itu tiba-tiba hancur berantakan.

Ciiiit. Brak.

Sopir limosin mengerem mendadak hingga tubuh Anya terlempar ke depan menabrak kursi pembatas.

"Aw, ada apa ini?" jerit Anya sambil memegangi dahinya yang terbentur.

"Nona, ada dua mobil SUV hitam yang memblokir jalan kita dari depan dan belakang!" lapor sopir dengan nada panik.

Anya segera menoleh ke kaca jendela belakang.

Benar saja, sebuah SUV besar menempel rapat di bumper limosin mereka.

Di depan mereka, SUV hitam lainnya melintang menutup akses jalan di sebuah jembatan sepi.

Klak. Klak.

Pintu-pintu mobil SUV itu terbuka dan keluarlah delapan orang pria bertopeng hitam.

Mereka semua membawa senjata api laras pendek dan tongkat besi di tangan mereka.

[Peringatan Kritis: Serangan mematikan terdeteksi. Target utama adalah Anda.]

Jantung Anya berdetak menggila membentur tulang rusuknya.

"Apakah ini orang-orang suruhan Walikota karena aku ketahuan?" batin Anya panik.

"Lindungi Nona Anya!" teriak pengawal wanita yang duduk di kursi depan.

Pengawal wanita itu mencabut pistolnya dan menendang pintu mobil keluar.

Dor. Dor.

Baku tembak jarak dekat langsung meletus di atas jembatan itu.

Kaca jendela limosin Anya ditembaki dari luar hingga retak seribu.

Trang. Prang.

Anya merunduk di lantai mobil dan menutupi kepalanya dengan kedua tangan.

"Tolong panggil bantuan ke markas!" teriak Anya pada sopirnya.

"Sinyalnya diacak, Nona, radio komunikasi kita mati total!" jawab sopir itu sambil menembak dari balik setir.

Anya merogoh tas tangannya dengan jari yang bergetar hebat.

Dia mengeluarkan pistol perak kecil yang selalu dia bawa sejak malam kudeta itu.

"Aku tidak boleh mati konyol di dalam mobil ini," tekad Anya menguatkan hatinya.

Tiba-tiba, kaca jendela di sebelah Anya pecah dihantam palu besi dari luar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!