Kisah yang indah bagai di negeri dongeng. pernikahan yang megah dan mewah, suami yang tampan dan kaya raya, serta mau menerima ia apa adanya, benar-benar di rasakan Kim Hyuri di kehidupan nyata.
Suaminya, Dominic Kiehl benar-benar mencintainya. sehingga apapun yang Yuri mau, dengan mudah ia dapat kan.
Namun, di setiap pernikahan pasti akan ada badai yang mendera. tuduhan palsu, fitnah keji, hingga goyahnya kepercayaan.
Akankah semua keindahan dan kebahagiaan ini bertahan??..., atau cukup sampai disini dan saling merelakan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifa Tsania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sepi
Hyuri berangkat setelah membersihkan meja dan sisa makanan mereka pagi ini. ia nampak mengunci pintu apartemen, karena ia yang keluar paling akhir. Momo sendiri sudah berangkat bersama Jake, tadi. mereka harus mengecek kesiapan gedung dan dekorasi untuk pernikahan mereka, yang kurang tiga hari lagi.
Terasa sepi. ia melihat ke sekitar, dan terus berjalan. biasanya, pagi-pagi Biexiu sudah datang untuk menjemputnya. berjalan bersama melewati taman sembari menikmati waktu ngobrol berdua menuju cafe. sekarang, ia sedang berjalan di taman itu seorang diri, sembari menikmati suasana pagi.
Hari ini terasa hambar. untungnya, cafe rame seperti biasa meskipun saat istirahat jam makan siang, ia tiba-tiba merindukan Biexiu. bukankah pria itu biasa datang dan mengajaknya untuk makan siang bersama?. entahlah, perasaan dan hubungan macam apa ini?!, yang jelas ia merasa nyaman.
Sementara Momo dan Jake nampak sibuk di gedung yang akan menjadi tempat resepsi pernikahan mereka. nampak, sesekali Jake dan Momo memberi arahan pada para pendekor, agar tata letak sesuai konsep yang mereka mau. sesekali juga, ia nampak menggeleng atau mengangguk saat berkomunikasi dengan para pekerja yang memberi masukan.
Malam menunjukkan rupanya. Hyuri nampak sedang duduk dengan mic di depannya. ya, seperti biasa ia akan membawakan sebuah lagu. bukankah, ini profesi pertamanya saat bekerja disini?!. dan ia masih melakukannya, saat menjadi manager juga.
Mewakili harinya yang kurang bersemangat, Hyuri membawakan lagu 'let me down slowly as Alex benyamen'.
Seperti biasa, ia menyanyikan lagu itu dengan apik dan penuh penghayatan. dan kebanyakan, malam ini ia membawakan lagu acoustic.
Pengunjung perlahan pulang. cafe yang semula ramai, kini sudah sepi. tinggal ia dan para karyawan yang sedang membereskan cafe dan membersihkannya.
Sayup-sayup ia mendengar tawa khas Biexiu. Hyuri melirik sekitar, nampak pria itu sedang membantunya mengelap meja dengan gurauannya. tapi, sejenak kemudian pria itu menghilang. oh, apa ini?!. halusinasi kah?, Hyuri berhalusinasi?!. entahlah, ia benar-benar merasa kesepian hari ini, tanpa seorang Biexiu.
"Kak, kami pulang dulu.", ucap para karyawan yang akan pulang bergantian. mereka pamit pada Hyuri, karena Hyuri selalu jadi orang terakhir yang menutup cafe.
Hyuri, nampak duduk sejenak di kursi. ia menatap sekitar, kosong. se kosong harinya, hari ini. gadis itu nampak menghela nafas, ia tidak mengerti dengan dirinya. mood nya naik turun hari ini. bukan marah-marah tidak jelas. hanya terkadang bersemangat, dan terkadang loyo tanpa sebab.
"Sudah pulang?.", sebuah notif pesan, masuk ke ponselnya. Hyuri tanpa sadar tersenyum senang melihat dan membaca pesan dari orang yang ia harapkan sedari pagi.
"Belum. aku, baru saja selesai di cafe.",
"Sebentar lagi, keluar dan menutup cafe.", balasnya.
"Cepat keluar!. ada yang sudah menunggu, untuk menjemputmu.", isi pesan yang dikirimkan Biexiu. membuat Hyuri, tersenyum. ia melihat keluar cafe melalui jendela. nampak mobil Biexiu terparkir disana.
Hyuri bergegas masuk keruang kerjanya dan mengambil tasnya. ia begitu bersemangat. dengan cepat, langkah kakinya keluar dari cafe, dan mengunci pintu itu.
Nampak sopir Biexiu, membukakan pintu mobil untuk Hyuri. membuat gadis itu terpaku di tempatnya, saat ia sudah berada di dekat mobil Biexiu.
"Dimana, tuanmu?.", tanyanya, karena ia tidak melihat Biexiu disana.
"Tuan, meminta saya untuk mengantarkan anda pulang, nona.",
"Nanti, sesampainya di apartemen. tuan, akan menghubungi anda.", jawabnya. sebuah jawaban yang membuatnya, diam seketika dan merubah ekspresinya. tapi, ia tetap menurut dan segera naik ke mobil Biexiu.
......................
Hyuri turun dari mobil setelah sopir Biexiu membukakan pintu untuknya.
"Mari, nona. saya, antar sampai lantai atas.", ujarnya. Hyuri mengangguk dan berjalan lebih dulu. mereka menaiki lift, untuk sampai apartemen Momo.
"Terimakasih.", ujar Hyuri, membungkuk hormat saat mereka sampai di depan apartemen. sopir Biexiu membalasnya, dan segera pamit pergi.
Ponselnya berdering, tepat sebelum pintu apartemen terbuka. dan Hyuri segera mengangkatnya.
"Hyuri, maaf. aku tidak pulang.",
"Aku tidur dirumah mama malam ini.",
"Kamu banyak melakukan upacara adat sebelum hari H.", ujar Momo, di seberang sana. Hyuri mengangguk.
"Iya. tidak apa-apa.",
"Aku juga baru saja sampai di apartemen.", jawabnya.
"Baiklah. cepat bersihkan diri dan segera istirahat, ya?!.",
"Oh, ya. cafe tutup selama empat hari, terhitung mulai besok.",
"Aku sudah memberitahu anak-anak yang lain.", ujarnya.
"Iya, aku mengerti.", sahut Hyuri.
"Baiklah. aku tutup dulu, bye.", ujarnya. belum sempat Hyuri menjawab, panggilan itu sudah terputus. ia menatap ponselnya sekilas, dan segera masuk serta mengunci pintu apartemen.
Hari yang penat. ia ingin mandi dengan air hangat untuk merilekskan tubuhnya. maka, Hyuri memutuskan untuk berendam di bathtub, sebentar. setelah merasa tubuhnya cukup rileks dan santai, ia segera menyudahi hal itu dan berganti baju pajamas.
Ponsel Hyuri bergetar beberapa kali, saat ia baru saja selesai keluar dari kamar mandi dan mengeringkan rambutnya dengan handuk. melihat nama yang tertera di layar ponselnya, Hyuri segera mengambil posisi di kursi dan mengangkatnya.
"Hai.", kata pertama dari Biexiu, saat Hyuri mengangkat panggilan video nya. gadis itu nampak sangat senang, ia tersenyum manis.
"Belum tidur?.", tanya Biexiu. Hyuri menggeleng.
"Kenapa?.",
"Memikirkan ku?!.", tanyanya dengan percaya diri. Hyuri tersenyum mendengar nya.
"Aku baru selesai mandi.", ujarnya. Biexiu tersenyum.
"Apa kau lelah?.", tanya Biexiu. Hyuri mengangguk.
"Kalau begitu istirahatlah. aku akan menemani, sampai kau tertidur.", ujarnya.
"Ayo, cepat berbaring di ranjang dan pakai selimut.", sambungnya.
Hyuri pun menurut. ia segera beralih ke ranjang dan berbaring di sana. sesuai perintah Biexiu, Hyuri pun memakai selimutnya. ia nampak beberapa kali beralih posisi, sampai akhirnya menemukan posisi yang enak untuk nya. ya, tidur miring.
"Sudah merasa nyaman?.", tanya Biexiu, saat melihat gadis pujaannya sudah tidak banyak bergerak, sehingga layar ponsel bisa memperlihatkan wajah Hyuri dengan jelas.
"Em.", jawabnya, disertai anggukan. Biexiu tersenyum.
"Bagaimana hari ini?!. apa kau merasa berbeda tidak ada aku?.", tanya Biexiu. Hyuri memutar badannya, berganti tengkurap.
"Em.", ujarnya, mengangguk.
"Biasanya, ada yang menjemput ku di pagi hari. ada yang mengajak makan siang bersama dan menjemput ku saat pulang kerja. tapi, hari ini tidak ada. sepi.", ceritanya.
"Dengan kata lain, kau merindukanku?!.", tanya Biexiu, berharap.
"Mungkin.", jawab Hyuri.
"Oh, ayolah!. akui saja.", ujar Biexiu, sembari tersenyum dan membenarkan bantalnya yang berada di bawah dagunya.
"Aku tidak tahu, itu apa. tapi, aku hanya merasa kesepian.",
"Mungkin, itu karena aku terbiasa bersamamu dalam waktu sebulan ini. apalagi, kita menjadi dekat dalam waktu yang cukup singkat.", ujarnya.
"Benarkah?!.", tanya Biexiu. Hyuri mengangguk.
"Aku tidak mudah dekat dengan orang. tapi, kau membuatku merasa nyaman.", jelasnya. Biexiu tersenyum.
"Baiklah. sekarang, ayo cepat tidur.",
"Atau, mau aku nyanyikan lagu?.", tawarnya. Hyuri tersenyum dan menggeleng.
Akhirnya, mereka melakukan panggilan video sampai Hyuri tertidur. baru, Biexiu mematikan panggilannya. ia cukup bahagia bisa menghubungi gadis pujaannya, dan mengetahui bahwa Hyuri merasa kesepian karena terbiasa dengannya. menurutnya, itu adalah hal yang bagus untuk hubungan mereka kedepannya.
"Have nice dream.", ucapnya. dan Biexiu pun, mulai menarik selimut nya dan mematikan ponselnya. ia bersiap untuk tidur.
...----------------...