demi mendukung karier suaminya Arga Prasetyo, Ariana rela menikah selama delapan tahun secara diam-diam. Ariana menemani Arga berjuang di perusahaan nya tapi balasan yang didapatnya adalah perselingkuhan, bahkan pelakor itu terang-terangan menantang nya.
setelah menyiapkan perceraian dan pergi dengan tenang ternyata Arga menolak untuk melepaskan nya. hingga seorang laki-laki lain datang membuka babak baru untuk nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
"APA!!!!".
"tidak bisa kalian belum bercerai...". Mery terdiam beberapa saat kemudian menggelengkan kepalanya.
"tunggu... jangan-jangan Arga sudah tau yang dia tanda tangan surat perjanjian cerai".
Ariana terdiam matanya menatap ke bawah berpikir, kemudian melihat Mery. "aku juga pernah berpikir begitu".
"jangan-jangan ini adalah jebakan yang di sengaja sejak awal oleh Arga dan Bu Martha, yang satu menenangkan mu dan yang satunya lagi sengaja untuk memancing. Mereka sengaja supaya kamu semakin yakin untuk bercerai, begitu surat perceraian dan kompensasi berlaku, mereka menjebak mu bersama pria lain, kemudian mreka mengancam jika kamu meminta kompensasi maka mereka akan menyebarkan video mu bersama empat pria itu". Ariana terus terdiam memikirkan ucapan Mery.
mata wanita itu bergerak ke kanan dan ke kiri dengan mulut yang sedikit miring karena terus berpikir.
"kamu tau sendiri Ariana, bagaimana liciknya Bu Martha dan Arga yang gila itu, mereka pasti akan membuat mu terpuruk dengan begitu Arga bisa bebas dengan putri setelah melihat kehancuran mu".
Mery bernafas dengan kasar, wanita itu begitu takut jika memang hal yang dipikirkan nya adalah kebenaran.
"Mery aku butuh bantuan mu...".
Mery mengangguk dengan cepat.
"katakan saja, aku siap membantu mu. Walaupun sampai masuk ke tempat berbahaya sekalipun aku pasti akan bantu kamu". Mery memegang lengan Ariana.
"terimakasih selalu ada untuk ku". Air mata Ariana tidak bisa tertahan lagi, hanya Mery sahabatnya yang selalu menemani nya.
"kamu adalah sahabat ku Ariana, aku juga sudah menganggap mu sebagai keluarga ku. Jika ada sesuatu hal selalu katakan padaku".
Mery merentangkan tangannya, Ariana menyambut tangan itu dan mereka saling berpelukan.
* *
malam ini adalah malam dimana pesta pengumuman pertunangan Arga dan putri, beberapa tamu sudah ramai dan juga beberapa kolega memenuhi di ballroom hotel milik Adrian group.
mereka mengadakan nya disana karena merasa jika hotel itu adalah hotel yang paling berkelas dikalangan atas, putri tentu begitu antusias memilih hotel itu bersama dengan Bu Martha.
Putri dan Arga masuk kedalam hotel itu, beberapa tamu yang datang menyambutnya begitupun para kolega tersenyum karena merasa jika keluarga Darmawan dan Prasetyo adalah dua keluarga yang cocok jika di persatu kan.
Sebenarnya tidak ada yang tulus diantar mereka, para kolega hanya ingin mendapat keuntungan dari pertunangan Arga dan putri, tentu mereka akan mendukung karena dengan itu pasti perusahaan para kolega yang bekerja sama dengan Darmawan dan Prasetyo akan selalu disambut.
Senyum mengembang pada bibir putri, menggandeng tangan Arga begitu mesra. Pakaian Putri begitu elegan dengan gaun berbahan silk berwarna cream tanpa lengan menjuntai ke bawah, tak lupa belahan hingga sampai di pahanya dengan selendang bulu menghiasi tangannya. Sedangkan Arga memakai stelan jas bertahan bludru berwarna hitam.
Sebenarnya Arga tidak tahu acara apa-apa yang sedang dibuatkan putri untuk nya, pria itu hanya mengikuti saja.
Keduanya berhenti tepat didepan Bu Martha, Reno Darmawan dan juga Veronica Darmawan. Ketiga tersenyum menyambut Arga dan juga putri.
Putri melihat ponsel nya menunggu kabar dari orang suruhannya untuk membuat Ariana kehilangan kehormatan.
"kenapa dia belum juga mengirimkan video nya. Apa belum selesai yah ?". gumam putri mematikan kembali ponsel nya.
Bu Martha memegang lengan Putri dengan wajah tersenyum. "Putri...ayo Tante kenalkan ke beberapa kolega yang ada disini".
Setelah cukup menjauh dari orang-orang, Martha melepaskan tangan putri.
"bagaimana ? Apa kamu sudah mengurus Ariana ? Dia mau kan tanda tangan tentang pembatalan kompensasi itu".
Putri membelai rambutnya menatap Bu Martha dengan senyum manis nya. "Tante tenang saja, besok akan aku kirim surat pembatalan perjanjian itu.
Mendengar itu tentu Bu Martha begitu senang karena rencana nya untuk tidak membayar Kompensasi perceraian pada Ariana akhirnya batal juga.
"kamu memang calon menantu Tante yang terbaik". Senang Martha tersenyum licik.
'lagian si j*lang Ariana suda pasti mati karena, apalagi salah satu dari mereka mengidap penyakit HIV. Jadi perjanjian nya tidak penting lagi'. Batin Putri merasa bangga kerena rencana nya berjalan dengan lancar.
disaat Bu Martha dan putri begitu senang dengan rencana mereka yang berhasil, Arga sibuk dengan ponselnya yang terus menelpon Ariana hingga sampai puluhan kali tapi tidak ada jawaban sama sekali.
hembusan kasar keluar dari mulut nya. "kenapa dia tidak menjawab telepon ku sejak tadi".
Putri langsung mendekat kearah Arga dengan membawa sebuah katalog yang diberikan oleh Bu Martha.
"kak Arga, tolong pilihkan satu set berlian dari katalog ini. Semua yang ada dalam katalog ini bagus-bagus semua, menurut kak Arga aku harus pilih yang mana ?". Putri mendongak menatap Arga yang seperti tidak mendengarkan nya.
Merasa di abaikan, putri membuat wajahnya cemberut menyenggol lengan Arga. "kak Arga...". Panggil nya manja.
"terserah kamu, semuanya boleh kalau kamu mau". lirik Arga pada katalog itu, tapi dengan cepat memegang nya karena melihat sesuatu disana.
'kenapa set berlian ini terasa begitu familiar ? Ini adalah hadiah ulangtahun pernikahan tahun lalu yang aku berikan pada Ariana. Aku sendiri bahkan terbang ke Italia untuk memesan satu set berlian ini dan hanya satu set saja di dunia ini. Kenapa sekarang berada di katalog nyonya lestari Santoso'.
Ingatan Arga kembali ketika melihat ditempat perhiasan Ariana yang sudah kosong, firasat nya mengatakan ada yang tidak beres saat ini.
pria itu mengeluarkan ponsel nya dari saku celananya, melihat kembali apakah Ariana membalas pesan nya tapi tidak ada sama sekali.
"aku harus pergi, aku ada urusan".
Putri menahan Arga agar tidak pergi. "ehhh...jangan pergi Kaka Arga, ini adalah malam yang paling penting untuk kita berdua". Rajuk putri terus menahan Arga.
"malam penting ? Apa maksud mu ?". Arga mengerutkan keningnya karena memang tidak tahu acara apa-apa yang diadakan saat ini.
Bu Martha yang melihat putra nya ingin pergi langsung saja menghampiri nya.
"hahahah". Bu Martha tertawa melihat Arga dan putri.
"malam ini memang sangatlah penting Arga, mama akan mengumumkan kabar baik untuk kalian berdua".
Putri langsung menggandeng tangan Arga begitu mesra, tatapan nya mengarah pada Bu Martha karena sebentar lagi akan mengumumkan pertunangan nya dengan Arga.
"ANAK KU ARGA PRASETYO DAN PUTRI DARWAMAN AKAN PERTUNANGAN". Teriak Bu Martha begitu lantang diiringi tawa ya g gembira.
Semua orang yang berada di ballroom itu bertepuk tangan.
Tentu Arga terkejut karena masih mencintai Ariana walau tetap selingkuh dengan putri.
"kapan aku mengatakan itu ? Aku ..."
Brakkkk
Pintu ballroom terbuka sedikit kasar, terlihat Ariana berdiri disana dengan elegan memakai gaun merah maroon tanpa lengan dengan selendang merah melilit di lehernya yang senada dengan gaunnya, tak lupa tas mahal berwarna hitam ditentengnya sebelah kiri.
Ariana melangkah begitu elegan dengan tatapan tajam dan juga datar, semua orang langsung tertuju pada nya. Sedangkan Martha dan putri begitu terkejut melihat kedatangan Ariana.
Bersambung...