Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Kedua Di Atas Luka

Cinta Kedua Di Atas Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:41.8k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Serina Nirmala harus kehilangan suaminya, secara tragis tepat di hari ulang tahun putra mereka. Saat hendak membeli kue, Riki tewas tertabrak mobil Jovan Narendra, seorang pembalap muda yang saat itu kehilangan kendali akibat pengaruh obat yang diam-diam diberikan oleh seseorang yang ingin mencelakainya.

Dihantui rasa bersalah, Jovan berniat menebus kesalahannya dengan menikahi Serina, seorang wanita yang lima tahun lebih tua darinya. Awalnya Serina menolak, tetapi demi masa depan putranya dan karena Jovan bersedia bertanggung jawab atas kehidupan mereka, ia akhirnya menerima pernikahan tersebut.

Namun, pernikahan yang dimulai dari rasa bersalah perlahan berubah menjadi cinta bagi Jovan. Sementara Serina masih bergulat dengan luka kehilangan suaminya, sebuah pertanyaan terus menghantuinya.

Mampukah ia mencintai pria yang menjadi penyebab kematian suaminya, atau pernikahan ini justru menyimpan tujuan lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25

Malam semakin larut. Hujan yang sejak sore mengguyur kota akhirnya mulai mereda. Tetes-tetes air masih jatuh dari ujung genting rumah kontrakan Serina, menciptakan suara berirama yang justru membuat suasana semakin sunyi.

Farel telah tertidur pulas. Demamnya mulai turun setelah beberapa kali dikompres. Serina duduk di sisi tempat tidur putranya. Tangannya perlahan menyentuh dahi Farel. "Sudah tidak terlalu panas..."

Serina mengembuskan napas lega. Ia kemudian menarik selimut hingga menutupi tubuh kecil itu.

"Selamat tidur, Sayang." Serina mencium keningnya Farel.

Setelah memastikan putranya benar-benar pulas, ia keluar dari kamar. Di ruang tengah, suasana begitu hening. Pandangan Serina kemudian tertuju kepada sebuah foto yang berada di atas meja. Yakni foto Riki, mendiang Suaminya, Ayahnya Farel.

Serina mengambil foto tersebut dengan kedua tangannya. Ia mengusap permukaan bingkai perlahan. "Mas..." Suaranya bergetar. "Aku harus bagaimana?" Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. "Aku nggak pernah berpikir akan menjalani hidup tanpa kamu." Serina duduk di sofa...Foto itu ia peluk erat ke dadanya.

"Aku takut, Mas."

"Aku takut kalau aku menerima orang lain, berarti aku sudah melupakanmu." Air mata mengalir membasahi pipinya. "Aku nggak mau melupakanmu." Ia terdiam lama, kemudian berbisik, "Tapi aku juga nggak sanggup melihat Farel terus kehilangan sosok yang bisa membuatnya tersenyum."

Serina akhirnya tertidur di sofa dengan foto Riki masih berada dalam pelukannya. Entah berapa lama ia tertidur. Namun malam itu...Serina bermimpi.

Ia berdiri di sebuah tempat yang sangat tenang. Langit berwarna jingga. Angin berembus lembut.

Tidak ada suara kendaraan.Tidak ada suara hujan.

Tidak ada suara manusia. Hanya hamparan padang rumput yang luas.

Serina memandang ke depan. Kemudian matanya membelalak. "Mas...?"

Seseorang berdiri tidak jauh darinya. Sosok yang sangat ia kenal, yaitu Riki, Suaminya.

Pria yang selama ini hanya bisa ia lihat melalui foto dan kenangan.

Riki tersenyum. "Serina."

Air matanya Serina langsung jatuh. "Mas Riki!"

Ia berlari. Namun ketika hendak memeluknya, langkahnya tiba-tiba berhenti. "Mas..."

Riki hanya tersenyum. "Kamu baik-baik saja?"

Serina menggeleng. "Aku nggak baik-baik saja."

"Aku merindukanmu."

"Aku setiap hari masih menunggumu."

Riki menatapnya lembut. "Aku tahu."

"Aku masih mencintaimu."

"Aku juga tahu."

Serina pun menangis. "Aku takut..."

"Takut apa?"

"Takut melanjutkan hidup."

Riki terdiam, sedangkan Serina menggenggam kedua tangannya sendiri.

"Ada seseorang yang ingin melindungiku." Ia menundukkan kepalanya.

"Jovan."

Riki tetap tersenyum.

"Dia juga menyayangi Farel." Serina menatap Riki.

"Tapi aku takut kalau aku menerimanya, berarti aku mengkhianatimu."

Riki menggeleng perlahan. "Serina."

"Iya?"

"Apa kamu pikir aku ingin melihatmu hidup dalam kesedihan selamanya?"

Serina terdiam. Riki melangkah mendekat.

"Kamu sudah terlalu lama menangis." Ia mengangkat tangannya seolah hendak menyentuh kepala Serina.

"Farel juga berhak bahagia."

Air mata Serina semakin deras.

"Dia sudah mulai tersenyum lagi." Riki tersenyum.

"Aku melihatnya."

Serina membeku. "Kamu... melihat Farel?"

"Tentu."

Riki menatap ke kejauhan. "Anak kita." Ia tersenyum penuh kasih. "Aku bahagia melihat dia bisa tertawa lagi."

Serina menutup mulutnya menahan tangis. "Mas..."

"Serina." Riki menatapnya dalam-dalam. "Jemputlah kebahagiaan yang sudah ada di depan matamu."

Serina menggeleng sambil menangis. "Tapi..."

"Tidak ada tapi." Riki tersenyum. "Aku sudah ikhlas."

Serina menatapnya. "Ikhlas?"

"Iya."

"Kalau Farel menemukan seseorang yang bisa melindungi dan menyayanginya..." Riki menghela napas lembut. "Jangan halangi kebahagiaannya hanya karena kamu takut melupakan aku."

Serina terisak. "Aku tidak akan pernah melupakanmu."

Riki tersenyum."Aku tidak pernah meminta kamu melupakanku." Ia menatap Serina penuh kelembutan.

"Simpan aku di tempat terbaik dalam hatimu." Riki terdiam sejenak, lalu kembali melanjutkan "Biarkan aku menjadi bagian dari masa lalu yang membuatmu tersenyum."

Serina menangis semakin keras. "Mas..."

"Dan kalau Jovan benar-benar tulus..." Riki terdiam sejenak lagi. "Berikan dia kesempatan."

Serina menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca. Apakah kamu benar-benar ikhlas?"

Riki mengangguk. "Aku hanya ingin kamu bahagia."

Kemudian Riki perlahan mundur.

"Mas!" Serina berusaha mengejarnya. Namun sosok Riki semakin jauh. "Mas Riki!"

Suara Riki terdengar semakin samar. "Jemputlah kebahagiaanmu, Serina, jangan takut hidup lagi, marena aku sudah tenang."

"MAS RIKI!"

Serina terbangun, Napasnya tersengal dan matanya langsung mencari sosok suaminya. Namun tidak ada siapa-siapa. Hanya ruang tamu yang gelap.

Serina menutup mulutnya. Tangisnya pecah.

Ia segera meraih foto Riki yang masih berada di dekatnya.

"Mas..." Serina memeluk foto itu erat-erat. "Mas Riki..." Tubuhnya bergetar. "Aku kangen..." Air matanya mengalir deras. "Kenapa Mas datang ke mimpiku?" Ia memejamkan matanya. Perkataan Riki kembali terngiang.

Jemputlah kebahagiaan yang sudah ada di depan matamu.

Serina menangis semakin tersedu. "Apa ini benar-benar pesanmu, Mas?" Ia mencium foto tersebut. "Apa Mas benar-benar ikhlas?" Serina menundukkan wajah. Untuk pertama kalinya sejak Riki meninggal... ia tidak lagi hanya memikirkan rasa bersalah karena ingin melanjutkan hidup.Ia mulai mempertanyakan apakah dirinya memang berhak bahagia.

*

*

Di tempat lain...

Jovan sama sekali belum tidur. Pria itu berbaring di atas tempat tidurnya. Namun matanya terus terbuka.

Ia memandang langit-langit kamar. Kemudian membalikkan tubuhnya.Tetap tidak bisa tidur.

Jovan menghela napas. "Kenapa gue jadi begini?"

Ia duduk. Tangannya mengusap rambut. Bayangan wajah Serina kembali muncul dalam pikirannya.

Tatapan wanita itu, suaranya, cara Serina tersenyum ketika melihat Farel.Dan terutama... cara Farel memeluknya sore tadi. Jovan tersenyum tanpa sadar. "Farel..." Ia tertawa kecil."Anak itu benar-benar..." Jovan terdiam. Senyumnya perlahan berubah menjadi tatapan penuh kehangatan.

Dulu ia tidak pernah menyangka akan menyukai anak kecil. Namun Farel berbeda.Bocah itu berhasil membuka sisi dirinya yang selama ini terkunci.

Kemudian bayangan Serina kembali muncul.Jovan memejamkan matanya. Jantungnya kembali berdetak cepat.

Deg.

Deg.

Deg.

"Serina..."

Ia mengucapkan nama itu pelan. Kemudian teringat percakapan mereka. Tidak karena kasihan, tidak karena rasa bersalah.

Aku memang ingin berada di sampingmu. Jovan menarik napas.Ia akhirnya menyadari sesuatu.

Keputusan untuk menikahi Serina bukan lagi sekadar cara untuk menghentikan rumor. Bukan hanya untuk melindungi reputasi. Bukan pula karena rasa bersalah atas kematian Riki. Ada sesuatu yang lebih dalam. Ia ingin melihat Serina tersenyum, Ia ingin melihat Farel bahagia. Dan Ia juga ingin menjadi tempat keduanya pulang.

Jovan tersenyum. "Sepertinya..." Ia menatap foto dirinya dan Darren yang ada di meja samping tempat tidur. "Keputusan gue memang sudah tepat." Namun kemudian ia teringat satu hal. Serina belum menjawab. Senyum Jovan menghilang sejenak.

"Kalau dia menolak?" Pertanyaan itu membuat dadanya kembali berdebar. Jovan menggeleng.

"Gue harus siap." Ia merebahkan tubuhnya kembali.

Namun beberapa detik kemudian, ia kembali tersenyum. Bayangan Farel muncul lagi. Bocah itu memanggilnya...

"Om Jovan, kantong Doraemon!" Jovan tertawa pelan. "Dasar bocah."

Ia menutup matanya. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Jovan merasa memiliki sesuatu yang ingin ia perjuangkan bukan demi dirinya sendiri.

Yakni Serina dan Farel.

Dan kemungkinan sebuah keluarga kecil yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

*

*

Sementara di rumah kontrakan... Serina masih memeluk foto Riki. Tangisnya perlahan mereda. Ia mengusap air matanya. Kemudian menatap foto suaminya.

"Mas..." Suaranya nyaris seperti bisikan. "Kalau memang ini yang Mas inginkan..." Serina menarik napas panjang.

"Aku akan mencoba." Ia terdiam. Tatapannya kemudian beralih menuju kamar Farel.

"Untuk Farel."

Namun jauh di dalam hatinya....Serina tahu ada satu nama lain yang mulai memiliki tempat tersendiri. Yakni Jovan. Dan untuk pertama kalinya, ketika nama itu muncul dalam pikirannya...Serina tidak lagi merasa ingin menjauh.

Bersambung....

1
vania larasati
lanjut kak
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Semoga itu jodohnya Daren 👍
Nar Sih
jodoh mu sdh otw ya daren
Nar Sih
seperti nya ini awal kisah cinta daren
Sri Angga
semoga menjadi jodoh mu y pak polisi Daren
Lucy
ini jodohnya Daren🤣🤣biar dia GK trlalu memikirkan Serina lagi👍👍👍
Oma Gavin
jodoh Darren ini
vania larasati
lanjutt kak
vania larasati
lanjut kak
Nar Sih
ahir nya kbnr terungkap ,semoga gk ada mslh lgi yg sulit dlm rmh tangga jovan serina
Nar Sih
ahir nya ketangkap oleh ank sendiri🤣
Nadja 🎀
waah sebentar lagi terbongkar misteri knp ibunya jovan died? alasannya...
Lucy
mampus kau Marcella ketakutan juga kan,KLO Daren dah bertindak jgn kau berharap akan lolos ttp mendekam di jeruji besi😃😃😃
Lucy
Daren terus semngat bantu Jovan jgn sampai ibumu dan Jenifer berhasil menghancurkan Jovan 👍
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
main lo kalian kurang bersih say... 😏
Oma Gavin
ngga perlu berputar putar masalah marcella dan jovan segera aja dibongkar Darren kamu jgn ngulur" waktu keburu marcella kabor dia sudah feeling kamu yg selidiki otomatis dia akan cari aman sendiri tanpa peduli sama jenifer
vania larasati
lanjut kak
Nar Sih
tunggu bntr lgi kedok kejhtn mu terbongkar oleh putra mu sendiri ,marcela🤣🤣
Nar Sih
semagat dareen💪usut tuntas kasus adik mu walau tersangka nya mungkin ibu mu sendiri
vania larasati
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!