Indonesia
NovelToon NovelToon
Rasaku Hilang Karena Cemburumu Berlebihan

Rasaku Hilang Karena Cemburumu Berlebihan

Status: tamat
Genre:Cerai / Tamat
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ludia Tola

Lima belas tahun, bukanlah waktu yang singkat. Lusi adalah seorang perempuan yang sabar dan tulus mencintai Yudi yang mempunyai sifat cemburu dan rasa curiga yang berlebihan, namun seiring dengan berjalannya waktu, kesabaran yang dimiliki oleh Lusi pun perlahan mulai luntur. Apakah Lusi masih bisa mempertahankan cintanya? Apakah Yudi bisa merubah sifatnya? Akankah cinta mereka langgeng hingga maut yang memisahkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ludia Tola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Terbakar Emosi

Toko milik Yudi dan Lusi sudah buka hingga malam hari. Mereka sudah mempekerjakan dua karyawan yang masuk secara bergantian.

Rosa diberi kepercayaan untuk mencari teman yang bisa punya potensi untuk kerja di toko. Waktu itu Rosa sangat senang karena ia mempunyai seorang adik perempuan yang belum berkeluarga. Adiknya ini bernama Raya dan tahun ini juga ia rencana untuk melanjutkan pendidikannya di bangku kuliah. Sudah satu ia menganggur karena tidak ada biaya.

Raya senang mendapat tawaran untuk bekerja karena ia bisa kuliah sambil kerja. Warga masyarakat yang ada di kota Bintang ini menyambut baik ketika didirikan sebuah universitas karena dapat menampung anak-anak mereka yang tidak punya biaya untuk kuliah di luar kota.

Rosa dan Raya tinggal membagi waktu mereka dengan baik untuk bekerja di toko sehingga dua-duanya bisa jalan yaitu kuliah dan kerja.

Yudi juga sudah rutin kembali memesan barang ke Jakarta. Sekarang semua serba muda karena tinggal memesan lewat aplikasi di ponsel maka barang akan diantar oleh kurir sampai ke pintu rumah.

Meskipun sudah bisa memesan barang secara on line tapi tetap saja ada barang yang sering dibeli di pusat kota.

Selama buku kas dipegang oleh Lusi, keuangan sudah stabil kembali. Yudi berencana untuk membangun rumah di samping rumah orang tuanya karena di situ masih ada tanah yang kosong.

Pak Arman tak bisa menolak ketika hal itu diutarakan oleh Yudi. Yudi punya alasan yang kuat, ia tidak mau jika nantinya ada di antara saudara-saudaranya yang keberatan jika ia tinggal di rumah orang tuanya.

Minggu ini para pekerja sudah mulai mengerjakan pembangunan rumah tersebut yang ukuran dan modelnya sudah ditangani oleh seorang ahli dalam hal tersebut. Ukuran rumah yang sedang tapi modelnya tampak mewah.

Lusi sangat senang melihat perkembangan pembangunan rumah itu karena hari ini tepat dua bulan sejak dimulainya pekerjaan tersebut dan bangunan yang sudah selesai tampak lima puluh persen.

"Pasti rumah Ibu nantinya akan tampil mewah. Baru setengahnya yang jadi tapi sudah mulai menampilkan kemewahan," kata Rosa yang sedang berdiri bersama Lusi untuk melihat-lihat pekerjaan rumah yang masih sedang berlangsung.

"Kamu bisa aja Rosa, kalau saya cukuplah untuk tempat bernaung dari hujan dan panas matahari," ucap Lusi menimpali.

"Sebesar bagaimana pun rumah yang kita huni kalau rumah itu adalah milik orang tua, pasti kita tidak akan pernah merasa nyaman. Punya rumah sendiri itu seperti sorga loh, kita bebas mau berbuat apa saja atau mau berkreasi untuk memperindah ruangan, tidak ada yang menghalangi. Seperti saya Bu, rumahku kecil tapi kami bangga karena bisa punya rumah sendiri, walaupun hidup pas-pasan." kata Rosa panjang lebar.

Lusi membenarkan kata-kata Rosa. Sebenarnya ia juga punya impian seperti itu sudah sejak dari dulu tapi tak pernah ia sampaikan kepada suaminya kareana banyak hal yang dijaga.

Cerita mereka terjeda karena ada seorang pembeli yang datang ke toko. Lusi pun beranjak dan pergi ke rumah.

"Mau beli apa, Mbak?" tanya Rosa dengan ramah.

"Mau cari kemeja laki-laki warna putih, kira-kira ada nggak?" tanya perempuan itu sambil mengedarkan pandangannya ke deretan pakaian yang tergantung dengan rapi.

"Ada Mbak, tunggu sebentar ya, saya ambilkan!" kata Rosa. Ia segera berlalu dan mencari barang tersebut di bagian belakang.

Saat kembali dari belakang, Rosa sangat kaget melihat perempuan tadi yang mirip dengan tuannya. Perempuan itu telah membuka maskernya karena merasa gerah.

"An.. Anda... eh, Mbak ini kembar dengan yang punya toko ini?" tanya Rosa gelagapan.

"Maksud kamu?" perempuan itu balik bertanya.

"Iya, wajah Mbak mirip dengan Tuan saya," kata Rosa dengan hebohnya membuat Yudi yang sedang mengawasi pekerjaan para tukang jadi terusik.

"Ada apa sih, Rosa? Kok heboh bangat?" tanya Yudi yang mencul dari samping toko.

"Ini loh, Pak... Mbak ini sepertinya kembaran dengan istri Bapak," ujar Rosa dengan serius.

Yudi segera menoleh ke arah perempuan yang dimaksud oleh Rosa.

"Eh... Luna, kok kamu ada di sini?" tanya Yudi pula dengan heran membuat Rosa semakin tidak paham.

Bersamaan dengan itu, Lusi muncul pula. Entah ia dari mana datangnya. Melihat suaminya sedang berbicara dengan perempuan yang ia pernah lihat ketika menghadiri pesta pernikahan Yani, hati Lusi terbakar emosi karena cemburu. Ia ingat perkataan suaminya waktu itu, bahwa perempuan yang bernama Luna yang mirip dengan dirinya adalah teman lamanya.

Tanpa sepata kata ia langsung berbalik dan berlari ke rumah meninggalkan mereka yang masih dalam kebingungan, tetutama Rosa yang tidak tahu apa-apa tapi ia juga tidak mau bertanya lagi.

"Ada apa dengan istrimu, Tama? Kelihatannya ia sedang marah," tanya Luna dengan suara yang merdu.

"Nggak kenapa-napa, biasalah perempuan suka ngambek, apalagi kalau lihat suaminya sedang bersama perempuan cantik," sahut Yudi enteng.

"Sampaikan permintaan maafku kepada istrimu. Saya nggak bermaksud apa-apa, saya hanya singgah membeli dan tidak tahu kalau toko ini adalah milikmu," ucap Luna dengan penuh sesal. Ia merasa bersalah kepada istri Tama.

"Santai aja, nggak usah dipikirin!" jawab Yudi kemudian ia berlalu meninggalkan Luna dan Rosa.

Rosa segera melayani Luna yang ingin membeli kemeja putih. Kemeja ini akan dipadukan dengan setelan jas dan akan dikenakan oleh Heri pada saat pernikahan mereka digelar yang tinggal beberapa hari lagi.

"Terima kasih Mbak, sudah berbelanja di toko kami!"

"Sama-sama,"

Rosa terus memperhatikan perempuan cantik itu. Ia berjalan dengan sangat anggun menuju sebuah mobil mewah yang terparkir di pinggir jalanan.

Rupanya Heri juga ikut namun ia sengaja tidak mau turun dari mobil.

"Kakak tahu, nggak... toko tempat saya beli kemeja ini adalah milik Tama, teman saya yang tempo hari kita ketemu di pesta. Tadi istrinya yang mirip denganku tiba-tiba muncul dan langsung pergi begitu aja, tampaknya ia sangat marah karena saya bicara dengan Tama," kata Luna dengan polosnya.

"Jadi, tadi kamu ketemu dengan Tama? Pantas aja saya nunggunya lama bangat. Trus Adek senang karena ketemu lagi sama Tama?" tanya Heri dengan wajah tak suka.

"Justru saya sedih soalnya gara-gara saya, istrinya Tama jadi ngambek," sahut Luna dengan wajah penuh sesal.

"Kirain Adek senang lalu lupa sama Kakak," goda Heri lalu mencolek dagu Luna dengan lembut.

"Nggak mungkinlah, di hati ini hanya ada nama Kakak seorang," ucap Luna lalu mencium pipi Heri.

"Ehh, udah berani cium duluan," kata Heri sambil terkekeh dan balik mengecup bibir yang sangat menantang itu dengan gemas.

"Ehhh, jangan Kak, ini tempat umum loh!"

"Biarin aja, nggak ada yang larang kok, saya udah nggak sabar Sayang, ingin mencium seluruh tubuhmu. Andaikan kita sudah resmi jadi suami-istri, tak kan kubiarakan kau berkutik!"

"Udah Kak, saya nggak bisa bernafas nih,"

Akhirnya Heri melepaskan ciumannya dengan nafas yang tidak beraturan. Ia tersenyum karena perempuan yang ada di sampingnya juga terlihat bahagia dengan wajah yang memerah menahan segala hasrat yang sudah meletup-letup dalam kalbu. Ternyata Luna pun menikamati permainannya.

1
She_L
Sabar kawan hhhh, cerita masa lalu.
She_L
makasih atas supportx
Anis Rohayati
jiji sma si maria dan si surya ka mudah2han ketauan dan si surya di cerai kan ana
She_L
Siap kawan
She_L
Makasih
Anis Rohayati
lusi yudi 😍😍😍😍😍
Anis Rohayati
lusi yudi 😍😍😍😍
Anis Rohayati
nah gitu dong yudi
She_L
Terima kasih atas suport dan dukungannya!
Anis Rohayati
nah gitu dong ka jgn ada pelakor nya mls dah banyk cerita kya gitu jadi kebawa bosen
Anis Rohayati
kasih pelajaran dulu lusi yudi nya biar tau rasa di cuekin gimna
She_L
Maaf, jika karyaku ini jelek soalnya saya baru belajar dan tentu banyak kekurangan.
She_L
makasih masukannya.
Anis Rohayati
jadi jiji sma si yudi
Anis Rohayati
ga masuk akal kalau yudi selingkuh ka bukan nya dari awal sifat yudi ga mudah tergoda masa sama jalang yuli aja mudah tergoda jadi mls lanjut baca
Bang Beng: tolong follow balik kak.....
dan mampir di novel ku kalok berkenan kak.
terimakasih.
total 1 replies
She_L
Terima kasih suportnya kawan!
Ryana
Semangat terus kak aku udah beri 🌷untuk kakak
She_L
Siap kawan
Ryana
Lanjut!
Ryana
Semangat kak nulisnya
Ryana: iya kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!