Menceritakan tentang kehidupan seorang perempuan bernama Zhafira annisa yang memiliki rambut pirang yang panjang dengan mata yang sangat indah yang dimana dia harus bekerja keras dengan hidupnya untuk membantu keluarganya.
Ia bertemu dengan teman SMAnya yang memberikan pekerjaan kepadanya dan bertemu seorang atlet yang tidak sengaja bertemu ketika zhafira mendukung temannya kedua lelaki tersebut ternyata memiliki rasa yang sama terhadap zhafira
Bagaimana kelanjutan kehidupan zhafira dan hubungannya dengan kedua lelaki tersebut.
Dan siapakah yang akan zhafira pilih menjadi pasangannya kelak?
------------------------------------------------
Mau tau kisah selanjutnya? Baca dan dukung terus guys🥰
Ini karya pertamaku dimohon untuk memberikan dukungannya🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yasoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
otw
"Lu masih tinggal di rumah kak vini" tanya rina
"Masih, udah mana kak vini suruh bujukin devin supaya mau ke korea liat ayahnya lagi" ucap zhafira
"Bukannya kemarin udah ya" tanya nina
"Iya udah, tapi dia pulang gak pamit alias dia pulang pas abis selesai bertengkar sama ayahnya" ucap zhafira
"Astaga, bisa gitu tuh anak udahlah bujuk aja zhaf itung-itung pahala" ucap rina
"Sekalian lu ikut aja ege lumayan, kali aja ketemu mas crush disono" ucap nina
"Tak segampang itu, devin keras kepala gua udah pusing duluan mikirinnya" ucap zhafira
"Tau gak sih gara-gara ribut kemarin dia kayaknya gak jadi ikut tanding dipertandingan bulan ini, padahal ini pertandingan yang dia pengenin" ucap zhafira
"Namanya juga hidup gak ada yang tau" ucap nina
"Dia juga bilang sih pengen liburan" ucap zhafira
"Nah pas tuh, coba aja lu bilang gimana kalo kita liburannya ke korea aja pasti dia mau" ucap nina
"Mudah sekali bicaranya anda, tapi yaudah deh gua coba ntar" ucap zhafira
Merekapun menikmati udon mereka.
Tak lama zhafira mendapat telpon dari devin
"Halo, kenapa devin" ucap zhafira
"Kak zhaf ini vino, kak zhaf kapan pulang" ucap vino
"Oh vino, mungkin nanti ya kak zhaf juga mau pulang dulu ke rumah kak zhaf buat ambil barang" ucap zhafira.
"Okedeh tapi jangan lama ya kata om devin dia kangen hehe" ucap vino
"Bohong" ucap devin
"Oke, kak zhaf matiin ya bye vino" ucap zhafira
"Mending lu ama devin zhaf, kayaknya baik" ucap nina
"Semua cowok sama aja, pusing gua" ucap zhafira
Merekapun kembali ke rumah nina, setelahnya mereka hanya menonton beberapa film yang ada di Netflix.
Zhafira berpamitan kepada nina dan rina untuk pulang ke rumahnya.
Sesampainya di rumah zhafira disambut oleh kedua orang tuanya.
"MasyaAllah anak mamah akhirnya pulang mamah kangen" ucap mamah zhafira seraya memeluknya
"Sama zhafira juga" ucap zhafira
"Bapak juga kangen, kamu udah nggak balik kesana lagi kan nak" tanya bapak zhafira
"Masih pak kak vini belum pulang, malah disuruh ke korea" ucap zhafira
"Ngapain kesana" tanya bapak zhafira
"Ayahnya kak vini disana, terus aku disuruh anter vino kesana" ucap zhafira
"Yaudah nggakpapa zhaf, kamu anter vino emang bayar berapa" ucap bapak zhafira
"Gaktau deh, liat aja nanti atau nggak aku minta potong gaji aja juga gakpapa udah dulu yah mah, pak aku mau ambil baju" ucap zhafira seraya menuju ke kamarnya
"Sumpah gua kangen lu semua" ucap zhafira membaringkan tubuhnya diranjangnya.
"Bisa gak sih gua gak usah balik, udah nyaman banget" ucap zhafira
"Gak bisa zhaf ada vino harus lu jagain" ucap zhafira teringat
Zhafirapun mulai memasukkan barang-barang yang harus ia bawa ke rumah vini.
Zhafira kemudian berpamitan kembali pada orangtuanya.
"Mah, pak aku berangkat ya" ucap zhafira
"Loh kamu gakmau makan dulu" tanya bapak zhafira
"Nggak pak aku udah makan tadi" ucap zhafira
Zhafirapun pergi menuju rumah vini menggunakan ojol.
Sesampainya disana zhafira bergegas menuju kamar devin untuk menaruh barang-barangnya.
"Ko lama banget si zhaf, dari tadi vino nungguin sampe ketiduran" ucap devin
"Tadi gua istirahat sebentar di rumah" ucap zhafira singkat.
"Oke, lu boleh istirahat lagi disini gua gak lama ko cuman mau beresin barang-barang aja gak bakal ganggu lu gua" ucap devin
Zhafirapun membaringkan tubuhnya diranjang devin.
"Oh iya, kita beneran jadi ya zhaf ke korea" ucap devin
Zhafirapun langsung terbangun dari tidurnya.
"Ko bisa, kan gua belum punya semuanya" ucap zhafira
"Apa yang gua gak bisa di dunia ini, ini passport sama visa lu udah gua urus" ucap devin seraya memberikan passport dan visaya kepada zhafira
"Wah gila sih, lu seriusan ngajak gua" ucap zhafira
"Kalo nggak mau yaudah gakusah ikut" ucap devin
"Mau lah, kapan berangkatnya" ucap zhafira
"Lusa" ucap devin singkat seraya meninggalkan zhafira
"HUAAAAA MAMAH, GUA MIMPI APA SEMALEM ASTAGA ASTAGA INI NYATA ADANYA" ucap zhafira antusias
"Eh ini demi apa sih ya Allah makasih banyak" ucap zhafira berguling diranjang devin
Devin yang mendengar ucapan zhafira dari bilik pintupun menautkan senyumannya.
Keeseokan harinya zhafira pergi ke rumahnya untuk mengambil koper dan membereskan baju-bajunya.
Setibanya di rumah vini, zhafira menemui devin terlebih dahulu.
"Vin ini gua bayar berapa" tanya zhafira
"Bukan uang yang pasti" ucap devin
"Maksudnya" tanya zhafira
"Gua gak mau dibayar pake uang, maunya pake yang lain" ucap devin
"Pake daun bolehkan ya berarti" ucap zhafira
"Bukan juga, udahlah nanti juga lu tau" ucap devin
"Kalo lu macem-macem gua tabok ya vin" ucap zhafira
"Emang gua ngomong apa, keknya belum ngomong udah disalah sangkain aja" ucap devin
"Emang lu gak ngomong apa-apa tapi gua tau otak lu, otak mesum" ucap zhafira
Zhafirapun pergi menuju kamar vino untuk membantu vino memasukkan bajunya kekoper.
Setelahnya mereka berkumpul diruang keluarga untuk menonton serial marvel kesukaan vino.
"Yeay yeay akhirnya aku naik pesawat, ketemu mamah" ucap vino kegirangang
"Tau ga kak zhaf ini kali pertama aku naik pesawat sama ketemu kakek" ucap vino antusias
"Kak zhafira juga pertama kali, kamu gak takut" ucap zhafira
"Nggak, ada om devin kan kata om kalo takut tinggal peluk om aja jadi kalo kak zhaf takut peluk om juga" ucap vino
"Bener tinggal peluk om" ucap devin merenggangkan tangannya.
Zhafira pun mengusap wajah devin karena kesal dengannya.
"Aw muka gua, tangan lu bau ikan asin" ucap devin
"Palelu" ucap zhafira
"Om gamau ketemu kakek, kamu aja nanti sama kak zhafira" ucap devin
"Dih gaya lu vin, ama lu lah gakmau gua kalo gak sama lu" ucap zhafira
"Yaudah berarti gausah, tunggu jemput kak vini aja si vino" ucap devin
"Loh bukannya kita emang dijemput kak vini" ucap zhafira
"Nggak, gua tinggal di apartement gua sendiri lagi pula gua juga gak bilang kalo gua kesana" ucap devin
"Lu harus nemuin ayah lu pokonya pas kesana" ucap zhafifa
"Gakmau jangan paksa gua" ucap devin
Zhafirapun tidak membalas ucapan devin karena takut nantinya akan bertengkar.
Merekapun menyiapkan koper mereka masing-masing ke ruang keluarga agar mudah besok ketika mau berangkat.
"Kita besok berangkat pagi, perjalanan kira-kira sekitar 7 jam" ucap devin
"Dan besok yang gak bisa dingin harus pake jaket biar gak nyusahin" ucap devin seraya menatap zhafira.
"Iya bawel gua udah bawa jaket tebel" ucap zhafira
Merekapun menghabiskan sisa waktu mereka di ruang keluarga.