Indonesia
NovelToon NovelToon
DEVIL'S TOUCH

DEVIL'S TOUCH

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Crazy Rich/Konglomerat / Model
Popularitas:46.6k
Nilai: 5
Nama Author: VanilaCoffeana

Helena Berness, adalah seorang model yang sedang naik daun. Di tengah-tengah karirnya yang melesat, wanita itu malah mengundurkan diri yang membuat publik bertanya-tanya. Bukan tanpa alasan wanita itu mengundurkan diri, Helena sangat mencintai pekerjaannya. Namun permintaan bibinya membuat Helena mau tidak mau harus mengundurkan diri dari dunia hiburan.

Helena melarikan dirinya ke Spanyol, tanpa sengaja wanita itu malah menjadi tawanan seorang Jasver Leonidas. Pemimpin dari segala pemimpin yang mengklaim Helena sebagai miliknya. Bisakah Helena keluar dari belenggu Jasver? Atau malah terjebak dengan rencananya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VanilaCoffeana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Tawaran Menggiurkan.

Suara alunan musik terdengar sangat romantis. Mengiringi sepasang manusia yang tengah duduk berbincang di meja di temani dengan beberapa lilin dan kelopak mawar yang menghiasi. Aroma mawar merah yang semerbak wangi sangat menenangkan indra penciuman.

Sebotol minuman sudah tersedia di atas meja. Udara malam yang terasa begitu dingin tak Helena rasakan karena Jasver memberikan jasnya untuk menutupi punggungnya yang terbuka.

"Apa yang kau katakan Jasver? Aku tidak mengerti dengan maksudmu?" Helena merasa sangat kebingungan. Bukankah dia baru bertemu dengan Jasver? Tapi kenapa pria itu berkata seolah mereka tidak bertemu dalam waktu yang sangat lama.

Jasver menarik sudut bibirnya. Dia sudah menunggu pertanyaan ini keluar dari bibir Helena.

"Aku sudah bertemu denganmu sebelum itu, Mi Querida. Kau ingat dengan ibumu? Dia yang membawamu padaku."

"Apa? Tidak mungkin. Ibuku di tangkap oleh ayahmu dan bagaimana bisa dia membawaku padamu." Helena tak percaya begitu saja dengan ucapan Jasver. Bisa saja pria itu menipunya.

"Aku menemukanmu, Mi Querida. Dan aku tidak pernah memintamu untuk datang padaku, kau sendiri yang datang padaku."

Helena mendelik, dia tidak akan mau datang jika bukan karena berlian itu.

"Kau curang Jasver! Seharusnya kau tidak menahanku."

Jasver menahan tawanya. Dia tidak pernah merasa selepas ini bersama dengan seseorang, apalagi seorang wanita.

"Aku memang tidak menahanmu, Mi Querida. Tapi aku memaksamu agar kau tetap berada di sisiku, jika kau tidak pernah datang padaku aku tidak akan melakukan hal itu."

"Jangan memanggilku seperti itu! Aku bukan kekasihmu." dia tidak bisa menerima semuanya begitu saja. Helena menuangkan sebotol minuman ke dalam gelas, satu teguk minuman tidak akan membuatnya sakit kepala.

"Bagaimana dengan tawaranku, Mi Querida?" tanya Jasver.

Helena tak langsung menjawab, dia berpikir untuk sejenak. Gelas kembali di goyangkan sebelum di teguk, tawaran yang sangat menggiurkan. Tapi dia tahu ini tidak akan mudah, apalagi dia tidak memiliki kemampuan apa-apa.

Sensasi berbeda Helena rasakan saat minuman itu masuk ke dalam tenggorokannya. Agak sedikit pahit dan tenggorokannya seperti terbakar. Meski ini bukan pertama kalinya dia minum, tapi Helena sangat jarang menyentuh minuman seperti ini. Hanya sesekali saat dia sedanf merasa sakit kepala.

"Tawaran yang bagus Mr. Leonidas. Tapi apa kau yakin menawarkan ini untukku? Aku tidak sehebat yang kau kira." sudut bibirnya tertarik ke atas. Helena menebak-nebak reaksi yang akan pria itu berikan. Mungkinkah dia akan terkejut? Atau bagaimana?

Jasver tahu jika Helena tidak bisa bertarung sepertinya, karena kehidupan mereka sangat jauh berbeda. Tapi itu bukanlah masalah yang besar, selama wanita itu memiliki keinginan dia bisa belajar beladiri.

"Apa kau ingin belajar beladiri? Aku bisa membantumu jika kau mau." Jasver menawarkan sesuatu yang menarik.

"Semua itu tergantung pada dirimu Mr. Leonidas. Coba ceritakan padaku! Bagaimana kehidupanmu jika menghadapi seorang musuh?" pria itu tidak akan segan untuk membunuh, tetapi Helena ingin tahu dari sisi Jasver.

"Apalagi yang pantas untuk seorang musuh dapatkan jika bukan kematian Mi Querida?" Helena semakin tertarik dengan kehidupan pria itu, menurutnya itu sangat menarik.

"Lalu jika aku menjadi musuhmu? Apa aku juga akan mati?" Helena tersenyum miring.

Jasver menaikan sebelah alisnya. "Tentu saja, kau juga akan mati. Tapi sebelum itu kau harus tersiksa karena telah berani menjadi seorang musuh untukku. Padahal kau tahu jika kau adalah milikku."

Helena tertawa mendengarnya, padahal tidak ada yang lucu dari ucapan Jasver.

"Baiklah, aku akan menerima tawaranmu dan aku harap kau tidak mengecewakanku Mr. Leonidas."

"Tidak akan pernah Mi Querida."

Helena kembali meneguk minumannya. Banyak sekali yang dia pikirkan, entah bagaimana kehidupannya nanti. Dia rasa tidak akan mudah. Apalagi dia harus masuk ke dalam dunia Jasver yang menurutnya seru tapi juga mengerikan.

Suara waiters yang datang untuk mengantarkan makanan membuat perhatian Helena terpecahkan. Wanita itu menyelipkan rambutnya ke belakang dan meletakan gelas yang tengah dia mainkan. Ikatan rambutnya sudah terlepas.

"Selamat untuk kalian." wanita itu menampilkan sebuah senyum. Karena dia pikir jika mereka telah menjadi pasangan kekasih atau mungkin telah bertunangan.

Helena tertawa kecil mendengarnya. Astaga, sepertinya wanita itu salah paham. Padahal mereka tidak sedang berkencan atau pun sedang melamar seseorang.

Meski sedikit terkejut dengan reaksi Helena, waiters itu tak ambil pusing. Setelah mengantarkan makanan dia berlalu pergi.

"Kau lihat itu Mr. Leonidas? Dia sama sepertiku sempat salah paham jika kau akan melamar kekasihmu." tawa Helena terdengar sangat merdu di telinga Jasver. Pria itu sampai tak berpaling dari Helena. Ada perasaan berbeda ketika melihat Helena tertawa seperti itu, rasanya sangat sulit untuk di jelaskan. Perutnya seperti di hampiri ribuan kupu-kupu.

Jasver tersenyum tipis. "Apa kau ingin aku melamarmu, Mi Querida?"

Helena langsung menghentikan tawanya, kedua matanya langsung melotot saat mendengarkan ucapan Jasver. Dasar sinting!

"Kau gila? Aku tidak mau, kau bukan tipe pria idamanku. Aku lebih suka pria yang hangat dan lembut seperti Stev." ucap Helena.

Jasver mengatupkan rahangnya, aliran darahnya terasa mendidih saat mendengar Helena membicarakan pria lain.

"Siapa Stev? Do you love him, Mi Querida?" suara Jasver terdengar sangat dingin.

Helena terlihat gugup, di tatap dengan tajam seperti itu membuat nyalinya menciut. Jasver seperti ingin mengulitinya.

"No! Sebaiknya kita makan jika sudah dingin tidak akan enak." Helena mengambil garpu dengan tergesa. Wanita itu langsung memotong steak dan menelannya.

"Jawab pertanyaanku, Helena! Jangan mengalihkan pembicaraan." dia berusaha untuk setenang mungkin, meski hatinya terasa sangat panas.

"Sungguh aku tidak mencintainya! Tapi kalaupun aku menyukainya apa urusannya denganmu?" Helena meletakan pisau yang dia gunakan untuk memotong steak.

Jasver menatapnya dengan tajam, pria itu bahkan memukul meja membuat Helena terjengkit kaget.

"Tidak boleh! Kau adalah milikku jika kau berani jatuh cinta pada pria lain aku tidak akan segan untuk menghabisinya, Mi Querida."

Helena melotot. Dia tidak terima dengan ucapan Jasver, atas dasar apa pria itu mengklaimnya seperti itu? Dia memang menerima tawaran Jasver tapi bukan berarti pria itu bisa memilikinya.

"Kenapa kau jadi menyebalkan seperti ini, hah? Aku memang menerima tawaranmu tapi bukan berarti aku akan menjadi milikmu." teriak Helena kesal.

Jasver menyeringgai. "Sejak awal kau adalah milikku dan kau tidak bisa mengubahnya Mi Querida."

Sial, dia benar-benar terjebak. Kenapa Jasver sangat keras kepala? Pria itu tidak bisa seenaknya saja. Dia lebih berhak atas dirinya sendiri bukan Jasver. Meski pria itu sudah baik padanya tapi dia tidak boleh seperti itu, ini sangat merugikan dirinya.

1
putrie_07
lanjutttt
putrie_07
v,😩😩
D'Twins Acy Cya
ceritanya bagus, bikin penasaran.
Anita Anita
suka banget dengan ceritanya
Anita Anita
akhirnya Helena menikah
Bu Neng
top markotop 👍👍👍👍
Yoyoh Rokayah
lanjut thor
anonim
Thanks udah mampir guys🤗 aku harap kalian nggak bosan sama ceritanya dan aku menerima kritik dan saran dari kalian. Ayo keluarkan kritik dan saran kalian! akan aku usahakan menulis yang terbaik dan akan aku perbaiki lagi 😍❤️‍🩹
albatul
awal yg menarik, smoga bagus sampai akhir
albatul
waktu bayi
Mom_amor
Hadir lagi kak😊 semangat 💪
merry jen
Helena x gdiss kcilll yg diliat jasverr dluu
Elis Paris
lama amat Thor up nya
Anita Anita
lanjut Sampe tamat thor
aku_aja
novel pertama tapi sudah bagus tata bahasanya juga bagus dan enak dibaca good job thor
Astrid Rahmadhani
up thor
Anita Anita
Aduh kasian Helena niat baik malah bencana buatnya😭
Bu Neng
lanjuuuut Thor
Anita Anita
ibunya pencuri bayaran 🤭
Bu Neng
salam kenal kembali Thor...
membuat sebuah karya tidak mudah, Terimakasih author sudah membuat cerita ini....terus berkarya , tetap semangat sukses selalu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!