Indonesia
NovelToon NovelToon
SKENARIO KEHANCURAN UNTUK SUAMIKU

SKENARIO KEHANCURAN UNTUK SUAMIKU

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / CEO / Tamat
Popularitas:29.3k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Bagi Aris dan ibunya, Tita adalah istri sempurna: kaya, penurut, dan sabar. Saat Tita divonis tak bisa memberi keturunan, mereka berlagak menerima dengan lapang dada. Padahal di belakangnya, Aris diam-diam menikah siri demi mendapatkan anak sambil terus menikmati kemewahan dari uang Tita.
​Mereka pikir Tita bodoh. Padahal, Tita sudah tahu segalanya.

​Tanpa air mata atau labrakan emosional, Tita tersenyum dingin. Ia mulai memutus aliran dana, merebut asetnya, dan menjebak bisnis Aris ke jurang utang.

​"Kalian pikir bisa hidup mewah di atas penderitaanku? Mari kita lihat seberapa lama kalian bertahan tanpa sepeser pun uangku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SKENARIO KEHANCURAN UNTUK SUAMIKU

​Hujan deras yang mengguyur Jakarta perlahan berganti menjadi gerimis tipis. Malam makin larut, membawa udara dingin yang menusuk hingga ke tulang.

​Di selasar jembatan penyeberangan orang yang kusam, Jesika dan Mama Rahma duduk meringkuk di atas lembaran kardus bekas yang mereka temukan di sudut selasar. Bau kotoran dan genangan air hujan menyeruak di sekeliling mereka, namun kedua wanita itu tak lagi punya pilihan.

​Jesika memeluk lututnya yang gemetar. Pakaian cantiknya yang kotor dan basah menempel lengket di kulitnya. Tatapan matanya kosong, menatap nanar ke arah jalan raya yang mulai sepi.

​"Jes... makan roti ini sedikit, Nak. Tadi ada orang lewat yang ngasih..." suara Mama Rahma terdengar sangat pelan dan gemetar. Wanita tua itu menyodorkan sebungkus roti tawar kusam yang plastiknya sudah agak terbuka.

​Jesika melirik roti itu, lalu menatap wajah ibunya yang kusam, keriput, dan penuh bekas air mata.

​Rasa penyesalan yang teramat sangat mendadak menghantam dada Jesika bagaikan hantaman batu besar.

"​Kenapa kemarin sore aku tega mengusir Mama?." bisik batin Jesika dengan rasa bersalah yang membakar jiwanya.

​Bayangan kejadian kemarin sore berputar kembali di kepalanya seperti film horor. Saat Mama Rahma datang mengetuk pintunya dengan tubuh lemah, Jesika justru mendorongnya kasar, memaki-makinya, dan melemparkan uang receh ke tanah hanya karena takut keberadaan ibunya akan merusak citranya di depan Reno dan Mama Reno.

​"Ma..." suara Jesika pecah, air matanya kembali menetes deras menembus kotoran di pipinya. "Maafkan Jesi, Ma... Maafkan Jesi..."

​Mama Rahma tertegun, matanya berkaca-kaca menatap putri tunggalnya.

​"Jesi menyesal banget, Ma..." tangis Jesika makin menjadi, ia menggeser tubuhnya dan bersimpuh di hadapan Mama Rahma, menggenggam tangan ibunya yang dingin dan keriput. "Kalau Jesi tahu bakal kayak gini... kalau Jesi tahu Reno sama mamanya bakalan setega itu menceraikan dan membuang Jesi... Jesi enggak akan pernah ngusir Mama! Lebih baik Jesi tampung Mama di rumah kemarin! Lebih baik kita hadapi bareng-bareng!"

​Mama Rahma menggeleng pelan, merengkuh kepala Jesika ke pangkuannya sembari mengusap rambut putrinya yang basah. "Sudah, Nak... Sudah. Ini salah Mama juga... Mama yang gagal mendidik kalian..."

​"Enggak, Ma! Jesi yang jahat! Jesi pikir kalau Jesi ngusir Mama, Jesi bisa aman dan tetep jadi istrinya Reno!" jerit Jesika penuh penderitaan. "Tapi ternyata Reno itu iblis, Ma! Dia cuma memanfaatkan uang dan fasilitas yang Jesi kasih!"

​Jesika mengepalkan tangannya rapat-rapt hingga kukunya memutih dan menancap di telapak tangan. Penyesalan atas perbuatannya pada sang ibu kini berubah menjadi kebencian dan dendam yang membara pada Reno dan mantan ibu mertuanya.

​"Reno sama mamanya itu parasit, Ma!" bentak Jesika dengan napas memburu, matanya membelalak penuh kemarahan. "Mereka yang paling banyak menikmati uang dari Mbak Tita! Selama dua tahun ini, siapa yang beliin Reno mobil sedan baru?! Siapa yang biayain bisnis restoran Reno yang hampir bangkrut itu?! Semuanya pakai uang dari Mas Aris yang dialihin ke rekening Jesi!"

​Mama Rahma hanya bisa terdiam menangis, mendengar lontaran amarah anaknya.

​"Bahkan kado tas mahal empat puluh lima juta dari voucher La Rose itu..."

sambung Jesika dengan suara bergetar dan nada dendam yang pekat, "Mama Reno yang minta! Dia yang ngemis-ngemis ke Mama biar dibeliin tas desainer itu buat dipamerin ke teman-teman arisannya! Tapi tadi siang... pas rumah kita disita, dengan mudahnya wanita tua itu nampar tangan Jesi dan nyuruh Reno ceraikan Jesi?!"

​Jeritan histeris Jesika menggema di bawah selasar jembatan. Mengingat wajah dingin Reno yang tega membuangnya di tepi jalanan saat ia bersimpuh memohon pertolongan, membuat dada Jesika terasa mau meledak oleh rasa tidak terima.

​Kenapa hanya dirinya dan Mas Aris yang dihancurkan sampai tak bersisa? Kenapa Reno dan ibunya bisa melenggang bebas tanpa tersentuh hukum, padahal sebagian besar harta dan kemewahan yang ia miliki selama ini telah mengalir mulus ke kantong keluarga Reno?

​Jesika menengadah, menatap langit malam yang gelap gulita dengan tatapan liar dan penuh harapan miring.

​"Mbak Tita... kalau Mbak Tita emang mau balas dendam sama keluarga kita... tolong jangan berhenti di sini!" gumam Jesika lirih, suaranya terdengar seperti bisikan iblis yang penuh dendam.

​"Mbak Tita harus tahu kalau Reno sama mamanya juga menikmati uang Glowinc! Mereka yang bikin uang penggelapan Mas Aris habis tak berbekas! Mbak Tita enggak boleh biarin Reno hidup tenang setelah hancurin hidup Jesi!"

​Mama Rahma memegangi bahu Jesika dengan cemas. "Jesi... sudah, Nak... Jangan dipikirkan lagi..."

​"Enggak bisa, Ma!" potong Jesika tajam. "Jesi mau semuanya impas! Kalau Jesi harus membusuk di jalanan kayak gini dan Mas Aris membusuk di penjara, maka Reno dan mamanya juga harus ikut hancur! Mereka harus ngerasain dimiskinkan dan ditendang dari kehidupan mewah!"

​Jesika tahu betul betapa dingin dan mematikannya langkah hukum yang dirancang oleh Titania. Jika Titania bisa melacak setiap rupiah aliran dana penggelapan yang masuk ke rekening pribadinya hingga berujung penyitaan rumah dan pembekuan rekening, maka sangat mudah bagi tim hukum Glowinc Group untuk membongkar aliran dana penampungan yang masuk ke rekening Reno dan mamanya.

​"Jesi berdoa, Ma... Jesi berdoa biar besok tim hukumnya Mbak Tita datang menyeret Reno dan ibunya ke penjara!" bisik Jesika dengan senyuman dingin yang mengerikan di bibirnya yang pucat. "Biar mereka tahu rasanya dibuang dan kehilangan segalanya!"

​Mama Rahma tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia hanya memeluk erat tubuh putri tunggalnya yang kini gemetar hebat antara rasa dingin malam dan luapan dendam yang membakar jiwa.

​Di balik kegelapan malam kota Jakarta, dua wanita yang telah kehilangan segalanya itu saling berpelukan di atas kardus kusam. Jesika kini hanya memiliki satu harapan di tengah penderitaannya: melihat Reno dan Mama Reno menerima penderitaan yang sama jahatnya dari tangan Titania.

​Sementara itu, di sebuah apartemen mewah daerah Jakarta Selatan.

​Reno duduk di sofa kulitnya sembari meneguk segelas wiski dingin. Di hadapannya, Mama Reno sedang sibuk merapikan perhiasan emas dan tas-tas mahal hasil pemberian Jesika dulu.

​"Untung kamu cepat ambil tindakan menceraikan si Jesika itu, Reno," ucap Mama Reno dengan nada lega dan sombong. "Kalau enggak, nama baik keluarga kita bisa hancur diseret-seret ke media gara-gara kasus penipuan abangnya!"

​Reno tertawa kecil, menyandarkan punggungnya ke sofa. "Tenang aja, Ma. Lagian semua sertifikat aset dan mobil yang Jesi beliin buat Reno kan atas nama pribadi Reno. Tim hukumnya Tita enggak akan bisa nyentuh barang-barang kita. Kita aman."

​Mama Reno tersenyum puas, membelai tas kulit desainer di pangkuannya. "Baguslah. Biarkan saja si Jesika dan ibunya yang tidak tahu diri itu membusuk di jalanan."

​Namun, di balik jendela kaca apartemen mereka yang mewah, bayangan keadilan yang disiapkan oleh Titania, Ko Felix, dan Kak Olan sedang merayap dalam diam. Tanpa Reno dan mamanya sadari, bukti transaksi aliran dana penampungan hasil kejahatan ke rekening mereka telah tersusun rapi di meja kejaksaan... siap menghancurkan kesombongan mereka dalam hitungan jam.

1
Evi Goenharto
loh bukannya Jessica udh pny suami ya thor
Evi Goenharto
laki2 pengecut dan licik hrs dibalas licik
A.R
rasakan tuh udh di kasi menantu cantik baik plus kaya malah pilih ondel2🤣🤣
Heny
Terus lah bermain biar aris semakin pusing
Heny
Mantap
Heny
I ya thor
Heny
Hadir thor
Muft Smoker
ceritany seruuu
Muft Smoker
tp ttap makasih yx kak buat ceritany ,, meski singkat ,, tp aq suka ma ceritany ,,
Muft Smoker
loooo looo kak ,, belum juga wedding ,, udh tamat aj ,,
boleh laa bonchap ny kak ,,
Muft Smoker
kapan lgii kan punya tour guide seorang CEO ,,
susi ana
lah kok tiba2 tamat Thor?
aku sll merasa dapat kejutan tamat 😥
blcak areng: maaf ya kak karena memang harus tamat 😍🙏
total 1 replies
Noey Aprilia
Waduuhhh....
ko udh tmat aja....krain msh puanjanggg crtanya....tp msih ada bonchap kn kk???
blcak areng: maaf ya kak karena memang harus tamat 😍
total 1 replies
Wega Luna
lah cepat tamat nya tambah 2 episode lagi saat menikah dan punya anak dong Thor
blcak areng: maaf ya kak karena memang harus tamat 😍
total 1 replies
putri 💕
udh tamat aja thor
blcak areng: maaf ya kak karena memang harus tamat 😍
total 1 replies
Noey Aprilia
Mnfaatkn ksmptan sbaik mngkn y tita...kpn lg ceo sbuk ky felix,jd pmndu wsta untukmu....mksa pula biar slalu dkt....😁😁😁
Muft Smoker
waaaah otw jdi penggantin juga niih🤭🤭🤭
Noey Aprilia
Fto d smping pngantin dlu y....tar klian nysul jd pngantinnya.....😁😁😁
Noey Aprilia
Felix yg d goda,aku yg mesem2....
untng d sbelah ga ada orang....🤭🤭🤭
Muft Smoker: duuuh Felix ,, anda bisa merona juga yx ,, 🤭🤭🤭😁😁😁😁
total 1 replies
Noey Aprilia
Ksetiaan dn cntanya felix,ga d rgukn lg....skian thn mnunggu pun dia snggup,apa lg skrng tita udh single....
pepet trs ko,jgn smp d tkung cwok lain lg....😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!