Pernikahan yang didasari cinta belum tentu selamanya akan abadi. Akan ada badai yang akan menghampiri, apakah sang nahkoda bisa mengatasinya atau tidak tergantung kesiapan diri.
Begitu juga dengan rumah tangga Ima, kebahagian yang ia nikmati hancur lebur saat suaminya punya Wanita lain dan lebih menyakitkan mertuanya ikut andil atas pengkhianatan putranya.
Ima yang sakit hati bertekad dalam hati akan membalas semua pengkhianatan suami dan mertuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
"Kamu ngapain di sini?" tanya Aldi menghentikan suapanya.
"Ya kerjalah."
"Kerja. " ulang Aldi.
"Ga usah bohong kamu."
"Aku bohong sama kamu, buat apa? Ga ngaruh juga sama kamu." ujar Ratna yang langsung datang menemui Aldi sesuai perintah Ima sebelumnya.
"Mbak, tunggu." panggil Aldi pada karyawan tadi yang melayaninya.
"Ada apa, pak?" ujar karyawan itu.
"Tadi bukanya saya suruh kamu panggil pemilik restoran ini, kenapa dia yang malah datang?"
"Ooh, bu Ratna adalah manager resto ini pak. Jadi bapak kalau ada perlu silahkan sampaikan saja pada bu Ratna." jelas karyawan itu membuat Aldi ternganga.
"Kok bisa."
"Apanya?" ujar Ratna ketus.
"Kamu jadi manager resto yang besar ini, kamu itu tak punya pengalaman apa - apa. Sekolah juga ga biasa - biasa aja. Aneh sih menurut aku." Aldi tertawa mengejek Ratna.
"Nyatanya aku bisakan." Ratna balas tertawa membuat Aldi panas.
"Paling juga lewat jalur koneksi." sindir Aldi.
"Nah itu kamu tau."
"Ooh pantes kamu bisa jadi manager. Orang bodoh mana yang mau memperkerjakan wanita kaya kamu.". hina Aldi.
"Siapa yang kamu bilang bodoh." ujar seorang wanita yang penampilanya sangat elegan membuat kedua bola Aldi berasa hendak keluar.
"Ima, kamu ngapain di sini? Trus kenapa kamu ga pulang dan juga ponsel kamu ga aktif dari kemaren ?" tanya Aldi beruntun.
"Pulang? pulang kemana, mas?" tanya Ima dengan senyum miring.
"Kerumah kita."
"Rumah kita, bukanya itu rumah kamu mas? Aku itu cuma numpangkan? " kata kata dari mama mertua masih terngiang - ngiang di kepala Ima bahkan sang suami membenarkanya juga.
"Kamu itu istri aku, jadi milik aku juga jadi milik kamu." kata - kata Aldi membuat Ima tertawa lepas membuat sebagian mata menoleh kearah mereka, Ima tak peduli dengan tatapan orang - orang.
"Sadar aku ini istrimu mas. Istri yang di bohongi gitu."
"Sampai kapan pun kamu tetap istri mas, Ima."
"Yakin. Tina mau di kemanain?"
"Tina bakal mas talak, kita pulang ya. Kita mulai lagi dari awal." rayu Aldi dengan wajah memelas.
"Tentu saja mas talak, mas kira aku ga tau berita di grup RT yang lagi rame. Itu istri kesayangan mama yang di bangga banggakan. Gimana mas rasanya? Sakitkan?" ejek Ima puas.
"Mas tau mas salah, mas minta maaf. Tolong beri mas kesempatan untuk berubah ya." Aldi berusaha membujuk Ima agar mau kembali kepadanya.
"Kesempatan apa lagi, mas? Luka yang mas berikan apa bisa di sembuhkan? Tidak semudah itu mas, aku sudah lelah dengan drama mama kamu dan juga mas sendiri. Aku punya suami tapi tak pernah membela aku, malah menyakiti." Ima mengeser duduknya saat Aldi berusaha mendekat. Aldi tertunduk, menyesali perbuatanya.
"Aku sudah mengajukan gugatan pada pengadilan agama, mas. Mungkin suratnya sudah sampai di resto. Aku sengaja mengirim ke resto agar surat itu sampai langsung ketangan mas." kalau di kirim kerumah belum tentu surat itu sampai ketangan Aldi.
"Apa? kamu serius?"
"Hmmm....." angguk Ima.
"Jangan Ima, mas mohon mas ga mau cerai. Kita perbaiki lagi." mohon Aldi sembari berlutut di kaki Ima membaut Ima risih.
"Tidak ada lagi yang perlu di perbaiki, mas. Maaf aku harus kerja. " Ima beranjak meningalkan Aldi. Aldi hendak mengejar Ima tapi di halangi Ratna. Aldi terduduk lemes, hidupnya hancur sehancurnya. Harta, istri semuanya pergi meninggalkan diirnya.
...****************...
Assalamualaikum kk terimakasih supportnya dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya kk 😘🙏🙏
"