Indonesia
NovelToon NovelToon
Air Mata Pengantin

Air Mata Pengantin

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Komedi / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: @Alyazahras

Kisah ini dibumbui dengan air mata, emosi, kesabaran, perjuangan, kecerdasan, dan permainan otak.

Berawal dari dilecehkan calon suaminya, hamil, lalu keguguran, dijebak sampai terkena sindrom trauma pelecehan seksual dan dikhianati orang-orang kepercayaan sampai gagal menikah di hari-H. Tidak hanya disitu, setelah dia menikah dengan pemuda kaya nan rupawan dari Negeri Ginseng yang telah menyelamatkan hidupnya, wanita ini harus menghadapi beberapa wanita pengganggu yang sering kali ingin merebut suami berharganya. Namun, saat ini tidak mudah untuk berhadapan dengannya, karena dia wanita tangguh, cerdik dan pandai bersilat lidah.

Aku sarankan jangan mengusik ketenangannya, apalagi sampai berniat merebut suaminya! Kalau tidak, hidup kalian akan dibuat merana seperti para pelakor yang ada di dalam cerita ini. Yuk, simak, cerita yang bikin greget gemes degdeg serrr ini...

...

Mampir juga ke karyaku yang lainnya, 'Istri Kecil Yang Nakal' sangat direkomendasikan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Alyazahras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Pernikahan

.

Pukul 04:08 WIB

Suasana pagi buta ini begitu ramai. Ny.Hilda beserta orang-orang suruhannya bertugas mendekor pernikahan Esme di rumah maupun di gedung yang sudah mereka pesan.

Setelah selesai mandi dan melaksanakan salat subuh di salah satu ruangan yang ada di dalam gedung, wajah Esme mulai di rias. Menurut si perias pengantin, wajah Esme ketika tidak ber-make up sangatlah cantik dan mewah (wajahnya terlihat seperti kalangan kelas atas sungguhan). Jadi, si perias pengantin berniat meriasnya dengan simple, tapi tetap elegan karena wajahnya sudah terlihat mewah.

Saat kedua matanya tertutup karena akan diberikan eye shadow, mata Esme tidak mau diam, Esme pun memainkan jari jemari tangannya. Ia merasa sangat gugup dan gelisah.

Si perias pengantin sudah bisa menebaknya, karena sering kali ia merias para calon pengantin yang menunjukkan kegugupannya sebelum menikah.

"Apa kau sangat gugup?" tanya si perias.

Esme langsung menganggukkan kepalanya.

"Tarik nafasmu dalam-dalam, lalu buang perlahan. Lakukan itu sampai kau merasa lebih baik."

Esme mengikuti apa yang perias itu bilang. Setelah mengatur nafasnya dan sudah merasa baik, si perias mulai merias wajah Esme lagi.

Sudah menghabiskan hampir 2 jam untuk merias wajahnya, akhirnya selesai juga. Esme terlihat bagaikan boneka hidup. Karena mata aslinya sudah bulat dan besar, si perias memakaikan Esme softlens berwarna abu-abu dengan diameter 18.8mm untuk membuatnya seperti boneka sungguhan, itu sangat cocok sekali dengannya. Yang membuat Esme lebih terlihat fancy adalah kombinasi warna coklat tua dengan taburan eye shadow berglitter emas. Bulu mata lentik tebal, hidung mancung, kedua pipinya merah menggoda, bibir tipis mungil dengan lipstik berwarna nude, senada dengan gaun pengantin yang akan Esme kenakan hari ini.

Si perias dibuat takjub dengan hasil tangannya sendiri.

Kemudian, si perias menyuruh asistennya untuk mengambil gaun pengantin beserta penutup atau penghalang rambut (hijab) juga alat lainnya yang akan di perlukan.

Saat gaun pengantinnya datang, jantung Esme semakin berdebar, gaunnya terlihat sangat mewah. Ia masih tak menyangka akan menikah dengan Leo hari ini, tapi dalam hati kecilnya masih ada keraguan.

Esme melepaskan piyamanya, lalu ia memakai gaun pengantin elegan itu di bantu oleh si perias dan asistennya.

Karena tubuh Esme yang tinggi dan ideal, gaun pengantin yang belum pernah ia coba itu ternyata cocok dan sangat pas sekali ditubuhnya.

Setelah selesai merias dengan model hijab kekinian, si perias tak lupa dengan sentuhan terakhirnya, yaitu memasangkan mahkota di atas kepala Esme.

Esme di giringnya menatap cermin besar. Kedua matanya terbelalak, tak menyangka yang ada di dalam cermin itu adalah dirinya sendiri.

"Apa kau suka?" tanya perias itu sambil tersenyum.

Esme menganggukan kepalanya cepat.

"E'em... aku sangat suka sekali." Wajahnya terlihat sangat bahagia.

Masih pukul 07:28, Esme sudah siap. Padahal pernikahannya di gelar pukul 08:30.

Esme menunggu di ruang tunggu, si perias meninggalkannya karena harus merias Ny.Hilda dan Lolyta yang sudah menunggu sedari tadi.

Saat sedang sendirian keraguan itu mulai menyerang lagi.

"Apa aku yakin harus tetap menikah dengan Leo?" gumamnya sambil merenung.

Esme menoleh ke arah Lolyta yang saat itu sedang berjalan mengikutin si perias ke ruangan lain.

"Apakah Leo dan Lolyta saling mencintai? Apakah Lolyta mencintainya seperti aku mencintai Leo? Jika aku melanjutkan pernikahan ini, apakah aku termasuk manusia egois? Apakah aku kakak yang jahat?" Air matanya membendung, tapi Esme menahannya sekuat yang ia bisa agar air mata itu tidak terjatuh membasahi pipinya.

Esme mengedarkan pandanganya, tidak ada siapapun diruangan ini. Tn.Harits sedang ikut membantu para pendekor, meskipun sebenarnya ia tak merelakan anaknya menikah dengan seorang pengkhianat. Ny.Hilda dan Lolyta berada di ruangan sebelah, sedang di make up. Pak Lampir dan Bi Inah sedang sibuk di dapur, menjamu orang-orang pekerja.

...

15 menit lagi, acara pernikahan akan segera di mulai.

Kemudian, Esme berjalan mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja. Ia berniat mengirim pesan pada Leo tentang kesiapannya disana.

Tiba-tiba, seseorang masuk mengendap-endap begitu saja, tanpa mengetuk pintu. Esme sedikit terkejut dan terheran. Orang itu memunggungi Esme, ia mengintip ke luar dengan kewaspadaan tinggi.

Esme mengerutkan keningnya. Siapa wanita berambut panjang, bergaun kuning dengan aksesoris bunga matahari di rambutnya?

Wanita itu menutup pintu rapat-rapat, lalu menoleh ke arah Esme.

"Alice?"

Bukankah, dia teman Lolyta.

Esme semakin terheran-heran dengan sikap anehnya itu.

Alice menundukkan kepalanya, ia berjalan perlahan dengan mata yang berkaca-kaca menghampiri Esme.

Ada apa dengan raut wajahnya? (Perasaan Esme jadi tidak tenang)

Bruk...

Alice menjatuhkan tubuhnya, ia menjejakkan kedua lutut di hadapan Esme. Sontak, kedua mata Esme terbelalak. "Alice! Ada apa?" tanyanya panik.

Alice terdiam sambil menitikan air matanya, ia tak tahu harus menceritakannya dari mana. Air matanya menyiratkan bahwa betapa sedihnya perasaannya saat ini.

Esme menarik tubuhnya dan memapahnya duduk di atas sofa dengan penuh tanda tanya.

"Kak Esme, aku... aku minta maaf," katanya begitu pilu.

Esme mengernyitkan dahinya. Ia tak tahu kenapa Alice tiba-tiba meminta maaf padanya.

"Sebelumnya aku minta maaf, jika permintaanku ini lancang. Tapi... aku mohon, kau harus membatalkan pernikahanmu dengan kak Leo." Tubuh Alice bergetar hebat saat mengucapkan kata demi kata.

Deg....

"Apa maksudmu? Alice, bicara yang jelas!" ucapnya sangat panik. Esme semakin tak habis pikir.

Alice menyentuh kedua tangan Esme, ia menundukkan kepalanya lalu mulai mengungkapkan kebenaran yang sesungguhnya di hadapan Esme.

Setelah mendengar sebagian kenyataan pahit itu, tubuh Esme menegang, raut wajahnya menjadi datar tanpa ekspresi, yang terlihat hanyalah mata putih yang memerah dengan genangan air di dalamnya.

Ternyata selingkuhan Leo bukanlah adikku sendiri! Melainkan temannya, Alice? (Batinnya meremuk)

"Dan, saat ini aku sedang mengandung anaknya. Aku harap Kak Esme mengerti." Alice menghapus air matanya yang tak kunjung mereda.

Deg...

Jiwanya semakin terhentak, sudah benar-benar remuk bagaikan butiran debu.

Apa? Alice sedang mengandung anak Leo? Ya Tuhan, lelucon apa lagi ini? ... Leo, kau tidak mungkin sejahat ini padaku 'kan? (Batin Esme berusaha tak ingin meyakinkan perkataan Alice)

"Heh...." Esme menunggingkan senyumnya. Ia berusaha tegar. "Tidak perlu membohongiku dengan kehamilan palsumu agar aku melepaskan Leo. Itu terlalu kuno!" ucap Esme. Ia menutupi kesakitan di benaknya dengan berpura-pura bicara sinis.

Esme beranjak, berjalan meninggalkan Alice, ia tak ingin lebih sakit lagi dari sekarang. Tapi, Alice langsung menyentuh kakinya. "Kak aku tidak bohong. Aku benar-benar sedang mengandung anak Kak Leo, dan usia kandunganku sudah menginjak 3 bulan. Jika Kakak tidak melepaskan Leo, anakku akan lahir tanpa ayah. Ayahku adalah seorang Gubernur, dia pasti akan sangat malu jika mengetahui ini semua. Aku tidak tahu harus bagaimana lagi, aaaaa...." Alice menangis terisak-isak.

Mendengar Alice menangis sampai memohon-mohon seperti itu di kakinya, hati Esme tergerak.

Ya Tuhaaannn... Haruskah aku yang mengalah? 😭 Disini akulah korban yang sebenarnya, aku yang lebih merasakan sakitnya! Dan, harusnya aku marah! Tapi kenapa malah aku yang terlihat bersalah?

Esme menghapus air matanya. Ia mulai menggunakan topeng dustanya.

"Aku tidak perduli dengan kehamilanmu! Itu adalah kesalahanmu sendiri. Jangan membuat orang lain menderita karena kesalahanmu. Aku sudah memimpikan menikah dengannya sejak SMA, apa kau pikir aku akan mengasihanimu dengan membatalkan pernikahan ini dengan mudah!" ucapnya sinis. Esme berjalan ke luar meninggalkan Alice dengan ketegaran palsunya.

Alice bersujud dengan tangisan yang amat pilu mendengar perkataan dari mulut Esme yang sangat jahat.

Saat Ny.Hilda dan Tn.Harits akan membuka pintu, Esme langsung ke luar dari situ. Ia tersenyum bahagia di hadapan kedua orang tuanya. Esme menutup kembali pintu itu rapat-rapat.

"Kau sangat cantik, sayang. Ayo, Leo dan rombongannya sudah berjalan masuk," kata Ny.Hilda dengan senyum lebarnya.

Para tamu undangan sudah hampir memenuhi seisi gedung.

Leo berjalan masuk di dampingin orang tuanya, Roger, Garry dan rombongan yang lainnya.

Setelah acara penyambutan selesai, lalu di lanjut dengan acara ijab kabul. Suasana begitu sakral, dan sangat menegangkan.

Leo terlihat sudah duduk di kursi mempelai pria, di hadapannya ada penghulu, Tn.Harits, juga beberapa saksi.

Esme keluar dari persembunyiannya, ia berjalan di dampingi Lolyta dan Ny.Hilda, mereka memapah Esme menghampiri Leo.

Tak hanya Leo, Roger dan Garry, tapi semua mata tertuju pada kecantikan Esme. Boneka hidup sedang berjalan dan akan melaksanakan pernikahannya.

Tidak ada senyuman sama sekali di wajahnya, ekspresi Esme sangat dingin saat duduk bersanding di samping Leo.

Alice mengintip acara itu dari celah pintu yang sedikit terbuka dengan air mata kesedihan.

Bergetar tubuh Tn.Harits saat tangannya bersentuhan dengan tangan Leo. Ia masih mengutuk dirinya sendiri sebagai ayah yang jahat.

Sebelum mengucapkan ijab kabul, Tn.Harits ingin berpesan sesuatu dulu untuk Leo.

Balmond segera memegang mic yang di dekatkan dimulut Tn.Harits.

"Leo, saya sebagai ayah dari Esmeralda tidak mengharapkan satu sen pun dari harta yang kau punya. Yang saya harapkan adalah bahagiakanlah anak saya selama-lamanya. Jangan sekali-kali kau menyakiti anak saya. Jangan sekali-kali kau zolimi anak saya, apalagi kau duakan anak saya, karena sakit hatinya akan menyakiti seluruh keluarga. Saya percaya kau bisa membimbing anak saya. Arahkan anak saya menuju surga, dan jadikan anak saya sebagai bidadari di surganya Allah, nanti." Bicara Tn.Harits bergetar. Perasaan seorang ayah yang keras seperti baja pun bisa hancur berkeping-keping. Sekarang ia akan mulai menikahkan anaknya dengan si penghianat Leo.

Semua para tamu undangan menitikan air matanya saat mendengar perkataan dari Tn.Harits yang begitu membuat bulu kuduk merinding.

Ayaaahhhh..... 😭😭😭😭

Batin Esme menjerit, ia menutup mulutnya dan menggigit bibir bawahnya.

Harus sekuat apa lagi ia menahan kesakitan juga kesedihan ini.

Saat Tn.Harits akan mulai mengucapkan ijab kabul. Esme langsung berdiri, air matanya pecah sudah tidak bisa di bendung lagi.

Ia segera memeluk ayahnya.

Ny.Hilda, Lolyta dan seluruh para tamu undangan dibuat terkejut.

"Ayaaahhh... aaaaa... 😭" Esme menangis pilu dipelukan ayahnya. Akhirnya, tangisan Tn.Harits pun pecah bersamaan.

"Ayah, maaf. Esme tidak bisa melanjutkan pernikahaan ini lagi. Maafkan Esme... 😭"

Semua mata terbelalak mendengar ucapan mengejutkan dari Esme.

Leo langsung berdiri dengan sorotan mata penuh emosi. "Esmeralda! Apa yang baru saja kau ucapkan?" Kerutan di dahinya sudah bukan main.

"Esme! Apa yang kau bicarakan?" bisik Ny.Hilda yang menahan amarah.

Esme sudah tidak sudi menatap Leo dan para pengkhianat itu. Ia melepaskan pelukannya dan segera berlari ke luar gedung.

Masa bodo dengan pernikahan itu!

Ny.Hilda, Lolyta dan Balmond sangat marah, mereka segera menyusul Esme. Tapi, Tn.Harits langsung menghadang mereka dengan tubuhnya.

....

BERSAMBUNG !!!!

Jangan lupa dong Tips, Like, & Komennya untuk author ❤

1
Eni Etiningsih
BEST POKOKE..!!
Eni Etiningsih
hadeehhh..🤦‍♀️
Eni Etiningsih
thor, menyunggingkan senyum, bukan nungging
Eni Etiningsih
jengkol...ooo.... jengkol..!!
Eni Etiningsih
jengkol berbentuk 🤎🤎🤎🤎
Eni Etiningsih
GOOD..!!
Eni Etiningsih
seh bengung aku nya..
Nurma sari Sari
apa alucard gk tau kalau Ara juga sdh hampir menjerumuskan Esme dengan memberii obat perangsang untuk diserahkannya pada Leo, seharusnya alucard tau seberapa jahatnya Ara ingin menghancurkan esme
Nurma sari Sari
hadeeew......yg katanya kuat bisa mengatasi segalanya ternyata oleng juga 🤭🤭
Nurma sari Sari
Esme sok jagoan kalau trauma lagi bisa2 langsung masuk rumah sakit jiwa
Nurma sari Sari
Esme bukan wanita yg pintar, cuma nasibnya aja yg lagi baik, seandainya gk ada Hanabi selesai sudah Esme disantap sama laki2 bangkotan, jadi Esme itu gk ada pintar sedikitpun kalau BODOH iyaaa......
Nurma sari Sari
sebenarnya Esme itu bodoh bukan pintar, cuma keberuntungan aja yg menyelamatkan dia.
Nurma sari Sari
apa mungkin Leo yg begitu mencintai Esme sanggup untuk menyakiti Esme, kalau hanya untuk merampas Esme dari alucard mungkin dia setuju
Nurma sari Sari
ya ampun sampai kering gigi ketawa,....
Nurma sari Sari
ya ampun dari bab diatas aku ngakak sampai GK bisa komen...🤣🤣🤣
Nurma sari Sari
nah begitu baru tegas, jangan terlalu kemah dengan pelakor, jangan dikasih hati nanti dia malah minta jantung, dikasih pundak semakin ngelunjak dia akan naik lagi nginjek kepala....
Nurma sari Sari
kok pelakor GK ada habisnya pelakornya itu2 juga, anak yg baru lulus SMA aja sdh pintar main trik mau jadi pelakor, Esme yg bodoh mau aja dikadali sama Loly, sdh tau penghianat masih juga dikasih hati.
Nurma sari Sari
Esme belagak seperti jagoan aja yg bisa mengatasi setiap masalah, kejadian pemerkosaan itu apa GK dijadikan sebuah pelajaran yg hampir membuat Dia gila, seharusnya kalau sdh pernah troika itu dia akan takut pergi kemana2 sendirian, berada didalam rumah sendirian pun Asti akan ketakutan, ini malah menantang ingin pergi sendiri tanpa pengawalan, berrti Esme ini bukan trouma dengan kejadian kemaren, aneh.....
Nurma sari Sari
Leo GK akan nyakiti secara fisik pada ismi, karena Leo juga sebenarnya sangat mencintai ismi, karena ambisi Leo yg ingin menjadi orang sukses dan kaya raya membuat dia menghalalkan segala cara secara tidak langsung menyakiti perasaan Esme juga, karena trouma Leo dikehidupan dimasa kecilnya yg hidup miskin disaat ada peluang dan kesempatan membuat dia lupa diri dan salah melangkah.
Nurma sari Sari
Leo percaya diri banget kalau dia menganggap Esme begitu ciinta matinya sama dia sampai dia menganggap Esme GK mungkin berpaling dari dia. seenaknya kamu menghianati Esme karena kamu merasa Esme begitu mencintai kamu, makanya kamu berulang kali menyakiti dan menghianati Esme, kamu anggap hati Esme terbuat dari batu karang yg gk akan hancur sekalipun berkali2 diterpa ombak, percaya diri banget Leo kalau cuma hanya dia yg bisa memiliki Esme. kamu pasti menyesal setelah Esme berpaling dari kamu Leo..,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!