Indonesia
NovelToon NovelToon
Joy : A Hope

Joy : A Hope

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: masbambang83

Tentang kisah seorang anak desa yang bercita-cita ingin menjadi penulis. Banyak hambatan yang dia lalui untuk mencapai impiannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon masbambang83, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 : Mimpi

“Aku enggak suka kamu dekat sama dia, Ran. Aku cemburu liat kedekatan kamu sama Joy.”

“Aku ingin kamu berhenti berhubungan sama dia!”

“Aku enggak bisa lakuin itu, Gan. Maaf.,,”

“Kenapa enggak bisa?”

“Ya, karena—”

“Abangnya dia baik sama kamu, iya?! Itu kan alasan kamu setiap kali ditanya?”

Joy termangu di tempat menyaksikan perdebatan panas di depan matanya. Bahkan ketika dua orang yang baru saja menghentikan adu mulut itu berlalu pergi dengan tujuan masing-masing, Joy masih setia berdiri di sana. Menatap kosong dengan pandangan gamang ke depan.

Joy yang hendak menenangkan diri dari Aletta dan Arga di taman belakang malah diperlihatkan dengan hal seperti itu. Beberapa fakta yang seharusnya tidak perlu Joy ketahui kini sudah tertampung semua dalam gendang telinga.

Jadi dugaan Joy selama ini benar. Laki-laki asing itu punya hubungan spesial dengan Rani? Mereka pacaran?

Satu fakta itu memang menyakitkan. Tetapi, ada fakta lain yang lebih-lebih menyakitkan dari fakta Rani sudah mempunyai pacar. Ternyata, selama ini Rani baik padanya hanya karena ingin membalas kebaikan Bang Ari. Tidak lebih dari itu. Rani hanya menganggapnya sebagai teman sekaligus tetangga kost. Hal yang membuat hati Joy rasanya hancur berkeping-keping.

Remaja lelaki itu menunduk dalam. Kepalanya menggeleng-geleng pelan. “Bukan aku yang salah, tetapi rasa ini yang jatuh pada orang yang salah,” lirihnya bergumam.

Di tengah keterpurukan Joy, seseorang datang merangkul pundak itu dari samping. Usapan pelan di punggung Joy terasa begitu lembut. Menenangkan.

“Aku tahu posisi itu sangat menyakitkan. Karena aku pun berada di posisi itu sekarang. Aku mencintai seseorang yang bahkan melirikku sejenak pun dia enggan. Dia terlalu fokus mengejar bidadari cantik di depan matanya, hingga tak sadar bahwa ada bidadari lain yang setia menemani di sampingnya. Dan, orang itu ... kamu, Joydev Arhan.”

Sontak Joy menolehkan kepalanya. Bulu matanya mengerjap beberapa kali berusaha untuk mencerna situasi. Gadis pemilik bulu mata lentik baru saja mengutarakan perasaannya, bukan?

Sorot mata sendu itu seakan menyihir Joy agar menyelaminya lebih dalam lagi.

Seutas senyum perlahan menghias bibirnya. “Tapi, tenang saja. Kamu enggak usah khawatir. Aku akan membantumu pelan-pelan bangkit dari rasa sakit itu sampai kamu lupa kalau kamu pernah jatuh sedalam ini. Aku selalu di sampingmu, Joy.”

Detak jantung Joy berpacu lebih cepat. Entah karena faktor apa. Mungkin jika Rani yang mengatakan hal itu padanya, Joy akan senang atau bahkan terharu. Tetapi, dia bukan sosok yang Joy dambakan seperti Rani. Justru, sosok yang tidak pernah Joy sangka kehadirannya akan ikut andil dalam kisah cintanya yang bertepuk sebelah tangan.

Dia, Aletta. Sahabat pertama Joy di bangku putih abu.

***

Tersengal-sengal. Joy bangun dengan napas memburu. Peluh membasahi wajah dan sekitar leher remaja itu. Jakunnya yang tampak mulai menonjol naik turun  meneguk ludah. Pandangan dia edarkan ke segala sisi dengan kerut bingung kentara jelas mencuat di dahinya. Tembok bercat putih, beberapa lingkaran bocor di langit-langit plafon, serta selimut tebal yang masih bergelung menutupi setengah badan.

Joy terperangah. Tatapan matanya kosong. “Ternyata cuma mimpi,” gumamnya bermonolog.

Joy melirik ke samping tempat tidurnya. Kosong. Lalu, dia mengalihkan pandangan keluar rumah. Bau nikotin yang menusuk samar-samar tercium disusul kepulan asap rokok yang menguar ke udara. Joy mendengus di sela-sela hela napas gusarnya. Laki-laki itu melepas selimut dari badannya dan beranjak dari tempat tidur.

Joy mengucek-ucek matanya sambil berjalan ke teras depan. Tanpa permisi langsung mengambil alih di samping Bang Ari yang sedang seru-serunya bermain game online.

“Merokok lagi, Bang?” tegur Joy tanpa unsur menghakimi.

Sontak pandangan Ari beralih padanya. Pemuda itu tampak mengerutkan dahi. Dua ujung alisnya hampir bertemu. “Begadang lagi kamu? Mau terlambat kayak kemarin?” cerca Bang Ari mengingatkan. Teguran Joy barusan Ari hiraukan.

Tanpa suara Joy menjawab. Hanya gelengan kepala kecil. Dari raut wajahnya sudah tertebak suasana hati Joy sedang tidak bagus.

Kenapa lagi bocah satu ini? Tanya Ari dalam hati. Sengaja dipendam pertanyaan itu, karena menurutnya Joy sudah dewasa. Dia pasti akan membagikan keluh kesahnya jika Ari perlu tahu hal itu. Ari hanya berharap semoga Joy bisa menyelesaikan masalah apa pun yang dihadapinya dengan baik.

Dalam diamnya, pikiran Joy menerawang ke mimpi yang baru saja dialaminya. Dalam mimpinya Joy tidak sengaja memergoki Rani dan laki-laki asing yang diketahui bernama Regan sedang memperdebatkan hal yang menjadi jawaban Joy selama ini. Kenapa Joy bisa bermimpi seperti itu? Dan kenapa pula Aletta ikut hadir dalam mimpinya?

Joy mengacak-acak rambutnya frustasi sembari menenggelamkan wajah di lipatan tangan. Pikirannya benar-benar sangat kacau. Mungkin terlalu memikirkan hal itu sampai semuanya terbawa ke alam bawah sadar Joy. Laki-laki itu beranjak dari tempat duduk dan kembali masuk ke dalam rumah tanpa meninggalkan sepatah kata untuk Bang Ari.

Ari hanya memandangi dalam diam kepergian adiknya dengan satu alis terangkat, lalu disertai endikan bahu acuh.

***

“Joy berangkat bareng, yuk!”

Ada yang berbeda pagi ini. Joy bahkan sampai terheran-heran. Tidak bisanya seperti ini, batin laki-laki itu dalam hati.

Joy mengerut kening saat tiba-tiba sebuah tangan mengait lengannya dari samping begitu Joy keluar dari kamar kost. Saat Joy menoleh, raut ceria Rani menyambut dengan hangat.

Sedikit senyum tipis tersungging di bibir. Entah skenario apa lagi yang sedang Tuhan rencanakan untuk Joy sampai harus mengalami adegan seperti ini. Meski Joy tidak bisa menampik bahwa Joy senang.

“Ran, ayo berangkat!” Perintah tegas bernada suara datar itu mengalihkan atensi keduanya.

Joy menoleh dan saat itu juga dia seketika mengerti akan situasi. Regan berdiri di hadapan mereka dengan raut tanpa ekspresi. Rani ditatapnya dengan selubung amarah dari sorot mata itu.

Rani menggeleng, menolak keras ajakan laki-laki itu. “Maaf, hari ini aku berangkat naik angkutan umum saja. Aku mau berangkat bareng adik aku.” Rani menjawab dengan menekankan dua kata terakhir. Seolah mempertegas bahwa hubungannya dengan Joy hanya sebatas itu. Adik-kakak.

Terdengar geram halus dari Regan. Joy perhatikan kedua tangan laki-laki itu sudah mengepal kuat di bawah sana.

“Ayo, Joy. Kita pergi. Entar keduluan sama angkotnya, terlambat deh.”

Joy menoleh mendengar ajakan Rani. Senyum kecut terbit di bibirnya. Baru Joy paham dengan semua ini. Rani hanya memanfaatkannya sebagai tameng agar bisa lolos dari laki-laki di depan mereka. Entah mereka terlibat masalah apa sampai marah-marahan seperti ini dan Joy tidak ingin tahu apa pun itu.

“Maaf, Kak. Tapi, aku buru-buru. Ada baiknya Kak Rani berangkat bareng sama dia aja,” kata Joy melepas tangan Rani dari pergelangan tangannya.

Tak lupa memberikan senyum canggung pada Regan saat Joy melewati badan laki-laki itu untuk beranjak pergi.

“Tapi, Joy—” Rani hendak mengejar Joy, tetapi langkahnya tertahan oleh Regan. Laki-laki itu mencegat erat pergelangan tangannya.

“Kamu enggak dengar dia ngomong apa?” Regan melirik Rani dengan sinis lewat ekor mata. Nada suaranya datar.

Rani mendengus tak suka. Dia berontak agar lepas dari Regan hingga usahnya berhasil. “Enggak sudi aku berangkat sama kamu!” tolak Rani mentah-mentah.

“Terlalu posesif,” cibir Rani tepat di wajah Regan sebelum beranjak pergi mengejar Joy yang sudah hilang dari pandangan.

Di ambang pintu, Ari menyaksikan semua itu. Melihat tiga siswa tadi mengingatkan Ari pada masa putih abunya. Pikirannya terasa kosong dan membiarkan memori kenangan yang sedang ingin dilupakannya itu terputar dengan bebas. Kisah cinta segitiga yang mengorbankan persahabatan. Apa Joy, adiknya akan merasakan hal itu juga?

 

...****************...

 

 

 

1
Mukmini Salasiyanti
Hi, Joy.... sehatkah?
udh brp purnama gk nongol nih??
🤔😶‍🌫😍😘💪
@Bams_12: Sebelumnya terima kasih sudah mampir dan menunggu karya ini update lagi. Jujur saya sudah lupa sama alur ceritanya karena keseringan bolong update.
total 1 replies
Mukmini Salasiyanti
Tok
Tok
Tok
Joyyyy......
where a u???????
Mukmini Salasiyanti
Joy.....
wake up!!!
Lanjutkan ceritanya...
😁💪🍄🌺
@Bams_12: Halo, kak. Bab barunya sudah di update, ya...
total 1 replies
Mukmini Salasiyanti
Pagi yg cerah..
Di musim kemarau..
Kangen Joy...
Give some flowers 4 Joy laa
biar up.... hihihihi😉💪
Mukmini Salasiyanti
Kan.... kan..
Beneran kan???
lanjut&ttp semangat, Mas Bam.. 😚
Mukmini Salasiyanti
Joy..... Joy...
Cemburu koq dipelihara??? 🙃🤣
Begadang jangan Begadang..
kalo tiada artinya..
Begadang boleh begadang
kalo ada cemilannya.. ..
Lanjut Mas Bam&Cemungut!! ☺💪
Mukmini Salasiyanti
Nah, itu tau merokok gk baik tuk kesehatan.. msh jg dihisap..
Dan.. jelas2 tertulis indah di kemasan Rokok...
Lelah Hayati, Bang! 😁🤣🤣
Mukmini Salasiyanti
Eh, Aqu fikir pria yg dkt ma Rani itu si Arga.. berarti bukan ya?
sangking lamanya hiatus, lupa aku Thor 🤣
Oi, Joy... dah dibilangin dr awal Jgn becewek msh jg mikirin si Rani...
Cuekin aj loh... 😁😂
Kl Jodoh takkan kemana....
O Mas Bam, DPIB kepanjanganny apa?
Mukmini Salasiyanti
Mas Bam....
Apa kbr?Gmn urusannya,lncr?
Si Joy msh liburan kah?
☺💪
@Bams_12: Halo, Kak. Terima kasih sudah mampir dan membaca lapak amburadul ini. Mohon maaf sebelumnya atas ketidaknyamanan karena cerita ini sudah terlalu lama Hiatus🙏
Ceritanya masih lanjut, ya. semoga dalam waktu dekat bisa update kembali.
total 1 replies
Mukmini Salasiyanti
Mas Bam....
Abdan syakura versi baru...
☺🙏
abdan syakura
Hmmm🤔
Biar gak Gamang, tak kasi Bunga la Joy....
Always Be Happy, Mas Bam😉💪
abdan syakura
🤣🤣🤣 Joyyyy???
Rani? ur first love nih????
Rani cinta pertama Joy
Joy mgkn cinta pertamany Aletta
Eh...Aqu tengok tetangga kanan kiri aahh..manatau ada readers NT dan penulis juga....🤭😅
Semangat, Mas Bam!!!
abdan syakura
Cieeeeeee
Si Joy dpt teman baru nih...🤗👏
abdan syakura
Astaghfirullaah...
Eling Joy...Eling...
Ingat nasehat Ibu & harapannya...
Semangat Belajar!!
Aqu suka bgt baca Novel2 Mas Bam ini...alurnya sll tenang, penulisanny pun bagus, tertata apik..Tp readersny msh sepi..mgkn Mas krg gigih di promosi nya...
Whatever..Ttp semangat ya Mas!
abdan syakura
Eh Joy ....
Bljr yg bener, sungguh sungguh
Jgn becewek yaa....🤭💪
abdan syakura
Joy...Joy...
Baru beranjak dewasa...eh...e..eh... udah nanya tetangga sebelah aja..
🤣🤣🤣
abdan syakura
wahhhh Temu Kangen nih....🥰😭
abdan syakura
Ayo Joy... Fighting!!!!!
abdan syakura
udahlah Joy...
jd Cik Gu Bhs Indonesia aja...
plus penulis ...klop kan??🙃
abdan syakura
Sepertinya Aq setuju deh ..
Lbh baik masuk STM/SMK..
aplg zaman now, kl gk pny skill susah cr krj...kl ada skill+diasah trus bs mandiri,krj bahkan bs menciptakan lpgn pkrjaan...
Penulis kan bs jd passion & side job..iya gak sih????
Eh, tp kl mmg gk minat msk SMK, gmn yaa?🤔😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!