Indonesia
NovelToon NovelToon
Akademi Militer Metal

Akademi Militer Metal

Status: tamat
Genre:Dunia Masa Depan / Akademi Sihir / Kehidupan Tentara / Teman lama bertemu kembali / Tamat
Popularitas:59.2k
Nilai: 5
Nama Author: Korona N

"Selamat Datang di Akademi Militer Milderan, di mana hanya orang-orang bernyali besar dan cukup sakit mental yang bisa lolos menjadi prajurit terhebat seantero Planet Ribelo."

Seorang pemuda sinting bernama Ardanu De'Cornell menjalani kehidupannya sebagai pelajar Akademi Militer Antariksa. Banyak hal menarik yang ia dapatkan selama belajar di sana. Namun, tahun ini ia mendapat banyak kejutan yang membuat hidupnya jadi mulai rumit.

Seperti apa Ardan menjalani kehidupannya? Dan bagaimana Ardan mengatasi segala masalah yang berdatangan padanya?

~*~

Genre : Action, Comedy, Modern Fantasy, Slice of Life
Subgenre : Romance, Friendship, Sci-fi

Catatan :
*Menggunakan Bahasa tidak Baku
*Kata-kata toxic
*Alur lambat
*Novel random, tidak cocok bagi pembaca novel serius (baku)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Korona N, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27 : Kelompok 17

“Wah...! Senangnya! Hari ini adalah hari pertama kita melakukan Kegiatan Orientasi Pelajar.”

Cahaya mentari pagi kini semakin tampak di ufuk timur sana. Para pelajar junior sudah berada di akademi, mulai berjalan mencari-cari kelompok di Kegiatan Orientasi kali ini.

Begitu pula dengan Nadia dan Krisan. Saat ini, mereka tengah berjalan bersama rombongan Taruna-Taruni junior lain melewati lobi menuju lapangan utama akademi.

Di hari pertama Kegiatan Orientasi Pelajar, para pelajar terlihat mengenakan seragam yang berbeda-beda sesuai asal sekolah mereka terakhir. Mereka diminta para staf untuk mengenakan pakaian dari sekolah mereka sebelumnya karena hari ini fokus pada masa pengenalan lingkungan baru dan juga pergaulan sosial.

Dari semua junior yang ada di sini, seragam yang dikenakan Krisan termasuk seragam umum, hanya mengenakan kemeja putih dengan bawahan rok hitam di bawah lutut, standar untuk seragam sekolah negeri. Berbeda dengan Nadia yang tampak mengenakan blazer kotak-kotak tanpa lengan sebagai luaran kemeja serta rok dengan motif yang sama, menandakan bahwa gadis itu lulusan dari sekolah swasta.

“Aku jadi penasaran, kegiatan seperti apa yang akan kita lakukan hari ini,” lanjut Nadia terus berceloteh dengan semangat.

Krisan yang melihat antusiasme Nadia hanya menyunggingkan senyum tipis memaklumi.

Memang sejak dari asrama tadi, Nadia terus saja berceloteh riang soal kegiatan seru seperti apa yang akan mereka lakukan di Kegiatan Orientasi. Itu karena Nadia tahu bahwa ia satu kelompok dengan Krisan, dan juga tahu kalau Ardan serta gebetannya merupakan dua senior yang akan menjadi pembimbing kelompok mereka.

“Senang rasanya setelah tahu kita berada di kelompok yang sama, Kris,” kata Nadia dengan mata biru berbinar. “Senior pembimbing kita juga merupakan sepupuku, dan.... Aish.... Mas Damar juga ada di kelompok kita.” Ia jadi salah tingkah sendiri.

Selama berjalan bersama rombongan lain, keduanya sempat curi dengar obrolan beberapa Taruni di depan mereka.

“Eh, katanya anak baru yang bermasalah kemarin memutuskan tuk mengundurkan diri, lho.”

“Yang katanya sengaja menggunakan Kekuatan Kebangkitan buat merundung murid baru yang lain, kan? Perasaan tuk pelanggaran pertama cuma dikenai denda, bukan dikeluarkan dari akademi.”

“Dia emang sengaja keluar akademi. Enggak sanggup nanggung malu, kali.”

“Enggak mungkin kayak gitu, deh.”

Krisan mengerjapkan mata dengan ekspresi polos ketika menyimak obrolan para Taruni itu. Dia tahu betul siapa yang dimaksud. Hanya saja, ia tak menyangka jika perempuan itu memilih tuk mengundurkan diri dari akademi setelah kejadian kemarin.

“Si Tiana mutusin buat keluar dari akademi, kan?”

Krisan menoleh pada Nadia yang saat ini berjalan beriringan bersamanya dengan kedua tangan bersedekap di dada. Wajahnya terlihat bete ketika membahas perempuan yang ia benci itu.

“Syukur, deh, kalau dia sadar,” ucap Nadia angkuh. “Dia pasti merasa sia-sia ada di sini karena sang pujaan hati takkan pernah membalas cintanya. Emang tipikal perempuan enggak tahu diri Tania itu.”

“Sudahlah, Nad. Semua itu sudah berlalu, kok,” kata Krisan tenang. “Toh dia enggak bakal mengganggumu lagi mulai sekarang.”

Nadia mengangguk mantap. “Yep! Aku jadi makin tenang, deh.”

Sekarang, mereka sudah keluar dari area lobi dan tiba di jalan menuju lapangan. Nadia segera menggandeng erat lengan Krisan, membuat gadis berambut hitam tebal itu sedikit kaget dibuatnya.

“Ayo, Kris! Kita cari kelompok kita. Kalau enggak salah, kita ada di Kelompok 17, kan?”

Lalu Nadia menggiring Krisan menuju pinggir lapangan sambil mencari wilayah kelompok mereka berada.

Setelah beberapa menit berjalan mencari keberadaan kelompok mereka, akhirnya Nadia dan Krisan menemukan hologram penanda Kelompok 17 di sisi lapangan dekat mereka.

“Woh.... Rupanya di situ, toh.” Nadia makin menarik Krisan menuju kelompok tersebut.

Ketika langkah mereka makin dekat, Nadia menemukan sosok Damar dan Ardan sedang sibuk mengatur barisan Kelompok 17. Senyum semringah terpancar di wajah cantik Nadia. Dia senang bisa bertemu gebetan dan sepupunya di saat kegiatan seperti ini.

“Krisan, Krisan.” Nadia menepuk-nepuk lengan Krisan. “Coba lihat!”

Krisan mengikuti arah tunjuk Nadia, tepatnya ke arah dua pemuda yang terlihat masih asing di mata Krisan.

Krisan tebak, dua pemuda itu pasti pengurus kelompok mereka. Satunya berambut hitam tebal dengan memakai kacamata, tapi postur tubuhnya terlihat ideal. Sedangkan satunya lagi merupakan pemuda berambut jingga dengan memakai ikat kepala, postur tubuhnya pun tampak lebih atletis, dan dia juga terlihat lumayan tegas pada para pelajar lain.

“Nah! Yang rambut jingga dekil itu sepupuku yang kemarin diincar sama cewek kamfret kemarin, namanya Ardan. Sedangkan kawannya yang berkacamata itu.... Aduh, ish....” Nadia jadi salting brutal membahasnya. “Ganteng banget sih dia hari ini...!”

“Gebetanmu?”

“Eh?!”

Wajah Nadia jadi semerah tomat saat Krisan berhasil menebak siapa pemuda yang dimaksud di mata Nadia.

“Ah! Itu.... Kok bisa—.”

“Dengar dari cerita Kak Sheena kemarin.” Krisan menyunggingkan senyum tipis.

“Duh....”

Nadia menutup wajahnya menggunakan kedua tangan, malu ketahuan teman kalau gebetannya juga ada di sini, sedang ia kagumi pula.

....

“Baris yang benar, ya! Sesuai tinggi badan sama jenis kelamin. Sebelah sini baris cowok, sebelah sana baris cewek! Yang paling tinggi di belakang, begitu pula sebaliknya!” perintah Ardan tegas.

Sekarang, Damar dan Ardan sibuk mengatur barisan kelompok mereka. Pertama-tama, mereka akan melakukan kegiatan baris-berbaris dulu sebelum masuk masa pengenalan anggota kelompok.

“Baris yang bener! Kalau baris-berbaris aja masih kayak balita, kalah kalian sama anak-anak bebek!” Kemudian, Ardan bertanya pada Damar, “Mar, itu jumlahnya udah pas belum?”

Damar mengecek daftar di tabnya. “Udah pas kok jumlahnya. Cuma, tadi ada—.”

“Senior, ada kucing oyen ini!” teriak salah satu junior di barisannya. “Ikut baris juga dia. Diusir, malah pengen nyakar.”

Benar kata junior lelaki itu, Ardan dan Damar menemukan keberadaan kucing oyen di dekat barisan laki-laki. Saat diusir, malah marah kucing itu.

Sambil cekikikan Damar berkomentar, “.... Mau ikut jadi tentara juga kali dia.”

“Aduh, Nyen...!” Ardan mengacak-acak rambutnya.

Ardan berjalan menghampiri kucing itu, kemudian mengangkatnya, mengabaikan segala macam amukan yang diarahkan kucing greget itu pada Ardan.

“Nyen. Tolong ya, Nyen. Demi citra kaum oyen, nih, ye. Lihat, rambutku juga oyen ini.” Ardan sempat menunjuk rambut oyen-nya. “Situ mending cabut aja dari sini. Ini tempat bukan habitatmu. Kita lagi baris-berbaris, bukan nyari betina. Jadi, sono pergi.”

Ardan langsung melempar kucing oyen gempal itu ke atas, dan terjun ke lokasi di mana kebetulan ada beberapa staf akademi lewat. Alhasil, kucing itu mendarat tepat di kepala salah satu staf dan sempat mencakar kepalanya pula.

“Adoh! Kepalaku dicakar kucing, ‘angke!”

“Kok bisa ada kucing jatuh dari langit?”

“Pak, ‘pala kau kayaknya pitak, deh.”

“Aaaakh!!!”

Melihat staf itu panik gara-gara kepalanya pitak dicakar kucing, buru-buru Ardan balik ke hadapan barisan, tak mau ketahuan kalau kucing itu terjun bebas ke kepala staf gara-gara lemparannya.

“Ei, kalau mereka nanya, bilang aja kucingnya dilempar setan,” kata Ardan pada para juniornya.

Dengan polos setengah lancang salah satu junior berkata, “Lah? Berarti senior dong setannya.”

“Meeeaaawrrrgh!!!”

“Gaaah!”

Spontan junior itu naik ke bopongan temannya gara-gara Ardan meraung macam kucing galak, sebelas-dua belas kayak kucing tadi.

“Memang ada gila-gilanya senior kita itu,” komentarnya heran dengan kelakuan Ardan setelah si senior itu menjauh.

“Mungkin karena dia termasuk bangsa oyen yang dikenal gereget sealam semesta,” sahut temannya yang membopongnya tadi.

Setelah dipastikan seluruh anggota Kelompok 17 lengkap, mereka pun mulai baris-berbaris dengan Ardan yang bertugas memimpin barisan. Berbeda dari sebelumnya, kini Ardan terlihat lebih tegas dan berwibawa saat memimpin baris-berbaris para juniornya.

Ya, kalau sudah seperti ini, sifat Ardan pasti jadi berubah lebih serius.

...~*~*~*~...

1
IHS🇲🇨🇲🇨
adegan actionnya pun keren/Good/
IHS🇲🇨🇲🇨
wah era futuristik pun punya ilmu kebal/Good/
IHS🇲🇨🇲🇨
tamat sudah kl kena../Smirk/
IHS🇲🇨🇲🇨
jadi inget film the screamers
IHS🇲🇨🇲🇨
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
IHS🇲🇨🇲🇨
buwahahahhaaha. mluncur terbang tinggi/Facepalm/
IHS🇲🇨🇲🇨
bokong ardan ada dimana2 /Facepalm//Facepalm/
IHS🇲🇨🇲🇨
renyah yah/Smirk/
IHS🇲🇨🇲🇨
tegang. kocak. jadi satu. keren
IHS🇲🇨🇲🇨
emang nekat si ardan ya/Facepalm/
IHS🇲🇨🇲🇨
/Facepalm//Facepalm/
IHS🇲🇨🇲🇨
tau nih cay coy ajah/Facepalm/
IHS🇲🇨🇲🇨
weh keren skyboard/Good/
IHS🇲🇨🇲🇨
Baru bab pertama aja aku dah terhibur bgt kak. detailnya dapet. lucunya dpt. narasinya oke /Good//Good//Good//Good/
IHS🇲🇨🇲🇨
kepala mangga/Facepalm//Facepalm/
IHS🇲🇨🇲🇨
tembak aja kak. terus panggang/Facepalm/
IHS🇲🇨🇲🇨
behahaha..lucu sangad
PORREN46R
goblin nya bisa lepar granat? pinter juga tu goblin
Miss Troublemaker: Goblin di era futuristik beda sama yang versi abad pertengahan /Hey/
total 1 replies
PORREN46R
goblin be like : Curang mainnya pakai senapan serbu
PORREN46R
Berarti ceritanya tentang isekai ya author
Miss Troublemaker: Fantasy semi scifi. MC-nya tetep di dunianya sendiri, ga kemana-mana.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!