Indonesia
NovelToon NovelToon
SUNSHINE HIGH SCHOOL MYSTERY

SUNSHINE HIGH SCHOOL MYSTERY

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Spiritual / Persahabatan / Thriller / Hantu / Romansa / Horor / Tamat
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: 김해순

[dalam tahap revisi]
maaf ya ada beberapa bab yang akan saya revisi
SMA Sunshine ialah sekolah yang cukup terkenal di Jakarta sehingga siapapun ingin bersekolah di sana begitu juga dengan Arzetta Cassandra Alexander juga Clarisa Ashara Aurora namun mereka memiliki sebuah kemampuan melihat makhluk tak kasat mata dan ketika mereka berdua baru saja memasuki lingkungan sekolah mereka merasakan ada hal yang aneh dengan sekolah baru mereka terbukti dengan banyaknya penampakan di lingkungan sekolah.
Tanpa diduga mereka berdua malah bertemu dengan dua anak indigo yang satu kelas dengan mereka adalah Natta Shafana Swastika dan Gretha Asyana Daviandra lalu karena sangat penasaran mereka berempat memutuskan untuk menyelidiki sekolah mereka.
Saat hendak memulainya justru mereka malah bertemu dengan Daniel Chelsea juga Viana kakak kelas mereka yang ternyata mempunyai kemampuan yang sama bedanya mereka tidak memperdulikannya ingin mencegah perbuatan mereka tapi yang terjadi adalah mereka pun ikut m

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 김해순, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengakui Kesalahan

Hari sudah mulai malam namun kedua manusia itu belum juga bangun dari pingsannya sampai ketika sebuah suara teriakan menggema masuk ke dalam kamar yang tak lain adalah ibunya Vernon yang ingin mengajak makan bersama.

Namun yang dia lihat adalah anaknya juga temannya tergelak di lantai plus tercium bau pesing seperti bekas air kencing dan dia pun melihat celana kedua orang itu agak basah.

"ya ampun apa yang terjadi" pekik Indah lalu membangunkan kedua orang itu.

"bangun Ver bangun Ren, ada apa dengan kalian berdua" Indah mengguncangkan kedua tubuh itu.

"ya ampun kenapa mereka tidak bangun juga sih, ada apa dengan mereka sebenarnya" heran Indah lalu menampar pipi Vernon juga Naren.

Tak lama setelahnya mereka berdua pun terbangun dan melihat panik sekeliling kemudian mereka saling tatap membuat Indah merasa sangat bingung dengan kedua orang itu.

"ada apa dengan kalian berdua sebenarnya" tanya Indah sungguh penasaran.

"mama, kami sudah membuat sebuah kesalahan dan sekarang kami menyesali nya" jawab Vernon membuat Indah bingung.

"apa maksudnya Ver memang kamu membuat kesalahan apa cerita dengan mama siapa tahu mama bisa membantu kalian" Indah menatap serius anaknya.

"jadi begini ma aku dan Naren sudah membunuh teman satu sekolah kami satu tahun yang lalu dan kami sangat menyesalinya sekarang kami tidak seharusnya melakukan seperti itu" jujur Vernon yang sudah mengakui segala kesalahannya.

"apa!, kalian tidak bercanda kan kenapa bisa seperti itu dan siapa teman kalian itu" kaget Indah merasa tidak menyangka anaknya akan berbuat seperti itu.

"Adrian ma, jadi sebenarnya kami sengaja membunuhnya waktu itu tapi kami sudah berbohong dengan semua orang dan sekarang aku sungguh sangat menyesali nya" jawab Vernon lagi-lagi membuat kaget Indah.

"kalian sudah sangat keterlaluan apa mama pernah mengajarkan kepada kamu untuk berbuat seperti itu dimana otak kamu Vernon" marah Indah.

"maaf ma aku tau aku sudah sangat salah dan sekarang aku sangat menyesal dengan kelakuan kami" Vernon meminta maaf pada ibu nya.

"lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang Ver, mama tidak mau kalo kalian sampai masuk ke dalam penjara tapi kalian harus bertanggung jawab dengan kelakuan kalian" Indah sebenarnya tidak ingin jika anaknya masuk ke dalam bui tapi dia harus bertanggung jawab atas kelakuannya.

"aku sudah memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya kepada orangtuanya dan kami akan menyerahkan diri kepada polisi untuk mendapatkan hukuman atas apa yang sudah kami lakukan" yakin Vernon.

"tapi sebenarnya apa masalah kalian dengan Adrian kenapa bisa sampai seperti itu atau ada yang menyuruh kalian tolong jujur dengan mama" cerca Indah.

"sebenarnya ada ma tapi kami takut untuk mengatakannya dia sangat nekat ma biarkan kami saja jikalau kami membawa-bawa dia bisa saja keluarga kita juga Naren kena masalah" jujur Vernon.

"tidak bisa seperti itu dia harus dihukum lebih berat biar nanti itu jadi urusan mama dan katakan siapa orangnya" tidak terima Indah.

"ma tidak bisa biarkan orang lain saja yang bergerak karena dia jauh lebih hebat daripada polisi sekalipun, dan dia yang akan menyeret pak tua itu" ucap Vernon memberikan penjelasan.

"siapa lagi yang akan membantu kalian kali ini, kenapa tidak mama saja" bingung Indah.

"dia adik kelas kami ma namanya Zetta dan tolong mama temui dia dan katakan jikalau aku meminta bantuannya untuk mengungkap tentang pak tua itu" jawab Vernon.

"apa kamu tidak salah tapi baiklah mama akan berbicara dengan dia besok lalu sekarang apa yang ingin kalian lakukan tidak mungkin kan langsung ke kantor polisi" tanya Indah.

"kalo bisa sekarang kenapa tidak ma, aku tidak mau semakin dihantui rasa bersalah ini" putus Vernon yang dianguki oleh Naren.

"ya sudahlah kita pergi sekarang" sedih Indah.

Meskipun hari sudah mulai malam tapi tekad mereka berdua sudah bulat daripada mereka terus dihantui oleh Adrian lebih baik mereka berdua mengakui kesalahan mereka sekarang tanpa membawa pak Hermawan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sesampainya di kantor polisi mereka bertiga langsung bertemu dengan seorang polisi yang dulu pernah menangani kasus kematian Adrian yang kebetulan sedang bertugas di kantor tidak patroli.

Vernon juga Naren segera menghadap polisi itu yang menatap kaget mereka berdua karena tiba-tiba datang setelah dimintai keterangan tahun lalu.

"ada apa kalian berdua kembali lagi" tanyanya to the points.

"pak kami ingin mengakui tentang kesalahan yang sudah pernah kami lakukan ini tentang keterangan kami satu tahun yang lalu" ucap Vernon tanpa ragu.

"lalu apa yang ingin kamu katakan, apa ada sesuatu yang tidak kalian katakan" selidiknya.

"jadi kami berdua sengaja membunuh Adrian pak waktu itu bukan karena tidak Sengaja tapi kami memang berniat ingin membunuhnya" ucap Vernon mengakui kesalahannya.

"sudah saya duga sebelumnya, tapi karena saya tidak menemukan bukti yang akurat jadi saya membebaskan kalian dan sekarang kalian sudah mengakui nya kan" ucapnya tersenyum sinis.

"sebenarnya apa motif kalian membunuh Adrian apa ada masalah diantara kalian bertiga sampai kalian tega membunuh teman kalian sendiri" tanyanya.

"kami hanya tidak suka dengan dia saja pak karena dia lebih baik dari kita dan semua orang selalu membandingkan kemampuan kami dengan dia jadi kami gelap mata dan melakukan nya" Vernon mencari-cari alasan.

"bohong" ucap seorang gadis yang tiba-tiba saja datang yang tak lain adalah Zetta.

"Ze kenapa bisa Lo ada disini" kaget mereka berdua.

"saya yang sudah menghubungi dia tadi dan memang dia ingin bertemu dengan saya" bukan Zetta yang menjawab tapi polisi itu.

"Yap bener sekali" Zetta menganggukkan kepalanya.

"memang apa yang mau Lo lakukan Ze kenapa bisa ada disini dan kenapa Lo bisa kenal sama pak polisi ini" bingung Vernon.

"gue mau ketemu sama kalian udah itu aja" acuh Zetta lalu duduk di samping pak polisi itu.

"apa yang kau lakukan nona itu tempat duduk saya" ucap rekan polisi itu kaget kenapa ada yang sangat berani sekali.

"sudahlah biarkan saja ambil saja kursi lagi" acuhnya.

"dengarkan pak" sewot Zetta.

"Gerald apa maksudnya apa dia ini kekasih mu" tuduhnya.

"apa kau sudah tidak waras" kesal Gerald.

"tidak usah banyak tanya ambil saja kursi lain" Gerald menatap tajam sehingga temannya hanya bisa pasrah.

"sekarang katakan yang sejujurnya jangan takut siapa yang sudah menyuruh kalian berdua itu" tegas Gerald.

"yang menyuruh kami pak Hermawan pak tapi alasan nya tidak bisa saya katakan tadi saya minta dia tidak di tahan untuk sementara waktu biar Zetta juga teman-temannya yang menyeret nya" jujur Vernon.

"baiklah tenang saja, kalian tidak perlu takut yang penting kami sudah tau siapa tersangka utamanya" santai Gerald.

"terimakasih pak" senang mereka berdua.

"Fadel bawa dia ke sel tahanan sekarang" pinta Gerald.

"baiklah, ayo kalian ikut" Fadel membawa keduanya ke sel tahanan.

"nak tolong bantu anak saya ya" pinta indah.

"iya Tan" Zetta tersenyum tipis.

"saya permisi dulu" indah pergi dengan perasaan yang campur aduk.

"dek, apa yang kamu katakan memang benar dan lakukan rencana mu abang akan membantu mu" percaya Gerald pada Zetta.

"siap bang, tunggu saja permainan ku dan aku ingin meminta bantuan abang" Zetta tersenyum penuh arti.

"ada apalagi dek, katakan saja abang mu ini akan membantu mu dengan senang hati" tanya Gerald.

"aku ingin menyelidiki tentang sekolah ku bang dan nanti aku akan meminta bantuan pada abang jika aku sudah menemukan masalahnya" jelas Zetta singkat.

"siap dek, apapun itu pasti akan abang bantu dan jika ada apa-apa bilang saja dengan abang jangan sampai kakak mu itu marah-marah pada abang jika kamu kenapa-kenapa" canda Gerald.

"hehehe iya bang eh iya kak Lexa gimana kabarnya baik-baik kan udah lama nggak ketemu deh" Zetta nyengir kuda.

"baik-baik saja biasa lah seperti itu namanya juga ibu-ibu anak satu harus ekstra sabar" canda Gerald.

"ahahahah, iya juga" Zetta tersenyum tipis.

"bang pulang dulu ya salam untuk kak Lexa" pamit Zetta.

"jangan ngebut ya dek awas loh" peringat Gerald.

"iya bang bye bye" Zetta tersenyum tipis lalu pergi.

Melihat Zetta yang sudah pergi Gerald segera membuka berkas yang sudah tertutup satu tahun yang lalu dan dia akan membuka kembali kasus itu tinggal menunggu terdakwa utama kasus itu masuk ke dalam sel tahanan bersama dengan kedua siswanya.

1
Tiya Susanto
sebenarnya ceritanya bagus kak,cm kok ze kesannya kayak gampangan gt ya gampang tidur dengan cowok, walaupun nggak ngelakuin apapun tp kesannya kayak kurang etis dan sopan... masukkan aja sih kak
Achlys: iya kak makasih untuk masukannya tapi disini Zetta posisinya lagi sakit dan biasanya ada kakaknya yang nemenin
total 1 replies
Tiya Susanto
masih nyimak dulu kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!