Renando Maher Ali Pratama terlahir dengan banyak keberuntungan, kaya,tampan,pintar terhormat. Dan dia adalah orang yang sangat pintar memanfaatkan kekayaannya untuk bersenang-senang
Da tumbuh menjadi pria yang manja dan tak bertanggung jawab. ditambah lagi dia dikelilingi oleh orang-orang serakah.
pertemuannya dengan seorang gadis sederhana calon dokter membuat dia jatuh cinta.
sayangnya karena ditipu oleh orang terdekat keluarga Renando bangkrut, orangtuanya jatuh sakit, sementara Nando dipenjara karena kasus pelecehan terhadap Airin jelita gadis yang ia sukai
Bagaimanakah Renando menjalani kehidupannya setalah ia kehilangan segalanya.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lara hati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
Sebenarnya kalian siapa? kasus Nando sudah diputuskan hakim, mengapa masih saja ingin menyelidiki?"
Tanya Bondan penasaran.
Walau mengetahui Nando bukan pemuda sembarangan, tapi kini pemuda itu bukan siapa-siapa,.bukankah mereka sudah bangkrut. Tapi kelihatanya kedua orang yang duduk dihadapannya saat ini, jelas bukan orang yang bisa diremehkan.
" Bukan urusanmu..kau hanya perlu mengikuti permainan dari kami" Ketus Jeffry.
" Mulai lah bercerita tentang kebenaran yang kau sembunyikan, kita tak punya banyak waktu meladeni mu"
pengacara mulai memasang rekaman meletakan begitu saja di atas meja tepat dihadapan Bondan.
Cerita pun mengalir dari mulut Bondan, kebenaran yang selama ini disembunyikan rapat - rapat olehnya demi uang dan kebebasannya.
BONDAN SUKAMTO POV.
Drrrrrtttt..phonsel gue bergetar, sebuah pesan masuk ke aplikasi berwarna hijau.
gue pun mulai membaca
Astaga! istri gue minta kiriman belanja lagi. baru beberapa hari lalu gue ngrimin uang.. pusing sekali rasanya kepala ini.
" Kenapa loe ndul?" Teman seperjuangan gue Yopi bertanya, mungkin heran ngeliat wajah gue yang muram.
Yopi dan gue adalah preman terminal, kita beroperasi di sebuah terminal bis lintas propinsi. Kami mencari mangsa diterminal untuk di copet, diperas, dan syukur syukur bisa nipu penumpang yang baru datang ke kota, kebanyakan mereka masih lugu dan bingung saat pertama kali menginjakkan kaki diterminal. Sialnya mereka lebih sering menghindar saat gue dan yopi mendekat karena tampang kami yang beringas.
Oh ya gue biasa dipanggil si Gundul saat diterminal. Karena kepala gue gundul seperti pak ogah tokoh yang ada di serial anak- anak zaman dulu. Si Unyil.
Kesanya bukan seram malah lucu, tapi ya sudahlah, gelar itu perlu bagi seorang preman macam gue.
" Biasa..Bini gue minta jatah bulanan."
Wajah Yopi ikutan bingung.
" Sama Ndul, bini gue juga..makanya gue pusing banget.."
Sejak adanya pademi virus yang menghebohkan dunia, sangat jarang orang orang pergi ke kota. Hingga pendapatan gue dan Yopi juga berkurang.
DiSaat gue dan Yopi mencari mangsa untuk dicopet, gue ngeliat adik gue Kartono datang, Jelas mencari gue, dia celingak-celinguk diantara para penumpang bus lain dengan wajah bingung.
" Kar! Kartono! sini !!" panggil gue sambil melambaikan tangan padanya.
Dia menoleh, tersenyum lalu lari mendekat.
Tubuhnya semakin kurus dan hitam saja.
Apa yang dikerjakannya hingga badanya sekurus itu.
" Gue mau ngomong serius Bang.." Katanya. setelah berdiri dihadapan gue dan Yopi.
Merasa tak dibutuhkanYopi langsung pamit meninggalkan gue dan Kartono.
Kami memasuki sebuah kede kopi yang ada disekitar terminal. lalu duduk agak dipojok agar tak terganggu pengunjung lain.
" kamu terlibat masalah, kar?" Gue bertanya tak suka, jika dia membawa masalahnya., takutnya sesuatu yang melanggar hukum.
" Bukan bang, gue mau nawarin kerjaan.."
Gue langsung diam mendengarkan dengan tertarik
" Kerjanya mudah, cepat, bayaran nya juga tinggi. Abang pasti suka, tapi resikonya juga besar jika ketangkap polisi"
" Maksud loe, pekerjaan itu melanggar hukum?"
" Apa bedanya? Pekerjaan Abang sekarang juga melanggar hukum tak ada bedanya bang.." sahut Kartono dengan wajahnya yang menyebalkan.
"Emang kerja apa?" rasa Malas gue diganti rasa penasaran.
Teringat bini gue yang nunggu kiriman dikampung, gue rasa gue nggak boleh pilih pilih kerjaan.
Kartono menjelaskan tentang pekerjaan yang harus gue lakukan.
Agak kaget, pekerjaan itu benar-benar beresiko.
Gue ragu ragu. Bujukan Kartono membuat gue mengambil resiko menerima tawaran nya.
Lagipula jika gue nggak ngirim uang ke kampung. Mertua gue yang mantan jawara itu pasti ngamuk. Bisa habis gue dihajarnya karena ngebiarain Anak cucunya kelaparan.
Dulu waktu gue ketahuan pacaran dengan bini gue, Hampir mati gue dibuatnya. Dihajar sampai babak belur.
sampai gue menikah pun nggak pernah direstui, status gue yang pengangguran membuat keluarganya ragu untuk menerima lamaran gue.
Sering banget gue di sindir- sindir.
karena kerjaan gak jelas, kadang mertua masih membantu keuangan keluarga.
Akhirnya karena tak tahan gue pergi merantau ke kota.
Dengan bekal sedikit ilmu bela diri warisan bapak mertua gue , jadilah gue berprofesi sebagai preman terminal.
" Bang..! Bang gundul..?!?" Panggilan Kartono membuyarkan kenangan pahit yang melintas sesaat.
" Abang bengong aja, ni ambil."
Dia menyondorkan sebuah amplop coklat dan sebuah foto seorang gadis.
gue Ambil itu amplop terlebih dahulu.
Mata gue langsung terbelalak melihat uang kertas warna merah berjumlah 50 lembar.
" Buat loe bang.." Ucap Kartono.
mata gue takjub.
Jarang jarang gue punya uang sebanyak ini
gue langsung menyimpan rezeki yang gue dapat hari ini
Mata gue langsung tertuju pada foto gadis.
wajahnya lumayan juga..meskipun tak semontok cewek cewek bayaran yang sering gue pakai.
Kartono tertawa melihat wajah mesum gue.
" Besok Abang bisa langsung mulai, tugas pertama Abang mengawasi gadis ini, dia kuliah di fakultas kedokteran dikampus MHp Collage., Saat ada kesempatan loe kerjain dah tuh cewek, loe paham kan bang.."
" Iye..gue paham kar, loe nggak usah risau serahkan aja sama gue."
Gue tertawa sambil membanggakan diri.
Setelah puas memandangi foto gadis itu, gue langsung menyimpannya di kantong celana.
Ke esokan pagi gue langsung tancap gas ke kampus, menggunakan motor Yopi yang gue pinjam.
Gue menunggu kedatangan target didepan mini market didepan kampus, dengan jelas gue bisa lihat mahasiswa yang keluar dan masuk.
jam delapan tepat gadis itu datang
" Waw..!! ternyata gadis itu lebih cantik bila dilihat aslinya." gue tertarik.
Empat hari sudah gue membuntuti target. Yang gue tahu Namanya Airin jelita.
Tapi kesempatan mengerjainya belum juga datang.
Dia selalu berada ditempat ramai, serta seorang gadis selalu mengikutinya, mungkin dia adalah sahabatnya.
Hari kelima Kartono mendatangi gue.
" Bang, sebenarnya loe becus kerja nggak sih?, kapan loe ngerjain target, Bos udah nggak sabar, negdesak gue terus. Kalau loe nggak becus, gue tarik balik uang yang udah gue kasih."
" Eh jangan dong kar, gue udah pake itu yang buat anak bini gue."
" Bos Minta ketemuan Ama loe malam ini.."
Gue kaget,. Bos minta ketemuan??, jantung gue langsung deg degan, jangan jangan si bos minta uangnya kembali.
" Bos mau pake rencana baru buat target, udah loe ngikut aja..ntar malam gue jemput loe tunggu aja di tempat loe"
Benar saja sehabis magrib sebuah mobil sudah terparkir di depan kos dan gue.
Gue di bawa menuju kampus, Dua pemuda tampan duduk di bangku depan, gue ama Kartono dibangju belakang."
" Loe kenal dimana pemuda pemuda itu" Gue berbisik di telinga Kartono, heran dengan teman teman barunya yang terlihat, kaya dan berkelas. Keduanya terlihat sombong, Bahkan sama sekali tak menegur gue.
" Abang nggak usah banyak tanya, ll sedikit yang Abang tahu, lebih bagus buat Abang." Kartono balas berbisik
Akhirnya gue memilih diam hingga tiba dikampus.
Gue di giring melalui jalan serta lorong sempit di sela sela tembok kampus. dan masuk melalui sebuah pintu besi yang agak tersembunyi di sudut yang ditutupi tumbuhan merambat.
katanya Kartono menghindari Cctv yang dipasang di setiap sudut kampus.
Agak agaknya pemuda pemuda tampan ini sangat mengenal lokasi kampus.
Seorang pemuda sudah berdiri menunggu didalam sebuah bangunan tua yang terbengkalai.
Dia memakai pakaian serba hitam, jaket topi pet serta jaket bertudung yang dipakai menutupi kepalanya.
Dia menyamarkan identitas.
Tanganya di masukan dalam saku celana. bagi gue dia benar benar misterius.
" terima kasih loe mau datang.."dari balik kegelapan. dari Suaranya gue duga dia masih muda, seusia Kartono adek gue.
" Iya bos.."
orang yang gue panggil bos itu mulai menjelaskan rencananya, gue mendengarkan dengan seksama, tentu gue pasang kuping gue lekat lekat agar gue nggak keliru dan mengecewakan si bos.
" loe paham.." Tanyanya setelah selesai.
gue mengiyakan. Setelah sepakat dengan rencana yang ia siapkan , Ia memintaku untuk tidur digudang malam itu juga. tempat pertemuan kami. Gudang itu adalah rencana utama dari misiku.
Pengap, lembab, kotor berdebu dan berbau ke adaan gudang tua yang atapnya hampir roboh tersebut. semalaman gue kesulitan buat tidur.
Benar benar tak nyaman.
Gue masih tidur saat bos menelpon, iyalah semalaman gue nggak tidur, kepala gue jadi pusing.
Gue diminta mengintai Arae parkir, menunggu seorang pria paling tampan dan seorang gadis paling cantik dikampus ini.
pemuda itu mudah dicari karena hanya dia yang memarkirkan mobilnya di area itu.
Gue menjalani dengan patuh. Tak lupa, sebisa mungkinenghindari Area Cctv.
Seorang pemuda turun dari mobil super duper mewah.
Gue iri banget. Gue berjalan dari arah berlawanan dengan langkah cepat
Brukkk!.
Tubrukan gue membuat pemuda dan gadis itu kaget.
" Buset!! mata gue hampir meloncat melihat pasangan sempurna itu.
Apalagi si gadis , Cantik luar biasa. otak mesum gue langsung beraksi.
Apalagi pakaian yang dipakai nya benar benar sexy dan terbuka,
Kulitnya putih dan mulus. rok yang dipakainya saja tinggi diatas lutut.
Glek! gue melengkapi ludah.
" Ma..maaf " ucap gue pura pura gugup. melihat hawa marah dari keduanya.
" jalan pake mata jangan pake dengkul.." Sahut si cantik dengan ketus, sayang sekali padahal suaranya merdu dan lembut, tapi kenapa bicaranya sekasar itu.
" Saya sedang terburu-buru buru, maaf ya dek.." ulangku, sebuah senyum kecil gue ukir, sambil tergesa melangkah.
Masih terdengar umpatan kasar dari mulut cantik si mata hijau.
Ternyata gadis itu tak jauh beda dengan wanita wanita di rumah bordir yang sangat pandai mengeluarkan kata kotor."
Gue kembali ke gudang untuk bersembunyi tentunya melalui pintu rahasia.
Sebenarnya gue nggak ngerti rencana bos, tapi gue menjalani saja, selama gue nggak dirugikan.
Aku masih menghitung waktu digudang, dengan bosan. menunggu rencana sebenarnya.
Menjelang siang Kartono datang secara mengendap ngendap ke belakang kampus. Dia mengatakan waktunya telah tiba
" Bang siap-siap ,sebentar lagi gadis itu datang." Kartono bergegas pergi melalui pintu rahasia.
Tinggallah gue yang nunggu mangsa dengan sabar.
Semakin lama jantung gue semakin keras berpacu.
Antara semangat dan takut. Jika berhasil bayaran tinggi akan gue terima ,jika gagal penjara menunggu.
Tapi positif thinking aja, gue akan menerima bayaran tinggi.pulang ke kampung pensiun sebagai preman terminal selamanya.
Kuping gue samar mendengar suara halus perempuan.
Gue menyeringai, darah terasa berdesir, ternyata gue deg degan.
Prang!!! Bunyi barang gue banting.
Gadis itu diam mungkin mendengarkan langkahnya mendekati gudang.
Kreeeit!! !!
bunyi pintu berderit.
Dia termakan umpan, masuk kedalam gudang.
mengira gue orang yang sedang dicarinya. dengan Ragu-ragu masuk kedalam gudang.
Sementara gue bersembunyi dibalik pintu, menunggu kesempatan dengan sabar.
Dia masuk semakin kedalam.
Blammmmm!
Pintu sudah tertutup dan terkunci rapat.
Gue tertawa.menyeringai.
" Bersiaplah menuju surga dunia.Sayang..."
Maka Gue memulai Aksi siang itu....
BONDAN SUKAMTO POV, END.
Kartono
SECARA KSELURUHAN KEREN, KRN OTHOR SUKSES BUAT READER MARAH & JENGKEL...
UNTUK AIRIN, KNP GK COBA MLAMAR DI PUSKESMAS ATAU KLINIK2...
INI SEMUA BERKAT AMANDA..