Jumpa lagi di novel baru ku ,terima kasih masih stay di sini ya.
Deskripsi
"Tolong jangan masukan ayah ku ke penjara,aku akan melakukan apa pun om " ucap Kia dengan air mata yang sudah mengalir di pipi nya, Burhan terkejut di panggil om tapi dia hanya bisa melotot dengan tajam
"Kau akan melakukan apa pun ?" tanya burhan dan Kia mengangguk saja
"aku akan merawat om sampai sembuh " jelas kia yang memang tak memiliki uang untuk mengganti motor sport mahal dan biaya pertanyaan Burhan
Bibir Burhan terangkat sedikit ,dia memikirkan ucapan mama nya yang sangat ingin dia menikah dan memiliki anak. Kia adalah wanita yang cocok untuk nya ,dia akan memanfaatkan kesempatan ini .
Mau tau bagaimana cerita selanjut nya ? Yuk....langsung rebahan manis sambil ngemil ,baca novel ku . Makasih sebelum nya 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
OB( VIVI-HANS)
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Cup
"Aku sanggup melakukan nya sayang, apa pun keinginan mu " ucap Hans dengan senyuman manis yang lebar di pipi nya, dia sangat senang jika pak dokter museum itu bisa segera melakukan apa yang dia ingin kan nya
Vivi masih terdiam mendengar ucapan hans ,mana mungkin dia menikah dengan pria yang baru saja dikenal nya . Apalagi hans merupakan seorang dokter ,bukan hanya tampan tapi pasti kaya dan berasal dari keluarga terhormat.
Sedangkan diri nya hanya anak dari juragan angkutan umum ,walaupun ibu nya memiliki toko tapi hanya toko kecil saja. Mana mungkin seorang dokter mau dengan wanita biasa seperti nya, Apalagi keluarga dari dokter itu.
"Jangan mikirin diri sendiri pak dokter, tanya kedua orang tua nya . Mau ngak nerima wanita biasa kayak aku ,belum lagi bapak ku yang hanya punya angkutan . Ngak ada tamatan yang bagus " ucap vivi dengan santai, dia tak ingin berharap dengan ucapan dari hans karena dia sadar diri .
"Mereka jelas mau ,kamu nya siap ngak nikah sama aku ?" ucap Hans yang masih terlihat santai ,vivi tak ambil pusing. Dia memilih menikmati jalan ,memberitahu kan alamat rumah nya hingga tak lama mereka sampai didepan rumah sederhana yang sebelah nya ada beberapa mobil angkutan umum milik Bokak.
"Ini rumah nya ?" tanya Hans dan vivi pun mengangguk, dia menatap ke arah Hans sambil tersenyum
"Terima kasih sudah mengantarkan ku dengan selamat" ucap vivi dan dia langsung keluar dari mobil nya hans ,berjalan menuju pintu depan rumah nya .
Hans pun berniat melajukan mobil nya lagi ,karena memang sudah larut malam. Tapi beberapa pria sudah menghadang mobil nya ,untung dia belum menjalankan mobil nya .
"Pak.....dia cuma nganterin aku ,dia bukan siapa siapa jangan ganggu dia "
Hans sudah membuka jendela nya dengan lebar ,sehingga mendengar suara vivi yang berteriak dan menangis. Hans menatap ke arah pria tinggi yang sedikit gemuk,wajah nya mirip sekali dengan vivi dan Hans yakin kalau pria itu merupakan ayah nya vivi .
"Turun ....tanggung jawab "
Hans mendengar suara pria yang berdiri didepan mobil nya ,dia meminta hans untuk turun dan Hans pun langsung turun. Dia melihat wajah Vivi yang sudah memerah ,terlihat jelas kalau vivi baru saja di tampar.
Bruuuk
Bokak mendorong tubuh Vivi ke arah Hans dan hans dengan cepat menangkap nya ,memeluk tubuh Vivi yang sudah terlihat lemas . Hans masih bingung, dia tak ingin berbuat kasar dan ingin mengetahui apa yang terjadi sebenar nya .
"pak....hiks hiks hiks ,dia hanya mengantarkan aku pulang karena sudah malam . Jangan bawa bawa dia pak " ucap vivi masih menangis ,dia menatap ke arah bapak nya
"Pak dokter ,maaf melihat semua nya. Sekarang anda bisa pulang, pergi lah jangan perdulikan aku " ucap vivi dengan air mata yang mengalir di pipi nya, hans merasa sedih melihat hal itu dan tangan nya terulur ke arah pipi nya vivi dan menghapus nya dengan pelan .
"siapa kamu ? Jangan bilang kamu cuma kebetulan ngantar vivi ? dia lari dari rumah "bentak Bokak pada hans ,baru saja hans ingin menjawab nya tapi vivi lebih dulu Bicara .
"Pak....dia cuma dokter, kebetulan liat aku mau pulang. Jangan libat kan dia pak" jawab vivi dengan cepat
"alah alasan ,ngapain kamu ke rumah sakit jumpain kia hah? sudah bapak bilang jangan pernah berteman dengan nya lagi ,dia itu hanya anak supir . Ini ,uang ini mau kamu kasih dia kan ? bentak Bokak dengan keras ,kedua mata nya sudah melotot ke arah vivi
"Kalau kamu masih ingin tinggal disini, lebih baik jauhi kia dan ayah nya. Mereka lagi ada masalah vi ,kamu anak kami satu satu nya tapi kalau kamu ngak mau dengar ucapan bapak dan mama mu . Lebih baik kami ngak punya anak seperti mu ,bapak sama mama akan ambil suci sebagai anak kami " Teriak Bokak dan vivi hanya bisa menangis ,dia merasa bingung
"Pergi sana, bawa baju kamu ini dari sini . Pergi sama pria ini ,jangan pernah anggap kami orang tua lagi " ucap bokak masih dengan suara lantang nya
"Bapak sama mama memang selalu mentingkan suci ,aku anak bapak tapi aku ngak pernah selalu menjadi yang utama "bentak vivi dengan keras
"Jangan ngelawan kamu vi ,lebih baik ikutin apa kata bapak. Kamu nikah sama tegar dan jangan temui kia lagi ,bapak akan berikan semua harta bapak " ucap bokak dan vivi pun menggelengkan kepala nya ,dia benar benar tak menyangka kalau bapak nya malah ingin menikahkan nya dengan pemilik bengkel tempat nya membetulkan angkutan nya .
"Aku ngak mau pak ,bapak saja yang nikah sama dia " bentak vivi dan Bokak langsung maju mendekati vivi ,dia mengangkat tangan nya dan berniat memukul vivi
Kedua mata nya sudah terpejam ,tapi tangan bokak tak sampai di wajah nya . Dia pun membuka mata nya, melihat tangan Hans yang menahan tangan bapak nya . Vivi langsung melotot dan menatap ke arah Hans, dia tak ingin hans ikut campur dalam hal ini.
"Dok....harus nya dokter pergi saja ,ngak usah ikut campur urusan ini " ucap vivi dengan mata yang yang masih basah.
Hans tersenyum, dia menghempaskan tangan bokak dengan kuat sehingga tangan bokak terlepas dari genggaman nya . Kemudian dia menangkup wajah Vivi dengan lembut ,mendekatkan wajah nya lalu mengecup kening vivi didepan semua orang.
"Jangan pikirkan apa pun hhhmm,jika mereka mengusir mu . Maka lebih baik kamu pergi ,mas akan menjaga dan melindungi mu " ucap hans dengan cepat
"Saya kekasih vivi ,dia sedang mengandung anak kami. Itu yang sebenar nya terjadi ,bapak orang tua nya vivi ?" ucap Hans dan kedua mata bokak melotot, dia melirik ke arah vivi dengan tatapan mata yang tajam .
"Kau....dasar anak kurang ajar,ngak tau diri " bentak Bokak yang ingin kembali menampar vivi tapi di tahan lagi oleh hans
"Saya bisa laporkan anda ke kantor polisi, karena sudah memukuli anak sendiri . Ada undang undang anak lho pak " ancam hans ,dia langsung memeluk tubuh Vivi dengan erat.
Bokak langsung terdiam, dia tak pernah berurusan dengan polisi dan tak akan pernah karena memang dia takut. Angkutan umum nya selama ini di urus oleh salah satu kerabat nya ,karena memang dia tak ingin ribet berurusan dengan polisi.
Vivi masih diam ,dia tak tau lagi apa yang harus dia lakukan karena memang dia sangat bingung dengan keadaan yang ada .
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘
Love sekebon untukmu author