Indonesia
NovelToon NovelToon
RENKARNASI SANG PENGUASA ABSOLUT

RENKARNASI SANG PENGUASA ABSOLUT

Status: tamat
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Sistem / Tamat
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: AME author

Nagato, pemuda miskin dari Jepang, tewas usai menolong seorang gadis. Mendengar permintaan terakhirnya yang hanya ingin hidup tenang, Dewa Kematian melahirkannya kembali sebagai Alan di tengah Hutan Monster dengan Skill Domain Absolut—kemampuan hidup abadi dan menciptakan apa pun di wilayahnya.
Niat hati ingin hidup santai, bayangan imajinasi Alan justru tanpa sengaja mewujudkan sebuah kerajaan megah. Dianggap sebagai ancaman besar oleh Kerajaan Manusia dan Iblis, Alan terpaksa membangkitkan pasukan abadi, penyihir agung, hingga menundukkan dua Naga Kuno. Didampingi Skill berkesadaran mandiri, Alan kini menguasai kerajaan terkuat di dunia—semuanya demi satu alasan sederhana: bertahan hidup dengan tenang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AME author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

GEJOLAK DI SELATAN

Beberapa hari telah berlalu sejak penjinakan Naga Merah Kuno yang kini mendiami gerbang depan Kerajaan Solaria. Suasana di dalam wilayah Domain Absolut kembali berjalan tenang dan harmonis. Namun, di luar perbatasan Hutan Larangan, badai politik dan perang yang terpendam mulai bergolak.

Jauh sebelum Alan berenkarnasi dan memanifestasikan kerajaannya di tempat itu, kawasan Utara merupakan wilayah konflik tak bertuan yang paling diperebutkan di seluruh benua. Di balik bahaya monster-monster ganas Hutan Larangan, tersimpan sebuah rahasia kuno sumber titik nadi sihir raksasa (Leyline) yang memancarkan konsentrasi energi murni tak terbatas.

Kerajaan Iblis yang terletak di wilayah Selatan—Kerajaan Obsidion telah lama mengincar sumber energi tersebut untuk memperluas kekuasaan dan memperkuat pasukan sihir kegelapan mereka. Dan hari itu, pasukan perintis iblis bergerak menuju Utara tanpa menyadari bahwa peta kekuasaan di hutan tersebut telah berubah total.

DUAMMM! DUAMMM! DUAMMM!

Derap langkah kaki berukuran raksasa menggetarkan tanah di perbatasan luar Hutan Larangan. Lima ratus pasukan iblis tingkat tinggi terdiri dari prajurit lapis baja hitam, monster benteng bertanduk, dan penyihir kegelapan melangkah maju dengan aura membunuh yang sangat pekat.

Di barisan terdepan, seorang Jenderal Iblis bersayap kelelawar dengan dua pedang besar memimpin pergerakan.

"Dengar semuanya!" teriak sang Jenderal Iblis dengan suara melengking memecah keheningan hutan. "Tanah ini adalah milik Kerajaan Obsidion! Hancurkan setiap monster yang menghalangi jalan dan rebut titik nadi sihir di ujung hutan ini!"

Namun, saat pasukan iblis menyibak pepohonan Hutan Larangan, mereka mendadak menghentikan langkah. Mata merah mereka membelalak lebar.

Di hadapan mereka, berdiri sebuah benteng marmer putih-emas yang sangat megah. Di atas gerbang utamanya, seekor Naga Merah Kuno berukuran raksasa menatap mereka dengan mata dingin, sementara sebuah kubah cahaya emas—Perisai Mutlak—memayungi seluruh wilayah kerajaan tersebut.

"B-Bangunan apa itu?!" salah satu prajurit iblis tergagap panik. "Sejak kapan ada benteng sebesar ini di Hutan Larangan?!"

Sebelum rasa terkejut mereka mereda, pintu gerbang utama Solaria terbuka lebar secara perlahan.

TAK! TAK! TAK!

Derap langkah kaki berzirah besi bergema dengan sangat presisi. Dari balik gerbang, barisan Ksatria Abadi dan Penyihir Abadi melangkah keluar dengan formasi tempur yang sempurna. Suasana di sekitar perbatasan mendadak terasa mencekik akibat tekanan aura sihir ber-level monster yang dipancarkan oleh pasukan Solaria.

Di barisan paling depan, Zero mencabut pedang besarnya dari sarung di pinggang. Jubah hitam keemasannya berkibar tertimpa angin pertempuran. Di samping kirinya, Akami mengangkat tongkat sihir hijau zamrudnya dengan tatapan mata yang sangat tajam.

Zero menatap lima ratus pasukan iblis di hadapannya bukan dengan rasa takut, melainkan dengan seringai antusias seorang ksatria sejati.

"Perhatian seluruh prajurit Kerajaan Solaria!" suara Zero bergema menggelegar di seluruh medan pertempuran, membakar jiwa para prajuritnya. "Tugas kita adalah melindungi kedamaian wilayah ini dan mengabdi kepada Tuan Alan! Lindungi kerajaan ini dengan seluruh jiwa kalian! Dan ingat satu perintah utama... Kalian dilarang untuk mati!"

"HOOO-AHHH!"

Teriakan gemuruh dari lima belas ribu Pasukan Abadi memecah langit. Semangat bertarung mereka meledak hingga ke tingkat tertinggi.

"Serang!" perintah Zero tegas seraya melompat maju ke depan.

WUSHHH!

Pertempuran dahsyat pun pecah secara instan!

Zero bergerak bagaikan kilat merah-emas di antara barisan musuh. Ayunan pedang besarnya meluncur dengan kecepatan dan kekuatan yang luar biasa. Hanya dalam satu tebasan horizontal, tiga prajurit iblis lapis baja langsung terbelah menjadi dua beserta zirah tebal mereka!

"Hahaha! Hanya ini kemampuan kalian?!" seru Zero dengan tawa penuh gairah pertempuran. Ia menikmati setiap detik pertarungan ini demi membuktikan kesetiaannya kepada Alan.

Sementara itu dari barisan belakang, Akami memimpin lima ribu penyihir abadi untuk melepaskan dukungan serangan jarak jauh.

"Mantra Sihir Gabungan: Judgment of Emerald!" seru Akami anggun.

BOOMMM! BOOMMM! BOOMMM!

Ribuan tombak sihir hijau murni hujan dari langit, menghujani barisan belakang pasukan iblis tanpa ampun. Ledakan demi ledakan tercipta, meratakan barisan monster bertanduk dan menghancurkan sihir pertahanan musuh bagaikan menembus kertas tebal.

Perbedaan level antara kedua pihak terlalu jauh. Pasukan iblis yang berada di kisaran Level 80 hingga 120 sama sekali bukan tandingan bagi prajurit Solaria yang ber-level 500, apalagi menghadapi Zero dan Akami yang berada di Level 1.500.

Hanya dalam hitungan menit, lima ratus pasukan perintis iblis yang tadinya begitu sombong kini terbantai habis. Tanah perbatasan dipenuhi puing-puing zirah dan senjata musuh yang hancur.

"M-Misteris... tempat ini dipenuhi monster berwujud manusia!" jerit Sang Jenderal Iblis yang sudah terluka parah dengan sayap patah.

Dengan sisa kekuatan terakhirnya, Jenderal Iblis itu memicu jimat teleportasi darurat untuk melarikan diri kembali ke Selatan, meninggalkan medan pertempuran yang telah disapu bersih oleh pasukan Solaria tanpa ada satu pun korban jiwa di pihak Alan.

Zero menyarungkan kembali pedang besarnya yang bersih tanpa noda darah, lalu menoleh menatap pasukannya. "Kerja bagus, semuanya! Bersihkan area ini dan kembali ke pos penjagaan!"

Sementara itu, di aula kegelapan Kerajaan Obsidion di wilayah Selatan.

BRAYY!

Jenderal Iblis yang terluka parah terlempar keluar dari pusaran sihir teleportasi dan berlutut bersimbah darah di atas lantai batu hitam. Di hadapannya, duduk sesosok figur menakutkan di atas takhta tulang—Raja Iblis Obsidion.

"A-Ampuni hamba, Baginda..." tancap Jenderal Iblis dengan suara bergetar ketakutan. "Pasukan perintis kita... hancur total..."

Raja Iblis menopang dagunya dengan tangan berakar hitam, mata merah menyalanya menatap dingin bawahan di hadapannya. "Apa yang terjadi di Hutan Larangan?"

"Di sana... berdiri sebuah kerajaan misterius yang sangat megah, Baginda!" lapor sang jenderal dengan panik. "Daya tempur prajurit mereka sama sekali tidak masuk akal! Bahkan jenderal dan penyihir mereka memiliki kekuatan sihir yang sanggup meratakan pasukan kita dalam sekejap!"

Para tetua dan menteri iblis di dalam ruangan bersungut-sungut panik mendengarkan laporan tersebut. Namun, Raja Iblis Obsidion tetap menyandarkan tubuhnya dengan sangat tenang.

Aura kegelapan yang amat pekat mendadak meledak dari tubuh Raja Iblis, membungkam seluruh ruangan dalam ketakutan mutlak.

"Daya tempur yang tidak masuk akal? Kerajaan baru?" Raja Iblis tertawa pelan, sebuah tawa dingin yang memancarkan kekejaman. "Aku tidak peduli siapa yang bertakhta di sana atau seberapa kuat prajurit yang mereka miliki."

Raja Iblis berdiri dari takhtanya, mengepalkan tangannya hingga udara di sekitarnya meretak.

"Titik nadi sihir di Hutan Utara adalah kunci utama bagi kita untuk menguasai benua ini," ucap Raja Iblis dengan keputusan bulat yang tak tergoyahkan. "Mau bagaimanapun caranya... wilayah Utara harus jatuh ke tangan Kerajaan Obsidion!"

1
𝓐. 𝓗.𝓸
terima kasih Babnya. saya suka dengan ceritanya dengan membangun kerajaan hingga mencipta pasukan lalu dengan membangun sebuah kota, cukup memuaskan di baca. 😁😊
Prayy: terimakasih atas dukungan nya saya akan menulis semenarik mungkin untuk pembaca agar terhibur mohon selalu di tunggu bab selanjutnya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!